
Kasus surat wasiat yg dipalsukan pun sudah tahap penyelidikan. Tapi tentu saja Miracle Company tak akan membiarkan hal itu. Mata-mata mereka di kepolisian pun melapor pada bos besar mereka yaitu pemimpin Miracle Company, Haris Burhan. Dia adalah ayah dari Pinkan, sekaligus mantan sekertaris pribadi Chandra yg berkhianat.
"Apa?? ada orang yg mengaku memiliki surat wasiat asli milik Chandra??" tanya Haris kesal.
"Benar tuan, dia adalah seorang wanita yg mengaku putrinya.."
"Tidak bisa dibiarkan, kau tutup mulut orang-orang di kantormu dan kasus tersebut harus ditutup apapun alasannya.." ucap Haris.
"Siap tuan.." ucap bawahannya yg bernama Jefry.
Jefry pun kembali ke kantornya dan mencaritahu sudah sejauh mana kasus tersebut. Ternyata masih dalam tahap penyelidikan, karena itu ia harus secepatnya menutup kasus tersebut agar pihak Miracle Company tak dirugikan.
Jefry juga mencoba menyogok atasannya serta rekannya yg menyelidiki hal tersebut. Ia mencoba mempengaruhi atasannya agar menutup kasus yg sudah 20 tahun terjadi. Hingga atasannya yg bernama Johanes pun setuju untuk menutup kasusnya jika dalam 1 minggu tak ada bukti atau hasil penyelidikan.
Sementara David yg tahu kebusukan Jefry, ia pun tak tinggal diam dan langsung mencari kelemahannya bersama atasannya Johanes. David yg banyak mengenal orang dalam dan seluk-beluknya pun menggali informasi orang-orang sekitar dan mengikuti beberapa kegiatan Johanes dan Jefry. Ia tahu bukan hal mudah mengikuti mereka tapi ia mencoba segala hal agar tak menarik perhatian.
David juga meminta bantuan anak buah Daniel agar langkahnya tak dicurigai. Dan Daniel langsung membantunya dengan memerintahkan anak buahnya.
"Kalian ikuti tuan David dan laporkan segalanya padaku.." ucap Daniel.
"Baik tuan."
☘☘☘
Sementara Sheira, ia sedang bekerja di bakery-nya dan memeriksa beberapa data. Kemudian ia juga melakukan eksperimen dengan menu baru untuk tokonya. Ia terlalu asik dengan dunianya, hingga tak sadar ada orang asing masuk ke dapurnya. Orang asing tersebut adalah suruhan Pinkan untuk mencuri resep milik Sheira.
Wanita yg menjadi orang suruhan Pinkan pun nampak mencari-cari sesuatu dan karena semua orang sedang sibuk hingga tak ada yg mencurigainya. Tapi ada pengawal Theo yg berada di bakery Sheira sedang mengamati. Ia melihat nampak ada pelanggan yg tiba-tiba masuk ke pintu dapur saat semua orang sedang sibuk.
Pengawal tersebut pun bertanya pada salah seorang pegawai Sheira.
"Permisi, bolehkah aku bertanya?" tanyanya.
"Ada yg bisa kami bantu tuan..?"
"Apakah pelanggan kalian bisa masuk ke area dapur?? tadi aku melihat seorang wanita masuk ke dalam, kalau bisa aku juga ingin masuk dan melihat proses pembuatannya.." ucapnya.
"Anda yakin tuan?? karena area dapur hanya untuk pegawai saja.." ucapnya.
"Jika tidak percaya silahkan kalian cek saja." ucap pria tersebut.
"Terimakasih tuan infonya.." ucap pegawai Sheira yg langsung menuju dapur.
Ia langsung menemui Sheira dan Sheira pun bertindak.
"Semuanya berhenti..!" teriak Sheira yg seketika membuat wanita tersebut terkejut.
"Ada apa bu?" tanya salah seorang.
"Berkumpul.. dihadapanku.." pinta Sheira menyuruh mereka berbaris.
"Hei kau ikut berbaris, tak dengar Ibu Sheira bicara.." ucap salah seorang menarik tangan wanita tersebut.
__ADS_1
"Disini ada wajah baru rupanya.." ucap Sheira tahu, dan seketika yg lain pun menengok.
Beberapa pun berbisik dan saling bertanya. "Siapa Dia?? apa ada pegawai baru?? kenapa aku tak tahu.."
"Apa kalian ada yg mengenalnya?" tanya Sheira.
Semuanya pun menggeleng dan Sheira tersenyum.
"Jadi siapa dirimu? kenapa bisa ada di dapurku?" tanya Sheira.
"A-aku pegawai baru.." ucapnya takut.
"Kapan aku menginterview-mu?? kurasa aku bahkan tak memasang iklan kalau disini butuh pegawai.." ucap Sheira.
"A-anu aku salah masuk kemari.. dan tadi aku diminta memakai perlengkapan.." ucapnya.
"Apa ada yg menyuruhnya?" tanya Sheira.
"Tidak bu.." ucap salah seorang diikuti dengan gelengan kepala yg lainnya.
"Oke.. pegawai wanita geledah wanita ini.. dan pegangi agar dia tidak kabur .." ucap Sheira.
Wanita itu pun panik dan berusaha untuk kabur, ia berlari tapi tiba-tiba langkahnya terhenti karena ada sesuatu yg menarik bajunya.
"Hei, siapa yg menyuruhmu pergi.." ucap Sheira yg menariknya lalu mengunci tangannya.
"Ampuni aku bu.. " ucapnya takut.
Wanita itupun dibawa ke suatu ruangan dan dicek disetiap kantong atau sela-sela bajunya. Dan pegawai Sheira menemukan buku catatan resep milik mereka di sakunya. Karena ditemukan, mereka terpaksa memeriksa pakaian wanita tersebut dan menemukan beberapa kertas-kertas yg merupakan list harga sampai catatan bahan-bahan kue.
"Hh.. siapa yg menyuruhmu?" tanya Sheira.
"Tidak tahu.."
"Masih mau berbohong? kalian lapor polisi saja.." ucap Sheira.
"Baik bu.. " ucap pegawai Sheira.
"Ampuni aku bu.. aku mohon jangan laporkan.." ucapnya.
"Jadi siapa yg menyuruhmu?" tanya Sheira.
"Seorang wanita hamil, dia bilang akan memberiku banyak uang jika berhasil mencuri resep kalian.." ucapnya.
"Ya lalu namanya?" tanya Sheira dengan tatapan intimidasi.
"Aku tak tahu.." ucapnya.
"Baiklah, kalian telepon polisi.." ucap Sheira.
"Tidakkk.. kumohon.." ucapnya.
__ADS_1
"1..2..3..4..5..6..7..8..9.. cepat atau kami telepon.." ancam Sheira.
"Ba-baiklah, namanya nona Pinkan." ucapnya.
"Oke.. terimakasih." ucap Sheira.
"Sudah datang?" tanya Sheira pada salah seorang pegawai laki-laki lewat sambungan telepon.
"Sudah bu.."
"Oke.. ayo kita keluar nona pencuri.." ucap Sheira.
Pegawai Sheira pun merapikan pakaian wanita itu dan membawanya keluar.
"Pak, silahkan bawa wanita ini.. dia mencuri resep di toko kami.. kami punya bukti yg terekam di cctv." ucap Sheira.
"Bu.. kenapa aku ditahan?? aku sudah berkata jujur.. tolong ampuni aku.." ucap wanita itu memohon.
"Ampun? kalau kuampuni kau akan mengulanginya lagi.. jadi lebih baik seseorang yg menyuruhmu yg kita hukum juga agar kau tak bersalah sendirian.." ucap Sheira.
Sheira pun ikut ke kantor polisi beserta pegawainya dengan membawa bukti cctv. Wanita itu pun sudah pucat dan tak mampu mengelak. Hingga pihak kepolisian menghubungi Pinkan sebagai pelaku yg menyuruh wanita tersebut.
Pinkan yg panik pun menelpon Aryo dan Aryo ikut khawatir karena Pinkan dilaporkan. Aryo takut jika Pinkan stres akan mempengaruhi janinnya.
Aryo pun menjemput Pinkan dirumah dan mereka ke kantor polisi bersama. Setelah tiba, Aryo terkejut melihat Sheira sebagai si pelapor.
"Ada apa ini Sheira?" tanya Aryo.
"Ada apa? memangnya istrimu tak cerita?" ucap Sheira.
"Pinkan ada apa?" tanya Aryo bertanya.
"Dia menjebakku Mas.. ia tak suka melihatmu bahagia." ucap Pinkan.
"Sheira apa kau masih belum bisa move on dari masalalu?" tanya Aryo yg dalam hatinya bahagia.
"Mas Aryo lebih baik kita dengarkan apa kata pak polisi yg sudah memeriksa kasus ini." ucap Sheira dengan tenang padahal dalam hatinya setiap melihat Aryo rasanya pedih dan sakit sekali.
Polisi pun muncul dan menjelaskan segalanya pada Aryo, hingga membuat mantan suami Sheira itu terdiam. Tangannya mengepal geram pada kelakuan Pinkan yg iri terhadap Sheira. Sementara Pinkan ia malu setengah mati karena wanita suruhannya mengaku. Ia marah-marah pada wanita itu tapi dihentikan oleh kepolisian.
Sheira pun sedikit tersenyum melihat kejadian itu. Akhirnya mantan suaminya bisa melihat sedikit perbuatan jahat Pinkan padanya. Dan Aryo memohon agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Sheira pun menyanggupinya dengan catatan Aryo beserta istri dan keluarganya dilarang memasuki bakery miliknya. Dan karena Sheira juga belum dirugikan apapun.
"Terimakasih Sheira atas kebaikanmu.. Maafkan kesalahan Pinkan.." ucap Aryo.
"Kuharap istrimu menepati perjanjian ini, karena jika melanggar kau tahu kan apa arti materai disini.." ucap Sheira.
"Aku akan menjaganya.. jadi kumohon maafkan dan lupakan kejadian ini.." ucap Aryo.
"Aku bisa memaafkan tapi tak bisa melupakan,." ucap Sheira.
"Terimakasih bapak-bapak polisi sekalian, saya permisi.." ucap Sheira.
__ADS_1
Aryo pun menatap sendu kepergian Sheira. Wanita yg ia rindukan saat ini. Wanita yg dahulu selalu memerhatikan kebutuhannya, dan menyiapkan segalanya. Tapi semua sudah berlalu, Aryo pun membawa istrinya pulang. Ingin rasanya ia marah, tapi melihat perut besar Pinkan ia jadi tak tega dan hanya mendiamkannya.