Affair With Me??

Affair With Me??
EP.120 Rumah Baru


__ADS_3

Pagi itu, Sheira pun sudah sibuk dengan memasak makanan dan membuat kue. Ia ingin menyambut Viola dengan baik. Dan Viola nampak memabawa beberapa makanan juga. Viola pun juga terkejut karena Theo tiba-tiba membeli rumah baru tanpa memberitahukannya.


Tapi di sisi lain, Viola senang karena artinya Theo sudah semakin dewasa dan memikirkan keluarganya. Terutama kedua anaknya yg akan lahir pastinya akan mengganggu orang sekitar jika tetap berada di apartemen.


Viola pun berbincang dengan Sheira sembari menikmati cake buatan Sheira. Ia memuji Theo yg pandai memilih rumah untuk keluarganya.


"Mom suka rumah ini, Theo pasti sudah memikirkannya dengan baik." ucap Viola.


"Mom benar, ada halaman yg luas untuk mereka bermain nanti. Dan juga ada beberapa kamar kosong, nanti mom bisa menginap disini." ucap Sheira.


"Itu yg mom suka, mom bisa menginap disini jika bayi kalian lahir." ucap Viola.


"Tentu saja, aku sudah menyiapkannya dengan baik mom." ucap Theo.


"Kau itu memang pintar menyembunyikan, kau membeli rumah tanpa memberitahu mom." ucap Viola.


"Sejujurnya aku tak membeli rumah ini .." ucap Theo.


"Lalu rumah ini milik siapa?" tanya Viola.


"Milikku, aku membeli tanahnya beberapa tahun yg lalu dan mulai membuat gambaran rumah sesuai keinginanku." ucap Theo.


"Jadi kau membangunnya dari nol??" tanya Viola terkejut.


"Mom benar, aku ingin merasakan membangun rumah dari nol." ucap Theo.


"Kau memang luar biasa dan diluar dugaanku." ucap Viola.


"Terimakasih mom, aku senang mom suka.. nanti aku akan menyiapkan kamar khusus untuk mom." ucap Theo.


"Terimakasih sayang.. kau memang pengertian." ucap Viola.

__ADS_1


Mereka pun berbincang hangat seputar rumah tersebut. Viola berkata mereka harus membuat syukuran rumah sembari berkenalan dengan para tetangga. Juga Viola tahu tempat yg tepat untuk mencari ART yg akan mengurus rumah tersebut membantu Sheira. Serta ia yg akan menyeleksi babysitter untuk menjaga kedua cucunya karena Sheira harus mengurus perusahaannya.


"Baiklah, untuk ART dan babysitter serahkan pada mom." ucap Viola.


"Benarkah mom?" tanya Sheira senang.


"Kau tenang saja sayang, mom tahu tempat yg tepat." ucap Viola.


"Terimakasih mom.. aku sangat terbantu." ucap Sheira.


"Iya sayang, pokonya kau tak boleh lelah menjelang kelahiran. Tapi juga harus banyak bergerak untuk mempermudah kelahiran, bagaimana kelas olahragamu?" tanya Viola.


"Baik mom, aku rutin kesana." ucap Sheira.


"Bagus, kau harus tetap sehat sampai anakmu lahir. Apalagi saat kedua anakmu lahir, kau akan lebih lelah lagi." ucap Viola.


"Iya mom aku mengerti." ucap Sheira.


Mereka pun memasang tempat tidur bayi lalu meletakkan lemari baju untuk bayi mereka di kamar besar tersebut. Disana juga akan ada tempat bermain nanti jika mereka sudah agak besar agar tidak merangkak kemana-mana terutama tempat yg berbahaya.


Viola dan Sheira pun menyusunnya dengan ide mereka, ternyata mereka memiliki selera dan pemikiran yg sama. Hingga proses menata kamar bayi mereka cepat selesai. Hanya tinggal merapikan beberapa pakaian bayi saja dan itu bisa Sheira lakukan saat senggang.


Karena sudah seharian mengurus kamar bayi, Sheira mengajak Viola untuk makan malam bahkan menginap di rumah mereka. Tapi Viola hanya akan makan malam bersama karena ia tak bawa baju ganti dan tak ingin merepotkan anak dan menantunya.


"Mom hanya akan makan bersama kalian, tapi mom harus pulang karena ada beberapa pekerjaan." ucap Viola.


"Baiklah mom.." ucap Sheira.


"Kalau begitu mom kapan-kapan harus menginap disini." ucap Theo.


"Tentu sayang." ucap Viola.

__ADS_1


Viola pun makan bersama mereka. Dan ia memuji masakan Sheira yg membuat Theo betah dirumah. Mereka pun menikmati makanan dan obrolan ringan. Dan setelah makan, Viola pun memilih untuk pulang bersama sang sopir. Sheira dan Theo pun mengantar momnya sampai depan gerbang dan melambaikan tangan.


Keesokan harinya, Viola pun mendatangi beberapa tempat yg menyediakan jasa ART dan juga babysitter. Ia menyeleksi langsung orang-orangnya dan menentukan orang yg tepat. Setelah itu beberapa orang tersebut pun dikirim ke rumah Theo.


Sheira pun senanh karena Viola bergerak cepat untuk membantu Sheira pindahan dan merapikan beberapa barang. Ia sangat tahu usia kehamilan Sheira sudah berat dan tak bisa banyak bergerak. Hingga akan menyulitkan Sheira saat beres-beres rumahnya. Dengan datangnta ART tersebut membuat Sheira terbantu dan bisa beristirahat dengan nyaman.


Lalu Sheira juga harus menyiapkan untuk selamatan rumah barunya dan mengundang beberapa tetangga sekitar. Setelah semua rencana matang, Sheira dan Theo pun mendatangi tetangga mereka untuk menyapa dan mengundang mereka dalam acara selamatan rumah mereka.


Setelah itu, Sheira menyiapkan makanan dibantu para ART nya. Serta kue-kue dikirimkan dari bakery miliknya karena Sheira tak sanggup membuatnya sendiri.


Acara Selamatan pun digelar dengan sederhana dan mengundang tetangga serta kerabat terdekat. David dan Tio pun ikut hadir di acara tersebut. Mereka mengucapkan selamat atas rumah baru Sheira dan Theo. Dan mereka akan mampir saat anak Sheira sudah lahir.


"Terimakasih David dan Tio kalian sudah menyempatkan diri untuk hadir." ucap Theo.


"Tentu kami akan hadir.. kita sudah seperti keluarga." ucap David.


"Ya.. jangan sungkan Sheira, Theo." ucap Tio.


"Aku harap kalian menikmati acara hari ini." ucap Sheira tersenyum.


"Aku sudah mengecek tempat ini, ternyata Theo menemukan tempat yg tepat, disini sangat aman karena ada cctv di mana-mana juga tak sembarang orang bisa memasuki tempat ini." ucap David.


"Tentu saja, aku sudah merancangnya beberapa tahun yg lalu." ucap Theo.


"Aku senang mendengarnya darimu David. Datanglah sesekali kemari untuk berkumpul." ucap Sheira.


"Tentu, nanti aku akan mampir saat sedang libur." ucap Theo.


"Aku juga akan datang." ucao Tio.


Mereka juga mengobrol dengan para tetangga dan menyapanya langsung. Dan respon para tetangga ada bermacam-macam, ada yg ramah, ada yg sombong, ada juga yg acuh tak acuh, ada juga yg tak datang. Tapi itu adalah hal normal karena memang rata-rata setiap tetangga pasti ada yg begitu. Tapi 70% tetangga mereka cukup baik dan ramah.

__ADS_1


Sheira dan Theo pun senang bisa mengadakan acara selamatan dengan baik. Viola juga ikut membantu dan hadir disana menemani. Sementara Daniel, ia tidak bisa hadir karena sedang banyak pekerjaan. Daniel dan Jasmine hanya mengirimkan hadiah ke rumah Sheira dan Theo sebagai ucapan selamat. Mereka juga melakukan panggilan video untuk mengobrol dan melihat baby Samuel. Tampak mereka ingin kembali tapi Daniel sangat sibuk hingga hanya bisa melakukan panggilan video dari jauh. Daniel juga menyapa David dan Tio. Persahabatan mereka pun cukup erat dan seperti keluarga hingga mereka akan saling support satu sama lain.


__ADS_2