
Setelah mendengar penuturan nyonya Viola mereka pun terdiam dan terhanyut oleh pemikiran masing-masing. Dan mereka sadar pastilah Haris orang yg sangat licik. Entah apa yg diperbuatnya terhadap semua aset Chandra.
Lalu setelah itu, mereka pamit undur diri dari rumah tersebut. Mereka langsung menuju ke tempat David guna melaporkan informasi penting yg didapatkan. Semua pun sesuai dugaan David dari awal. Semua tentang project F yg ia temukan, dari beberapa percakapan di telepon milik Chandra.
"Jadi ada percakapan telepon milik ayahku?" tanya Sheira.
"Benar, tapi pasti percakapan itu sudah dilenyapkan. Aku mendengar Haris meminta Chandra menyerahkan project F padanya." ucap David.
"Ini benar-benar jahat.." ucap Sheira.
"Dan saat aku menemukan percakapan tersebut, tiba-tiba kasus ditutup dan Chandra dinyatakan melakukan penipuan dan dituntut hingga semua asetnya disita. Dan aku dikeluarkan dari tim." ucap David.
"Terakhir saat aku ingin membantu Tio, aku dipecat secara tidak hormat." ucap David.
"Haris adalah mafia berkedok pengusaha." ucap Daniel.
"Kau benar, kedua orangtuaku sampai mati karena memegang surat wasiat tersebut." ucap Tio.
"Sekarang kita sebaiknya, menelusuri jejak-jejak yg ditinggalkan tuan Chandra dan tuan Andre." ucap David.
"Dan tugas ini hanya Theo dan Sheira yg bisa melakukannya." ucap David.
"Baiklah aku mengerti." ucap Sheira.
"Dan sebaiknya kita juga mengecek aset apa saja yg dimiliki oleh Haris" ucap Daniel.
"Kau benar, aku sudah menyelidiki beberapa.. Diantaranya rumah besar di kawasan Xx.." ucap David lalu memberikan gambar rumah besar tersebut.
"Tidak mungkin.. ini adalah rumahku.." ucap Sheira membuat mereka semua terdiam.
"Dan juga ada vila di beberapa tempat." ucap David.
"Salah satunya juga milik keluargaku.. Dasar pencuri .." ucap Sheira kesal.
"Ternyata bakat mencuri Pinkan menurun dari kedua orangtuanya. Jika orangtuanya mencuri harta maka Pinkan mencuri mantan suamiku.." ucap Sheira.
"Sudahlah, Ara kita pikirkan ini dengan tenang." ucap Daniel.
"Daniel benar, kau jangan stres atau akan muncul lagi gejala kepanikan." ucap Tio.
"Baiklah aku mengerti." ucap Sheira.
__ADS_1
"Sheira sekarang kau caritahu, jejak yg mungkin ditinggalkan kedua orangtuamu." ucap David.
"Aku berjanji pasti akan membantumu." ucap David.
"Ya.. aku tahu, hanya ada satu tempat yg masih terjaga hingga kini.." ucap Sheira.
"Dimana itu?" tanya David.
"Rumah nenekku yg berada jauh dari sini." ucap Sheira.
"Oke.. kita akan kesana.." ucap David.
Setelah itu, Sheira pun menjadwalkan kepulangannya bersama David dan Daniel. Sementara Theo ia akan mengurus berkas ayahnya yg mungkin bisa dijadikan petunjuk. Dan Tio bersembunyi karena orang-orang Miracle Company berusaha untuk menjadikannya saksi yg mampu mematahkan surat wasiat asli milik Chandra.
Tio pun diminta pergi ke US untuk bersembunyi hingga situasi mereda. Dan David membantu Sheira mencari jejak yg ditinggalkan Chandra. David sangat yakin kalau Chandra bukanlah orang yg bodoh, ia pasti sudah mempersiapkan segalanya bahkan sampai tahu gerak-gerik Haris.
"Tuan Chandra, kumohon berikan kami petunjuk agar kematianmu tak sia-sia." gumam David dalam hati.
Mereka pun berangkat beberapa hari kemudian. Dan menempuh perjalanan yg cukup jauh untuk sampai di sebuah desa tersebut. Desa yg begitu tenang sampai tak bisa dimasuki oleh sembarang orang.
"Pantas ayah memilih tempat ini, ternyata ini alasannya." ucap Sheira.
"Paman, sudah memperhitungkan segalanya Ara.. dan nenek pastilah tempat teramanmu." ucap Daniel.
"Kalian benar." ucap Sheira.
Mereka pun tiba di rumah tersebut. Nampak kosong karena Sheira ingin rumah tersebut tetap asli seperti sebelumnya, dan jika dikontrakkan maka semua barang bisa berubah letaknya. Sheira pun membuka kunci rumah tersebut. Karena sudah lama tak ditempati, rumah tersebut pun kotor dan berdebu. Sekarang sudah sangat jarang sekali Sheira mengunjungi rumah tersebut.
"Maaf ya rumah ini sangat kotor, aku akan ambilkan vacum untuk membersihkan debu disekitar." ucap Sheira.
Sheira pun mengambil vacum untuk menyedot debu di sekitar agar Daniel dan David bisa duduk. Tapi justru mereka yg membantu Sheira membersihkan tempat tersebut. Cukup lama mereka bersih-bersih sembari mengecek beberapa tempat yg mungkin menyimpan sesuatu.
"Maaf kalian jadi harus bersih-bersih." ucap Sheira.
"Ya tak apa.." ucap David yg melihat-lihat isi rumah tersebut.
"Tak apa Ara, aku juga masih cucu nenek." ucap Daniel.
Satu persatu pun mereka jelajahi sembari membersihkan tempat tersebut. Hingga mereka menuju ke ruang baca tempat favorit Sheira dan ayahnya.
"Ini adalah ruang favorit aku dan ayahku, mungkin saja ayahku menyimpan sesuatu." ucap Sheira.
__ADS_1
Mereka pun menjelajahi ruangan dengan banyak buku tersebut. Tapi karena sudah menjelang malam, mereka beristirahat dan membersihkan kamar yg tersedia karena akan menginap di rumah tersebut. Mereka juga hanya makan makanan yg Sheira bawa dari apartemen, karena memang tak ada apapun disana.
"Ya, maaf ya kita hanya tinggal disini dan makan apa adanya yg bisa kubawa." ucap Sheira.
"Aku tak masalah Sheira." ucap David.
"Aku juga tak mempermasalahkan ini.." ucap Daniel.
Dan mereka pun menikmati makan malam sederhana tersebut. Dan sepanjang malam, Sheira berada di ruangan baca tersebut. Ia membaca beberapa buku dan juga mengumpulkan buku yg sering ayahnya baca. Ia buka halaman demi halaman tapi nampak tak ada yg aneh. Semuanya hanyalah halaman buku biasa.
Sheira pun semalaman berada diruangan tersebut. Ia memeriksa beberapa buku dan membacanya. Sheira pun penasaran kenapa ayahnya suka sekali membaca buku-buku tersebut. Hingga Sheira pun tertidur disana.
Dan pada pagi hari, David menemukan Sheira sudah tertidur di ruangan baca tersebut. Ia pun berusaha membangunkannya, tapi Sheira tak kunjung bangun. Hingga David memanggil Daniel untuk memindahkan Sheira ke tempat tidur agar badannya tak sakit saat bangun.
"Kau pindahkan Sheira, kasihan dia.." ucap David.
"Kau benar, entah sejak kapan dia ada disini." ucap Daniel.
"Sepertinya ia begadang disini, mencari sesuatu." ucap David.
"Ya.. kau bukakan pintu aku yg akan menggendongnya." ucap Daniel.
Mereka berdua pun akhirnya berhasil memindahkan Sheira menuju ke kamarnya. Lalu mereka pergi ke ruang lain dan berbicara.
"Kita harus membeli sarapan pagi sendiri.." ucap Daniel.
"Ck.. kukira kau akan bicara apa.. kan tinggal beli disekitar." ucap David.
"Ya.. baiklah.." ucap Daniel.
"Kau takut?" tanya David.
"Tidak hanya saja, pandangan orang-orang agak berbeda terhadap kita." ucap Daniel.
"Makanya kita harus berbaur, ayo kita keluar mungkin kita bisa dapat info dari warga sekitar." ucap David.
"Oke.. ide bagus." ucap Daniel.
Mereka pun keliling desa tersebut sembari bertanya-tanya pada warga sekitar. Mereka mengaku sebagai sepupu Sheira dari luar negeri. Dan warga pun menerima mereka. Meski hanya membeli nasi uduk tapi ada beberapa info penting yg mereka dapatkan. Kalau ada beberapa orang asing yg hendak masuk dan menuju ke rumah Sheira, tapi warga melarangnya dan mereka tak berani lagi datang karena tersasar ke dalam hutan. Hal itu karena ada aturan dimana kalau ada orang yg berniat buruk datang ke desa tersebut, maka orang tersebut akan masuk ke hutan dan bertemu binatang buas.
Daniel dan David pun tersenyum mendengarnya. Ternyata desa ini cukup unik dan tempat yg aman untuk bersembunyi.
__ADS_1