Affair With Me??

Affair With Me??
EP27. Bebas


__ADS_3

Setelah mengatakan kata-kata yg menohok untuk Aryo, Sheira pun pergi dengan Daniel. Ia menjauh dari tempat tersebut dan menikmati makan bersama Jonathan dan juga Theo. Mereka menikmati keberhasilannya dalam menyelesaikan kasus ini.


Sementara detektif swasta tersebut, ia terlalu mengutamakan privasinya dan tak ingin berkumpul dihadapan banyak orang. Sheira pun hanya bisa berterimakasih dan memberikan bayaran yg layak karena sudah membantunya selama ini. Dan dengan ini kontrak kerjanya dengan Sheira selesai.


"Senang berbisnis dengan anda nona.. " ucapnya.


"Aku harus mengucapkan banyak terimakasih padamu.." balas Sheira.


"Hubungi aku jika anda memerlukan jasaku lagi.." ucapnya.


"Tentu, asal kau jangan mengganti nomormu.." ucap Sheira.


Daniel yg mengetahui itu pun terkejut, ternyata Ara yg ia kenal cukup pintar. Pantas saja ia mampu mengumpulkan banyak bukti kejahatan suaminya. Daniel pun tersenyum karena dengan kesendiriannya Sheira jadi lebih pintar dalam mengambil langkah. Ia tak perlu cemas lagi jika sewaktu-waktu ia harus kembali ke US.


Malam harinya, mereka berempat pun berkumpul dan makan bersama. Sheira nampak terharu atas kebaikan ketiga orang tersebut dalam membantunya lolos dari pernikahan yg seperti neraka.


"Terimakasih karena berkat kalian aku bisa lolos dari pernikahan yg seperti neraka.." ucap Sheira menitihkan air mata.


"Tentu nona, anda berhak bahagia jadi tolong jangan menangis dihari bahagia ini.." ucap Jonathan.


"Iya Ara.. kau harus bahagia, sekarang kau tak sendirian.." balas Daniel.


"Dan kapanpun kau butuh bantuanku, aku akan membantumu.." ucap Theo.


"Terimakasih semuanya, mari kita makan bersama untuk merayakan kebabebasanku.." ucap Sheira.


Bebas itulah kata yg tepat untuknya, terbebas dari belenggu yg selama ini menyiksanya. Tak ada lagi orang yg akan merendahkannya, terlebih irang terdekatnya sendiri. Dan ia tak perlu memikirkan Aryo yg sudah membebaninya beberapa bulan belakangan. Ia sudah hidup berkecukupan dengan usaha yg ia rintis sendiri. Dan ruko pemberian Aryo juga sudah ia kembalikan. Bahkan tak ada satupun gugatan Sheira mengenai harta gono-gini.


Karena menurut Sheira, uang bisa ia cari dan ia dapatkan tapi ketenangan dan kebahagian sulit ia dapatkan. Lebih baik sendiri dan menjanda, daripada merana melihat suaminya bahagia dengan madunya. Lebih baik sibuk dengan usahanya daripada sibuk membahagiakan ibu mertua yg selalu menindas dan menghinanya.


Ia bahkan tak memikirkan masalah jodohnya atau masih adakah pria yg mau menerimanya dengan status 'janda' nya. Ia tak peduli akan hal itu, karena yg terpenting saat ini adalah ketenangan dan kebahagian untuknya.


Ia sudah memiliki orang-orang yg bisa dipercaya. Daniel sebagai kakak yg menyayangi dan melindunginya, Theo sebagai teman dan rekan yg peduli padanya. Jonathan yg selalu siap membantunya dalam kasus hukum, serta detektif swasta yg mampu mencaritahu apapun yg ingin ia ketahui.


Kebebasannya membuatnya semakin bersyukur karena dipertemukan oleh orang-orang yg bisa dipercaya. Dan malam ini Sheira beserta ketiganya berbicara santai, dan membahas beberapa bisnis mereka.


☘☘☘


Sementara Aryo, ia pulang ke rumahnya dengan lesu. Ibunya pun sudah pulang ke rumahnya dan Pinkan pergi ke rumah orang tuanya. Kesepian yg ia rasakan pun membuatnya terhanyut dalam minuman alkohol. Ia meminumnya di ruangan kerjanya, sampai ia mabuk berat dan tertidur disana.

__ADS_1


Sementara Pinkan, ia meminta penghiburan dari ibunya karena perceraian suaminya yg membuat suaminya sedikit teralihkan. Pinkan pun pulang dengan menenteng tas belanjaan. Karena belanja adalah obat stres baginya, dan suaminya sedang tertidur di ruang kerjanya. Pinkan pun enggan mencari masalah dan hanya menyelimuti suaminya lalu kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


"Mari kita lihat Mas, kau pasti bisa melupakannya.. karena sekarang hanya akan ada kita bertiga dengan anak ini.." gumam Pinkan.


Keesokannya, Aryo pun menangani masalah hukumnya. Ia meminta Pinkan untuk mengerti karena ia harus menyelesaikannya. Dan Pinkan ia kembali bekerja di kantornya tanpa mengkhawatirkan apapun. Dan Aryo bisa bebas dengan membayar denda karena Sheira memang tidak terlalu perduli dengan hukumannya.


Setelah selesai dengan urusannya, Aryo pun kembali ke rumahnya. Ia menunggu Pinkan pulang dan akan mengajaknya untuk makan malam bersama. Aryo pun menjemput Pinkan di kantornya dan mengajaknya makan malam bersama. Kini Pinkan sudah tak ragu lagi untuk menunjukkan suaminya pada teman dan rekan kerjanya karena ia hanya akan jadi istri satu-satunya Aryo.


Mereka pun makan malam di sebuah resto yg kebetulan ada Sheira, Daniel dan Theo. Mereka bertiga juga sedang makan bersama. Hati Aryo pun kembali sakit, ia ingin mendekati Sheira tapi Pinkan menarik tangannya.


"Mas, sekarang hanya aku istrimu.." ucap Pinkan membuat Aryo tersadar bahwa dirinya telah resmi berpisah dari Sheira.


"Maaf sayang.." ucap Aryo.


Demi menjaga perasaan Pinkan, Aryo pun beralih ke resto lain dan Pinkan setuju. Sementara Daniel tersenyum melihat kedua orang itu pergi dan tak jadi makan di resto yg sama dengannya.


"Pergilah kalian para benalu.." gumam Daniel dalam hati.


Sementara Daniel, ia mengajak Sheira untuk ke US. Ia ingin mempertemukan Sheira dengan orangtuanya yg juga mencemaskan Sheira dengan berita perceraiannya.


"Baiklah, kak.. nanti aku lihat jadwalku dulu.." ucap Sheira.


"Jika kau pergi aku akan sendirian.." ucap Theo pada Daniel.


"Cih bukannya sebelumnya juga kau selalu sendirian.." ucap Daniel.


"Ya kau benar.." ucap Theo.


"Makanya jangan galak-galak jadi pria kan wanita jadi takut.." ucap Daniel membuat Sheira terkejut.


"Aku hanya menjaga image-ku agar mereka patuh bukan menganggapku sebagai pemandangan indah.. " ucap Theo.


"Sudahlah, bukannya kau bisa ikut kami.." ucap Sheira.


"Tidak bisa, perusahaanku membutuhkanku.." ucap Theo.


"Ya.. kau bekerja saja sampai jadi bujang lapuk.." ucap Daniel mengejek.


"Kau sendiri saja masih sendiri, malah mengejek orang lain.." ucap Theo.

__ADS_1


"Haha.. sudahlah sobat.. kita lupakan masalah pasangan.." ucap Daniel.


"Kalian bisa hadir di acara anniversary bakery-ku yg ke 2 tahun?" tanya Sheira.


"Tentu.." balas mereka berdua.


"Kalian kompak sekali.." ucap Sheira.


"Jawabannya sudah pasti Ara.." ucap Daniel.


"Ya.. dan momku suka kue-kue buatanmu.." ucap Theo.


"Benarkah?" tanya Sheira.


"Ya.. aku sering meminta sopirku untuk membelikannya.." ucap Theo.


"Aku pikir kau tidak pernah ke tokoku.." ucap Sheira.


"Ya.. aku hanya tidak ingin ada salah paham, kalau sekarang aku bisa mampir langsung ke bakery mu.." ucap Theo.


"Baiklah, aku menantikannya.." ucap Sheira menjelaskan beberapa menu baru untuk Theo coba saat mampir.


Dan Daniel mendapat telepon dadakan dari momnya kalau dadnya masuk rumah sakit hari ini. Daniel pun langsung memesan tiket penerbangan untuk besok pagi.


"Ada apa kak?" tanya Sheira.


"Dadku masuk rumah sakit lagi, aku harus kembali.." ucap Daniel.


"Kembalilah, aku akan menjaga Sheira selama kau disana.." ucap Theo.


"Terimakasih bro.. ingat jaga Sheira dengan baik." ucap Daniel.


"Oke.. " balas Theo.


"Maaf kak aku tak bisa ikut.." ucap Sheira.


"Tak apa, banyak yg harus kau urus untuk tokomu.." ucap Daniel.


Setelah berbincang sejenak, Daniel dan kedua orang tersebut pun pulang. Daniel langsung mempersiapkan segalanya untuk penerbangannya besok. Sheira beserta Theo pun mengantarnya di bandara.

__ADS_1


__ADS_2