Affair With Me??

Affair With Me??
EP.75 Sebuah Hubungan


__ADS_3

Sheira dan Theo pun bekerja keras untuk membuat project F tersebut sebaik mungkin. Kini mereka tengah mengurus ini dan itu menjelang akan dibangunnya bangunan besar tersebut. Theo pun menghubungi beberapa orang ahli dibantu oleh Daniel.


Sementara Sheira membantu mengontrol project tersebut. Lalu ditambah lagi dengan Miracle Company yg kini harus dipegang Sheira. Ia yg tak punya bekal dalam mengurus perusahaan besar pun meminta bantuan Theo dan juga Daniel.


Mereka berdua pun mengajari Sheira dengan perlahan, sembari Sheira yg juga melihat catatan ayahnya. Hingga Sheira memutuskan untuk mengganti nama Miracle Company menjadi Golden.corp kembali.


Sheira juga harus mengurusi rapat dengan beberapa dewan. Sejujurnya ia sangat gugup akan hal ini, ia terbiasa membuat kue dan sejenisnya kini harus mengurus perusahaan besar. Dan ia harus banyak belajar sebelum menangani perusahan peninggalan ayahnya.


Dan kini Sheira sedang mengikuti rapat dewan. Mereka pun menyepelekan Sheira karena backgroundnya yg lulusan sekolah memasak. Mereka pun sempat tertawa begitu membaca tentang biodata Sheira.


"Kalian boleh tertawa sepuas kalian, tapi aku juga berhasil membuka 10 cabang bakery dalam waktu 2 tahun." ucap Sheira.


"Lalu bagaimana anda akan mengurus perusahaan kedepannya?" tanya salah seorang.


"Pertanyaan bagus, aku akan belajar mengurusnya karena perusahaan ini atas namaku bukan?" tanya Sheira.


"Jika anda tak mampu bagaimana?" tanya salah seorang lagi.


"Yah, mau bagaimana lagi kalau aku tak mampu paling perusahaan ini bangkrut dan kalian semua jadi pengangguran.. bukankah begitu?" tanya Sheira.


"Anda benar-benar keterlaluan nona.."


"Iya anda tak bisa begitu.."


"Lalu kalian ingin aku apa?? aku tak bisa menjanjikan sesuatu pada kalian karena aku terbiasa mengurus bisnis lain, tapi semua bisa berjalan dengan baik jika kita bekerjasama dan saling membantu." ucap Sheira.


"Bukankah ada pepatah mengatakan kalau kita bisa karena terbiasa..?" tanya Sheira membuat mereka bungkam.


"Baiklah nona, tapi tunjukan kemampuan anda." ucap salah seorang.


"Ya.. untuk itu aku butuh kerjasama kalian.. jika kalian mempersulitku artinya sama saja dengan kalian ingin menghancurkan perusahaan ini." ucap Sheira.


"Baiklah nona kami akan berusaha sebaik mungkin." ucap mereka.


"Oke apa ada lagi pertanyaan?" tanya Sheira.

__ADS_1


"Bagaimana dengan nasib ibu Pinkan? " tanya salah seorang.


"Oke.. kirimkan aku berkas mengenai pegawai tersebut." ucap Sheira.


"Ibu Pinkan mendapat perlakuan khusus selama ini." ucap salah seorang.


"Iya tapi mulai sekarang status akan sama dengan kalian, untuk itu aku akan memanggilnya setelah cuti melahirkannya selesai." ucap Sheira.


"Baiklah nona, nanti kami akan mengirimkannya."


"Oke jika tak ada lagi pertanyaan, rapat kita tutup." ucap Sheira.


Setelah itu Sheira meninggalkan ruangan dan menuju ke ruangannya. Ia pun langsung gugup setelah berhadapan dengan mereka.


"Aku berhasil mengatasi mereka.. aku harus tetap tenang." gumam Sheira dalam hati.


Sementara pada anggota dewan sesungguhnya masih belum mempercayai Sheira. Tapi mereka sedikit senang mendengar kalau status Pinkan akan menjadi sama seperti yg lainnya dan tak ada perlakuan khusus.


Sheira pun melihat biodata Pinkan dan mengeceknya. Ternyata benar ia mendapatkan perlakuan khusus dan juga ruangan khusus. Melihat kemampuannya Sheira pun mempertahankannya walaupun tahu mungkin wanita itu bisa membuat masalah kedepannya.


Kehadiran Sheira nampaknya disambut baik oleh beberapa orang disekitarnya. Dan hal itu membuat Daniel tenang artinya Sheira bisa memulai semuanya dengan baik dan lebih berani.


"Terimakasih kalian sampai datang kemari." ucap Sheira.


"Ya tentu aku pasti datang." ucap Theo tersenyum.


"Aku juga pasti datang, mana mungkin adikku sendiri aku lupakan." ucap Daniel.


"Semua berkatmu kak." ucap Sheira.


"Wah tuan Leon juga memberimu selamat .." ucap Theo melihat deretan buket bunga.


"Iya.. aku menerimanya pagi ini." ucap Sheira.


"Nampaknya dia mendapatkan project besar setelah kasus kemarin selesai." ucap Daniel.

__ADS_1


"Mungkin saja kak." ucap Sheira.


Mereka pun tak lama makan siang di luar. Lalu Sheira kembali lagi ke kantornya. Ia masih harus mempelajari perusahaan tersebut. Dan mengenai catatan ayahnya cukup berguna dan beberapa masih digunakan di perusahaan tersebut.


"Lihat bahkan kalian masih menggunakan sistem yg dibuat oleh ayahku." gumam Sheira saat melihat dokumen.


Sheira pun belajar dengan cepat dan dapat mengontrol semuanya. Walaupun kinerjanya lambat tapi tak ada kesalahan dan keterlambatan pada tenggat waktu. Hal itu membuat para dewan mempertimbangkannya. Dan juga perlahan Sheira pasti akan terbiasa dengan pekerjaan kantor.


Komuniskasinya dengan Theo pun semakin erat terjalin dengan banyaknya kerjasama perusahaan mereka. Belum lagi F project yg sedang berjalan. Sheira banyak belajar dari Theo, dan ia selalu banyak bertanya mengenai perusahaan. Theo yg sudah lama bekerjasama dengan perusahaannya pun menjelaskan beberapa hal dan juga beberapa orang penting.


Theo pun selalu bersikap manis dihadapan Sheira. Ia mendekatinya perlahan agar trauma akan perceraian di masa lalu Sheira bisa hilang. Mereka pun sering bertemu dan makan malam bersama. Orang-orang pun semakin yakin kalau mereka adalah pasangan.


Tak jarang demi memuluskan bisnis mereka, mereka hadir dalam sebuah pesta sebagai pasangan. Seperti saat ini, mereka menghadiri acara yg dibuat oleh perusahaan Aryo. Disana ada Aryo beserta Pinkan juga turut hadir.


Pinkan pun kesal melihat Sheira mendapatkan segalanya. Mulai dari bisnis pribadi, Perusahaan, hingga Theo pria yg tak bisa ia taklukkan. Begitu juga dengan Aryo yg hanya menatapnya dengan tatapan sendu. Dalam hatinya ia menyesal pernah menyakiti Sheira hingga wanita itu pergi dari hidupnya. Dan ia justru memilih Pinkan yg ternyata membohonginya.


Aryo pun melihat Sheira yg cantik sekali pada malam itu. Tapi ia sadar ada Pinkan disampingnya, wanita yg akan ia tinggalkan jika memang bayi mungil mereka adalah anak dari Kevin.


"Jika benar apa yg Kevin katakan padaku, aku akan meninggalkan Pinkan dan mengejar Sheira wanita yg kucintai." gumam Aryo dalam hati.


Sheira pun berpasangan dengan Theo dan mereka berdansa berdua.


"Bagaimana ini aku tak bisa?" tanya Sheira.


"Ikuti saja langkahku perlahan." ucap Theo yg mengajari Sheira berdansa.


Mereka pun nampak serasi membuat semua orang iri, termasuk Aryo dan Pinkan. Pinkan pun mengajak Aryo berdansa juga karena tak mau kalah. Mereka pun berdansa juga di lantai tersebut. Lalu Sheira dan Theo berhenti karena disana mulai ramai dan agar yg lainnya bisa berdansa bergantian.


Disana juga ada seorang pria yg menatapnya dari kejauhan.


"Kak, sudahlah dia sudah milik orang lain." ucap seorang wanita.


"Tapi Viv.. mereka hanya berpura-pura." ucap pria yg tak lain adalah Leon.


"Kak wanita bukan hanya 1 tapi ada banyak." balas wanita itu lagi.

__ADS_1


"Aku mengerti.. " ucap Leon.


__ADS_2