
Hari kelahiran anak ketiga Sheira dan Theo pun menambah lengkap keluarga tersebut. Theo begitu senang akhirnya bisa memiliki anak perempuan. Begitu juga dengan Nicholas dan Nathan, keduanya senang memiliki adik bayi. Menurut mereka berduanya adiknya sangat lucu, tapi selalu menangis. Dan Sheira memberi pengertian pada kedua anaknya kalau bayi memang belum bisa bicara.
Dihari itu juga Theo langsung memberi nama pada bayi perempuannya. Sebuah nama yg sudah terpikir dari jauh-jauh hari. Dan Sheira juga setuju akan nama tersebut.
"Aku akan memberinya nama Grace." ucap Theo.
"Benarkah? nama yg cantik." ucap Sheira.
"Nama yg bagus.. mom suka." ucap Viola.
"Adik Grace.." ucap Nicholas.
"Grace.. jangan nakal ya nanti kakak akan menjagamu." ucap Nathan.
"Terimakasih Nathan dan Nicho.." ucap Sheira.
"Mom.. kapan mom pulang?" tanya Nathan.
"Iya, kapan mom pulang?" tanya Nicholas.
"Besok.." ucap Sheira.
"Yeayy.. berarti besok adik juga pulang kan?" tanya Nicholas.
"Iya tentu saja." ucap Sheira.
"Yeayyy.." teriak Nathan dan Nicholas.
Kedua bocah itu pun belum sadar kalau adiknya pulang justru membuat mereka terganggu tidurnya karena Grace selalu menangis saat malam hari. Mereka justru bahagia di awal-awal, dan begitu Grace pulang dan menangis setiap malamnya mereka berdua pun harus bersabar mendengar tangisan adiknya.
"Nath.. kenapa Grace selalu menangis ya?" tanya Nicholas.
"Aku juga tak tahu Nick.." ucap Nathan.
"Apa kita pindah kamar saja?" tanya Nicholas.
"Ide bagus, ruangan di kamar atas kan ada yg kosong, pasti saat Grace menangis takkan terdengar." ucap Nathan.
"Oke.. besok kita bilang ke daddy." ucap Nicholas.
Dan keduanya pun sepakat untuk bilang ke Theo kalau ingin pindah kamar karena tak bisa tidur mendengar tangisan adiknya.
"Jadi kalian sedang protes?" tanya Theo.
"Bukan begitu, tapi kami menemukan solusi dad." ucap Nicholas.
__ADS_1
"Benar, dan dengan begitu kami bisa tidur jadi takkan bangun kesiangan. " ucap Nathan.
"Hahaha.. kalian ini memang anak pintar. Nanti dad akan suruh orang untuk memindahkan kamar kalian di atas." ucap Theo.
"Ok.. Terimakasih dad." ucap Nicholas.
"Terimakasih dad." ucap Nathan tersenyum.
"Ya sama-sama.. yasudah kalian rapikan mainan kalian sebelum ada yg memindahkannya ke atas." ucap Theo.
"Baik dad." ucap mereka berdua.
Keduanya pun tos saat berhasil pindah ke kamar di lantai 2. Mereka sudah tak bisa lagi mendengar suara tangis Grace. Dan bisa tidur dengan nyenyak. Theo pun hanya bisa tersenyum karena kedua putranya sudah pintar bernegosiasi dengannya. Ia yakin kalau keduanya pasti pintar dalam berbisnis juga.
Hari itu juga, Theo menyuruh orang-orangnya untuk memindahkan kamar Nicholas dan Nathan. Kedua anak tersebut pun kegirangan saat melihat orang-orang suruhan ayahnya sedang membersihkan kamar baru mereka.
Seharian ini pun mereka berada di ruangan keluarga karena kamar mereka masih dirapikan. Karena akhir pekan, Dad nya pun ada di rumah dan mereka juga libur sekolah. Mereka pun mengerjakan tugas sekolah di rumah ditemani oleh Sheira sembari menggendong Grace.
Sheira pun memantau tugas Nicholas dan Nathan dan memastikan kalau mereka bisa mengerjakannya. Dengan sedikit arahan Sheira keduanya pun mengerjakan tugas-tugas sekolah dengan benar. Dan Sheira pun memeriksanya setelah mereka berhasil menyelesaikannya.
"Bagaimana mom?" tanya Nicholas.
"Nicho, semuanya benar.. kau belajar dengan giat." ucap Sheira.
"Kalau aku mom?" tanya Nathan.
"Yeayy.. akhirnya selesai juga." ucap Nathan.
"Mom.. Grace sedang tidur?" tanya Nicholas.
"Iya.. dia sepertinya kenyang habis minum susu." ucap Sheira.
"Aku ingin menggendongnya." ucap Nicholas.
"Nanti ya.. saat dia sudah agak besar." ucap Sheira.
"Mom kata nenek nanti akan ada syukuran Grace ya? maksudnya apa?" tanya Nathan.
"Ya semacam tradisi Nath, jadi bayi yg baru lahir harus diadakan syukuran dan juga aqiqah sesuai ajaran agama kita." ucap Sheira.
"Oh begitu." ucap Nathan.
"Berarti nanti akan ada banyak tamu yg hadir?" tanya Nicholas.
"Iya benar, dan sepupu kalian Samuel juga akan datang. " ucap Sheira.
__ADS_1
"Benarkah?" tanya Nathan.
"Iya.. katanya hari ini atau besok mereka tiba." ucap Sheira.
"Yeyy.. Sammy datang." ucap Nicholas.
"Iya.. kita bisa main bersama Sammy." ucap Nathan.
Keduanya pun senang saat tahu Samuel dan keluarganya akan tiba. Dan mereka akan mengadakan acara syukuran untuk Grace adiknya.
☘☘☘
Keesokannya Samuel dan keluarganya pun tiba. Mereka disambut hangat di rumah Sheira. Daniel dan Jasmine pun tiba membawa Samuel dan juga kabar gembira lainnya, bahwa ia sedah hamil anak kedua. Kebahagian pun terus bertambah dengan tambahan anggota keluarga baru.
Dan acara syukuran baby Grace akan dilaksanakan besok. Semua pun bersiap dan para pelayan di rumah tersebut sangat sibuk mempersiapkan ini dan itu.
Sementara Nathan dan Nicholas asik bermain bersama Samuel. Ketiganya pun bermain dengan sangat akrab padahal jarang bertemu. Juga bahasa Samuel yg lebih banyak memakai bahasa Inggris. Tapi Nicholas dan Nathan yg masuk ke sekolah khusus pun juga sudah bisa bahasa Inggris. Ketiganya pun bermain di taman dan area bermain yg disediakan.
Terkadang, Nicholas dan Nathan mengajari Samuel untuk berbahasa Indonesia. Mereka juga memperkenalkan Samuel pada makanan di Indonesia yg jarang ia temui di US.
"Bagaimana enak kan?" tanya Nicholas.
"Iya ini enak." ucap Samuel.
"Ini namanya Siomay.. mommy yg membuatnya." ucap Nathan.
"Sangat lezat." ucap Samuel.
"Aku jadi penasaran dengan makanan Indonesia." ucap Samuel.
"Kau harus sering kemari.. nanti kami akan ajak kau makan makanan Indonesia." ucap Nicholas.
"Ide bagus." ucap Samuel.
"Habis ini kita main ke kamar baru kami." ucap Nathan.
"Oke.." ucap Samuel.
Ketiganya pun begitu akrab dan bermain dengan aman di dalam rumah tersebut. Mereka tak berani berkeliaran di luar rumah dan bermain di halaman atau di dalam rumah.
Theo pun berbincang dengan Daniel karena sudah lama tak bertemu. Begitu juga dengan Sheira yg asik mengobrol dengan Jasmine. Semuanya pun berbincang hangat karena sangat jarang mereka bisa ke Indonesia.
☘☘☘
Hingga dihari syukuran baby Grace, semuanya pun sudah hadir. Baik keluarga maupun tamu undangan semuanya datang sesuai undangan. David dan Tio pun ikut hadir dengan pasangan masing-masing. David pun datang bersama Michelle teman satu profesinya. Dan Tio datang bersama Jessy salah satu dokter yg menjadi rekannya di sebuah rumah sakit.
__ADS_1
Mereka pun bahagia atas kelahiran baby Grace. Sheira pun senang melihat baik David maupun Tio menemukan pasangan mereka dan berharap bisa sampai menikah. Karena Sheira tahu kalau mereka sudah tak punya orangtua, jadi ia tahu bagaimana kesepiannya hidup tanpa keluarga terdekat.
Semua orang pun memberi selamat padanya dan berdoa untuk baby Grace. Acara pun berlangsung dengan baik dan lancar. Baby Grace pun dibanjiri banyak doa dan juga hadiah. Sheira pun terharu karena banyak yg menyayangi Grace. Begitu juga dengan Nicholas dan Nathan, kedua bocah itupun siaga menjaga adik mereka saat Sheira meminta tolong pada mereka.