Affair With Me??

Affair With Me??
EP.130 Sebuah kisah pilu


__ADS_3

Selama beberapa hari Sabrina pun mendatangi tempat "Kesayangan" tuan Piere. Walaupun tempat tersebut lebih pantas disebut "Harem" tapi nama aslinya adalah cluster S. Cluster yg hanya bisa dimasuki oleh para wanita kesayangan Piere dan wanita yg siap melayani orang-orang VIP Piere.


Hanya pelayan tertentu yg bisa masuk kesana dan banyak dari pelayan lain yg menginginkan tempat tersebut. Selain mendapatkan fasilitas mewah, hadiah barang-barang mewah juga mereka bisa mendapatkan banyak uang hanya dengan menjadi wanita "Kesayangan" tuannya.


Dan dengan iming-iming itulah Piere berhasil mendapatkan banyak wanita-wanita cantik. Dimana wanita-wanita itu harus memberikan segalanya untuknya sebagai balasan atas kemewahan yg diberikan Piere pada mereka.


Wanita yg dipilih kebanyakan dari luar daerah yg bertujuan agar tak ada yg curiga dan mereka tak bisa meminta bantuan siapapun karena mereka perantauan. Sekalipun bisa keluar mereka tak punya uang untuk kembali atau bersembunyi dan hanya akan ditemukan oleh anak buah Piere.


Dan Sabrina berniat mengungkap semuanya sebelum dirinya menjadi target. Dia yakin kalau dirinya ditunjukkan fasilitas dan barang-barang mewah yg diberikan pada para wanita tersebut tujuannya adalah memancingnya. Karena banyak wanita yg silau akan harta dan kemewahan. Tapi itu tidak berlaku untuknya, karena ia prajurit SHIELD yg diakui kemampuannya.


Hari ini seperti biasanya Sabrina masuk ke cluster S tersebut untuk membawakan makanan serta hadiah. Didapatlah informasi kalau diantara mereka yg bisa membuat puas klien Piere akan mendapatkan barang-barang mewah. Sabrina pun merasa biasa saja dengan hal itu. Karena ia lebih penasaran pada Pinkan yg berani bicara dan melawan.


Tibalah Sabrina di kamar Pinkan dan ia mencoba menyapanya.


"Hei aku datang lagi, bagaimana kabarmu?" tanya Sabrina.


"Aku butuh vitamin, badanku sakit cepat berikan.!" ucap Pinkan.


"Ini milikmu." ucap Sabrina.


Tangan Pinkan pun gemetar dan tak sanggup untuk membuka botol tersebut. Sabrina pun membantunya.


"Biar aku bantu." ucap Sabrina.


Dengan cepat Pinkan pun meminumnya dan dengan cepat pula Sabrina mengambil beberapa butir vitamin yg disebut Pinkan untuk sampel.


"Kau sudah lebih baik?" tanya Sabrina.


"Iya.. terimakasih." ucap Pinkan.


"Kemarin kau mau cerita apa?" tanya Sabrina.


"Tidak ada, aku tak bilang ingin cerita." ucap Pinkan.


"Lalu kenapa kau ngotot sekali ingin kabur dari villa ini?" tanya Sabrina.


"Aku hanya berhalusinasi." ucap Pinkan.


"Baiklah, jika kau ingin bicara atau cerita aku akan mendengarkanmu." ucap Sabrina lalu keluar kamar.


Pinkan pun menitihkan air mata, ia diancam jika buka suara maka dirinya akan dibunuh oleh Piere atau orang-orangnya. Belum lagi mentalnya yg agak sedikit terganggu efek tekanan dan obat-obatan yg ia terima.


Walaupun Pinkan tak mau bicara, setidaknya Sabrina punya obat yg diminum Pinkan untuk diselidiki. Dan sebagai pelayan dirinya dan Michelle diberi kebebasan untuk keluar villa untuk berbelanja dan sebagainya. Giliran belanja kali ini adalah Michelle dan ia akan keluar hari ini.


"Michelle kau harus berhati-hati." ucap Sabrina.


"Aku mengerti, kau juga." ucap Michelle menerina obat tersebut.


Michelle pun keluar bersama pelayan lain dan berhasil memberikan pil beserta beberapa info yg mereka dapat dari villa pada rekan mereka diluar. Dengan susah payah Michelle mengelabui rekannya yg keluar berbelanja dengannya.


Setelah itu ia kembali dan menemui Sabrina di kamarnya.

__ADS_1


"Bagaimana?" tanya Sabrina.


"Tentu saja aku dapatkan pesananmu, buah mangga bukan?" tanya Michelle.


"Terimakasih.." ucap Sabrina.


Kata "Mangga" adalah isyarat kalau misi Michelle sukses. Dan mereka pun menikmati buah yg dibeli Michelle agar tak mencurigakan.


Baru saja mereka menikmati buah tersebut, tiba-tiba Sabrina dipanggil untuk pergi ke kamar tuan Piere. Sabrina pun tahu alasannya, tapi ia tak takut dan menghampirinya.


"Selamat sore tuan." ucap Sabrina.


"Selamat sore, Sabrina." ucap Piere.


"Jadi ada yg tuan butuhkan?" tanya Sabrina.


"Tentu saja ada.." ucap Piere mendekat.


"Aku butuh dirimu yg cantik ini." ucap Piere menyentuh rambut Sabrina.


"Apa yg harus kulakukan tuan?" tanya Sabrina.


"Mengikuti perintahku." ucap Piere.


"Apa perintah tuan?" tanya Sabrina menahan emosinya saat rambutnya tengah dibelai Piere.


"Layani aku malam ini, kau sudah lihat bukan para Kesayanganku ?? " tanya Piere.


"Ya aku sudah lihat tuan." ucap Sabrina.


"Sepertinya tawaran anda menarik tuan." ucap Sabrina tersenyum menahan amarah dan kekuatannya.


"Baiklah ayo.. ke ranjangku." ucap Piere.


"Tapi.." ucap Sabrina terdiam.


"Tapi apa sayang?" tanya Piere.


"Sayang?? sayang kepalamu peyang..! dasar mes**m" gumam Sabrina dalam hati.


"Aku sedang kedatangan tamu bulanan." ucap Sabrina.


"Oh *****." umpat Piere.


"Kira-kira sampai kapan aku menunggumu.?" tanya Piere.


"5 hari lagi tuan.. nanti aku akan datang kemari." ucap Sabrina.


"Baiklah, aku mengerti.. Katakan saja jika kau butuh sesuatu." ucap Piere.


"Terimakasih tuan atas pengertiannya." ucap Sabrina lalu keluar dari dalam kamar.

__ADS_1


Emosinya pun keluar dan ia memilih meminum sekaleng soda untuk meredakan amarahnya.


"Sabar Sab.. " ucap Michelle.


"Jika tidak sedang jadi pelayan, sudah kupatahkan tangannya." ucap Sabrina.


"Michelle aku hanya mengulur waktu 5 hari.. hubungi yg lain dan atur rencana penyerangan." ucap Sabrina.


"Baiklah aku akan membagi informasi penting darimu." ucap Michelle.


Michelle pun bertemu dengan David dan memberikan informasi penting. Dan waktu mereka hanya 5 hari sampai Sabrina menemui Piere si baj***an.


David, Sandi dan Gilang pun tak kalah geram. Sudah memiliki banyak wanita tapi ia tak juga puas. Mereka pun berusaha menghubungi rekan mereka dan mengatur penyerangan di hari ke 5 nanti.


Informasi pun dengan cepat menyebar hingga ke telinga Kim dan Leon. Mereka yg sudah tahu pun langsung menyusun strategi penyergapan. Leon yg sudah mengirim tim pun meminta mereka membuat rencana dengan teliti bersama tim mata-mata.


Rekan David yg berada di luar pun dengan cepat bergerak dan menyusun strategi. Sementara Sabrina ia terus mengorek informasi yg bisa ia dapat dari para wanita Piere, terutama Pinkan.


"Hai, aku datang lagi." ucap Sabrina.


"Kau gigih juga." ucap Pinkan.


"Ya.. maukah kau menceritakan sesuatu tentang villa ini?" tanya Sabrina.


"Tidak bisa karena nyawaku taruhannya." ucap Pinkan.


"Bagaimana jika aku menawarkan kebebasan?" tanya Sabrina.


"Jangan konyol, kau pikir lucu?" tanya Pinkan.


"Kau bicara tentang anakmu kan? aku punya fotonya.." ucap Sabrina mengeluarkan sebuah foto dari kantungnya.


"I-ini Archie anakku." ucap Pinkan menangis.


"Benar, jadi kau percaya?" tanya Sabrina.


"Ya.. baiklah." ucap Pinkan.


Pinkan pun menceritakan segalanya dan beruntung kali ini kesadaran Pinkan sedang sepenuhnya, karena jika tidak Sabrina takkan mendapat info apa-apa.


Pinkan pun awalnya dijadikan kekasih Piere dan diberikan segalanya. Lalu ia dibawa kemari dan dijadikan budak **** oleh Piere bahkan parahnya ia disuruh melayani tamu VIP Piere. Masih belum jelas bisnis apa yg dijalani Piere sampai harus memakai jasa wanita tapi yg pasti bukan hal yg baik.


"Aku harus melayani mereka dan diberi vitamin setiap hari, aku tahu itu bukan vitamin biasa. Tapi aku tak ada pilihan selain meminumnya. Walau kesadaranku akan hilang dan aku akan menuruti mereka." ucap Pinkan.


"Bagaimana dengan wanita yg lain?" tanya Sabrina.


"Mereka juga sama, kami takut untuk kabur karena penjaganya sangat ketat." ucap Pinkan.


"Aku juga mendapatkan tawaran yg sama, tapi aku takkan terjebak." ucap Sabrina.


"Kau sabarlah sejenak hingga bantuan datang." ucap Sabrina.

__ADS_1


"Aku harap kau tak berbohong." ucap Pinkan.


Tak ada lagi kesombongan, keangkuhan dan keegoisan di mata Pinkan. Hidupnya sudah hancur dan lebih buruk daripada pela**r. Dirinya pun sadar ini adalah hukuman untuk dirinya yg selama ini sudah berbuat jahat pada banyak orang.


__ADS_2