Affair With Me??

Affair With Me??
EP.78 Hak Asuh


__ADS_3

Pinkan pun kini harus melakukan persidangan lagi atas hak asuh anaknya nanti. Ia pun tak menyangka jika Aryo dan Kevin bersekongkol merencanakan ini semua. Pinkan pun terdiam di dalam kamarnya, ia mulai berpikir apakah tak masalah jika anaknya diasuh oleh Kevin? Wanita yg licik itupun nampaknya tak peduli pada anaknya justru malah merasa diuntungkan karena tak harus mengurus bayi dan mendengar tangisan bayi setiap malam.


"Dengan begitu aku bebas dari tanggungjawab ini.." gumam Pinkan dalam hati.


Sejatinya Pinkan memang belum siap untuk punya anak. Gaya hidupnya yg hedon yg terbiasa akan kemewahan dan dilayani pun membuatnya tak bisa merawat bayi yg begitu melelahkan. Mia pun menggelengkan kepalanya bagaimana bisa Pinkan mrnyerahkan anaknya begitu saja.


"Kau yakin akan menyerahkan bayi ini?" tanya Mia.


"Iya mom, bayi ini butuh biaya untuk perawatan yg tidak sedikit." ucap Pinkan.


"Tapi kau takkan menyesalinya? takkan merindukannya?" tanya Mia.


"Tak apa, Kevin pasti bisa memenuhi semua keinginannya." ucap Pinkan.


"Mom harap kau takkan menyesalinya." ucap Mia.


Begitulah percakapan Mia dengan Pinkan, Mia yg berusaha meyakinkan putrinya tapi Pinkan nampaknya memang tak mau mengurus putranya. Mia pun melihatnya miris pada bayi mungil tersebut.


"Maafkan mommu nak.." gumam Mia membelai bayi mungil tersebut.


Sementara Pinkan sudah bersiap membuka lembaran baru dengan kembali bekerja di kantor Sheira. Pinkan pun masuk ke kantor tanpa dosa tapi saat ia tiba diruangannya semuanya kosong. Barang-barangnya sudah tak ada lagi.


"Apa-apaan ini??" tanya Pinkan.


"Maaf bu, tapi ini perintah bu Sheira." ucap seorang OB.


"Ck.. dia mulai cari gara-gara denganku." ucap Pinkan.


Pinkan pun menghampiri Sheira ke ruangannya. Sementara Sheira sedang mempelajari beberapa berkas.


"Kau..!" ucap Pinkan tanpa basa-basi.


"Wah, nampaknya kau sudah kembali dari masa cuti mu ya.." ucap Sheira.


"Kenapa ruanganku jadi kosong?" tanya Pinkan.


"Kenapa?? karena aku ingin merombak perusahaan ini.. aku ingin membuat banyak perubahan disini." ucap Sheira.


"Kau tidak bisa seenaknya, aku sudah lebih dulu bekerja disini." ucap Pinkan.


"Tentu saja bisa, sekarang kan aku CEO nya.. dan kau kalau tak suka silahkan mengundurkan diri." ucap Sheira.

__ADS_1


"Ckk.. dimana ruanganku.?" tanya Pinkan.


"Ruangan B12." ucap Sheira.


"Kau menempatkanku satu ruangan dengan karyawan lain?" tanya Pinkan.


"Iya, ini bukan perusahaan milik ayahmu lagi.. jadi sadarlah dan bangun karirmu dengan adil seperti karyawan lainnya." ucap Sheira.


"Aku sudah membangunnya dengan susah payah.. kau menghancurkannya." ucap Pinkan.


"Kau boleh protes tapi tunjukkan kemampuanmu." ucap Sheira.


"Atau kau bisa keluar dari kantor ini.. pilihan ada ditanganmu" ucap Sheira.


"Baiklah.." ucap Pinkan pergi dari ruangan tersebut.


Sementara para pegawai lain heboh melihat tingkah Pinkan yg baru datang. Mereka memuji Sheira karena berhasil menundukkan wanita sombong itu.


"Baguslah, aku suka bu Sheira."


"Benar, dia benar-benar adil pada kita semua."


"Semua sistemnya yg bermasalah segera diperbaiki.. walaupun perlahan tapi konsisten"


Begitulah sambutan dari orang-orang sekitar dan membuat suasana kantor lebih baik. Sementara Pinkan ia harus bekerja dari bawah bersama karyawan lainnya sebelum ia mendapatkan kembali posisinya.


☘☘☘


Pada sidang hak asuh pun Pinkan nampak tak ada beban dan akan memberikan bayi tersebut dengan mudah. Kevin pun tak habis pikir pada Pinkan dan ia justru lega karena tak harus melakukan pertarungan sengit.


Bayi tersebut pun diberikan pada Kevin dengan mudah dan Pinkan bahkan belum memberinya nama.


"Aku belum memberinya nama, kuharap kau menjaganya dengan baik." ucap Pinkan.


"Tentu saja.." ucap Kevin lalu ia membawa bayi tersebut pulang ke rumahnya.


Dan Kevin sangat bahagia karena kini anaknya akan tumbuh dengan baik. Menurut perkataan Aryo, Pinkan bahkan tak perduli pada bayi tersebut dan lebih banyak diasuh oleh ART nya. Kevin pun segera memberinya nama Archie dan sangat menyayanginya. Nasib bayi tersebut pun berubah drastis dan tumbuh dengan sehat karena Kevin memperhatikan segalanya.


Namun, berbeda dengan Pinkan. Ia memulai semuanya dengan nyaman. Tak ada lagi tangisan bayi, makanan yg harus ia makan untuk asi, tak ada lagi pompa asi yg harus ia lakukan setiap saat. Kini ia benar-benar bebebas ama seperti saat ia belum menikah.


Pinkan pun bekerja di kantor Sheira, dan hidup dengan nyaman. Tapi masalah pun muncul saat Pinkan mulai seenaknya dikantor. Ia suka menyuruh-nyuruh orang lain dan lupa diri. Sehingga ia mendapat teguran dari beberapa karyawan lain.

__ADS_1


"Bu Pinkan sekarang anda sudah bukan anak pemilik perusahaan ini lagi, jadi tolong jaga sikapmu."


"Iya.. sekarang kita sama, kau tak bisa menyuruh-nyuruh kami lagi."


"Kalau kau macam-macam kami akan mengadukanmu pada bu Sheira."


"Ck.. kalian ini dasar tukang mengadu.." ucap Pinkan kesal.


"Tak perlu mereka adukan pun aku tahu bagaimana sikapmu di kantor ini.." ucap Sheira tiba-tiba datang.


"Lalu kau mau apa?" tanya Pinkan.


"Kau bahkan tak menghormatiku sebagai atasanmu.. "ucap Sheira.


"Untuk apa? kau itu hanya ja**ng." ucap Pinkan.


"Sepertinya kau akan dapat hadiah nanti." ucap Sheira.


Sheira pun memproses surat pemecatan Pinkan karena dengan tidak sopannya ia menghina Sheira. Pinkan pun menerima surat itu dengan kesal, ia tak terima atas surat pemecatan tersebut.


"Baiklah, memangnya pekerjaan hanya disini saja." ucap Pinkan dengan sombongnya.


"Iya, baguslah.. kami akan memproses pesangon dan lain-lain." ucap Sheira.


Pinkan pun berjalan dengan angkuhnya keluar dari gedung kantor tersebut. Ia tak mau harga dirinya jatuh di hadapan Sheira. Dengan tanpa bersalah dan tanpa meminta maaf Pinkan pun keluar dari kantor dan menuju ke rumahnya.


Mia yg melihatnya pun menggelengkan kepalanya. Ia sudah tak tahu lagi bagaimana menasehati putrinya. Ia sudah bicara panjang lebar mengenai keadaan mereka tapi Pinkan tak mau mendengarnya. Rasanya Mia sudah salah mendidiknya dengan uang dan kekuasaan, hingga kini nasib Pinkan berakhir begini.


Pinkan yg sudah menjadi pengangguran pun mrncari pekerjaan kesana kemari. Ia memiliki ide untuk melamar kerja di kantor Theo, dan mungkin akan memikat Theo jika beruntung.


Pinkan pun mengajukan CV nya, dan mendapat panggilan interview. Pinkan pun berhasil lolos meskipun ia hanya sebagai pegawai biasa. Rasanya terlalu mudah untuk masuk ke perusahaan Theo.


Dan Theo tak tahu apapun mengenai Pinkan yg masuk ke kantornya mulai hari ini. Ia pun seperti biasa datang dan menyapa karyawannya.


"Selamat pagi pak.." ucap Pinkan.


"Pinkan?" ucap Theo.


"Iya, aku sekarang bekerja disini." ucap Pinkan tersenyum.


"Oke.. selamat bekerja." ucap Theo.

__ADS_1


Pinkan pun senang bisa bertemu Theo di hari pertama. Sekarang misinya adalah mendekati Theo dan merebutnya dari Sheira.


__ADS_2