Affair With Me??

Affair With Me??
EP.52 Memori


__ADS_3

Daniel dan David pun berkeliling sembari bertanya pada penduduk sekitar. Mereka juga sudah tahu tentang desa tersebut kalau ada yg datang dengan niat buruk maka akan tersasar ke dalam hutan dan bertemu binatang buas.


Akhirnya mereka tiba di sebuah warung nasi uduk sekitar.


"Wah Mas-mas nya ini dari luar negeri toh, ibu gak nyangka kalau cucu bu Wanda tampan dan berwajah bule.." ucap seorang ibu bernama Juleha yg menjajakan nasi uduk.


"Iya bu.. kami lama tinggal di luar negeri." ucap Daniel.


"Sering-sering toh Mas ditengok rumah si nenek, ibu mah takut kalau ada maling masuk dan barang yg hilang." ucap bu Juleha.


"Memangnya sempat ada orang yg ingin menuju ke rumah nenekku bu?" tanya Daniel.


"Iya, Mas.. waktu itu mereka mencurigakan banget jadi warga menolaknya di perbatasan dan mereka masuk ke hutan, kan tandanya niat mereka jelek." ucap bu Juleha.


"Ciri-ciri mereka seperti apa bu?" tanya David.


"Mereka laki-laki, badannya besar-besar, terus wajahnya seram. Cara bicaranya itu loh gak sopan sama orang tua." ucap bu Juleha.


"Oh, terimakasih ya bu.. saya mewakili Sheira mengucapkan terimakasih sudah melindungi rumah nenek pada warga disini." ucap Daniel.


"Sama-sama toh Mas, Mbak Sheira juga orangnya baik banget, dia sering membagi-bagikan sembako atau bahan makanan sama warga kalau kemari." ucap bu Juleha.


"Ya sama-sama bu,." ucap Daniel.


"Karena kalian ramah dan cucu bu Wanda ibu kasih bonus gorengan.. " ucap bu Juleha.


"Wah makasih banyak bu.." ucap Daniel.


"Ya.. Mas sama-sama. Kalau butuh apa-apa bisa tanya warga sekitar atau pak RT.." ucap bu Juleha.


"Iya bu.. mari.." ucap Daniel.


"Ya Mas.." ucap Juleha.


Daniel dan David pun pulang dengan kabar mengejutkan tersebut. Tapi sepertinya desa ini memang luar biasa, walaupun terdengar seperti tahayul tapi cukup bisa untuk mengusir orang-orang jahat yg datang kemari untuk mengacau.


"Kupikir rumor itu tidak benar.. ternyata semuanya nyata." ucap David yg masih merasa fenomena ini tak masuk akal.


"Sudahlah, jangan dipikirkan.. justru bagus, itu artinya disini cukup aman." ucap Daniel.


Mereka pun pulang dengan membawa nasi uduk tersebut. Lalu mereka sarapan dan kembali mencari di ruang baca tersebut. Tak lama Sheira pun terbangun, ia terkejut karena ia sudah ada di kamarnya.


"Bagaimana aku bisa ada di kamar? " gumamnya.


Lalu Sheira pun bangun dan duduk di tepian ranjangnya. Ia melihat kamarnya, masih sama seperti dahulu. Ada banyak buku di mejanya, dan juga ia menemukan buku album foto disana. Sejenak ia melihat-lihat isi kamarnya lalu mandi.

__ADS_1


Saat turun, ia melihat ada sebungkus nasi uduk yg dibelikan Daniel untuknya.


"Ara kau sudah bangun.. sarapan dulu tadi aku keluar bersama David untuk beli sarapan." ucap Daniel.


"Terimakasih kak.. terimakasih juga karena pasti kakak yg memindahkanku ke kamar." ucap Sheira.


"Ya.. tentu, nanti menyusul ke ruang baca ya.. " ucap Daniel.


"Oke.." ucap Sheira.


Sheira pun menikmati sarapannya, lalu ia membereskan piring dan meja. Barulah ia menuju ke ruang baca. Sheira pun langsung duduk karena mereka telah menunggunya.


"Ada apa?" tanya Sheira.


"Ada berita dari warga." ucap David.


"Berita apa?" tanya Sheira.


"Orang-orang Miracle Company sudah tahu desa ini dan pernah kemari, tapi warga mengusirnya di perbatasan dan mereka tersasar ke hutan." ucap David.


"Dan itu karena niat mereka yg buruk, makanya mereka tersasar dan bertemu hewan buas." ucap Daniel.


"Memang di desa ini sempat ada hal seperti itu, tapi aku tak menyangka bertahan sampai sekarang." ucap Sheira.


"Apa itu?" tanya Daniel dan David.


"Sebelum kemari, aku dan ayah serta ibuku pergi berlibur ke Swiss.. lalu kami pulang tapi tak kerumah kami malah ke rumah nenek." ucap Sheira.


"Lalu ada info apalagi yg kau ingat?" tanya Daniel.


"Ayah dan ibu meninggalkanku disini, katanya ada urusan pekerjaan. Lalu mereka mengalami kecelakaan. " ucap Sheira.


"Apa ada barang atau benda yg ayah atau ibumu titipkan padamu?" tanya David.


"Tidak ada.. tapi ayahku sempat berpesan untuk membaca buku dengan sampul berwarna biru." ucap Sheira.


"Kau tahu buku apa itu?" tanya David.


"Aku sendiri tak tahu buku itu ada dimana. " ucap Sheira.


"Kita harus mencarinya.." ucap Daniel.


"Kumpulkan semua buku bersampul biru.." ucap David.


"Oke.. " ucap Sheira.

__ADS_1


Mereka pun mengumpulkan semua buku bersampul biru dan memeriksanya tapi nampak tak ada apapun disetiap lembar atau covernya. Hingga mereka merasa lelah dan beristirahat.


"Aku pernah melakukan ini dulu, tapi rasanya ayahku cukup pintar menaruhnya." ucap Sheira.


"Aku tak tahu kalau paman Chandra akan menyimpannya begitu rapi, bahkan sampai kita bertiga tak menemukannya." ucap Daniel.


"Dilihat dari caranya menyimpan buku tersebut artinya memang buku itu isinya sangat penting." ucap David.


"Kita istirahat dulu, nanti aku cari di kamar ayahku." ucap Sheira.


Mereka pun istirahat dan makan siang. Lalu Sheira beralih ke kamar ayahnya bersama David dan Daniel. Mereka masuk dan melihat ruangan yg kotor. Akhirnya mereka membersihkannya dulu baru mencarinya perlahan.


Setelah lelah mencari mereka tak menemukan apapun. Mereka pun lelah dan duduk di lantai.


"Kenapa ayahku begitu penuh dengan teka-teki..?" gumam Sheira.


"Sudahlah, coba pikirkan hal lain diluar biasanya." ucap David.


"Sesuatu yg selalu ayahmu lakukan atau tempat yg selalu ia tuju." ucap Daniel.


"Hanya ruang baca, dengan clue buku bersampul biru." ucap Sheira.


Lalu Sheira meraih kotak yg ia penasaran dengan isinya. Kotak tempat menyimpan benda-benda yg sudah tak digunakan. Sheira pun membukanya dan melihat isinya. Terlihat sebuah jam tangan bekas milik ayahnya yg telah rusak. Lalu ia melihat buku bersampul biru.


"Apakah ini?" tanya Sheira.


"Coba kau lihat." ucap David.


"Baiklah." ucap Sheira yg perlahan membuka buku tersebut.


Ternyata itu adalah buku harian milik ayahnya. Dan Sheira pun membacanya dengan seksama. Terlihat Sheira menitihkan air mata, dan hal tersebut membuat David dan Daniel penasaran.


"Bagaimana isinya?" tanya Daniel.


"Ini buku harian ayahku." ucap Sheira.


Akhirnya mereka pun membaca buku harian tersebut bertiga. Dan mereka membaca setiap halaman yg tertulis dengan tinta berwarna biru tersebut. Disana juga tertulis apa saja yg terjadi mengenai perusahaan Chandra. Dan mengenai surat wasiat yg ia titipkan pada Anderson dan Jeremi.


Sayang sekali Sheira terlambat mengetahui hal tersebut. Ia terlanjur bersikap pasrah akan keadaan yg terjadi. Sheira pun menangis sembari membaca buku tersebut. Di bagian terakhir, Chandra menulis pesannya untuk Sheira.


"Ara.. jika terjadi sesuatu dengan ayah.. kau harus tinggal bersama nenek. Dan ingat jangan percaya siapapun termasuk paman Haris. Kau harus ada di desa bersama nenek.


Jika kau sudah besar dan berusia 17 tahun, pergilah ke Swiss dan temukan loker ayah dengan kode xxxx.. Disana ayah menyimpan sesuatu yg berguna untuk masa depanmu."


Begitulah penggalan terakhir dari buku tersebut. Dan Sheira pun terus menangis meratapi kebodohannya yg terlalu takut mencari tentang ayahnya. Hingga Daniel pun menenangkannya, sementara David berfikir keras bagaimana caranya menangkap Haris beserta pembunuh ibunya.

__ADS_1


__ADS_2