
Grace pun meminta bantuan Nicho untuk menangkap mereka yg mengejar Jamie. Hingga akhirnya Grace dan Jamie bisa lepas dari kejaran mereka. Mereka pun sampai ke daerah yg agak terpencil untul melarikan diri.
"Grace ini dimana?" tanya Jamie.
"Ini daerah Ss.. kakak tenang saja.. aku akan mengurusnya." ucap Grace.
"Nona, aku akan melaporkan situasi kita.. " ucap pengawalnya.
"Bagus.." ucap Grace.
"Sekarang kita akan kemana Grace? tempatku sudah tak aman lagi." ucap Jamie.
"Ke sebuah tempat yg takkan dicurigai siapapun." ucap Grace.
Grace pun melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat. Dan Jamie bingung menanggapi Grace, tapi dirinya tetap percaya pada Grace. Mereka pun tiba di sebuah apartemen mewah tapi disana Grace hanya mengganti mobilnya saja.
"Semuanya turun, kita ganti mobil." ucap Grace.
Semuanya pun turun mengikuti Grace. Tak lupa Grace menyuruh bodyguardnya menutupi mobilnya agar tak terlihat. Sementara dirinya menuju ke sebuah parkiran lain dan membuka penutup mobil lain yg merupakan mobil miliknya yg jarang dipakai.
"Ini mobilmu?" tanya Jamie.
"Benar, tapi jarang dipakai karena aku tak mau terlihat mencolok.. karena sekarang situasi darurat jadi kita pakai agar mereka tak curiga." ucap Grace.
Semuanya pun naik, tapi Grace tetap mengemudi walaupun bodyguardnya sudah menawarkan diri. Semua Grace lakukan karena hanya ia yg tahu tempat tersebut.
Mereka pun menuju ke suatu tempat yg merupakan toko bakery baru milik Sheira yg rencananya akan dibuka. Tempat yg sekaligus menjadi pusat Grace bekerja karena tersedia ruangan pribadi yg sudah didesain oleh Grace langsung.
Bahkan disana Grace membeli ruko di sebelahnya untuk tempat tinggal keduanya dan tempatnya menyimpan mobil. Grace pun turun diikuti yg lainnya lalu ia membuka kunci toko tersebut dan meminta bodyguardnya untuk memarkirkan mobilnya di dalam agar tak ketahuan.
"Tolong ya pak." ucap Grace.
"Baik nona." ucap bodyguardnya.
Grace pun membawa Jamie masuk ke ruangan pribadinya sementara bodyguardnya berjaga di bawah.
"Grace tempat apa ini?" tanya Jamie.
"Tempat persembunyianku, bagus kan?? takkan ada yg tahu kalau ini tempatmu bersembunyi kak." ucap Grace.
"Kau benar, maaf merepotkanmu." ucap Jamie.
"Tak apa, sementara kau tinggallah disini.. aku akan menemani.." ucap Grace.
__ADS_1
"Terimakasih Grace, aku selamat berkat dirimu." ucap Jamie.
"Sama-sama kak, jangan sungkan." ucap Grace.
Lalu tiba-tiba Nathan menelpon karena kehilangan jejak adiknya. Dan Grace meminta bodyguardnya memandu Nathan dan memasukkan mobilnya ke dalam agar tak dicurigai.
Akhirnya Nathan pun masuk ke dalam ruko milik Grace. Dirinya cukup terkejut akan tempat tersebut.
"Tempat apa ini?" tanya Nathan pada bodyguardnya.
"Maaf tuan.. saya juga tidak tahu.. tapi nona Grace dan nona Jamie ada di atas." ucap bodyguardnya.
Nathan pun ke atas untuk mengecek kondisi Grace dan Jamie. Ia lega melihat adik dan kekasihnya baik-baik saja dan langsung menghubungi Nicho untuk mengabari kondisi Grace.
"Aku senang kalian baik-baik saja." ucap Nathan.
"Iya semua berkat Grace." ucap Jamie.
"Bagaimana kak tempat ini?" tanya Grace.
"Kau cukup pintar mencari tempat persembunyian. Bahkan sampai bisa menyembunyikan 2 mobil." ucap Nathan.
"Ini namanya kerja cerdas. Aku sempat berfikir untuk mencati tempat istirahat yg nyaman dan kenapa tak menjadikan tempat bekerjaku tempat tinggal keduaku saja? makanya aku membangun ini semua." ucap Grace.
"Lumayan kak kalau lagi mager tinggal buka pintu yg terhubung ke toko sampai deh." Grace.
"Baiklah.. jadi malam ini kau akan ada disini..?" tanya Nathan.
"Iya.. aku ingin menamani Jamie dan melihat kondisi sekitar." ucap Grace.
"Sudah bilang mom dan dad?" tanya Nathan.
"Aman.. mereka mengijinkan. Tapi hari ini aku cukup membuat kekacauan." ucap Grace tersenyum.
"Aku tahu, Nicho sudah membereskannya." ucap Nathan.
"Baguslah kak." ucap Grace.
Malam itu, Grace pun menginap disana. Untuk makanan sementara ia akan pesan online dan bodyguardnya yg akan menerimanya. Tak lupa Grace meminta bodyguardnya memakai pakaian biasa agar tak dicurigai.
Sheira dan Theo pun tak tahu apa-apa dan sementara Grace tak bisa melacak keberadaan Angel dan rencana selanjutnya. Tapi Grace meminta Nicho dan Nathan untuk mengawasi gerak-gerik Angel istri dari Jefry mantan tunangannya.
Awalnya kedua kakaknya meledeknya dan mengira Grace cemburu. Tapi begitu Grace bercerita kalau wanita yg mengaku dirinya putri dari ayahnya yg lain, mereka pun sontak terdiam. Dan akhirnya mereka mengikuti keinginan Grace, terlebih Grace adalah mantan tunangan suaminya pasti jadi kacau kalau ketahuan.
__ADS_1
Selama beberapa hari terakhir, Grace pun bersama Jamie dan kehidupan mereka cukup aman. Grace hanya tinggal menyuruh anak buahnya untuk berbelanja dan Grace akan memasak makanan seadanya. Beruntung Jamie bisa memasak jadi mereka jarang memesan makanan karena bisa membuat orang-orang yg mengejar Jamie mencium keberadaannya.
Hari-hari pun berlalu seperti biasanya, tes DNA antara Theo dan Angel pun belum keluar. Kondisi tempat kerja Grace dan tempat tinggalnya sangat aman karena Jamie mengawasi cctv di ruangan pribadi Grace. Belum lagi bodyguardnya yg selalu siaga menjaga mereka di sekitar.
Hingga suatu hari, saat kondisi perusahaan dan lingkungan sekitar keluarga Grace aman, Nathan pun berniat untuk memperkenalkan Jamie pada orangtuanya. Apalagi Jamie sudah beberapa minggu ada di Indonesia.
Mereka pun mengatur pertemuan dirumah Grace. Dan Grace pergi bersama Jamie, lalu ditengah jalan Jamie akan pindah ke mobil Nathan. Dan semua berjalan dengan lancar. Pertemuan tersebut pun berakhir bahagia, karena Jamie diterima dengan baik oleh Sheira dan Theo.
Apalagi Jamie berperan dalam memperbaiki sistem perusahaan Sheira dan Theo. Keduanya pun berterimakasih pada Jamie. Semuanya pun mengalir dengan natural, sampai mereka lupa waktu. Tanpa sadar sudah malam hari dan Jamie harus kembali. Begitu juga dengan Grace yg kini jarang ada di rumah.
Nathan pun berpura-pura mengantar Jamie, dan Grace kembali ke tempat tinggalnya. Nathan pun mengantarkan Jamie sampai di tempat Grace dengan selamat lalu berpamitan untuk pulang.
Setelah Nathan pulang, nampak Jamie merasa ada yg aneh dengan cctv di ruangannya. Dan Grace juga merasa ada yg mengikutinya dari belakang. Grace pun memancingnya untuk keluar dan hal itu berhasil.
"Kena kau..!" ucap Grace lalu menendangnya sekuat tenaga.
Orang itupun tumbang, sementara Grace berlari menuju ke kamar dimana Jamie berada. Ia yakin kalau bodyguard yg menjaga tempat tersebut sudah dilumpuhkan.
"Kak.. keluar bawa semua barang-barangmu.." ucap Grace lalu masuk kamar.
Tapi ia melihat Jamie sedang ditahan oleh seorang pria dengan memakai penutup wajah.
"Siapa kau?" tanya Grace.
"Jangan bergerak jika tak ingin wanita ini mati." ucap pria tersebut.
"Apa maumu?" tanya Grace.
"Aku hanya ingin membawa wanita ini.." ucapnya.
"Kau hanya butuh laptopku." ucap Jamie.
"Dimana laptopmu?" tanyanya.
"Grace, ada di ruang cctv." ucap Jamie meminta Grace mengambilnya.
Grace pun mengambilnya dan menyerahkannya, tapi saat ingin diraih Grace pun memukul kepala orang tersebut dengan laptop Jamie.
Bughhh..
"Kak ayo kabur.." ucap Grace menarik Jamie dan membawa laptopnya.
Grace pun membuka pintu garasi dan langsung tancap gas. Dirinya pun bingung, bagaimana keamanannya yg ia jaga bisa ketahuan juga. Kini tak ada tempat teraman lagi selain rumahnya. Tak lupa Jamie mengabari Nathan untuk meminta bantuan.
__ADS_1