Affair With Me??

Affair With Me??
EP.13 Tenang


__ADS_3

Sebelum pergi ke bar, Pinkan pun terlebih dahulu pergi ke penjara untuk membebaskan Julio. Ada bayaran yg cukup mahal yg membuatnya kesal. Tapi mau tak mau ia keluarkan uangnya karena Julio mengancam agar dibebaskan kalau tidak dia akan menceritakan yg sesungguhnya. Dan detektif swasta yg disewa Sheira pun mengetahui hal itu.


Detektif tersebut pun mengikuti Pinkan hari ini, sampai ia ke sebuah bar dan keluar bersama Aryo suami Sheira. Mereka tampak mesra dan setelah terus diikuti mereka menuju ke sebuah hotel. Dengan tubuh yg gontai karena mabuk, Pinkan berusaha membawa Aryo. Aryo pun sembari memeluk dan menciumi Pinkan karena mengira itu adalah Sheira.


Detektif tersebut pun melaporkan semuanya pada Sheira dan pastinya hatinya hancur sebagai seorang istri. Sudah suaminya dijodohkan dengan wanita lain, ditambah kini suaminya menginap di hotel dengan wanita tersebut.


"Apakah dunia akan runtuh?? sampai sesakit ini Mas kau menyakitiku.." gumam Sheira.


Tapi menangispun tak mengubah keadaan. Sekuat tenaga Sheira mempertahankan rumah tangganya tapi begitu lemahnya pertahanan suaminya. Hingga sudah ada dua orang yg bisa masuk dan menyakiti hati istrinya.


Sheira pun termenung, ada niatan untuk mengakhiri hidupnya yg begitu menyakitkan. Selain tak memiliki siapa-siapa lagi, tak ada yg akan peduli padanya. Tapi semenit kemudian ia membayangkan wajah Pinkan tersenyum senang. Dan hal itu membuatnya tak terima.


"Jika kau ingin memiliki Mas Aryo, maka ambillah Ja***ang.." gumam Sheira.


Sheira pun meminta agar detektif tersebut berada disana dan Sheira akan kesana guna membuktikan kalau suaminya berselingkuh lagi. Dan Sheira akan langsung menggugat cerai suaminya begitu ia mendapatkan bukti yg kuat.


"Baiklah nona saya mengerti.."


"Aku akan kesana dalam 20 menit.." ucap Sheira di telepon.


Dan Sheira pun bersiap, ia menguatkan hatinya untuk melihat kembali ulah gila suaminya. Suami yg mudah tergoda akan wanita lain diluaran sana. Sementara istrinya mati-matian bertahan walau sudah disakiti. Kini Sheira harus mencari bukti perselingkuhan suaminya sebanyak-banyaknya sebelum mereka bercerai.


Tapi bukan hanya Sheira yg menuju ke hotel tersebut, sesuai dugaan Siti dan Sigit, juga Mia sedang menuju kesana. Dan hal itu akan menjadi alasan untuk mereka menikah.


Sheira pun tiba disana, nampak Mia sudah ada disana. Membuat Sheira semakin yakin kalau ini adalah rencana Pinkan. "Si*l jadi ini rencana mereka.." gumam Sheira dalam hati.


Sheira berjalan masuk tanpa ada yg bisa menghentikannya. Ia memaksa petugas hotel untuk memberinya kunci cadangan karena suaminya sedang berselingkuh di dalam. Dan sang detektif akan merekam semua kejadian disana beserta Sheira yg sudah memasang kamera kecil di bajunya.


"Hei Sheira apa yg kau lakukan disini?" tanya Siti.


"Mau melihat kelakuan anak kesayangan ibu.." ucap Sheira.


"Bagaimana kau tahu putraku ada disini?" tanya Siti.


"Zaman sudah canggih bu, seharusnya ibu tak perlu bertanya bagaimana caranya.." ucap Sheira dan langsung menuju ke lift.


Siti pun mengikutinya bersama Mia dan Sigit.


"Hei Sheira, apa maumu?" tanya Sigit.


"Kan aku sudah bilang ayah, mau melihat kelakuan suamiku. Atau kalian bertiga sudah tahu semuanya tapi diam saja?" tanya Sheira.


"Dasar menantu tak tahu diri.." ucap Siti.

__ADS_1


"Ya Terimakasih bu.." ucap Sheira yg sudah kebal dengan hinaan.


Sheira pun tiba di depan kamar hotel Aryo dan Pinkan. Keduanya sudah menikmati indahnya dosa dan lelah, hingga mereka terbaring di tembat tidur.


"Sayang kau luar biasa.. " ucap Aryo.


"Aku akan memberikan yg terbaik Mas.." ucap Pinkan.


"Suaramu mirip Pinkan.." ucap Aryo.


"Sudah Mas, lebih baik tidur saja.. aku lelah.." ucap Pinkan.


Kleekk.. Pintu kamar pun dibuka oleh Sheira. Keduanya tak sadar sama sekali dan masih tanpa busana, hanya ditutupi selimut dan saling berpelukan.


Sepatu Sheira pun melayang ke arah mereka.


Bughh...Bugh..


Seperti pemandangan de javu oleh Aryo, kini ia terbangun dan kebingungan.


"Mas.. kau benar-benar keterlaluan..!" ucap Sheira yg menatap tajam suaminya sambil berderai air mata.


"Sheira, kau disana.. lalu yg disini?" ucap Aryo mengucek matanya dan melihat Pinkan disisinya. Dan yg paling mengejutkan dia tidur dengan Pinkan.


"Pintar sekali kau mencari alasan.." ucap Sheira.


"Sheira, apa yg kau lakukan pada anakku?." tanya Siti.


"Ya Tuhan Pinkan? apa yg kau lakukan nak?" tanya Mia menangis.


"Mas Aryo mom.. dia memaksaku.." ucap Pinkan.


"Apa?? bukankah kau mengaku sebagai istriku dan.." ucap Aryo membela diri. Sementara Sheira melihat reaksi ketiga orang gila yg mengikutinya.


"Kau harus menikahi Pinkan..! bikin malu saja.." ucap Sigit.


"Tapi ayah.. aku.." ucap Aryo.


"Sheira kau tega melihat putriku sudah dilecehkan suamimu ini? bagaimana jika tak ada yg mau menerimanya.?" tanya Mia.


"Menikahlah agar kalian semua bahagia, tapi sampai kapanpun aku takkan pernah menandatangi surat persetujuan istri.." ucap Sheira.


"Sheira kenapa kau jahat sekali..? " ucap Siti.

__ADS_1


"Aku sudah mengijinkan mereka menikah, tapi secara agama.." ucap Sheira.


"Apa kalian masih kurang puas?? bagaimanapun aku tak bisa menandatangani surat perserujuannya sampai kapanpun.." ucap Sheira lalu pergi meninggalkan mereka.


Pinkan pun menangis tersedu-sedu, sementara Aryo ingin mengejar Sheira tapi orangtuanya menghalanginya. Sheira pun pergi entah kemana, luka dihatinya kembali terbuka lebar. Bagaimana bisa tak ada yg membelanya sebagai seorang istri sah yg tersakiti?? apa karena dia sudah tak punya siapa-siapa?? Sungguh malang nasibnya.


Sheira pun meminta sang detektif terus mengawasi, hingga mereka kembali ke rumah masing-masing dan memberikan laporannya padanya besok.


"Bagaimana nona? anda baik-baik saja?"


"Aku tidak baik-baik saja, tapi kau siapkan saja semua buktinya.. Simpan di loker G tempat kemarin aku ceritakan.." ucap Sheira.


"Baik nona."


Sheira pun melajukan mobilnya menjauh dari hotel. Ia tanpa sadar pergi ke taman bunga kemarin. Sheira menangis di dalam mobil. Merasakan begitu sakitnya dikhianati. Setelah puas menangis, Sheira pulang ke rumah. Ia juga tahu kalau suaminya takkan pulang ke rumahnya.


"Semuanya baru dimulai, kau hanya harus berhenti menangis dan bertahan, kau harus melawan dengan berani.." gumam Sheira di dalam kamarnya.


☘☘☘


Sementara Aryo, dibawa pulang oleh Siti dan Sigit. Begitu juga dengan Pinkan dibawa pulang oleh Mia. Nampak Mia dan Pinkan sangat senang, rencana mereka berhasil. Dan ayah Pinkan sangat marah dengan kejadian ini, ia meminta Aryo segera menikahi anaknya.


Dan keesokannya, Aryo dan Pinkan pun menikah dengan mahar seadanya. Hanya uang tanpa sebuah cincin dan sebagainya. Itupun karena ayah Pinkan memaksa, sesuai prediksi Mia dan Siti. Siti pun bahagia akhirnya anaknya mau menikahi Pinkan walaupun secara siri.


Pagi itu, Aryo dan kedua orang tuanyanya mendatangi rumah Pinkan. Semuanya sudah bersiap, begitu juga dengan kedua orang tua Pinkan yg langsung mempersiapkan segalanya. Pinkan pun dirias cantik dan akan segera menikah dengan Aryo.


"Bu, apa Sheira tak apa tak diberitahu?" tanya Aryo.


"Kalau dia tahu, nanti dia mengacau bagaimana? kau tahu kan ayahnya Pinkan sangat marah ditelepon.." ucap Siti.


"Sudah, lakukan saja.. kau sudah berbuat salah jadi bertanggungjawablah.." ucap Sigit.


"Baiklah.." balas Aryo.


Ia pun tak tahu harus bilang apa nanti saat pulang ke rumah dengan membawa Pinkan. Atau ia harus menginap di rumah Pinkan. Ia bahkan tak tahu reaksi seperti apa yg akan ditunjukan Sheira setelah tahu semua ini.


Aryo dan keluarganya pun masuk ke dalam rumah Pinkan, dan keluarga Pinkan menyambutnya. Hingga tanpa basa-basi mereka langsung melaksanakan akad nikah. Kata "SAH" pun terucap dari para saksi menandakan kalau mereka sudah resmi menikah.


Sementara Sheira, ia yg sedang memotong sayuran pun tanpa sadar melukai jarinya.


"Akh.." gumamnya sadar dari lamunannya. Ia langsung membersihkan lukanya dan memberi plester. Ia sudah memiliki firasat buruk pada suaminya. Dan benar, melalui laporan detektif tersebut kalau suaminya sudah menikahi Pinkan pagi ini.


Air matanya kembali mengalir, bagaimana bisa dalam beberapa jam suaminya langsung menikahi wanita lain, tanpa bicara padanya. Sakit dan sesak memenuhi dadanya.

__ADS_1


"Kalian semua memang jahat.." gumam Sheira.


__ADS_2