Affair With Me??

Affair With Me??
EP.48 Balasan


__ADS_3

Hari yg dinantikan Pinkan pun tiba, ia melihat baju wedding yg kurang sesuai keinginannya karena ia sedang hamil. Padahal ia sudah punya rancangannya sendiri tapi karena perutnya yg membesar tak mungkin menggunakan model gaun yg seperti keinginanya.


Walaupun begitu, Haris nampak mewujudkan semua keinginan putrinya. Pinkan tetap memakai gaun indah dengan model yg cocok untuk ibu hamil. Dan juga nyaman ketika dipakai. Untuk sepatu, ia hanya memakai sepatu heels yg tak terlalu tinggi.


Pinkan pun di make over dan memakai gaun pernikahannya tersebut. Ia merasa puas sekali, apalagi kali ini ia akan memakai mahkota bertabur berlian yg harganya fantastis sesuai impiannya.


"Sekarang akulah ratunya.." gumam Pinkan bercermin dengan mahkota tersebut.


Kemudian, Aryo pun memakai setelan jas yg membuatnya terlihat tampan. Namun, sayang hatinya tidak begitu bahagia. Ia masih mengingat dengan jelas pesta pernikahannya dengan Sheira. Semuanya sesuai konsep keinginan Aryo dan Sheira, sementara sekarang semuanya sesuai keinginan Pinkan dan keluarganya. Status keluarga Pinkan pun menjadi patokan dalam pemilihan konsepnya kali ini. Dan Aryo hanya bisa pasrah, di dalam hatinya ia hanya terbayang momen manisnya pernikahan bersama Sheira.


"Apa sekarang aku baru menyesalinya??" gumam Aryo dalam hati.


Kemudian ia masuk ke ruangan Pinkan, nampak istrinya begitu cantik dan anggun. Aryo pun tersenyum, apalagi mood Pinkan sangat baik hari ini. Aryo pun memuji kecantikan Pinkan agar hari ini moodnya tetap terjaga.


"Sayang kau sangat cantik.." ucap Aryo.


"Terimakasih Mas, Mas juga sangat tampan dengan setelan ini.." ucap Pinkan.


Setelah selesai dirias, mereka pun menunggu di ruang pengantin. Dan acara sedang dipersiapkan.


☘☘☘


Sementara Sheira dan Theo pun mereka berangkat bersama. Theo memakai mobil kesayangannya untuk membuktikan kalau mereka adalah pasangan sungguhan. Dan Sheira nampak cantik sekali malam ini. Gaun putih yg elegant, ditambah dengan rambut yg tergerai indah dengan beberapa tambahan hiasan di rambut indahnya membuatnya semakin mempesona.


Theo pun sampai salah tingkah dibuatnya.


"Ayo kita berangkat.." ucap Sheira.


"Iya.." ucap Theo.


"Ck, kalian lihat saja.. aku takkan sendiri ke pesta tersebut." ucap Daniel.


"Ya kak, aku menantikannya.." ucap Sheira.


"Oke bro.." balas Theo.


Sheira dan Theo pun berangkat lebih dulu, sementara Daniel menjemput pasangannya. Dan begitu sampai, disana sudah ramai para tamu yg hadir. Tapi acara belum sepenuhnya dimulai. Pinkan dan Aryo pun belum muncul disana. Tapi para tamu mulai memperhatikan Theo dan Sheira sejak mereka datang. Sosok tamu yg sangat cantik dan tampan, apakah mereka adalah pasangan?? terlebih yg wanita adalah mantan istri dari mempelai pria.


Sheira pun hanya tersenyum ramah pada siapa saja yg melihatnya. Ia sudah pasti akan jadi pusat perhatian mengingat ia adalah mantan istri Aryo. Belum lagi tatapan menyeramkan dari Siti dan Sigit mantan mertuanya.


"Aw.. sebelah kanan ada kandang macan.." ucap Sheira berbisik.


"Pffff.. kau bisa saja.. " ucap Theo setelah melihat Siti dan Sigit dengan wajah suram menatap Sheira dan Theo.


Setelah seorang MC muncul dan menyapa para tamu undangan, barulah dimulai acara tersebut. Hingga yg paling dinanti yaitu kemunculan pasangan pengantin yg ditunggu-tunggu.


Aryo dan Pinkan pun muncul bersamaan dan bergandengan tangan. Di layar besar juga muncul video akad nikah mereka beberapa bulan yg lalu untuk mencegah kecurigaan karena kini Pinkan telah hamil besar.


Semua orang pun bertepuk tangan dan menyambutnya. Sementara Sheira dan Theo mereka hanya tersenyum. Sudah tak ada lagi rasa sakit hati saat melihat Aryo bersama Pinkan, menandakan kalau Sheira sudah melupakan rasa cintanya. Ia bahkan bisa tersenyum melihat mereka berdua.


"Pertunjukan yg menarik.." ucap Sheira.


"Kau yakin baik-baik saja..?" tanya Theo.

__ADS_1


"Aku ingin membuktikan kalau aku sudah 100% sembuh dari trauma ini.." ucap Sheira.


"Santai saja, ingat misi kita untuk berbaur dengan circle mereka." ucap Theo.


"Ya.. Sepertinya disana ada rombongan yg menarik ayo kita kesana.." ucap Sheira..


"Baiklah.." ucap Theo.


Mereka pun pergi ke arah rombongan yg ditunjuk oleh Sheira. Rombongan para pemilik saham di Miracle Company.


"Apa anda sekalian anggota baru?" tanya salah seorang.


"Benar, kami baru bergabung sebulan ini.. " ucap Theo.


"Apa kalian pasangan suami istri? kalian nampak serasi."


"Umm.. belum tapi nanti kami pasti akan meresmikannya " ucap Sheira.


"Bolehkah kami bertanya-tanya tentang perusahaan ini.. agar kita jadi lebih akrab.?" tanya Sheira.


"Tentu, pasti kalian penasaran karena dulunya nama perusahaannya adalah Golden.corp. dan kini menjadi Miracle Company.."


"Benar, apakah benar pemiliknya berubah?" tanya Sheira.


"Itu benar sekali, pemilik sebelumnya adalah sorang yg korup dan hampir membuat karyawan di PHK karena perusahaan bangkrut."


"Oh tidak kejam sekali.." ucap Sheira padahal dalam hatinya ia sangat kesal.


"Tapi karena tuan Haris orang yg baik hati dan pernah belajar dari tuan Chandra lama sekali., akhirnya ia menutup berita ini dari media sebagai bentuk penghormatan terakhir."


"Baik sekali tuan Haris.." ucap Sheira.


"Iya dia sangat baik.."


"Apa kalian tahu soal project F yg membuat CEO sebelumnya jatuh?" tanya Theo.


"Tentu saja, semua modal yg terkumpul dibawa oleh investor asing, hingga menimbulkan banyak kerugian. Dan lagi CEO sebelumnya dituntut untuk membayar denda dalam jumlah besar, hingga perusahaan kolaps.." ucap salah seorang.


"Oh jadi begitu, terimakasih infonya.. aku penasaran sekali soal perusahaan ini bagaimana bisa sangat maju dan bisa bangkit setelah masa keterpurukan.." ucap Theo.


"Tentu saja karena tuan Haris jenius." ucap mereka tertawa.


"Sepertinya itu tak perlu diragukan lagi.. ya kan sayang.." ucap Sheira pada Theo tersenyum. "Mereka kaki tangan Haris.. " gumam Sheira dalam hati.


"Iya kau benar.." balas Theo. "Dasar baj***an cerita mana lagi yg harus dipercaya.." gerutu Theo dalam hati.


Tanpa sadar Aryo melihat Sheira dari kejauhan, ia yakin kalu itu adalah Sheira mantan istrinya. Ia begitu cantik dan cocok dengan gaun itu, tapi sayangnya pasangannya bukan dirinya lagi tapi Theo. Membuat Aryo memasang wajah kesal.


"Ck.. menyebalkan sekali.." gumam Aryo dalam hati.


Dan Pinkan ia melihat Sheira bergabung dengan para pemilik saham. Ia tak tahu apa alasannya tapi menurutnya tak mungkin Sheira membeli saham perusahaannya.


Hingga Sheira pun naik ke pelaminannya untuk mengucapkan selamat pada kedua mempelai.

__ADS_1


"Selamat Mas Aryo, Pinkan.. " ucap Sheira.


"Ck.. berhenti basa-basi.." ucap Pinkan.


"Kekasihku hanya ingin mengucapkan selamat pada kalian.." ucap Theo.


"Ya terimakasih.." balas Aryo ketus.


"Wow.. apa kau cemburu Sheira bersamaku..?" tanya Theo memanas-manasi.


"Tidak.." balas Aryo.


"Jangan merusak kebahagiaan kami.." ucap Pinkan.


"Lho?? yg mengundang kami juga kan kalian.." ucap Sheira.


"Cih.." ucap Pinkan.


Lalu Sheira mendekat dan terlihat seperti berbisik pada Pinkan.


"Silahkan ambil sam**ah yg sudah aku buang ini.. " bisik Sheira membuat Pinkan naik darah.


"Kau..!" ucap Pinkan mendorong Sheira tapi Theo menangkapnya.


"Ah.. kasar sekali mempelai wanita ini.. Sayang, kalau begitu kita pulang saja dan makan masakan buatanku.. " ucap Sheira memancing Aryo.


"Sheira.. kenapa kau bersamanya? kau tak dengar rumor tentangnya?" tanya Aryo.


"Rumor kalau aku belok?? psyco? atau player??" tanya Theo.


"Maaf Mas Aryo, semuanya tak terbukti.." ucap Sheira.


"Dan yg terpenting kami sudah mengenal satu sama lain.. mungkin kami juga bisa menikah.. ya kan sayang..?" tanya Theo.


"Tentu sayang.." ucap Sheira.


"Sheira..! cukup.. jika sudah memberi selamat kau bisa langsung turun.." ucap Siti tak suka.


"Baiklah nyonya.. maaf ya tapi aku sudah diusir.. kami permisi.." ucap Sheira.


"Ya.. semoga kalian berbahagia karena kami sudah bahagia.." ucap Theo pamit undur diri.


Lalu muncullah Daniel dengan seorang wanita cantik yg Sheira kenal. Dia adalah Jasmine, dan entah bagaimana Daniel dan Jasmine bisa bersama.


"Selamat Aryo atas pernikahannya.. ya walaupun agak terlambat karena Pinkan telah hamil.." ucap Jasmine.


"Jasmine bagaimana kau bisa??" ucap Aryo.


"Maas..! lepas.." ucap Pinkan melepaskan genggaman Ayo pada Jasmine.


"Dia datang bersamaku.. dan aku salah satu dari pemegang saham di Miracle Company.." ucap Daniel.


"Namaku, Daniel.. salam kenal dan selamat atas pernikahan kalian.." ucap Daniel tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2