
Sheira dan Theo pun menjalani kehidupan rumah tangga yg sama seperti pasangan pada umumnya. Bercanda, tertawa, marah, berdebat dan masalah lainnya yg juga sering mereka alami. Tapi keduanya selalu berdamai dan menyelesaikan semuanya dengan cara mereka.
Keduanya pun juga diliputi banyak masalah lain terkait pekerjaan, namun hal itu juga sudah biasa mereka alami. Cacian, hinaan, persaingan, pengkhianatan, sudah sering terjadi diantara mereka. Bahkan klien mereka sendiri terkadang berkhianat dan berusaha menjatuhkan perusahaan mereka.
Seperti saat ini, Theo sedang melakukan rapat di sebuah hotel bersama kliennya. Ia beserta Doni pun melakukannya dengan profesional, secara kebetulan juga klien mereka adalah seorang wanita cantik. Wanita yg dikirimkan musuh Theo untuk menjatuhkannya.
Mereka pun memulai rapat dengan lancar, Doni pun bersikap tegas mewakili Theo pada yg lainnya. Theo juga demikian ia tak segan-segan melawan jika ada musuhnya di sekitarnya.
"Jadi tuan Theo bagaimana apa kau tertarik pada proposal kami?" tanya wanita cantik bernama Pricilia.
"Maaf, kami harus mengecek kembali semuanya sebelum memutuskan.. Kalian perusahaan baru yg tak dikenal oleh orang lain jadi kami juga harus melihat standar yg kalian gunakan." ucap Theo.
"Baiklah, kuharap penjelasanku cukup busa dipahami." ucap Pricilia.
"Terimakasih, kalau begitu mari kita akhiri rapat hari ini.." ucap Theo.
"Kita akhiri dengan makan bersama, makanan sidah kami pesan jadi anda sekalian bisa menikmatinya." ucap Pricilia tersenyum.
Ada maksud terselubung dari kata-kata Pricilia. Dan hal tersebut tertangkap oleh Doni dan Theo. Keduanya saling pandang dan mengerti untuk berhati-hati.
"Maaf nona, kami masih ada urusan." ucap Theo.
"Tidak bisakah kalian tinggal beberapa menit untuk makan bersama kami?" tanya Pricilia.
"Maaf, istriku juga sudah memasak makanan enak di rumah." ucap Theo.
"Apakah anda benar-benar akan pergi sekarang?" tanya Pricilia.
"Kurasa kata-kataku sudah jelas, kalau begitu kami permisi.. " ucap Theo diikuti oleh Doni yg menatap tajam pada orang-orang yg menjadi klien tuannya.
Theo dan Doni pun berhasil lolos dan mereka langsunh pulang. Tak lupa Theo meminta Doni untuk menyelidiki mereka semua.
"Don kau selidiki mereka, aku tak mempercayai sedikitpun dari perkataan mereka." ucap Theo.
"Aku juga sama tuan, nanti aku akan mengabarkan hasil penyelidikannya." ucap Doni.
"Sepertinya wanita itu adalah jebakan untukku." ucap Theo.
__ADS_1
"Untunglah kita bisa kabur dengan cepat tuan." ucap Doni.
Doni pun mengantarkan Theo ke apartemennya kemudian ia langsung pulang. Sementara Theo, ia langsung naik ke lantai apartemennya. Ia sudah tak sabar untuk menikmati makanan buatan Sheira yg selalu ia rindukan.
Begitu tiba di apartemen Theo bisa mencium aroma masakan yg lexat dari dapur. Dan ia langsung menuju ke dapur.
"Kau sudah pulang rupanya." ucap Sheira.
"Ya.. makanan disana tak seenak masakan buatanmu." ucap Theo.
"Kau ini bisa saja." ucap Sheira.
"Menunya sangat enak sepertinya, aku akan bergegas mandi dan makan.." ucap Theo.
"Ya.. aku sudah menyiapkan segalanya di kamar." ucap Sheira.
"Terimakasih sayang." ucap Theo.
Begitulah hari yg dijalani keduanya. Theo yg pulang lebih larut selalu menanti masakan istrinya. Dan Sheira selalu berusaha pulang lebih awal untuk memasak makanan untuk dirinya dan Theo. Hal sederhana yg tak mudah dilakukan, tapi mereka selalu menyempatkannya.
Sheira yg juga lelah tapi tetap menomor satukan suaminya, begitu juga Theo yg selalu ingat dengan istrimya dimana pun ia berada. Walaupun sedang di resto mewah sekalipun, ia tetap akan pulang dan menikmati masakan buatan Sheira.
Disudut sebuah ruangan nampak seorang pria tengah kesal karena orang suruhannya gagal melakukan tugasnya.
"Kau ini kubayar mahal hanya untuk tidur dengannya tapi tidak bisa..!" ucap pria tersebut.
"Maaf tuan, tuan Theo sangat tegas menolaknya dan aku tak bisa menahannya." ucap Pricilia.
"Tidak bisa?? kau ini benar-benar tak berguna." ucap pria itu lagi.
"Maaf tuan, berikan aku satu kesempatan lagi." ucap Pricilia.
"Baiklah, jika gagal kau harus mengembalikan uangku." ucap pria tersebut dengan seringai liciknya.
Kini mau tak mau Pricilia harus menggoda Theo secara terang-terangan. Ia harus berhasil jika ingin mendapatkan uang tambahan dari tuannya. Ia tak peduli dengan perkataan orang dan kini ia sedang merencanakan niatan jahatnya.
Keesokannya, Theo dan Doni pun bekerja seperti biasanya. Namun, dari pihak Pricilia selalu menanyakan mengenai persetujuannya.
__ADS_1
"Bagaimana tuan?" tanya Doni.
"Kau tahu kan harus berbuat apa.." ucap Theo.
"Baik tuan, aku akan menolaknya." ucap Doni.
"Jangan sampai mereka mendekat sudah jelas mereka ada niatan terselubung." ucap Theo.
Doni pun langsung menegaskan kabar penolakan dari Theo. Dan pihak Pricilia kecewa, bagaimana bisa Theo langsung menolaknya. hingga Pricilia kembali ditekan. Kini wanita itu akan mengunjungi Theo langsung di perusahaannya.
"Kali ini kau takkan bisa menolakku." gumam Pricilia.
Pricilia pun datang ke kantornya dan berupaya menggodanya dengan pakaian sexy. Doni yg melihatnya pun risih dan menolaknya berkali-kali. Tapi wanita itu memaksa masuk dan terjadi kejadian saling dorong di depan pintu dengan penjaga.
"Buka pintunya, kita lihat bagaimana wanita itu beraksi." ucap Theo.
"Baik tuan." ucap Doni.
Pintu pun terbuka dan Pricilia diijinkan untuk masuk. Dapat dilihat kalau wanita itu berupaya menggodanya terang-terangan lewat pakaiannya.
"Nona Pricilia, apa standart pakaian di perusahaanmu sangat buruk?? kurasa bahkan kau sendiri tak nyaman jika berada di tempat umum." ucap Theo yg langsung to the poin.
"Tuan, aku hanya ingin agar anda mempertimbangkan kembali untuk project kemarin." ucap Pricilia.
"Doni bawakan bukti-buktinya." ucap Theo.
"Baik tuan." ucap Doni.
Doni pun tiba dengan membawa berkas-berkas yg Pricilia tak tahu apa itu. Dan Doni langsung memberikannya sesuai arahan Theo. Pricilia pun menerimanya dan membacanya. Ia begitu terkejut karena Theo sudah tahu segalanya.
"Kurasa anda harus pulang dengan tangan kosong jika sudah paham." ucap Theo.
"Doni panggil penjaga. " ucap Theo.
"Baik tuan." ucap Doni.
Pricilia pun diseret keluar oleh penjaga karena terbukti ia berusaha menipu Theo. Perusahaannya adalah perusahaan abal-abal yg sengaja didirikan untuk mengecoh Theo. Tapi Theo dan Doni bisa mengetahui rencana busuk mereka dan langsung menghentikannya.
__ADS_1
Pria yg menyuruh Pricilia pun marah besar dan meminta ganti rugi pada Pricilia. Hingga akhirnya pria tersebut mengganti Pricilia dengan wanita lain. Namanya adalah Xena, mantan model yg memiliki banyak skandal.
Xena ditugaskan untuk bergabung di perusahaan Theo dan mendekati Theo, lalu ia juga harus mengetahui rahasia perusahaan Theo untuk menjatuhkannya. Xena yg melihat profil Theo pun tersenyum. Pria tampan, kaya dan sukses, sungguh merupakan pria incarannya. Tapi sayang Theo sudah beristri, hingga Xena tak bisa memilikinya.