
Setelah hari itu, Grace sama sekali tak menghubungi Jefry. Grace benar-benar marah pada Jefry dan merasa tak dihargai olehnya. Hingga Jefry pun begitu bimbang akan hidupnya. Di satu sisi ia begitu mencintai Grace dan memperjuangkannya selama lebih dari 3 tahun. Disisi lain, Angel sedang hamil ananknya. Seburuk-buruknya laki-laki ia tak sampai hati untuk membunuh darah dagingnya sendiri.
Pikiran Jefry pun kalut, hingga ia memilih cuti bekerja. Ia mengurung diri di sebuah apartemen miliknya. Memikirkan pilihan apa yg akan ia ambil dan apakah ia akan menyesalinya atau tidak. Menangis pun percuma karena nyatanya dialah pria breng***k yg melakukan affair padahal sudah berjanji akan menikahi kekasihnya. Parahnya sampai selingkuhannya hamil.
Di tengah kebimbangannya, Jefry pun membuka ponselnya. Sudah tak ada lagi pesan dari Grace, pertanda kalau wanita itu sangat marah padanya. Sementara Angel selalu menghubunginya seakan takut ditinggalkan.
"Aku harus bagaimana??" gumam Jefry.
Kalimat itupun ia ucapkan berulang kali, karena ia sudah begitu frustasi. Sebelum mengenal Grace bahkan Jefry tak pernah senakal ini pada wanita. Tapi apa yg membuatnya begitu tergoda oleh Angel hingga membuahkan hasil yg menyakitkan bagi dirinya dan Grace.
Saat ini Angel tak akan tinggal diam dan akan membuat Jefry benar-benar meninggalkan Grace. Ia bahkan rela mengunjungi dokter kandungan untuk melakukan usg dan memperlihatkan hasilnya pada Jefry agar Jefry semakin goyah dan meninggalkan kekasihnya yg begitu Angel benci.
Benar saja, Jefry pun tersentuh melihat foto janin yg ada di perut Angel. Dirinya menangis dan merasa lebih bersalah jika harus meninggalkan bayi malang tersebut apalagi sampai di ab**si.
"Tak ada jalan lain, Grace mungkin terluka tapi bayi itu tak bersalah dan berhak hidup normal." ucap Jefry.
Hingga akhirnya Jefry memberanikan dirinya bertemu dengan ayah dan ibunya. Hans yg mendengarnya pun kesal bukan main bahkan sampai menamparnya 2x.
Plakk..Plakk..
"Apa yg sudah kau lakukan?" tanya Hans.
"Sayang cukup.." ucap Bianca menenangkan Hans.
"Maafkan aku dad." ucap Jefry.
"Maaf, bukan kepadaku maaf itu harusnya kau tujukan. Tapi pada Grace dan keluarganya." ucap Hans.
"Aku tak tahu harus berbuat apalagi.. tapi memikirkan nasib bayi yg di kandung Angel membuatku tak bisa meninggalkannya.." ucap Jefry.
"Apa aku mendidikmu untuk mrnjadi lelaki bre***sek?? kau bisa membuatku malu dihadapan Theo dan anaknya, tapi apa ini Jef?? " tanya Hans kecewa.
"Maafkan aku dad sudah membuatmu kecewa." ucap Jefry.
"Kau benar-benar sudah kelewatan. Sekarang terserah padamu." ucap Hans pergi meninggalkan Jefry.
Tapi baru beberapa langkah dirinya pingsan sambil memegang dadanya yg sesak. Jefry pun langsung menolongnya bersama Bianca istrinya. Jefry tahu kalau ini berita buruk tapi ia harus jujur pada orang tuanya. Dan penyakit jantung Hans pun kambuh mendengarnya. Semakin bertambah pula luka yg ditorehkan oleh Jefry.
Hari itu juga Hans masuk rumah sakit dan Jefry menjaganya semalaman. Nicho pun mendengar berita itu dan menanyakannya pada Grace. Tapi ekspresi Grace malah terkejut pertanda bahwa Grace sebagai tunangan Jefry sama sekali tak diberitahu kabar itu.
"Kau tidak bercanda kan kak?" tanya Grace.
"Tidak Grace, orang kantornya sedang heboh. Kau benar-benar tidak diberitahu?" tanya Nicho.
"Tidak. Baiklah aku akan kesana menjenguk om Hans." ucap Grace.
"Aku ikut." ucap Nicho.
"Kalian mau ke menjenguk siapa? memangnya siapa yg sakit?" tanya Nathan.
__ADS_1
"Om Hans.." ucap Nicho.
"Oh om Hans, baiklah aku juga ikut." ucap Nathan.
"Dad juga bilang nanti sore dia akan menjenguk om Hans bersama mom." ucap Nicho.
Akhirnya setelah sarapan mereka bertiga pun berangkat menuju ke rumah sakit yg Nicho beritahukan. Grace pun nampak gelisah dan sangat terlihat di mata kedua kakaknya.
"Grace kau baik-baik saja?" tanya Nathan di dalam mobil.
"Iya kak, aku baik-baik saja." ucap Grace.
"Tapi kenapa kau gelisah sekali. Kau tahu sesuatu?" tanya Nicho.
"Aku bahkan tak tahu apapun kak." ucap Grace.
"Baiklah, aku akan menemanimu jika ingin lama disana." ucap Nicho.
"Aku juga." ucap Nathan.
Akhirnya mereka pun tiba di rumah sakit. Lalu Nathan bertanya ke resesionis dan ditunjukkan ke ruangan tuan Hans. Disana nampak Jefry dan Bianca sedang menemani Hans.
"Selamat pagi.." ucap Nathan memberi salam.
"Bagaimana kondisi om Hans?" tanya Nicho setelah mereka masuk.
"Kondisinya sudah lebih baik.. Terimakasih kalian sudah datang." ucap Bianca.
"Grace, sepertinya kita harus bicara." ucap Jefry.
"Ada apa dengan kalian berdua? kalian bertengkar?" tanya Nicho.
"Maaf Nick, aku harus bicara pada Grace." ucap Jefry.
"Baiklah, ayo keluar." ucap Grace dengan menahan emosinya.
"Nath, aku sudah mencurigai mereka." ucap Nicho.
"Maaf Nathan dan Nicho, ada hal penting yg harus Jefry sampaikan langsung pada Grace.. mungkin nanti kalian juga akan mendengarnya setelah Grace." ucap Bianca.
"Ada apa memangnya tante?" tanya Nathan.
"Tante belum bisa memberitahunya, kalian dengar sendiri dari Jefry." ucap Bianca.
Nicho yg curiga pun menyusul Jefry dan juga Grace. Nathan pun bingung melihat Nicho pergi tanpa permisi. Hingga Nathan berpamitan pada Bianca dan mengejar Nicho.
Di sebuah taman yg sepi, Jefry pun mengajak Grace bicara.
"Akhirnya kau bisa mengatakannya setelah sekian lama." ucap Grace.
__ADS_1
"Maaf Grace, sungguh maafkan aku." ucap Jefry.
"Tak usah berbelit-belit, katakan saja." ucap Grace.
"Kita harus berpisah." ucap Jefry menangis.
"Alasannya?" tanya Grace dengan penuh penekanan.
"Aku akan menikah dengan wanita lain." ucap Jefry.
"Angel?" tanya Grace.
"Kau sudah tahu?" tanya Jefry.
"Bukan hal sulit bagiku mencaritahu hal itu, tapi sangat sulit bagimu mengatakannya padaku. "ucap Grace.
"Maaf, aku memang melakukan affair dengannya." ucap Jefry.
"Akhirnya aku tahu bagaimana rasanya dipermainkan, diperlakukan bak ratu, dikejar-kejar, tapi dibuang begitu saja saat kau bertemu wanita lain." ucap Grace.
"Maafkan aku Grace, aku terpaksa melakukan ini karena Angel saat ini tengah hamil." ucap Jefry.
"Baguslah, setidaknya kau normal berselingkuh dengan wanita." ucap Grace.
"Grace kumohon maafkan aku.. aku bisa menikahimu setelah Angel melahirkan." ucap Jefry.
"What?? aku jadi istri kedua??" ucap Grace kesal.
"Aku sangat mencintaimu dan berat melepasmu." ucap Jefry.
"Semakin lama kau semakin tak tahu diri." ucap Grace.
Plakkkk...plakkk..
"Dan ini ambillah cincin tunangan pemberianmu. Serta jangan pernah muncul dihadapanku." ucap Grace lalu berbalik dan pergi.
Namun, dihadapannya sudah ada kedua kakaknya yg melihatnya dicampakkan oleh Jefry. Tentu saja raut wajah Nicho dan Nathan sangat emosi.
"Kakak.." ucap Grace.
"Dasar baj***@n.. aku sudah membiarkanmu mendekati adikku ini balasanmu padanya.." ucap Nicho yg tak terima dan langsung memukuli Jefry.
Sementara Nathan menahan Grace yg ingin menghentikan Nicho. Grace pun menangis di pelukan Nathan karena sudah tak tahan lagi akan beban yg ia rasakan belakangan ini.
"Kak.. hentikan kak Nicho.." ucap Grace.
"Biarkan saja, pria itu harus diberi pelajaran.. berani sekali dia membuatmu menangis." ucap Nathan semakin erat memegangi Grace.
Hingga akhirnya, Nicho pun dipisahkan oleh beberapa orang. Jefry pun juga nampak diam tak bergeming dengan tampang babak belur. Dan Theo yg mendengar hal itu, marah bukan main. Ia tak menyangka anak perempuan satu-satunya dipermainkan oleh anak temannya sendiri.
__ADS_1
"Dikasih hati minta jantung.. benar-benar kurang ajar.!" umpat Theo mendengar kabar dari bodyguardnya.