Affair With Me??

Affair With Me??
EP.65 Pengancaman


__ADS_3

Semenjak Leon datang ke apartemen Sheira, hanya Theo dan Daniel yg bebas keluar apartemen. Sementara David dan Tio berdiam diri disana. Begitu juga dengan Sheira yg belum diijinkan keluar apartemen.


Tapi rasanya gangguan tak ada habisnya, kini Pinkan mulai berulah lagi. Dengan perut membesar ia seperti sedang tak ada kerjaan hingga mendatangi toko Sheira dan marah-marah serta akan menuntut toko tersebut lewat jalur hukum.


Ia takkan berhenti sebelum Sheira datang dan menyelesaikan hal ini. Semua ini adalah rencana Pinkan dan Haris untuk menangkap Sheira dan melakukan perjanjian damai.


Tapi Sheira tak mau gegabah, ia meminta bantuan David untuk menemaninya bersama pengawalnya. David pun menyamar seperti pengawal agar tak diketahui. Dan Jasmine menjaga apartemen karena Pinkan sudah tahu wajahnya.


"Aku sudah siap Sheira. " ucap David.


"Bagus, ayo kita berangkat." ucap Sheira.


Sheira pun menuju ke bakery tersebut, dan langsung menghampiri Pinkan.


"Ada apalagi nona? kau tak lelah dengan perut besar itu dan terus mencari masalah?" tanya Sheira.


"Kau itu curang..!! harga kuemu lebih murah.." ucap Pinkan.


"Pfff.. mau kujual berapapun tak ada undang-undangnya yg mengatur harga kue." ucap Sheira.


"Pokoknya, aku tak terima dan akan melaporkanmu." ucap Pinkan.


"Ya.. laporkan saja, karena aku juga akan melaporkanmu atas tindakan tidak menyenangkan dan mengacau di toko milikku." ucap Sheira.


"Aku akan memanggil pengacaraku." ucap Pinkan.


"Kalian hubungi polisi, mungkin wanita ini sedang stres." ucap Sheira.


"Apa kau bilang??" tanya Pinkan.


"Kalau bukan karena stress lalu apalagi?? mana ada wanita hamil mencari- cari masalah dengan orang lain?? Dimana-mana ibu hamil itu tenang, bahagia, liburan dan sebagainya." ucap Sheira.


"Lihat saja aku akan melaporkanmu."ucap Pinkan.


"Oke.. laporkan saja, nanti kita bertemu di kantor polisi." ucap Sheira.


"Kalian bawa pergi wanita ini dan laporkan ke polisi." ucap Sheira.


"Baik nona." ucap mereka.


Tak lama polisi datang begitu juga dengan pengacara Pinkan. Polisi pun menjadi bingung karena yg menjadi korban malah akan dilaporkan. Akhirnya, pengacara Pinkan pun meminta berdamai karena malu nonanya bersalah.


"Nona, anda terekam cctv sedang mengacau dan masalah harga, memangnya ada patokannya?" tanya pengacaranya tersebut.


"Ck.. suka-suka diriku.. kau itu aku bayar mahal." ucap Pinkan.

__ADS_1


"Dan aku mengundurkan diri jadi pengacaramu." ucapnya lalu pergi.


"Awas kau ya.." ucap Pinkan ingin pergi tapi ditahan oleh polisi.


"Bawa dia pak, dia sudah beberapa kali mengacau di tokoku." ucap Sheira.


"Siap nona." ucapnya.


Pinkan pun dibawa ke kantor polisi, dan Sheira pulang ke rumahnya. Mungkin Aryo yg akan menjemputnya disana. Tapi faktanya, justru Aryo sedang bersama wanita lain di sebuah bar. Ia pusing menghadapi Pinkan yg semakin lama semakin aneh tingkahnya. Bahkan ia mengabaikan kesehatannya dengan memakan makanan diet. Aryo yg sudah pusing karena selalu disalahkan oleh orang tua Pinkan pun memilih menghindar.


Dan Pinkan ia seharian berada di kantor polisi hingga Haris yg menjemputnya. Pinkan pun menangis karena Aryo tak memedulikannya. Haris pun kesal dan membawa Pinkan pulang ke rumahnya.


Sementara Sheira, ia bersama David dan pengawal lainnya menuju ke apartemen. Mereka kini tahu kalau itu hanyalah jebakan tapi jika tak ditangani Pinkan akan mengacau toko tersebut.


"Ini hanya jebakan Sheira." ucap David.


"Aku tahu, tapi kalau aku tak tiba disana tokoku bisa jadi kacau oleh ulah Pinkan." ucap Sheira serba salah.


Mobil mereka pun tiba-tiba berhenti, dan dihadang oleh mobil lain. David pun dengan cepat memutar stir kemudi dan mencari jalan lain. Ia melaju dengan cepat dan berhasil lolos dari mereka.


"Hampir saja.." ucap David.


"Ya.. sebaiknya kita pulang." ucap Sheira.


Mereka pun pulang ke apartemen dengan selamat. Dan Haris gagal menculik Sheira dan David.


Ancaman pun tak ada habisnya Sheira terima, baik dari pesan, telepon bahkan sudah menganggu bakerynya. Ia pun lelah dengan segala ancamannya. Tapi ia harus bertahan selama beberapa hari ini sampai persidangan dimulai.


Laporan kepolisian mengenai ancaman toko Sheira pun bagai angin lalu, hingga Leon meminta bantuan kakak sepupunya, Melisa.


"Kak, bisakah kau proses laporan ini?" tanya Leon.


"Apa ini? laporan pengancaman?? kenapa melalui ku memangnya ada yg menghalangi?" tanya Melisa.


"Ya kak, kasihan klienku.. tokonya hampir dibakar dan kini setiap pagi selalu ada coretan ancaman dan hinaan di tokonya." ucap Leon.


"Itu sudah benar-benar keterlaluan dan aku akan memprosesnya." ucap Melisa sepupu Leon yg bekerja di kepolisian dengan jabatan yg cukup tinggi.


Setelah laporan masuk, Haris dan anak buahnya pun berhenti melakukan gangguan. Kini mereka akan menangkap Sheira dan mencegahnya untuk datang ke pengadilan. Mereka juga akan mengambil semua barang bukti yg dimiliki.


☘☘☘


Hari persidangan pun tiba, Sheira dan rekan-rekannya pun bersiap untuk hadir di persidangan. Mereka datang bersama dengan mobil beriringan agar mereka terkecoh. Bahkan mobil mereka pun semua sama.


Leon pun berada di mobil Sheira bersama Jasmine dan seorang pengawal. Sementara Kim berada di mobil Theo dan Tio. Daniel dan David dikawal oleh beberapa bodyguard dan juga pengawal. Mobil pertama berisi Theo, Tio dan Kim, sementara Sheira ada di mobil kedua dengan Leon. Dan Daniel bersama David, mereka dimobil ketiga dengan beberapa mobil pengawal di belakangnya.

__ADS_1


Sesuai prediksi Leon, mereka akan menyerang dan mobil depanlah yg akan melawannya. Dan jika diikuti dari belakang maka mobil David dan Daniel lah yg akan melawannya.


Dan mobil mereka dikepung dari depan dan belakang. Mau tak mau mereka berhenti karena dikepung. Seketika, tim alfa pun muncul entah darimana dan mengamankan mereka.


"Kalian berhenti atau kami tembak.." ancam tim alfa.


Mereka pun tak berkutik dan ditahan langsung oleh tim alfa. Dan rombongan kembali menuju ke pengadilan. Leon pikir mereka pun tak mungkin lagi menyerang karena sudah ditahan tim alfa. Tapi ia salah, justru ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi dari belakang dan menabrak mobil mereka.


Brakkk.. Brakk


Terjadilah tabrakan beruntun di rombongan mobil mereka. Leon pun kesal dan keluar dari mobil tersebut. Ia juga menyelamatkan Sheira dan Jasmine.


"Kalian ayo keluar perlahan.. " ucap Leon.


Leon pun melihat mobil lainnya, tapi nampak yg lainnya juga selamat dan hanya luka ringan.


"Baj***an mana yg menabrakku.." umpat Leon menuju ke mobil belakang yg justru terkena dampak paling parah.


Leon pun melihat seorang pria dengan luka parah ditubuhnya. Ia pun miris melihat pria tersebut mengorbankan dirinya demi keamanan Haris dan rekannya.


Lalu polisi datang dan mengamankan lokasi. Dan leon memanggil bantuan untuk mengirimkan mobil untuk mereka karena mobil mereka rusak.


"Waktunya tak cukup lagi.." gumam Leon.


"Sebagian tim alfa menunggu mobil datang dan kami akan memakai mobil kalian." ucap Leon.


Dan berangkatlah lagi Leon beserta rombongannya di mobil tim SHIELD. Saat tiba mereka menjadi pusat perhatian dengan mobil tersebut. Juga dengan beberapa luka di tubuh mereka.


"Kalian tak bisa masuk dengan semua luka ini.." ucap Sheira.


"Bersihkan luka kalian di toilet, aku punya plester dan salep obat ." ucap Sheira.


Mereka pun merapikan tampilan mereka yg berantakan dan membersihkan luka mereka karena masih ada waktu 10 menit lagi sebelum persidangan dimulai.


Sheira pun melihat Leon yg kesulitan memakai plester di sikunya. Dan ia langsung membantunya.


"Biar kubantu.." ucap Sheira.


"Terimakasih.." ucap Leon sembari menatap Sheira dari dekat. "Kalau janda semenarik ini kenapa aku harus mencari gadis dengan rasa janda..?? akhh apa yg kupikirkan sekarang.." gumam Leon dalam hati.


"Sudah.." ucap Sheira. Kemudian ia melihat luka Theo dan membantunya mengobatinya. Seketika Leon pun menyesal karena ia menganggap kebaikan sebagai sebuah hal yg spesial.


"Sudah.." ucap Sheira tersenyum.


"Terimakasih Sheira." ucap Theo dengan membalas senyuman.

__ADS_1


"Hah.. dasar ini pasti efek terlalu lama sendiri.." gumam Leon setelah melihat pemandangan Sheira dan Theo.


__ADS_2