
Sheira pun menyadari kesalahannya, tapi bukan berarti ia menyerah begitu saja. Ia juga memeriksakan dirinya ke dokter kandungan bersama Theo. Keduanya ingin memastikan apakah ada masalah dengan keduanya, tapi mereka berdua juga berjanji kalau terjadi hal buruk keduanya takkan saling menyalahkan dan menerimanya dengan ikhlas.
Pagi ini Sheira membuat janji dengan dokter kandungan di rumah sakit tempat Jasmine bekerja. Ia akan menemui dr.Hana selaku dokter kandungan paling hebat di rumah sakit tersebut. Keduanya pun nampak gugup dan saling menyemangati.
"Aku berjanji apapun hasilnya akan tetap bersamamu." ucap Theo.
"Aku juga, ayo kita coba hari ini." ucap Sheira.
Setelah sarapan pagi dan mengosongkan semua jadwal mereka pun berangkat menuju ke rumah sakit. Mereka melalui proses pemeriksaan dengan seksama. Dan hasilnya ditemukan kalau Sheira memiliki kelainan dalam rahimnya dan ditemukan juga kista. Sehingga Sheira harus menjalani serangkaian pengobatan sebelum melakukan program bayi tabung.
Tapi dokter juga berkata kalau Sheira bisa sembuh dan bisa hamil secara normal.
"Kurang lebih seperti itu, jadi nyonya bisa menjalani pengobatan dan setelah dinyatakan sembuh, barulah tuan dan nyonya bisa melakukan program kehamilan dengan optimal." ucap Hana.
"Terimakasih dokter, akhirnya terjawab sudah masalah kami." ucap Sheira.
"Terimakasih dok, berapapun akan saya bayar demi kesembuhan istri saya." ucap Theo.
Kemudian dr.Hana pun memberikan beberapa resep obat dan jadwal operasi untuk mengangkat kista di rahim Sheira. Dan juga ada beberapa tes yg harus Sheira lakukan sebelum memulai operasinya.
Theo pun dengan teliti bertanya dan mencatat ucapan dr.Hana yg menurutnya penting. Ia juga dengan setia akan terus menemani Sheira memeriksakan dirinya secara rutin. Setelah cukup mendapatkan penjelasan, Sheira dan Theo pun kembali ke kantor mereka. Dan Theo mengantar Sheira ke kantornya karena mereka berangkat dengan mobil yg sama.
"Kau tenang saja, kau pasti sembuh.." ucap Theo.
"Iya sekarang sudah terjawab kenapa aku tidak bisa hamil sampai sekarang." ucap Sheira.
"Pokoknya jangan pikirkan apapun, aku berjanji akan membuatmu sehat dan kita bisa memulia program kehamilan." ucap Theo.
"Terimakasih sayang.." ucap Sheira.
"Pokoknya kau jangan banyak pikiran dan stres, oke sayang.." ucap Theo.
__ADS_1
"Iya.. aku mengerti." ucap Sheira.
Theo pun mengantarkan Sheira sampai ke kantornya. Lalu Sheira masuk ke dalam dan Theo pergi ke kantornya. Dalam hatinya Theo merasa takut kalau Sheira berpikiran negatif. Dan ia akan mengusahakan segalanya termasuk penghiburan bagi Sheira.
Sheira pun bekerja seperti biasa, ia mengerjakan beberapa dokumen dan juga menjalani rapat. Waktu pun berjalan cepat, tiba saat sore hari Sheira pun memilih untuk berolahraga untuk mengelola stresnya. Ia merileksasikan tubuh dan juga pikirannya lewat olehraga. Dan setelahnya tubuhnya merasa lebih baik serta pikirannya juga tenang.
Sheira pun pulang ke apartemennya dan memasak makanan. Ia tak mau kalah dari penyakitnya dan tak mau mengubah pola hidup sehatnya. Sheira pun tetap mengkonsumsi makanan sehat sesuai anjuran dokter dan menghindari makanan yg dilarang oleh dokter.
Tak berapa lama Theo pun tiba, dan Sheira menyambutnya dengan senyuman.
"Bau masakan yg lezat.." ucap Theo.
"Tentu saja, cepat mandi dan kita makan bersama." ucap Sheira.
Malam itu mereka makan bersama dan berbincang hangat. Tak ada ambisi dari keduanya untuk memiliki keturunan tapi mereka juga bukan berarti menyerah. Mereka terus berusaha dan berdoa, serta menyerahkan hasilnya pada Tuhan.
Beberapa bulan pun dijalani Sheira dengan berbagai pengobatan yg disarankan oleh dokter. Operasi pun dilakukan setelah melakukan banyak pemeriksaan. Setelah menjalani operasi pengangkatan kista Sheira pun beristirahat selama beberapa hari.
Satu demi satu masalah teratasi, kini tinggal mengatasi masalah lainnya. Dan Sheira harus meminum obat selama beberapa bulan sampai dinyatakan sembuh oleh dokter.
Tahap demi tahap pun dijalani mereka hingga Sheira dinyatakan sembuh total. Setelah itupun mereka masih harus terus berjuang untuk bisa memiliki keturunan.
Theo yg senang Sheira bisa sembuh pun menghadiahinya dengan mengajaknya jalan-jalan ke eropa. Ia akan menganggapnya sebagai Honey moon part 2. Disana mereka hanya akan bersenang-senang dan liburan untuk melepas penat. Dengan suasana hati yg baik, mereka berharap cepat mendapatkan keturunan saat liburan disana.
Selama seminggu mereka malakukan trip dari satu kota ke kota lainnya, mereka begitu bahagia dan menikmati liburan mereka. Kota-kota dengan pemandangan yg indah, udara yg bersih, serta beberapa makanan lezat yg sempat mereka cicipi menjadi pengalaman berharga bagi mereka.
Bahkan mereka sampai melebihkan waktu liburannya selama beberapa hari karena kendala cuaca yg kurang bagus untuk penerbangan. Dan akhirnya mereka pun hanya menikmati liburan mereka di dalam kamar seharian karena memang cuacanya yg sedang musim hujan.
Dan saat cuacanya cerah dan bagus, mereka pun bisa pulang ke Indobesia. Walaupun terlambat mereka tak perduli karena perusahaan tersebut adalah milik mereka sendiri. Walaupun pada akhirnya hal tersebut memberikan pekerjaan ekstra bagi sekertaris mereka.
Perjalanan panjang menuju Indonesia pun dimulai, keduanya berbincang, menikmati makanan dan menonton film. Lalu mereka tidur, hingga tak sadar mereka sudah tiba di bandara Indonesia.
__ADS_1
Daniel dan Jasmine pun menjemput mereka, padahal keduanya sudah melarang karena tahu keduanya sibuk apalagi Jasmine yg mulai memasuki trisemester akhir kehamilannya.
"Kalian ini repot-repot sekali, kasihan kan Jasmine sedang hamil." ucap Sheira.
"Tak apa Sheira, aku juga merindukanmu." ucap Jasmine.
"Aku sudah menyuruhnya untuk diam di apartemen tapi dia tak mau.." ucap Daniel.
"Baiklah, ayo kita pulang aku bawa banyak oleh-oleh.." ucap Sheira.
"Kita ke resto ku saja, kalian harus makan dulu.." ucap Daniel.
"Terimakasih bro, kau memang pengertian." ucap Theo.
Mereka pun menikmati makanan di resto dan berbincang sedikit. Lalu langsung pulang ke apartemen karena Sheira kelihatan lalah. Dan sesampainya disana, Sheira langsung mandi lalu tidur. Sampai Theo memanggilnya pun ia tak bangun juga.
"Kau lelah sekali ya.. yasudah tidur saja.. " ucap Theo lalu menyelimutinya.
Keesokannya Sheira pun terbangun dan terkejut. Ia baru sadar kalau sudah tidur sangat lama.
"Akh jam berapa ini?" tanya Sheira.
"Sudah jam 6.. jangan panik kita masih belum terlambat ke kantor." ucap Theo.
"Oke.." ucap Sheira.
"Aku tadi hanya memanggang roti, kau sarapan dulu baru mandi dan kita berangkat bersama.." ucap Theo.
"Oke.. terimakasih sayang." ucap Sheira.
"Ya.. kau kelihatan lelah sekali kemarin jadi aku tak tega membangunkanmu." ucap Theo.
__ADS_1
Sheira pun sarapan sementara Theo mandi dan bersiap. Setelah sarapan baru Sheira mandi dan bersiap juga ke kantor. Hari itu mereka berangkat kerja bersama.