
Jefry pun terbangun di pagi hari dalam keadaan tanpa busana. Begitu juga dengan Angel yg merasa kepalanya sangat sakit, tapi juga mengingat betapa nikmatnya malam itu.
"Akhh.. Angel kenapa kau ada disini?" tanya Jefry.
"Tuan, yg memintaku untuk bersama anda tadi malam." ucap Angel.
"Mana mungkin.. kau cepat pakai bajumu." ucap Jefry.
"Baiklah.. " balas Angel menangis buaya.
Ya, Angel akan pura-pura menangis agar Jefry merasa bersalah padanya dan tak meninggalkannya. Kemudian, Jefry pun bicara dengan Angel setelah mereka mengenakan pakaian.
"Apa yg terjadi semalam? aku sama sekali tak ingat." ucap Jefry.
"Anda merasa pusing setelah kita berada di bar.. Jadi aku membantu anda untuk ke kamar hotel." ucap Angel.
"Lalu?" tanya Jefry.
"Anda bilang kepanasan dan melepas semua pakaian anda. Lalu anda.." ucap Angel menangis mengingat kejadian tersebut.
"Apa aku melakukannya?? aku tak yakin Angel karena aku tak ingat apapun. Atau ada yg menaruh sesuatu di minumanku." ucap Jefry.
"Aku tak tahu tuan, yg pasti anda langsung menahanku dan kita melakukannya karena anda memintanya. " ucap Angel.
"Maafkan aku Angel, aku akan memberimu kompensasi, tapi jujur mungkin aku khilaf dan kini tak ingat apapun." ucap Jefry.
"Bagaimana bisa setelah melakukannya dengan begitu semangat anda melupakannya?" tanya Angel.
"Aku benar-benar tidak ingat. Jadi maafkan aku dan katakan berapa yg harus aku berikan.." ucap Jefry.
"Tuan, aku belum pernah melakukannya sebelumnya.. Apakah anda akan melupakannya begitu saja?" tanya Angel.
"Maaf Angel, aku sudah bertunangan dengan kekasihku." ucap Jefry.
"Tapi, bagaimana dengan nasibku?" tanya Angel.
"Makanya aku bertanya berapa kompensasi yg pantas untuk ini.?" tanya Jefry.
"Bagaimana jika aku hamil?" tanya Angel.
"Hamil? memangnya tadi malam bagaimana?" tanya Jefry.
"Anda sama sekali tak pakai pengaman." ucap Angel.
"Arghhhh.. lalu aku harus apa?? aku sudah punya tunangan?? kau ingin aku menghancurkannya?" tanya Jefry kesal.
"Lalu bagaimana dengan masa depanku?" tanya Angel.
"Kau bisa ab***si jika kau hamil." ucap Jefry kesal.
"Tuan.. kenapa anda tega sekali." ucap Angel kembali berakting.
"Sudah aku akan mentransfer uang sebagai kompensasi, dan kabari aku jika terjadi sesuatu." ucap Jefry meninggalkan Angel di kamar tersebut.
__ADS_1
Jefry pun menangis membayangkan perjuangannya mengambil hati Gracr sekian lama dan kini kisahnya dengan Grace terancam akan hancur. Dirinya tanpa sadar berselingkuh di belakang Grace. Jefry pun menenangkan dirinya dan melupakan segalanya hari itu. Ia pulang sendiri tanpa Angel dan tak memedulikan wanita itu.
"Bagaimana ini?" gumam Jefry dalam hati.
Sementara itu Angel tersenyum penuh kemenangan di apartemennya. Ia berhasil membuat Jefry goyah dengan sikap beraninya. Dan baginya, tidur bersama seorang pria atau kekasihnya adalah hal yg biasa.
☘☘☘
Grace pun merasa curiga karena Jefri tak bisa dihubungi dari malam itu. Padahal jelas-jelas Jefry bilang akan menelponnya begitu tiba di hotel. Tapi justru malah hingga 3 hari lamanya tak ada kabar darinya.
"Kemana manusia satu itu?" gumam Grace sembari menatap meja kerjanya.
Tapi mau bagaimanapun Grace harus menyelesaikan pekerjaannya barulah dirinya mencaritahu dimana Jefry. Sejujurnya ia sedikit khawatir karena tak biasanya Jefry begini. Biasanya Jefry lah yg selalu menghubunginya terlebih dahulu. Tapi kini justru malah menghilang selama 3 hari.
Sepulang dari bekerja di bakery, Grace pun hendak mencari Jefry di kantornya tapi Jefry justru menunggunya di depan bakery.
"Kau baik-baik saja?" tanya Grace.
"Aku sedikit tidak enak badan." ucap Jefry.
"Lalu kenapa tak membalas pesan ataupun teleponku?" tanya Grace.
"Aku tak memegang ponselku selama 3 hari ini.." ucap Jefry.
"Kau yakin baik-baik saja, wajahmu pucat." ucap Grace.
"Ya aku baik-baik saja." ucap Jefry.
"Baiklah, kita akan kemana?" tanya Grace.
"Kita makan saja di tempat biasanya." ucap Grace.
"Baiklah." ucap Jefry tak bersemangat.
Grace pun semakin penasaran, karena dirinya melihat ada yg berbeda dari kekasihnya. Jefry pun tak bisa membohongi Grace dan lebih banyak diam.
"Katakan ada apa?" tanya Grace.
"Aku baik-baik saja,, hanya belakangan banyak masalah di kantor." ucap Jefry.
"Oh begitu." balas Grace yg tahu kebohongan di mata Jefry.
Mereka pun menuju ke resto tempat biasa mereka makan. Lalu mereka mencari tempat dan makan disana. Setelah makan hampir tak ada obrolan tak seperti biasanya.
"Jika tak ada yg ingin dikatakan, kita pulang saja." ucap Grace.
"Baiklah, aku lelah. Maaf Grace sudah mengabaikanmu belakangan ini." ucap Jefry.
"Oke tak masalah.." ucap Grace.
Jefry pun mengantarkan Grace pulang. Lalu sejak saat itu mereka tak pernah bertemu lagi. Dan Grace kehilangan Jefry yg selalu ada untuknya. Hingga Grace pun membiarkannya selama satu bulan. Sifat Jefry semakin lama semakin dingin dan membuatnya kesal.
Suatu hari, bahkan tak satupun pesan Grace dibalas oleh Jefry. Hingga keesokannya, Grace menghampirinya di kantor Jefry. Disana Grace melihat wajah yg tak asing di matanya. Tapi ia lupa siapa wanita itu.
__ADS_1
Tak berapa lama, Grace pun diijinkan masuk ke ruangan Jefry.
"Ada apa Grace?" tanya Jefry.
"Ada apa?? Kau yg ada apa, kenapa kau sebulan ini mendadak menjadi aneh dan tak menganggapku." ucap Grace.
"Aku sibuk, kumohon mengertilah." ucap Jefry.
"Aku juga sibuk dan hampir setiap minggu keluar kota. Tapi aku bisa membagi waktuku. " ucap Grace.
"Berhentilah bersikap kekanak-kanakan Grace." ucap Jefry.
"Baiklah, jika kau mau seperti ini. Lakukan saja sesukamu." ucap Grace lalu meninggalkan tempat tersebut.
Grace pun sudah mulai tak dihargai lagi oleh Jefry. Bahkan saat ia protes bukannya di dengar malah dianggap kekanakan dan hal itu melukai harga dirinya jika sampai dirinya memohon pada Jefry untuk menjelaskannya.
"Dasar pria tak tahu diri, jadi dia mempermainkanku.??" umpat Grace sembari berjalan keluar dari gedung kantor Jefry.
☘☘☘
Sementara itu, Jefry semakin merasa bersalah pada Grace. Ia mencintainya tapi ia terjebak dalam hubungan terlarang bersama Angel. Angel pun kerap mendekatinya saat ada kesempatan dan ia pun sempat tergoda beberapa kali. Dan hal itu juga yg membuatnya jadi merasa tak pantas untuk Grace, tapi juga tak mampu meninggalkannya karena ia begitu mencintai Grace.
"Apa yg sudah kulakukan?? kenapa semuanya jadi berantakan begini?? bagaimana dengan hubunganku dengan Grace kedepannya?" gumam Jefry.
Lalu Angel masuk dan berbicara pada Jefry.
"Tuan, anda harus melihat ini." ucap Angel karena Jefry mulai goyah setelah bertemu Grace.
"Apa ini? alat tes kehamilan." ucap Jefry semakin pusing.
"Iya.. aku hamil tuan.. ini anak tuan." ucap Angel.
"Tidak, lalu bagaimana dengan rencana pernikahanku dengan Grace?" tanya Jefry.
"Lalu bagaimana dengan bayi dalam kandunganku?" tanya Angel tak mau kalah.
"Kenapa kau melakukannya? kau sengaja ingin menjebakku?" tanya Jefry.
"Tuan, anda juga menginginkannya hingga beberapa kali. Kenapa hanya menyalahkanku.?" tanya Angel.
"Lalu aku harus bagaimana? " tanya Jefry.
"Anda harus menikahiku.. agar tidak muncul rumor buruk." ucap Angel.
"Dan aku harus meninggalkan Grace-ku?" tanya Jefry.
"Apa anda ingin anak anda di cap sebagai anak haram oleh dunia?" tanya Angel.
"Beri aku waktu untuk berpikir, dan coba cari alternatid seperti aborsi." ucap Jefry.
"Tuan apa anda punya nurani? anda tega membunuh anak anda sendiri?" tanya Angel.
"Keluarlah, aku ingin berfikir sejenak." usir Jefry.
__ADS_1
Di satu sisi apa yg dikatakan Angel benar soal anaknya. Tapi disisi lain hatinya hancur karena harus meninggalkan Grace, wanita yg ia perjuangkan selama ini.
"Aku harus bagaimana sekarang?" gumam Jefry dalam hati.