
Pada pagi hari, di apartemen Sheira kedatangan sebuah paket misterius. Dan Jasmine yg menerimanya.
"Sheira apa kau memesan paket?" tanya Jasmine.
"Tidak, hati-hati biasanya itu ancaman atau semacamnya." ucap Sheira.
Jasmine pun keluar dari apartemen dan membukanya. Sheira pun mengikutinya karena penasaran. Dan saat terbuka ternyata benar itu adalah bangkai burung serta tulisan ancaman.
"Kau takkan bisa melawan kami.. Diam atau MATI ..!!"
Begitulah isi dari box tersebut. Cukup mengerikan tapi Jasmine malah memfotonya.
"Kenapa difoto?" tanya Sheira.
"Aku akan mempostingnya di social media dan beberapa forum, sudah lumayan banyak dukungan nitizen." ucap Jasmine.
"Kau yakin aman?" tanya Sheira.
"Tenang saja ini akun bodong, yg berisi semua ancaman selama ini." ucap Jasmine.
"Baiklah kalau begitu aku akan meminta pengawal untuk memberikannya pada tuan Jonathan. " ucap Sheira.
"Ya.. agar bisa segera dilacak." ucap Jasmine.
Pengawal pun membawa paket yg berisi ancaman tersebut, kemudian keduanya pun masuk ke dalam kamar.
"Hari ini kau jangan berpergian.. sepertinya mereka mulai menggila." ucap Jasmine.
"Ya.. kau benar.." ucap Sheira.
☘☘☘
Sementara itu, Pinkan sedang berkunjung ke rumah orang tuanya. Ia pergi sendiri karena Aryo selalu sibuk. Lalu ia pergi ke ruang kerja ayahnya untuk melihat perkembangan perusahaan. Dan disana ia menemukan sebuah laporan tuntutan pada ayahnya atas nama Sheira.
"Apa?? laporan pemalsuan dokumen??" gumam Pinkan.
"Itu benar putriku." ucap Haris.
"Dad.. apa ini benar Sheira mantan istri Mas Aryo?" tanya Pinkan.
"Ya.. orangtuanya dulu memang atasan daddy, tapi mereka menghilangkan dana dari klien dan perusahaan hampir bangkrut." ucap Haris.
"Lalu pemalsuan dokumen ini maksudnya bagaimana dad?" tanya Pinkan.
"Dia mengklaim kalau surat wasiat milik ayahnya yg disahkan di pengadilan itu palsu.. dan ia punya surat wasiat yg asli." ucap Haris.
"Dasar wanita gila..! tiada habisnya mengganggu hidup kita." ucap Pinkan.
"Sudahlah masalah ini biar jadi urusan dad.. Kau fokus saja pada masalah kehamilanmu." ucap Haris.
"Tapi dad, aku tak bisa diam saja." ucap Pinkan.
"Memang kau bisa apa??" tanya Haris.
__ADS_1
"Aku akan membakar salah satu toko miliknya." ucap Pinkan.
"Jangan, nanti kau kena masalah." ucap Haris.
"Tapi dad.. aku tidak tahan melihatnya." ucap Pinkan.
"Dad.. bisa melakukannya untukmu, bukannya dia selalu mendekati suamimu?" tanya Haris.
"Ya.. itu benar." ucap Pinkan berbohong.
"Dad yg akan mengurus semuanya." ucap Haris.
Haris pun berfikir hal yg sama dengan Pinkan, ia akan terus memberikan tekanan pada Sheira. Tak peduli apapun resikonya, ia bahkan sudah memerintahkan anak buahnya untuk membakar toko milik Sheira malam ini. Ia juga ingin membuktikan kalau melawannya adalah tindakan sia-sia.
Sementara Pinkan, ia menyuruh anak buahnya untuk setiap pagi menyiramkan air kotor ke bakery milik Sheira. Dan setiap paginya para pegawai akan membersihkan semuanya agar tokonya tidak bau. Berita itu pun sudah sampai ke telinga Sheira dan ia langsung mrngecek cctv.
Ternyata ada orang-orang yg dari dini hari mendatangi dan menyiramkan kotoran ke bakery miliknya. Sungguh perbuatan yg menjijikan, hingga Sheira takkan tinggal diam. Ia meminta pengawalnya untuk bersiaga pada bakery miliknya dan begitu mereka muncul dan menyiram sesuatu, mereka akan langsung ditangkap.
Malamnya mulailah pengawal tersebut berjaga. Lewat tengah malam muncullah beberapa orang menaiki motor dan berhenti. Mereka lalu menyiramkan sesuatu ke bakery tersebut. Dan pengawal pun keluar dari persembunyian untuk menangkap mereka.
Diluar dugaan kali ini bukan air kotor atau semacamnya tapi bensin. Dan mereka juga kedapatan membawa korek api yg kemungkinan akan dibakar ke arah bakery tersebut. Dan itu hanya berlaku di lokasi C. Sementara di lokasi lain, masih tetap sama yaitu, air kotor.
Pengawal pun langsung mengamankan mereka dan membawanya ke pihak berwajib. Mereka pun mengaku kalau mereka iri pada bekery tersebut yg selalu ramai pembeli. Hal itupun membuat mereka curiga karena mereka mengaku kalau mereka tidak dibayar atau disuruh siapapun. Tapi apa yg mereka lakukan tetap kejahatan yg merugikan. Terutama rencana pembakaran bakery tersebut.
Sheira pun bersyukur kalau bakery nya selamat dari kebakaran. Tak terbayang jika salah satu bakery nya ludes terbakar, ia bukan hanya mengalami kerugian besar tapi juga para karyawannya bisa kehilangan mata pencaharian.
"Sheira, ini sudah kelewatan.." ucap Jasmine.
"Ya.. ini adalah cara mereka mengancamku untuk segera mundur.." ucap Sheira.
Ting..tong..
"Aku saja yg membuka, kau didalam." ucap Jasmine lalu pergi ke pintu masuk.
Ia melihat Daniel, Theo, David dan juga Tio.
"Ternyata kakakmu dan yg lainnya." ucap Jasmine lalu membuka pintu.
"Kenapa lama sekali..?" tanya Daniel.
"Maaf tuan, aku harus memastikan siapa yg datang." ucap Jasmine.
"Baiklah, ayo kita masuk." ucap Daniel.
"Kalian semua kemari.." ucap Sheira senang.
"Ya.. karena kau tak bisa datang, maka kami yg akan datang kemari." ucap David.
"Kami sudah mendengar mengenai insiden bakery milikmu." ucap Theo.
"Ya.. aku lega hal buruk tak terjadi." ucap Daniel.
"Ya kak, ini semua berkat pengawalan dari SHIELD." ucap Sheira.
__ADS_1
"Lalu, kalian baik-baik saja kan?" tanya Tio.
"Kami berdua baik-baik saja." ucap Sheira.
Jasmine pun memberikan minuman pada mereka. Dan Daniel melihat perubahan pada Jasmine. Ia terlihat lebih segar dan wajahnya berseri.
"Sebentar lagi tuan Leon akan datang." ucap David.
"Kita akan membahas mengenai keamanan seminggu ini sebelum pengadilan dimulai. " ucap David.
Tak lama, muncullah Leon. Jasmine pun membuka pintu dan melihat wajah baru yg terlihat begitu dingin.
"Silahkan masuk tuan.." ucap Jasmine.
Aura Leon pun terlihat begitu dingin dan tak tersentuh. Tapi ia begitu karena mendengar banyak hal dari pengawalnya. Mulai dari rencana Haris, Toni dan Luis yg mulai memata-matai David dengan begitu teliti.
"Maaf semuanya, kita jadi harus berkumpul disini." ucap Leon.
"Aku tak keberatan tuan.." ucap Sheira.
"Aku sudah mendengar semua insiden pada nona Sheira. Dan juga aku mendapat laporan kalau rumah David sedang dikepung, itulah mengapa David kusuruh kemari dengan mobilku." ucap Leon.
"Aku tahu tuan, mereka berpura-pura sebagai taksi online." ucap David.
"Dan kau masih bertahan disana dengan bodohnya." ucap Leon.
"Aku tak punya tujuan tuan." ucap David.
"Apartemenku masih ada 1 kamar.." ucap Daniel.
"Apartemenku juga." ucap Theo.
"Kau dengarkan? temanmu mau membantu kalian berdua." ucap Leon.
"Baiklah tuan, kami akan pindah kemari.." ucap David.
"Lalu, masalah pengadilan, kenalanku sudah memastikan kalian akan naik banding disana. Ingat munculkan semua bukti yg kita miliki." ucap Leon.
"Baik tuan." ucap mereka.
"Dan juga, jangan ada orang lain yg bisa masuk ke dalam sekalipun AC atau listrik di apartemen kalian mati." ucap Leon.
"Baik tuan.." ucap mereka.
"Bagus, ingat kata-kataku." ucap Leon.
"Hanya itu yg ingin kusampaikan, ini berkas dari pengacaraku.." ucap Leon lalu ia pergi meninggalkan mereka.
Leon pun merasa curiga karena ada yg mengikutinya dari apartemen. Tapi orang tersebut salah jika mengikutinya. Begitu ia menemukan tempat yg sepi, ia pun memancingnya dan menghajarnya hingga tumbang.
"Kalian jangan cari masalah denganku..!" ucap Leon. Lalu pengawalnya keluar dan membereskan mereka semua.
"Bagaimana Kim apa ada lagi yg mengikuti kita?" tanya Leon.
__ADS_1
"Kurasa sudah tak ada tuan." ucap Kim.