
Setelah mencari banyak informasi serta mempertimbangkan banyak hal, akhirnya David tahu siapa Sheira yg sesungguhnya. Dan ia akan mengajak Sheira bersekutu untuk menghancurkan Miracle Company. David pun berencana untuk mengajak Sheira dan Daniel untuk bertemu.
Kebetulan Sheira sedang bersama Daniel, hingga ia bisa langsung berbicara pada Daniel.
"Kak, informanku mengajak kita bertemu.." ucap Sheira.
"Aku juga?? tapi baiklah Ara.. kapan?" tanya Daniel.
"Malam ini di gedung C.." ucap Sheira.
"Oke.." balas Daniel.
Dan malam pun tiba, Sheira beserta Daniel pun menuju ke tempat yg diminta oleh detektif swasta tersebut. Sheira pun menghubunginya setelah tiba di lokasi.
"Kau dimana? aku sudah di area parkir.." ucap Sheira.
"Tunggu sebentar, aku akan keluar.." ucap David.
"Oke." balas Sheira.
Sheira pun menunggu bersama Daniel. Awalnya Daniel merasa curiga hingga ia meminta Sheira untuk berhati-hati.
"Apa kau mempercayai informanmu?" tanya Daniel.
"Ya.. dia cukup hebat dalam menggali informasi." ucap Sheira.
"Aku curiga, kenapa dia mengajak kita ke gedung ini.. hati-hatilah.." ucap Daniel.
"Baik kak.." balas Sheira.
Tak lama David pun keluar dan mengarahkan mereka ke suatu tempat. Bahkan sampai mobil mereka juga disembunyikan di sebuah garasi.
"Ehmm.. ini milikmu?" tanya Daniel melihat koleksi motor dan mobil yg ada.
"Begitulah, dan tenang saja kalian aman disini.." ucap David.
"Oke.." ucap Daniel.
"Mari nona dan tuan, ikuti aku.." ucap David.
"Sebenarnya ada apa?" tanya Sheira.
"Ada hal penting yg ingin aku bahas dengan kalian." ucap David.
__ADS_1
Hingga mereka tiba di sebuah ruangan dan David menyalakan lampunya.
"Maaf disini gelap karena memang sengaja jarang kuhidupkan lampunya.." ucap David lalu menyalakan lampunya.
"Tempat apa ini?" tanya Sheira terkejut dengan papan berisi informasi Miracle Company.
"Kau serius sekali pada kasus kami.." ucap Daniel.
"Karena ini bukan hanya tentang kasus kalian, aku juga korban mereka.." ucap David.
"Maksudmu korban?" tanya Sheira.
"Biar aku perkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku David Sanjaya.. aku dulu ada di divisi penyelidikan di Xxx.." ucap David.
"Wow.. tapi kenapa kau sekarang bekerja sendiri?" tanya Daniel.
"Pertanyaan bagus, alasannya karena aku dipecat. " ucap David.
"Memangnya kau berbuat apa sampai dipecat?" tanya Sheira.
"Aku menyelidiki kasus pembunuhan orangtuamu dan pengacara Jeremi beserta istrinya." ucap David.
"Pantas kau tahu banyak hal.." ucap Sheira.
"Oke.. ide bagus,." ucap Sheira.
"Kau yakin Ara?" tanya Daniel.
"Ya.. kak, kurasa David tahu banyak dan dengan cepat mendapatkan informasi.." ucap Sheira.
"Terimakasih nona Sheira.. walaupun sesungguhnya kita harusnya ada 1 orang lagi yg bergabung.." ucap David.
"Maksudmu dr.Tio kan?? aku sudah membujuknya tapi ia tak mau.." ucap Sheira.
"Aku juga sudah melakukannya.. tapi yasudahlah semoga saja usaha kita tak sia-sia.." ucap David.
Kemudian David dan Sheira pun berbagi informasi. Sedangkan Daniel mendengarkan mereka, sesekali Daniel juga berkomentar dan mengatakan apa saja yg ia tahu. Daniel pun siap membantu David dalam penyelidikannya.
David pun menjelaskan sebagian rencananya dan Sheira pun setuju, sisa rencananya tergantung pada respon dari rencana awal.
"Baiklah, terimakasih nona Sheira dan tuan Daniel.." ucap David.
"Sama-sama David, kau bisa memanggilku Sheira saja.." ucap Sheira.
__ADS_1
"Dan panggil aku Daniel.." ucap Daniel.
"Oke Sheira dan Daniel, mulai hari ini kita bersekutu.. aku takkan menuntut bayaran juga padamu Sheira." ucap David.
"Ya.. tapi jika kau butuh sesuatu katakan saja.." ucap Sheira.
"Tentu.." balas David.
"Dan aku punya orang-orang yg bisa diandalkan.." ucap Daniel.
"Oke.. menarik sekali Daniel, nanti aku pasti membutuhkannya." ucap David.
Kemudian Sheira dan Daniel pun kembali ke apartemen. Mereka berharap usaha mereka bertiga membuahkan hasil. Dan Sheira pun tersenyum setidaknya ia tahu kalau ayahnya bukan rumor yg dibicarakan banyak orang. Karena setelah dinyatakan bangkrut, Chandra dirumorkan hal-hal tak masuk akal seperti korupsi dan sebagainya.
☘☘☘
Sementara Theo, ia bersama ibunya sedang mengunjungi makam ayahnya, Andre. Ayahnya juga meninggal 20 tahun yg lalu. Ayahnya meninggal karena dirampok seseorang. Pelakunya sudah ditangkap dan diberi hukuman yg setimpal, tapi rasanya Theo masih menyimpan kecurigaan pada kematian Ayahnya.
"Mom, aku masih mencurigai insiden perampokan 20 tahun yg lalu.." ucap Theo.
"Sudahlah nak, semua sudah berlalu.. kita harus bisa menerimanya agar dad tenang disana.." ucap Viola.
"Tapi mom, kenapa yg dirampok hanya berkas penting bukan uang atau perhiasan.. ?" tanya Theo.
"Sudah Theo, mom tak mau membahasnya lagi.." ucap Viola menangis mengingat kematian suaminya.
"Yasudah mom.." ucap Theo.
Theo pun masih mempertanyakan kenapa berkas penting itu begitu diperebutkan. Dan anehnya uang, perhiasan atau barang berharga lain masih utuh. Sampai kini Theo pun masih mencaritahu berkas apa yg sebenarnya dicuri karena momnya menyimpan informasi ini rapat-rapat dari Theo.
Viola pun meninggalkan Theo yg masih mematung di depan batu nisan mendiang ayahnya. Ia memilih untuk menyindiri di dalam mobil dan menangis. Viola masih mengingat bagaimana perjuangannya mempertahankan perusahaan suaminya. Berkat kecerdasan dan ketangkasannya, Viola berhasil menyelamatkan 70% saham suaminya hingga hidup mereka bisa seperti sekarang. Ditambah lagi Theo suskses menjalankan perusahaan ayahnya yg membuat Viola tenang.
"Sayang, kuharap kau tenang disana.. aku tak tahu seberapa berharga project F yg kau lindungi, tapi maaf aku tak bisa melindunginya karena terlalu berbahaya bagi keamanan Theo.." gumam Viola dalam hati.
Keduanya pun tenggelam dalam perasaan dan pemikirannya masing-masing. Hingga setelah 30 menit berlalu, Theo kembali ke mobil dan pulang bersama momnya. Ia tak lagi mempertanyakan hal itu karena tahu momnya pasti akan bersedih.
☘☘☘
Keesokannya, Sheira pun menghubungi Jonathan untuk membahas surat wasiat ayahnya yg asli. Setelah diperiksa, surat tersebut sangatlah berarti di pengadilan. Dan Jonathan meminta Sheira untuk segera melaporkannya. Setelah Sheira dan David setuju, Sheira pun melaporkan surat wasiat asli yg dibuat ayahnya dan dititipkan pada 2 orang yg ia percayai.
Pihak berwajib pun segera memprosesnya, dan dengan pengalaman David, ia meminta Sheira untuk tidak memberikan surat wasiat asli melainkan hanya copy-annya. Karena ia yakin, surat aslinya pasti akan dimusnahkan atau diubah sesuai keinginan mereka. Dan benar, mereka tak mampu berkutik dan langsung memproses laporannya.
Sheira pun lega dengan diprosesnya laporan tersebut. Ia dan Daniel pun bersiaga jika ada serangan dari pihak Miracle Company. Begitu juga dengan David yg memonitor pergerakan orang-orang Miracle Company yg selama ini memburunya. Dan berkat kepintarannya, David berhasil lolos dan mengecoh mereka. Bahkan ia membuat orang-orang Miracle Company tak bisa menemukannya selama bertahun-tahu.
__ADS_1
"Mari kita lihat bagaimana respon kalian.." gumam David dalam hati.