Affair With Me??

Affair With Me??
EP.43 Trauma berulang


__ADS_3

Setelah itu, Sheira dijaga ketat oleh orang suruhan Daniel dan Theo. Jika ada Aryo di sekitarnya maka Sheira harus segera pergi dari tempat tersebut. Sheira juga dianjurkan untuk melakukan terapi agar rasa panik dan kecemasannya hilang. Tapi Sheira menolaknya dan ia akan menjalani aktifitasnya seperti biasa.


Sheira pun menjalani bisnis toko kuenya dengan lancar dan pembelinya selalu berdatangan. Dari sosial media, dari satu orang ke orang lainnya, dan begitulah hingga semua orang menyukai roti dan kue-kue yg ia jual. Dan mereka pun banyak yg menjadi pelanggan tetap.


Usaha yg semakin maju, dan terus membuka cabang di kota lainnya membuat Sheira semakin sibuk saja. Ia sering pergi ke luar kota untuk mengurus semua bisnisnya. Dan anak buah Daniel selalu mengikutinya kemanapun.


Tapi Pinkan, ia yg sudah cuti pun jadi tak ada kerjaan dan selalu memantau bakery miliknya. Toko yg semakin hari semakin minim pembeli. Membuat Pinkan kesal apalagi setelah melihat toko Sheira yg selalu ramai dikunjungi. Hal itu semakin membuat Pinkan kesal karena iri hatinya.


Pinkan yg kesal pun memarahi semua pagawainya. Ia merasa mereka tak becus dan tak mampu membuat makanan yg inovatif yg mampu mengalahkan bakery milik Sheira.


"Kalian ini tak kreatif sekali..!" ucap Pinkan.


"Maaf nona.." ucap mereka.


"Kenapa bakery ini semakin sepi dan tak ada menu baru yg kuminta..?" tanya Pinkan.


"Maaf nona, rasanya belum pas jadi kami belum berani menaruhnya di display." ucap seorang yg bertugas membuat roti.


"Kalian ini kan sudah belajar baking, masa tidak bisa menemukan formula yg tepat??" tanya Pinkan kesal.


"Maaf nona.. kami akan berusaha memperbaikinya." ucap mereka.


"Ck.. membuatku kesal saja.." ucap Pinkan.


Pinkan pun lalu pergi dari toko miliknya dan pulang ke rumah. Ia tak mau stres lagi melihat bakery-nya yg sepi tersebut. Ia harus memikirkan kondisi bayinya yg ada di kandungannya sekarang.


"Cih, kenapa toko miliknya selalu ramai sedangkan tokoku semakin sepi pelanggan.." gumam Pinkan di dalam mobilnya.


Ia pun kesal dan untuk merubah moodnya, ia pergi ke salon dan berbelanja. Ia memanjakan tubuhnya di salon, dan setelah merasa rileks ia pergi berbelanja sepuasnya. Apalagi kalau dadnya memberikan kartu kredit blackcard untuknya belanja sepuasnya. Berbeda dengan suaminya yg hanya memberikan uang belanja sebesar 50jt sebulan. Padahal itupun sudah termasuk besar. Tapi karena Pinkan sangatlah terbiasa hidup mewah tentu saja dimatanya uang segitu tetap kurang.


"Andai Mas Aryo sekaya Theo, atau ia mau bekerja dengan daddy.. pasti hidupku akan tetap mewah.." gumam Pinkan dalam hati.


Setelah dari salon Pinkan menuju ke mall terbesar dan terlengkap di kota ini. Ia membeli baju hamil beberapa dan sisanya ia membeli dres cantik, sepatu, dan tas sesuai keinginannya. Haris pun sengaja memberikannya kartunya pada Pinkan agar putrinya bisa berbelanja dan menghilangkan segala stres yg ia miliki.


☘☘☘


Kebetulan Aryo sedang ada perjalanan dinas di luar kota lagi. Kali ini ia bersama sekertarisnya Juwita dan anak buahnya yg akan membantu Juwita presentasi. Mereka melakukan pekerjaan mereka dengan baik hingga bisa selesai tepat waktu. Dan saat semua pekerjaan mereka selesai, Juwita dan rekannya pun kembali pulang. Tapi tidak dengan Aryo karena ia beralasan ingin mengunjungi rumah keluarganya. Juwita dan rekannya pun tak peduli dan pamit pulang pada Aryo sebagai atasan dan penanggungjawab.


"Kau tidak curiga pada pak Aryo..?" tanya rekannya.


"Buat apa?? itu bukan urusan kita dan tak perlu kita pedulikan.. aku tak mau berurusan dengan istrinya lagi. " ucap Juwita di dalam mobil perjalanan pulang.


"Kau benar sekali, kenapa jadi aku yg kepo ya.. Mungkin karena Pak Aryo tiba-tiba bercerai dari istri pertamaya." ucap rekannya.


"Sudahlah tak ada bagusnya membicarakan atasan kita.." ucap Juwita.


Sementara itu Aryo sedang menghubungi Jasmine dan hendak menghabiskan waktu bersamanya daripada pulang dan bertemu Pinkan dengan segala keegoisannya. Paling-paling pekerjaannya hanya kesalon atu belanja saja, tak pernah menyentuh dapur apalagi merapikan rumah. Membuat Aryo gerah melihat kamar yg kerap berantakan oleh Pinkan yg enggan merapikannya.

__ADS_1


"Daripada aku bertengkar dengan Pinkan atau hanya kesal dengan tingkah egoisnya, lebih baik aku disini bersama Jasmine.. oh dia sungguh seksi.." ucap Aryo di dalam kamarnya.


Jasmine pun terkejut lagi-lagi Aryo memintanya untuk datang, bukannya menolak uang tapi ia sedang kedatangan tamu bulanan. Belum sempat ditolak tapi Aryo sudah mentransfer uang ke rekeningnya.


"Cih.. pria mesum ini mengerikan.." gumam Jasmine tak bisa mengabaikannya karena ia telah dibayar.


Mau tak mau Jasmine tiba disana, dan berbicara dengan Aryo kalau ia tak bisa melakukannya.


"Maaf baby, mungkin lain kali karena aku sedang ada tamu bulanan.. " ucap Jasmine.


"Padahal aku sudah menunggu-nunggu datangnya hari ini.." ucap Aryo.


"Tapi sayang sekali aku tidak bisa.." ucap Jasmine.


"Aku akan mentransfer uangmu.." ucap Jasmine.


"Tidak, kau temani aku saja hari ini kita bisa makan atau ngobrol kan..?" tanya Aryo.


"Baiklah.. sebenarnya kau itu ada masalah apa?" tanya Jasmine curiga sebagai seorang yg sudah menikah kenapa Aryo mau terlibat dengan wanita seperti dirinya.


Aryo pun menceritakan masalahnya dan Jasmine mendengarkannya.


Dan tanpa sadar, Sheira juga sedang berkunjung ke kota tersebut untuk membuka cabang baru disana. Ia pun harus menginap di hotel yg sama dengan Aryo.


Setelah mengunjungi lokasi tempat bakery nya akan beroperasi, Sheira pun mengunjungi hotel tersebut untuk beristirahat. Dan saat Sheira tiba, ia berpapasan dengan wanita cantik yg tak lain adalah Jasmine.


"Akh maaf.. aku tak sengaja.." ucap Jasmine menatap Sheira yg dimatanya wajahnya sangat cantik dan menenangkan.


"Iya, tak apa.. Aku juga minta maaf ya.." ucap Sheira.


"Wah tas kita sama.. semoga tak tertukar ya.." ucap Jasmine.


"Iya.." ucap Sheira tersenyum.


"Kalau begitu, aku permisi ya.. ada barangku yg tertinggal di kamar.." ucap Jasmine.


"Iya.." ucap Sheira.


Sheira pun memesan kamar tapi saat merogoh tasnya isinya bukan miliknya. Hingga ia harus mengejar wanita tadi. Sheira pun mengikuti langkah terakhir wanita tadi dan ia melihat wanita tersebut masuk ke sebuah kamar.


Sheira pun mengetuk pintu dan yg keluar malah Aryo membuatnya gemetaran.


"Sheira.. kenapa kau ada disini?" tanya Aryo.


"Aku.. aku mencari seorang wanita yg tinggi dan berambut coklat masuk kemari. " ucap Sheira.


"Baby ada siapa?" tanya Jasmine.

__ADS_1


"Itu dia.. maaf nona tas kita tertukar.." ucap Sheira.


"Oh benarkah?" tanya Jasmine langsung mengeceknya.


Saat Jasmine ke dalam dan mencari tasnya, Pinkan tiba entah dari mana dan langsung menjambak Sheira.


"Hei Ja***ang masih berani mendekati suamiku ha??" ucap Pinkan.


"Lepaskan, aku hanya ingin menukar tasku.." ucap Sheira.


"Alasan saja, mana mungkin Mas Aryo memakai tasmu.." ucap Pinkan.


"Itu benar.." ucap Sheira.


Tapi Aryo malah masuk dan menyuruh Jasmine untuk masuk kamar mandi dengan tasnya agar Pinkan tak melihatnya dan hanya mengorbankan Sheira tak tahu apa-apa.


Pinkan pun masuk ke dalam dan membawa Sheira. Ia tersenyum karena tak ada wanita lain di dalam.


"Kau ini memang ja**ng..! Disini hanya ada suamiku.." ucap Pinkan.


"Aku bersumpah aku tak berbohong.. Cek saja isi tasku bukan milikku.." ucap Sheira.


Lalu Pinkan melihat ikat pinggang suaminya dan mencambuk Sheira. Sementara Aryo diam mematung.


"Aaaaa...." Sheira pun menjerit histeris teringat trauma yg dialaminya.


Bukk..bukk..


Jasmine pun tak tahan dan keluar melihat wanita cantik yg tadi ditemuinya dipukuli tanpa salah apapun. Ia menahan tangan Pinkan agar berhenti mencambuk Sheira.


"Hentikan..!" ucap Jasmine.


"Jadi benar disini ada wanita lain.." ucap Pinkan tak percaya.


"Aryo, aku tak sangka kau akan mengorbankan wanita lain.. apa salah wanita ini sampai dipukuli begini.." ucap Jasmine menolong Sheira.


"Aku hanya menyelamatkanmu.." ucap Aryo.


"Mas.. jadi kau selingkuh dengan wanita ini??" tanya Pinkan menangis.


"Benar, aku adalah wanita yg mampu memuaskannya kau kan sedang hamil.. jadi wanita ini tak salah.. " ucap Jasmine.


"Kau dasar Ja***ang..!" ucap Pinkan.


"Ya.. lalu kau sendiri PELAKOR..! aku hanya menemaninya bukan merebutnya seperti dirimu.." ucap Jasmine.


"Dan Aryo jangan pernah hubungi aku, kalian memang pantas bersama, sama-sama mengerikan..!" ucap Jasmine membawa Sheira keluar dari hotel tersebut.

__ADS_1


Jasmine pun membawa Sheira keluar hotel dan menuju rumah sakit untuk mengobati luka Sheira. Ia sungguh merasa bersalah pada wanita yg bahkan ia tak tahu siapa namanya. Sementara Pinkan dan Aryo mereka bertengkar hebat.


__ADS_2