Affair With Me??

Affair With Me??
EP.15 Aku bukan Pembantumu


__ADS_3

Sheira pun pulang bersamaan dengan Aryo, dengan malas Sheira langsung masuk ke dalam rumah. Melihat rumahnya sudah seperti kapal pecah, bekas piring dan gelas menumpuk di wastafel cuci piring. Aryo pun masuk dan langsung sakit kepala melihatnya.


"Sheira bagaimana bisa berantakan begini?" tanya Aryo.


"Kenapa tanya aku? kan aku juga baru pulang sama sepertimu.. " balas Sheira.


"Akh.. ini pasti ulah Pinkan.." ucap Aryo.


"Sudah tahu malah tanya, tolong ya Mas bereskan atau aku takkan menyiapkan makan malam.." ucap Sheira.


"Sheira tunggu.." ucap Aryo tapi Sheira tetap naik ke lantai 2.


Sementara Pinkan, ia tengah asik merias dirinya agar Aryo semakin menyukainya.


"Mas sudah pulang.." ucap Pinkan.


"Iya.. Sayang kenapa rumah jadi berantakan begini?" tanya Aryo.


"Makanya Mas, sewalah jasa ART.. masa aku membereskannya kalau kuku ku rusak bagaimana?? dan tanganku kasar bagaimana?" tanya Pinkan.


"Kau cepat bereskan, aku dan Sheira jarang ada dirumah jadi kami tak bisa punya ART. Dan Sheira mampu membereskan semuanya sendiri, masa kau tidak bisa?" ucap Aryo kesal.


"Yasudah suruh istrimu itu saja.." ucap Pinkan.


"Pinkan..! Sheira juga baru pulang kerja dan lelah, sementara kau yg membuat semuanya berantakan.." ucap Aryo.


"Mas, kau berani sekali menyuruhku..! orangtuaku saja tak berani melakukannya.." ucap Pinkan.


"Terserah kau saja, malam ini Sheira takkan memasak.." ucap Aryo.


"Cih, lagi-lagi dia bertingkah.." ucap Pinkan, sementara Aryo memilih untuk pergi ke kamar mandi karena pusing melihat istri barunya Pinkan yg sangat tak bertanggungjawab.


Sementara Pinkan, dia terus menggerutu. Karena ia diberi libur 1 minggu oleh dadnya dan Aryo hanya 3 hari, membuatnya harus berada di dalam rumah tersebut.


Sheira pun turun dari kamarnya setelah membersihkan diri, ia melihat ruangan masih berantakan. Ia pun tak bisa makan dengan ruangan yg kotor dan bau makanan. Mau tak mau Sheira memanggil jasa kebersihan malam-malam.


Dan mereka pun bisa datang untuk membereskan rumahnya yg berantakan. Sheira pun meminta mereka untuk membersihkan semuanya dan menyemprotkan desinfektan ke seluruh ruangan. Setelah 2 jam, ruangan pun kembali rapi dan bersih. Sudah tak ada bau makanan, dan piring serta gelas sudah Sheira cuci.


Setelah itu, keluarlah wanita ular dan suaminya. Mereka nampak bahagia karena ruangannya telah bersih.


"Akhirnya rumah ini kembali hidup.. " ucap Aryo.


"Ya, jika ada sampah mana nyaman kita makan dan tinggal.." ucap Sheira.


"Kau..!" ucap Pinkan tersindir.


"Ini peringatan Mas, jika rumah ini berantakan, kotor dan bau.. aku takkan pulang ke rumah.. jadi jangan mengharapkan aku memasakkan makanan di rumah yg tidak bersih.." ucap Sheira kesal.


"Maaf.." ucap Aryo padahal yg seharusnya minta maaf Pinkan.


"Untuk apa Mas meminta maaf.." ucap Pinkan.


"Pinkan jaga ucapanmu.." ucap Aryo.


"Oh iya, Mas bahkan belum mentransfer uang bulanan untukku.. jika belum ada maka tak ada makanan.." ucap Sheira.

__ADS_1


"Nanti Mas transfer.." ucap Aryo.


"Untuk sekarang aku hanya memesan makanan online, kalau tak suka silahkan beli sendiri.." ucap Sheira.


"Baiklah.." ucap Aryo.


Sheira pun menyiapkan makanan di meja dan Aryo ikut bersamanya. Begitu juga Pinkan yg penasaran apa yg dibeli Sheira. Aryo dan Sheira pun memakan apa adanya, sementara Pinkan mencibir.


"Dasar pelit, Mas ngapain sih makan makanan murah begini.." ucap Pinkan.


"Aku sudah bilang, kalau tak suka silahkan beli sendiri.." ucap Sheira.


"Ya.. Ya.. aku tak level makan makanan ini.." ucap Pinkan.


"Cukup Pinkan, kau dengar kan Sheira bilang apa.." ucap Aryo.


Sementara Pinkan cemberut dan menggerutu sembari menunggu pesanan miliknya. Sheira yg sudah selesai makan pun memilih untuk naik ke kamarnya.


"Ingat, bereskan piring dan gelas yg kau pakai.."ucap Sheira.


"Berisik.." ucap Pinkan.


"Pinkan.. ! berhenti mengeluh.." ucap Aryo.


"Mas aku tak tahan lagi ada disini, silahkan nikmati keadaan rumah tangga yg kau inginkan.. aku lebih baik ada di kamarku.." ucap Sheira lalu naik ke kamarnya.


Aryo pun membuntutinya, tapi begitu sampai di depan pintu, Sheira menutupnya membuatnya hampir saja wajahnya terbentur pintu.


Brakk..!


"Sayang buka pintunya.." ucap Aryo.


"Ada apa lagi Mas??" tanya Sheira keluar.


"Aku akan berada disini malam ini.." ucap Aryo.


"Aku masih kesal dengan Mas, jadi Mas tidur saja dengan Pinkan.. " ucap Sheira kembali menutup pintunya.


Brakk...!


"Akh.. bagaimana ini?" gumam Aryo bingung.


Di dalam hatinya ada rasa bersalah karena sudah sangat menyakiti Sheira. Ditambah sudah membawa Pinkan masuk ke dalam rumah, bagaimana mungkin 2 orang istri tinggal di satu atap ?? dan sudah jelas mereka tak akur tapi masih memaksakan untuk tinggal seatap. Aryo pun dapat melihat dengan jelas kemarahan Sheira padanya. Baru hubungannya kemarin membaik, kini Pinkan sudah masuk dan merusak kembali hubungannya dengan Sheira.


"Bagaimana aku meluluhkan hati Sheira kembali.?" gumam Aryo dalam hati.


Sementara Pinkan, ia sedang menikmati makananya.


"Mas mau?" tanya Pinkan menawari.


"Tidak Mas sudah kenyang, ingat untuk membersihkan semuanya.." ucap Aryo.


"Mas, kau itu tidak mengerti sekali.. aku tak pernah mencuci piring seumur hidupku.." ucap Pinkan.


"Akh terserahlah.." ucap Aryo pusing dengan tingkah kedua istrinya.

__ADS_1


Dan setelah makan, Aryo lah yg mencuci piring dan gelas bekas Pinkan. Sejak menikah biasanya Sheira yg melakukan semuanya tapi saat menikahi Pinkan, semuanya jadi terbalik. Tapi hal yg disukai Aryo dari Pinkan adalah caranya memuaskannya di atas ranjang.


Dan malam ini Aryo bersama Pinkan, mereka menikmati masa-masa pengantin baru. Sementara Sheira tersiksa karena harus melihat suaminya bersama madunya, dan belum bisa menyentuh Aryo karena ia masih jijik membayangkan 2 kejadian di hotel.


Pagi harinya, Sheira turun dan melihat dapur sudah rapi. Ia berfikir pasti Mas Aryo yg membersihkannya. Dengan sabar Sheira membuat sarapan, setelah itu ia kembali ke atas untuk mandi dan bersiap bekerja. Tapi saat turun, justru Pinkan dan Aryo yg memakan masakannya membuatnya kesal.


"Sayang kau tidak sarapan?" sapa Aryo.


"Tidak selera,.." balas Sheira.


"Tapi kau yg memasak ini semua.." ucap Aryo.


"Kalian yg makan saja.." ucap Sheira lalu pergi.


Ia berharap bisa menikmati sarapan buatannya tapi malah Pinkan menyerobot tempatnya dan menikmatinya tanpa rasa malu. Sheira pun pergi membeli sarapan di sebuah warung nasi uduk terkenal.


Tanpa sengaja ia bertemu Theo.


"Nona Sheira.." ucapnya.


"Iya, tuan Theo." balas Sheira.


"Sedang beli juga.." ucap Theo.


"Iya.." ucap Sheira.


"Bagaimana jika kita makan bersama, ada hal penting yg mau aku bicarakan.." ucap Theo.


"Hal penting apa?" tanya Sheira.


"Nanti saja, kita makan dulu.." ucap Theo.


Dan mereka pun makan bersama, lalu setelah itu Theo mulai berbicara.


"Nona, apakah anda tahu kalau suami anda berselingkuh.?? maaf sebelumnya jika aku lancang.." ucap Theo.


"Bukan hanya itu, bahkan mereka sudah menikah siri.." ucap Sheira menahan air matanya.


"Aku lega anda tahu, aku pun terkejut melihatnya bersama Pinkan di sebuah hotel.." ucap Theo.


"Jadi anda hanya ingin menyampaikan itu, terimakasih atas niat baiknya tapi aku sudah tahu.." ucap Sheira.


"Baiklah, kalau begitu apa anda akan menerimanya begitu saja?" tanya Theo.


"Kurasa ini bukan urusanmu tuan, dan aku sudah selesai." ucap Sheira.


"Maaf.. silahkan lanjutkan kegiatan anda.. tapi anda harus waspada pada wanita itu.." ucap Theo.


"Memangnya wanita itu kenapa?" tanya Sheira.


"Dulu dia mendekatiku dan menggodaku sebelum akhirnya bersama suamimu.. aku menolaknya terang-terangan dan dia memfitnahku..jadi anda harus berhati-hati." ucap Theo.


"Terimakasih atas informasinya, aku memang tahu dia sungguh bisa melakuakan hal licik. " ucap Sheira lalu pamit undur diri.


Theo pun menatap punggung Sheira yg mulai menghilang. "Tegar sekali wanita itu.." gumam Theo dalam hati.

__ADS_1


Hati Theo pun sudah tercuri oleh Sheira yg menghadapi masalahnya dengan berani. Tapi tak bisa dipungkiri wajah Sheira semakin layu dan terlihat banyak beban. Membuat Theo ingin mendekatinya walau ia tahu ini salah.


__ADS_2