Affair With Me??

Affair With Me??
EP.24 Ketenangan


__ADS_3

Sheira pun meminta pengacaranya untuk segera memasukan laporan tentang kekerasan dalam rumah tangga yg ia terima. Beserta bukti video cctv dan hasil visum dari rumah sakit. Dan Jonathan senang Sheira mau melakukan gugatan, nampaknya Sheira memang butuh teman yg bisa memberikannya masukan agar pikirannya sedikit jernih.


"Baiklah nona, dengan senang hati saya akan memberikan laporannya.." ucap Jonathan.


"Ya.. aku butuh ketenangan dan bercerai adalah solusinya.. " ucap Sheira.


"Kau sebaiknya pergi berlibur, wajahmu sangat lelah.." ucap Theo.


"Benar, kurasa anda memang harus berlibur nona Sheira. Anda terlihat begitu tertekan dengan keadaan ini.." ucap Daniel.


"Terimakasih untuk sarannya.. Aku senang bisa berteman dengan kalian.." ucap Sheira.


"Mungkin anda bisa mengajak saudara atau teman.." ucap Daniel.


"Terimakasih tapi, aku yatim piatu dan tak memiliki saudara.." balas Sheira.


"Maaf kalau begitu.." ucap Daniel malu.


"Maaf kami tak tahu Sheira.." ucap Theo.


"Oke.. tak masalah.." balas Sheira tersenyum.


Setelah pertemuan tersebut, Sheira pun memikirkan ucapan Theo dan Daniel. Ia harus beristirahat dan mencari ketenangan karena kondisinya sangat tertekan. Bahkan sampai Daniel orang yg baru ditemuinya pun berkata demikian artinya memang ia begitu kacau.


Sheira pun memutuskan untuk pergi berlibur selama beberapa hari. Ia rehat sejenak dari semua masalah dan pekerjaannya yg berat. Walaupun ia pergi sendiri, ia tak takut dan sudah terbiasa begitu.


Sheira pun memilih untuk liburan ke pulau Bali. Ia sudah menyewa resort yg akan menjadi tempat penginapannya. Dan ia akan bersantai disana menikmati laut yg tenang.


Dan Theo meminta Dony untuk mencari anak buahnya yg bisa menjaga Sheira dari kejauhan. Ia ingin Sheira berlibur dengan aman dan nyaman. Hal tersebut bukanlah hal sulit baginya. Ia sudah mendapatkan informasi mengenai keberangkatan Sheira dan juga lokasi Sheira menginap.


Selama beberapa hari Sheira di Bali, ia nampak lebih baik. Semuanya berjalan lancar dan aman, tentunya berkat penjagaan Theo dari kejauhan. Ia hanya menikmati pantai dan matahari terbenam yg indah.


Rasanya sangat menenangkan, apalagi ia juga menjalani perawatan disana agar tubuhnya terasa segar kembali dan bisa menghadapi persidangan melawan suaminya, Aryo.


"Jika senyaman ini aku jadi ingin tinggal di Bali saja.." gumam Sheira di kamarnya setelah menikmati spa yg ia lakukan di hotel tempatnya menginap.


Selama beberapa hari tersebut, Sheira juga tak banyak berkeliling karena ia tahu akan bahaya jika ia selalu pergi sendirian. Hingga ia akan berada di sekitaran hotel saja atau jalan-jalan ke pantai. Ia membeli beberapa oleh-oleh disana untuk para karyawannya yg sudah bekerja keras.


Dan tanpa sengaja Daniel juga pergi ke Bali untuk melihat bisnisnya. Ia sama sekali tak tahu kalau Sheira pergi ke Bali karena ia tak ingin terlalu jauh tahu tentang privasi Sheira ataupun Theo.


"Baiklah, semuanya berjalan dengan bagus.. aku harap kalian pertahankan kebersihannya.. jika tidak aku tak segan-segan untuk memecat kalian.." ucap Daniel.


"Baik tuan.." ucap karyawannya.


Lalu Daniel duduk di resto miliknya yg kebetulan ada Sheira disana.


"Sheira.." gumam Daniel dan tepat saat itu juga Sheira juga sedang melihat ke arahnya.


"Tuan Daniel.." ucap Sheira.


"Hai nona, aku tak tahu kalau kau berlibur disini.." ucap Daniel.


"Kau juga berlibur disini?" tanya Sheira.


"Tidak, aku hanya sedang mengontrol bisnisku.." ucap Daniel. Lalu pegawainya datang dengan penuh hormat padanya membuat Sheira paham situasinya.


"Jadi resto ini milikmu?" tanya Sheira.


"Ya.. sudah 5 tahun sejak aku kembali ke negara ini.." ucap Daniel.


"Jadi begitu.." balas Sheira.


"Memangnya kau tinggal dimana?" tanya Sheira tanpa sadar mereka mengobrol santai di tempat tersebut.


"Aku tinggal di US.. dan aku kemari karena mencari sepupuku.. " ucap Daniel.

__ADS_1


"Memangnya apa yg terjadi sampai kau tak tahu kabarnya..?" tanya Sheira.


"Kau sangat penasaran sekali.. baiklah akan aku ceritakan.." ucap Daniel.


"Jadi dia kehilangan kedua orang tuanya dan saat kondisi ayahku membaik ia terkejut mendengar perusahaan milik saudaranya sudah berada di tangan orang lain.. Jadi aku mencarinya karena khawatir akan keadaannya.. " ucap Daniel.


"Kenapa baru sekarang?? sebelumnya kalian kemana saja.." balas Sheira.


"Karena kami harus fokus pada pengobatan ayahku.. kami juga harus berpindah-pindah untuk mencari dokter terbaik yg bisa mengobatinya.. " ucap Daniel.


"Jadi begitu, semoga kau bisa bertemu dengannya.." ucap Sheira.


"Ya.. semoga begitu.." balas Daniel.


"Kalau kau butuh bantuanku katakan saja, aku masih disini 3 hari lagi.." ucap Daniel.


"Baiklah, lagipula aku hanya tinggal 2 hari lagi ada disini.. dan persidangan sudah hampir dekat.." ucap Sheira.


"Kalau begitu kau harus semangat, dan melawannya tanpa air mata.. karena ia akan menganggapmu lemah jika kau menangis." ucap Daniel.


"Terimakasih, aku tak tahu kalau aku bisa seakrab ini dengan orang yg baru kukenal.." ucap Sheira.


"Jangan sungkan, kau juga pebisnis sama sepertiku.. jadi kita bisa membicarakan bisnis jika kau butuh bantuanku.." ucap Daniel.


"Ya.. nanti aku pikirkan. " balas Sheira tersenyum.


"Kalau begitu aku kembali ke hotel.." ucap Sheira.


☘☘☘


Keesokannya Sheira pun berkeliling mencari oleh-oleh untuk semua karyawannya. Ia pun hampir mengalami kecopetan tapi ia berhasil menggagalkannya.


Plakkk..


"Ck.. serahkan semua barang berhargamu.." ucap pencopet tersebut dengan menodongkan pisau.


Sontak tempat tersebut pun menjadi ramai dan orang-orang menjadi takut. Sheira pun ingin melawan tapi seorang pria datang dan memukul pencopet tersebut dari belakang.


Bughh..bughh..


Pencopet itupun jatuh dan langsung diamankan. Ia langsung dibawa ke kantor polisi setempat oleh warga. Dan orang yg membantu Sheira adalah Daniel yg kebetulan sedang melihat-lihat kondisi sekitar untuk melihat pasar.


"Anda tidak apa-apa?" tanya Daniel.


"Ya.. aku tak apa-apa Daniel.." ucap Sheira.


"Sheira.. " ucap Daniel.


"Ya.. terimakasih atas bantuannya.." ucap Sheira.


"Sama-sama.. kau sedang beli oleh-oleh..?" tanya Daniel.


"Ya.. untuk karyawanku.." ucap Sheira.


"Kau atasan yg baik hati.." balas Daniel.


"Aku akan menemanimu, boleh kan?" tanya Daniel.


"Ya tak masalah.." ucap Sheira.


Mereka pun membeli oleh-oleh untuk kerabat dan teman mereka. Daniel juga membeli makanan kesukaan Theo.


"Ini adalah makanan kesukaan Theo dan tante Viola.." ucapnya.


"Benarkah..? aku juga ingin membelinya untuk mereka.." balas Sheira.

__ADS_1


"Kau kenal dengan ibunya Theo.?" tanya Daniel.


"Sedikit, tapi dia sempat menolongku saat aku pingsan.." ucap Sheira.


"Oh, yasudah.. ini yg mereka sukai.." tunjuk Daniel.


"Terimakasih.." balas Sheira.


Sheira pun membuka dompet miliknya saat akan membayar tagihannya. Tak sengaja Daniel melihat foto keluarga Sheira dan rasanya ia mengenal mereka.


"Itu keluargamu?" tanya Daniel.


"Ya.. mendiang ayah dan ibuku.." ucap Sheira.


"Kenapa aku merasa tak asing dengan mereka.." ucap Daniel.


"Benarkah? mau lihat dari dekat?" ucap Sheira menawarkan.


"Boleh?" tanya Daniel dan Sheira langsung memberikannya.


"Paman Chandra dan tante Salsa.." ucap Daniel.


"Eh.. kau kenal mereka?" tanya Sheira.


"Mereka paman dan tanteku, yg artinya kau adalah Ara.. sepupu yg aku cari selama ini.." ucap Daniel.


"Tunggu sebentar.." ucap Sheira menyelesaikan transaksinya di kasir.


Setelah itu, mereka mencari tempat duduk dan bicara dengan serius.


"Kau benar-benar yakin mereka paman dan tantemu?" tanya Sheira.


"Ya.. kau Ara kan??" tanya Daniel.


"Kurasa benar, hanya keluarga terdekat yg memanggilku Ara.." ucap Sheira.


"Sheira, akhirnya aku menemukanmu.. ayahku pasti senang.." ucap Daniel.


"Siapa nama ayahmu?" tanya Sheira.


"Aderson.." ucap Daniel.


"Lalu ibumu..?" tanya Sheira.


"Luciana." balas Daniel.


"Tidak, kau benar-benar sepupuku.. " ucap Sheira terkejut.


"Iya.. aku sepupumu dan kau tak sendiri sekarang.." ucap Daniel.


"Kemana saja kalian selama ini? aku kehilangan kontak kalian.." ucap Sheira.


"Maaf Ara, kami mengalami masa sulit karena ayahku bangkrut dan kami juga harus mengusahakan pengobatannya.." ucap Daniel.


"Kau tahu, aku sendirian semenjak nenek meninggal.." ucap Sheira menangis.


"Maaf, kondisi finansial kami baru membaik 5 tahun belakangan dan ayahku langsung memintaku untuk mencarimu.." ucap Daniel.


"Baiklah, kau tak boleh menghilang lagi.. nanti aku akan menemui paman dan bibi.." ucap Sheira menangis.


"Sudah jangan menangis, nanti kau juga harus membawaku ke makam orangtuamu dan nenek.." ucap Daniel.


"Baiklah.." balas Sheira menghapus air matanya.


Sungguh kejadian diluar dugaannya. Ternyata ia masih memiliki keluarga yg mencarinya. Hingga ia merasa bersyukur bisa bertemu dengan Theo.

__ADS_1


__ADS_2