
Theo pun melihat isi rekaman tersebut di laptopnya. Ia sungguh penasaran dengan isi dari disk yg diberikan oleh ayah Sheira. Disk yg katanya mampu melindungi Theo dan keluarganya dari Haris, Toni dan Luis.
Itu adalah percakapan yg direkam oleh Chandra dari kamera kecil yg ia selundupkan di sebuah ruangan. Ia sengaja melakukannya karena tahu, Haris melakukan pergerakan yg mencurigakan. Chandra pun tak menyangka akan ditusuk dari belakang oleh sekertarisnya sendiri.
Disana terlihat ketiga orang yg disebut Andre tengah berbincang. Mereka membahas mengenai project F yg akan berada di tangannya. Dan juga Haris yg meminta bantuan Luis dan Toni untuk merebut Golden Company. Terdengar dengan jelas apa yg dikatakan ketiganya bahwa mereka merencanakan pembunuhan atas Chandra dan pengacaranya.
Semua karena Haris tahu semua hal tentang Chandra, Haris tahu kalau Jeremi adalah pengacara kepercayaannya yg menyimpan surat wasiat miliknya. Hingga Andre yg akan mereka manfaatkan untuk menjatuhkan Chandra. Tapi saat mereka tahu Andre adalah teman baik Chandra, mereka juga akan menghabisinya jika ia tak mau bekerjasama.
"Tuan Andre adalah teman baik Chandra, rasanya sulit baginya untuk berkhianat." ucap Haris.
"Kalau begitu ya, kita bereskan saja.." ucap Luis.
"Ya.. kalau dia tak bermanfaat untuk kita, kita tinggal menyingkirkannya." ucap Tony.
Theo yg menyaksikan dan mendengar rekaman tersebut pun mengepal geram. Ia sungguh kesal mendengarnya. Ingin rasanya hari ini ia mencari ketiga orang tersebut dan membuat perhitungan dengan mereka.
Tapi di tempat lain, Viola tengah mematung menyaksikan apa yg Theo saksikan dibelakangnya. Nampan yg berisi piring buah pun jatuh berserakan membuat Theo terkejut dan melihat ibunya di belakangnya.
Prankkk...
"Akh mom.." ucap Theo langsung menarik momnya menjauhi pecahan piring tersebut.
"Theo, itu apa?" tanya Viola.
"Itu, rekaman yg ditinggalkan dad.. rekaman yg diberikan oleh paman Chandra pada dad untuk melindungi kita. " ucap Theo.
"Ja-jadi kita bisa bertahan karena rekaman ini?" tanya Viola.
"Kemungkinan begitu mom, tapi nampaknya yg dad berikan hanyalah salinannya. Dan ini rekaman aslinya." ucap Theo.
__ADS_1
"Tidak.. Theo kita harus melaporkannya ke polisi." ucap Viola.
"Ssttt.. mom tenang dulu.. " ucap Theo.
"Mom, dad berpesan untuk jangan percaya pada siapapun, begitu juga dengan rekanku David.. Ia tahu siapa saja orang-orang yg sudah disuap oleh Haris untuk menutupi semuanya." ucap Theo.
"Jadi apa yg harus kita lakukan?" tanya Viola.
"Kita harus mengamankan barang bukti ini.. dan juga harus mencari orang yg bisa dipercaya karena Haris sangat licik. Dia bersama dua orang temannya bernama Luis dan Toni." ucap Theo.
"Toni pejabat pemerintahan, dan Luis adalah pebisnis licik yg dihindari oleh dadmu." ucap Viola.
"Terimakasih mom infonya, sekarang aku harus mengecek buku rekening yg ditinggalkan dad." ucap Theo.
"Ini dari bank di Swiss..?" tanya Viola.
"Benar mom, aku harus kesana dalam waktu dekat.. Tapi masih banyak hal yg harus aku caritahu disini." ucap Theo.
"Mom juga, kita tak tahu kapan mereka bisa menyerang mom." ucap Theo.
"Mom akan keluar negeri dengan alasan traveling, sementara mereka tak bisa melacak mom." ucap Viola.
"Mom, aku akan menaruh orang terbaik untuk menjaga mom." ucap Theo.
"Iya nak, mom tahu itu." ucap Viola.
Baik Sheira maupun Theo, menemukan petunjuk masing-masing yg saling berkaitan. Mereka pun masih terus mencari petunjuk lain untuk menyesaikan kasus ini. Begitu juga dengan Tio yg diam-diam mencari catatan ayahnya, yg bisa menjadi alat untuk membantu penyelidikan.
Tio pun kembali ke rumah lamanya, ia kembali mencari catatan ayahnya, catatan apapun yg berisi kegiatan atau semacamnya. Ia mengingat ayahnya selalu menulis sesuatu di buku berwarna hitam. Ia pun mencarinya di setiap sudut rumah tersebut. Ia sudah mencarinya ke semua tempat penyimpanan tapi tidak menemukannya.
__ADS_1
Tio hanya menemukan sebuah kunci yg terselip di antara buku-buku. Di sana juga ada secarik kertas yg bertuliskan "Barang bukti". Tio pun menyimpan buku tersebut dan mencari catatan harian yg sering ditulis ayahnya. Terakhir, Tio pun mencari di area tempat tidur. Ia melihat dibalik kasur tersebut dengan mengangkatnya, tapi tak ditemukan apapun. Lalu ia mencari di bantal-bantal karena mungkin diselipkan disana, tapi tetap tak ada.
Tio pun terduduk lemas, ia tak tahu lagi dimana harus mencari catatan tersebut. Ia membaringkan tubuhnya di lantai, dan merasa lantainya ada yg aneh. Ada bagian yg tidak sama rata yg hanya ditutupi dengan karpet tebal. Bagian tersebut sangat terasa jika kita sedang berbaring.
Tio yg penasaran pun membuka karpet tersebut. Nampak disana ada lantai yg terbuat dari kayu khusus tersebut terlihat tak menempel. Tio pun semakin penasaran dan mengangkat lantai tersebut.
Krettt..
Terlihat sebuah pintu rahasia yg digembok, Tio pun melihat dengan seksama dan mencocokan dengan kunci yg ia temukan di buku tadi. Kunci yg ternyata adalah pasangan gembok tersebut, dan Tio langsung membukanya. Tapi sebelum itu, ia mengunci rapat-rapat pintu kamar tersebut agar tak ada yg bisa masuk kesana.
Setelah Tio berhasil membuka gembok tersebut, ia melihat ada tangga yg menuju ke bawah. Langsung saja ia turuni tangga tersebut karena penasaran akan apa yg ayahnya lakukan di ruang rahasia tersebut.
"Ada apa ini semua??" gumam Tio terkejut melihat isi ruangan yg seperti gudang penyimpanan.
Dilihatnya ada banyak loker disana, loker yg ditulis sebuah nama seseorang. Disana ada nama Haris, Luis, dan juga Toni. Ada juga beberapa nama lainnya. Tio yg penasaran pun ingin membukanya, tapi terkunci dengan rapat. Ia pun berkeliling mencari kunci tersebut. Hingga ia menemukan kunci yg terdapat di sebuah kotak. Ia pun membuka isinya satu persatu, ia cukup terkejut karena melihat barang bukti kejahatan yg mereka lakukan.
Tio pun mengamankan barang bukti tersebut di dalam tasnya. Dan akhirnya ia menemukan buku catatan yg ditinggalkan ayahnya. Disana tertulis beberapa agenda yg ayahnya tulis.
Serta terdapat pesan yg dituliskan oleh Jeremi.
"Tio jika kau menemukan ruangan rahasia ini ayah harap kau menjaganya dengan baik. Tempat ini terhubung ke beberapa tempat di area rumah kita dimana kau bisa keluar atau kabur jika ada seseorang yg ingin menangkapmu tanpa mereka tahu.
Disetiap loker terdapat nama-nama orang yg berbuat kejahatan. Ayah sudah menandainya. Gunakan untuk kebaikan terutama jika kau mendapat masalah dikemudian hari dengan orang-orang tersebut.
Maafkan ayah jika menyeretmu ke dalam masalah ayah, ayah harap kau tak pernah menjadi seperti pengacara seperti ayah karena pekerjaan ini cukup berbahaya. Jadilah dokter, guru atau pebisnis, yg penting kau mampu hidup mandiri.
Ingat dibuku ini ada petunjuk mengenai ruangan ini, dan langsung tutup lantai atas jika kau masuk kemari dari bawah. Kau bisa menguncinya dari dalam dan keluar lewat jalan lain. Ayah harap hidupmu baik-baik saja dimasa depan. "
Tio pun langsung mengikuti apa instruksi dari ayahnya tersebut. Ia langsung menguncinya dan menutup lantai tersebut. Lalu Tio pun keluar lewat jalan lain yg ternyata adalah pintu belakang rumahnya. Ia keluar perlahan setelah mengamankan barang bukti dan mengunci semuanya dengan rapat.
__ADS_1
"Ayah terimakasih, aku adalah seorang dokter bukan pengacara. Tapi aku memang butuh barang bukti ini untuk bisa hidup tenang." gumam Tio dalam hati.
Tio pun kembali ke persembunyiannya di rumah David tanpa ada yg mengikutinya. Ia akan pergi ke US jika keadaannya memburuk sesuai instruksi David.