
20tahun yg lalu, Tio merupakan anak tunggal dari pasangan bernama Jeremi dan Nindy. Mereka hidup bahagia dan damai. Pekerjaan Jeremi adalah seorang pengacara yg menangani kasus ketidakadilan, dan sebagai pengacara ia cukup cerdik dalam menangani setiap kasusnya.
Tio pun begitu mengagumi sosok ayahnya, ia sampai pernah bercita-cita menjadi seorang pengacara seperti ayahnya. Hingga suatu hari saat sedang weekend, Tio pun sering menginap di rumah neneknya. Ia begitu bahagia karena neneknya paling menyayanginya dan selalu membuatkan makanan kesukaannya.
Ayah dan ibunya pun selalu mengantar dan menjemputnya jika ingin ke rumah neneknya. Tapi sebelum Tio pergi ayahnya menunjukkan sebuah brankas rahasia miliknya. Dan ia diberitahu kode rahasia brankas tersebut. Anak laki-laki berusia 10 tahun itu pun mengerti apa yg dijelaskan ayahnya. Dan ia mengingat kode brangkas tersebut sesuai keinginan ayahnya. Tapi Jeremi bilang kalau ini adalah rahasianya dengan Tio dan bocah laki-laki itupun senang.
Hingga Jeremi mendapat kabar kematian Chandra, salah seorang yg memercayakan beberapa tanggungjawab sebagai pengacara padanya. Ia pun segera mengurus segala sesuatu mengenai kematian Chandra beserta istrinya. Dan Tio diantar oleh ibunya ke rumah neneknya. Nindy pun menemani Tio kerumah neneknya karena sudah lama tak mampir karena biasanya mereka hanya mampir sebentar lalu pulang.
Sementara Jeremi mengunjungi rumah sakit tempat Chandra dan istrinya sempat dirawat. Setelah dinyatakan meninggal mereka langsung mengurus jenazahnya sesuai keinginan keluarganya. Jeremi pun mendengar penjelasan penyidik yg menurutnya berbeda. Ada yg bilang kalau ini adalah kecelakaan, ada juga pihak yg menyebut kalau ini adalah pembunuhan berencana.
Hingga Jeremi dan seorang penyidik yg merasa curiga akan kasus ini merupakan pembunuhan pun bertemu. Mereka sempat bercerita dari sudut pandang masing-masing. Lalu Jeremi menghadiri pemakaman Chandra dan istrinya.
Setelah itu ia pulang kerumah dan menghubungi istrinya kalau ia akan segera pulang. Istrinya yg sudah dirumah pun sudah menunggunya sedari sore. Nampak ada orang-orang yg mencurigakan di depan rumah mereka. Tapi Nindy tak mau meladeninya dan membiarkannya saja hingga mereka tak terlihat lagi di cctv.
Lalu tiba-tiba, muncul suara dari halaman belakang membuat Nindy takut ada pencuri yg masuk ke rumahnya. Ia pun menghubungi suaminya agar lebih cepat pulang karena ada pencuri di halaman rumahnya. Dan Jeremi langsung mempercepat laju mobilnya.
Tapi begitu tiba di rumah, ia terkejut karena pintu rumahnya tak terkunci dan ia melihat istrinya tergeletak tak sadarkan diri dengan darah yg mengalir. Kemungkinan besar istrinya ditembak oleh seseorang. Dan muncullah beberapa orang yg bersembunyi menyerang Jeremi. Ia yg tak berdaya pun dipaksa untuk berbicara mengenai sesuatu. Tapi Jeremi tak memberikan apa yg diminta mereka hingga, salah seorang dari mereka menembak kepalanya.
Dorr..
__ADS_1
Seketika Jeremi pun tewas di tempat. Namun, anehnya para tetangganya tak mendengar suara tembakan apapun. Hingga Tio pun datang bersama neneknya keesokan harinya. Tio dan neneknya pun cemas karena Nindy dan Jeremi tak merespon panggilan telepon mereka. Hingga sang nenek mengantarkan Tio pulang.
Sesampainya disana nampak Tio dan sang nenek histeris melihat Jeremi dan Nindy tewas ditempat. Beberapa tetangga pun mendekat karena mendengar suara jeritan sang nenek. Mereka pun ikut terkejut melihat Jeremi dan Nindy tewas dengan berlumuran darah. Langsung saja, para tetangga menghubungi polisi dan rumah Tio langsung ditutup untuk penyelidikan. Nampak Tio begitu terpukul atas kejadian ini.
Sementara sang nenek menangis melihat anak dan menantunya tewas meninggalkan anaknya hidup sebagai yatim piatu. Kondisi Tio lebih memprihatinkan lagi, ia bahkan terdiam setelah menangis selama 1 jam. Bocah laki-laki tersebut pun masih tak memahami alasan kenapa orangtuanya dibunuh karena tak ada satupun barang berharga dirumahnya yg hilang.
Penyidik pun mengintrogasi sang nenek dan Tio, beserta para tetangga. Dan mereka mengecek cctv rumah Tio. Tio pun menunjukkan semua cctv dan ia juga melihat apa yg terjadi dirumahnya. Bocah laki-laki tersebut pun melihat kekejaman yg dilakukan beberapa orang pada kedua orangtuanya.
Dan demi psikologisnya, pihak penyidik pun menghentikan Tio yg melihat video menyakitkan tersebut.
"Mereka kejam sekali, siapa mereka pak?" tanya Tio kesal.
Dan beberapa hari setelah penyelidikan, ditemukan hal yg tak masuk akal. Dimana kasus tersebut ditutup dengan ditangkapnya salah seorang pembunuh tersebut. Dan anehnya tak ada yg tahu motif pembunuhan tersebut dan menyebut kalau itu hanyalah sebuah dendam. Tio yg masih berusia 10 tahun pun tak mengerti apa yg disampaikan. Dan neneknya hanya memintanya untuk bersabar akan masalah ini mengingat usianya masih belum dewasa.
Hingga setelah Tio beranjak remaja, ia mencoba mencaritahu dari cctv dan juga artikel yg ada. Nampak tak ada yg masuk akal dari berita tersebut, seolah-olah itu adalah berita yg sengaja dibuat untuk menenangkan keluarga. Padahal ia melihatnya dengan jelas dari cctv kalau mereka sempat mengancam ayahnya dan jumlah mereka cukup banyak. Dan yg anehnya para tetangganya tak mendengar suara tembakan padahal orang tuanya ditembak di beberapa titik.
Tio pun berusaha melaporkan kejanggalan kasusnya saat usianya dinyatakan sudah dewasa tapi pihak kepolisian menolaknya dan menyatakan kasusnya sudah ditutup dan tersangka sudah ditahan.
Kemudian ia bertemu salah seorang penyidik yg juga merasa curiga pada kasus ayahnya. Penyidik tersebut juga menceritakan kalau pembunuh orangtuanya sudah dibebaskan membuat Tio terkejut. Tio pun berusaha meminta bantuannya tapi penyidik tersebut pun menolak karena ia tak punya wewenang atas hal tersebut. Ia juga meminta Tio untuk berhati-hati karena nampaknya dalang dibalik ini semua sangat berbahaya.
__ADS_1
Tio pun tetap keras kepala ingin mencaritahu kebenarannya dan menangkap pelakunya, hingga membuat penyidik tersebut tergerak hatinya untuk membantu. Saat ia sudah menemukan titik terang mengenai pelaku, ia dituduh melakukan pelanggaran dan dipecat oleh kantornya.
Dan Tio, ia mendapatkan ancaman. Ia diikuti dan nyaris mati dipukuli oleh beberapa orang. Dan penyidik tersebut pun sudah tahu akan terjadi hal tersebut, hingga ia mengikuti Tio. Dan ketika mereka hendak mengeksekusi Tio, ia mambantunya dan Tio pun selamat.
Setelah insiden tersebut, keduanya sepakat untuk berpindah dan bersembunyi hingga situasi mereda. Dan mantan penyidik tersebut pun membantu kepindahan Tio dan neneknya. Ia merasa bersalah tak mampu menyelesaikan kasus orangtuanya.
"Nak anggaplah, hanya ini yg bisa kulakukan untuk membantumu karena gagal mendapatkan keadilan untuk orangtuamu.." ucapnya.
"Terimakasih paman." ucap Tio.
"Kau hiduplah dengan baik di kota lain, masa depanmu masih panjang." ucapnya.
"Tapi bagaimana dengan paman, paman kan sudah dipecat.." ucap Tio.
"Kau tenang saja, orang dewasa selalu punya cara dalam mengatasi masalahnya." ucapnya lalu ia membantu Tio untuk pindah ke sebuah kota terpencil untuk mendapatkan keamanan.
Setelah pertemuan Sheira dan Daniel, Tio pun mengingat kembali masa lalu yg kelam dalam memorinya. Masalalu yg ingin ia kubur dalam-dalam mengingat betapa menyakitkannya insiden tersebut. Bahkan ia sampai harus berpindah tempat demi keamanannya dan juga neneknya.
"Sejujurnya aku masih belum bisa tenang, tapi mereka adalah orang-orang yg berbahaya.. Selama ini hidupku sudah cukup baik dan nenek hanya ingin aku hidup dengan baik.." gumam Tio dalam hati.
__ADS_1
Selama perjalanan pulang memori mengenai masalalunya kembali terbayang membuatnya merasa sedih. Ia pun lantas mengunjungi makam kedua orangtuanya dan juga neneknya yg telah tiada. Ia menangis sepuasnya disana, lalu pulang ke rumahnya.