Affair With Me??

Affair With Me??
EP.179 S2 : Ditinggalkan


__ADS_3

Sean pun membawa Grace ke toilet untuk membersihkan gaunnya. Dirinya pun menunggunya di luar toilet karena Nathan menitipkannya padanya. Hingga Jamie tiba setelah mendengar ulah Celine pada Grace.


"Sean, apa Grace ada di dalam?" tanya Jamie.


"Benar, baru saja dia masuk." ucap Sean.


"Oke.." ucap Jamie lalu masuk ke dalam toilet.


Jamie pun menghampiri Grace dan melihat gaun yg dikenakan Grace jadi berwarna merah terkena tumpahan jus strowbery milik Celine. Jamie pun kesal bukan main, karena mereka susah payah mendapatkan gaun tersebut. Dan kesalnya lagi nodanya sulit dihilangkan.


"Sepertinya akan sulit hilang nodanya." ucap Grace.


"Kau benar.." ucap Jamie.


"Kak aku pulang lebih dulu saja, lagipula acaranya sudah hampir selesai kan?" tanya Grace.


"Oke.. nanti aku akan bicara pada Nathan." ucap Jamie.


"Oke.. kalau begitu kita keluar saja." ucap Grace.


Grace pun keluar bersama dengan Jamie, dan Sean masih menunggunya bersama Nathan.


"Wah, nodanya separah itu." ucap Nathan.


"Iya kak.. sepertinya aku harus pulang duluan." ucap Grace.


"Aku akan mengantarmu." ucap Nathan.


"Tidak, ku bisa pulang sendiri.. kakak disini saja bersama kak Jamie." ucap Grace.


"Atau kau mau berduaan dengan Sean?" goda Nathan.


"Ehmm.." Sean pun terkejut sampai berdehem.


"Memangnya kau tak ada kerjaan Sean?" tanya Grace.


"Jadwalku hari ini memang hanya menghadiri acara Selena." ucap Sean.


"Nah, kau kutugaskan mengantar Grace pulang." ucap Nathan.


"Baiklah." ucap Sean.


"Kak, kau ini seenaknya menyuruh orang, dia itu tidak sedang bekerja pada kita." ucap Grace.


"Sean, kalau begitu aku meminta tolong bukan memberi tugas." ucap Nathan.

__ADS_1


"Baiklah, Nathan." ucap Sean.


"Ya baiklah ayo antar aku pulang." ucap Grace.


Grace pun akhirnya akan pergi bersama Sean untuk pulang ke hotel. Nathan pun harus tinggal disana bersama Jamie. Tapi saat mereka hendak pergi, Celine menghampiri dan meminta maaf.


"Grace.. maafkan aku." ucap Celine.


"Ya.. tak apa." ucap Grace dingin.


"Sungguh.?" tanya Celine.


"Iya.. kalau sudah aku duluan ya.. ayo Sean." ucap Grace menggandeng lengan Sean.


"Tu-tunggu kalian mau kemana??" tanya Celine.


Tapi Grace dan Sean terus berjalan dan menuju ke mobil Sean. Celine pun tak bisa mengejar mereka berdua dan menjadi semakin kesal. Tujuannya menarik simpati Sean dengan meminta maaf pun gagal total karena Sean semakin dingin menatapnya.


"Akh.. kenapa jadi berantakan begini?" gerutu Celine.


Sementara itu, Grace dan Sean pun tertawa melihat Celine tak mampu mengejar mereka.


"Hahaha.. aku puas sekali." ucap Grace.


"Berkatmu aku juga bisa lepas dari wanita ulat bulu itu." ucap Sean.


"Aku muak melihatnya menempel padaku dan susah lepas." ucap Sean.


"Oke.. sekarang antarkan aku ke hotel Xx." ucap Grace.


"Tak ingin pergi ke suatu tempat?" tanya Sean.


"Kau mau mengajak wanita pergi dengan pakaian begini?" tanya Grace.


"Kita bisa beli pakaian baru." ucap Sean.


"Memangnya mau kemana?" tanya Grace.


"Ikut saja denganku, aku janji takkan macam-macam." ucap Sean.


"Apa ini modus baru dari seorang bodyguard?" tanya Grace.


"Modus?? aku hanya ingin berterimakasih." ucap Sean mengelak.


"Oke.." ucap Grace mengikuti saja karena tak mungkin Sean akan melakukan hal buruk padanya.

__ADS_1


Mereka pun pergi ke sebuah toko baju dan Grace membeli baju disana. Tapi Sean yg membayar baju tersebut membuat Grace tersentuh. Padahal bajunya tak murah, mengingat Sean membawanya ke tempat yg menjual barang branded ternama. Dan Grace mulai curiga, kalau Sean bukanlah bodyguard biasa melihat jenis mobil, pakaian, jam tangan dan yg lainnya yg ia kenakan cukup mahal. Belum lagi blackcard yg ia miliki untuk membayar tagihan belanjanya.


"Terimakasih Sean." ucap Grace.


"Ya.. sekarang kau lebih nyaman kan?" tanya Sean.


"Iya.. begitulah." ucap Grace.


"Tunggu." ucap Sean melihat heels Grace dan beralih ke sepatu flatshoes yg berada di sekitar.


Sean pun mengambil sepasang sepatu yg cantik untuk Grace.


"Coba pakai ini." ucap Sean.


"Sean, kau sudah membelikanku gaun kurasa sudah cukup." ucap Grace.


"Ck.. memangnya nyaman seharian dengan sepatu ini?" ucap Sean yg menarik Grace untuk duduk di kursi.


Lalu Sean melepaskan sepatu heels Grace dan memakaikan sepatu flatshoes yg ia ambil tadi. Dan ukurannya pas untuk Grace. Orang-orang sekitar pun iri melihat bagaimana Sean memperlakukan Grace dengan sangat romantis dan manis.


"Wow kau hebat bisa tahu ukuran sepatuku." ucap Grace.


"Coba berdiri, dan rasakan apakah kau nyaman memakainya." ucap Sean.


Grace pun berdiri dan mencoba berjalan. Setelah ia merasa nyaman, Sean langsung membayar sepatu tersebut ke kasir.


"Dia benar-benar sulit ditebak.." gumam Grace melihatnya dari belakang.


Setelah keluar dari toko mereka pun pergi ke suatu tempat. Dan Sean mengajak Grace ke sebuah resto terkenal disana. Grace pun semakin memastikan kalau Sean bukan bodyguard sembarangan melihatnya berani mengajaknya ke sebuah resto mahal.


Lalu mereka memesan makanan disana dan menikmatinya. Tak ada kata-kata romantis yg ditunggu-tunggu Grace. Melainkan hanya suara garpu dan sendok. Sean pun hanya bertanya untuk memastikan apakah Grace menyukainya atau tidak. Setidaknya dia lebih memilih menikmati makanannya.


"Apa-apaan pria ini?? bahkan tak ada kata-kata romantis yg membuatku yakin kalau dia menyukaiku." gumam Grace dalam hati.


Sementara Sean, ia gugup setengah mati. Ia sampai tak tahu harus berkata apa. Tapi ia sudah sejauh ini sampai mengajak Grace makan bersama di sebuah resto mahal. Ia bahkan memilihkan sepatu yg nyaman untuk dipakai Grace dan memakaikannya. Tapi untuk jujur soal hatinya ia masih tak berani dan gugup. Padahal ia sudah nekat membawa Grace pergi berdua tanpa ijin orangtua dan kakaknya. Tapi saat sedang berdua bersama Grace, lidahnya kaku dan sangat gugup sampai tak mampu berkata-kata.


"Rasanya lebih mudah melakukan misi daripada menyatakan isi hati." gumam Sean dalam hati.


Hingga sebuah panggilan telepon pun berbunyi di ponselnya. Dan nama ayahnya pun muncul, seketika mengaburkan segalanya. Sean pun mengangkatnya dan mengira dirinya akan dimarahi karena membawa Grace pergi. Tapi justru ayahnya menelponnya karena ada misi dadakan yg mengharuskannya pergi.


"Apa kau akan segera pergi?" tanya Grace.


"Ya.. maaf Grace.. mungkin lain kali kita bicara lagi." ucap Sean.


"Baiklah, ayo antar aku pulang." ucap Grace berusaha menutupi rasa kecewanya.

__ADS_1


Sean pun mengantarkan Grace pulang ke hotel dan langsung pergi begitu saja. Karena misi yg diberikan ayahnya cukup berbahaya dan harus cepat ditangani. Grace yg kecewa pun hanya bisa menggerutu dalam hati. Entah akan seperti apa jadinya jika mereka menjalin hubungan pikir Grace.


"Rasanya seperti dibawa terbang tinggi lalu dihempaskan begitu saja." gerutu Grace dalam hati.


__ADS_2