
Sean pun menatap ponselnya di dalam kamarnya. Setiap kata yg ia ketik selalu ia hapus, lalu ia tulis kembali lalu dihapus lagi begitu berulang-ulang hingga membuatnya frustasi. Hingga ia menulis asal, dan sebuah panggilan telepon dari ayahnya pun berdering.
Tanpa sadar Sean mengirim pesan yg ia ketik asal tersebut. Pesan yg begitu to the point, dan tanpa berbasa-basi. Sementara dirinya langsung mengangkat telepon dari ayahnya. Sebuah misi pun datang lagi padanya dan ia harus segera bersiap. Sean pun tak menyadari akan pesan yg ia ketik tadi sudah terkirim. Dirinya langsung saja pergi sesuai instruksi ayahnya.
Sementara Grace yg tengah lelah setelah seharian menghadiri pernikahan Nathan pun sedang merebahkan tubuhnya. Dirinya pun sedang melihat sosial medianya untuk mencari sebuah tren makanan untuk membuat produk baru toko roti momnya.
Tiba-tiba sebuah pesan pun masuk dan nama Sean pun muncul. Grace pun langsung membukanya karena penasaran. Pesan yg begitu singkat, padat dan jelas, membuat Grace terdiam.
"Grace maafkan aku, aku mencintaimu." ~Sean.
"Apa-apaan ini pesannya.." gumam Grace.
Grace pun tak bisa berkata-kata lagi, kata maaf memang ia butuhkan, pernyataan cinta juga yg ia tunggu-tunggu. Tapi kenapa hatinya masih kesal?? Segala tanda tanya pun muncul dikepalanya.
Dan yg lebih membuatnya kesal lagi adalah saat ia menghubungi ponsel Sean, nomornya sudah tak aktif lagi. Semakin membuat Grace kesal karena seperti tengah dikerjai.
"Apa aku sedang di prank??? berani sekali pria itu." gerutu Grace kesal.
Grace pun langsung melepas maskernya dan mencuci mukanya. Tak lupa dirinya juga keluar dari kamarnya untuk mencari udara segar demi menenabgkan diri. Bagaimana bisa Sean mempermainkannya, semenit yg lalu ia bahagia mendapatkan sebuah pesan yg ia tunggu, lalu beberapa menit kemudian ponsel pria itu tak aktif hingga ingin sekalu Grace memukul wajah datarnya.
Lalu ia melihat Samuel sedang berkemas dan hendak kembali. Grace pun menghampirinya.
"Kak sudah mau pulang?" tanya Grace.
"Ya Grace, ada panggilan tugas." ucap Samuel.
"Oh begitu, hati-hati di jalan." ucap Grace.
"Iya, Terimakasih Grace." ucap Samuel.
Samuel pun pergi dengan sebuah mobil yg sudah disiapkan oleh Theo, dan tak lupa ia berpamitan. Sementara kedua orangtuanya masih akan menginap 1 malam lagi di rumah Grace.
Grace pun melupakan amarahnya pada Sean dan memilih untuk mengobrol dengan tante Jasmine. Dirinya juga menanyakan sepupunya Juliet yg tak bisa hadir karena sedang ujian.
☘☘☘
2 Minggu kemudian, Sean pun baru kembali dari misinya. Dirinya pun pulang ke apartemennya dan beristirahat. Tak lupa ia mengaktifkan ponselnya yg sudah 2 minggu tak aktif.
Lalu ia tinggalkan sembari mengisi daya ponselnya tersebut. Ia pun memilih mandi dan menyegarkan tubuhnya. Tanpa ia sadari ponselnya berbunyi dan ada banyak notifikasi yg masuk.
Kemudian setelah ia selesai mandi dan berpakaian barulah ia memegang ponselnya dan hendak memesan makanan. Ia pun terfokus pada nama Grace di ponselnya yg menghubunginya beberapa kali dan juga ada beberapa pesan.
"Akh.. " ucap Sean panik.
Sean pun membaca satu persatu pesan dan juga ia melihat pesan yg ia tulis secara asal pun terkirim pada Grace. Dan balasan Grace pun ternyata mengajaknya bertemu tapi sayang karena ponselnya tak aktif Grace mengirim pesan bernada kesal padanya.
"Akh.. bodohnya aku.." gumam Sean lalu menghubungi Grace.
Tapi Grace sedang meeting dengan semua stafnya dari berbagai kota untuk meluncurkan produk terbaru hasil kreasi dirinya dan momnya. Dan tentu saja ponselnya ia simpan di dalam tasnya.
Sementara Sean panik bukan main saat Grace tak merespon panggilannya dan juga pesannya. Dirinya langsung melacak lokasi ponsel Grace, dan menemukannya sedang berada di sebuah hotel. Tanpa pikir panjang, Sean mengira Grace dalam bahaya. Sean pun melajukan mobilnya menuju ke hotel tersebut, ia sungguh takut jika Grace bersama pria asing yg hendak berbuat tak senonoh padanya.
"Jika ia bersama pria mesum aku akan menghajar pria itu sampai mat*.." gumam Sean dalam hati.
Grace dan Sheira pun menyelesaikan meeting mereka bersama seluruh staf dan diakhiri dengan makan bersama. Mereka pun menikmati acara makan malam tersebut dan staf yg berasal dari luae kota pun diberi tempat untuk menginap di hotel tersebut.
__ADS_1
Sementara Sean, dirinya baru saja tiba di hotel tersebut. Dengan tergesa-gesa dirinya keluar dari mobil dan menghubungi Grace. Grace yg merasa ponselnya selalu berdering pun akhirnya melihatnya. Ternyata Sean menghubunginya setelah sekian purnama tak ada kabarnya.
Grace pun pamit sebentar untuk menerima panggilan pada momnya.
"Halo.." ucap Grace.
"Grace kau ada dimana?" tanya Sean.
"Di resto hotel Cc.." ucap Grace.
"Ternyata kau ada disini." ucap Sean lalu muncul dari belakang Grace.
"Akh.. kau mengagetkanku saja." ucap Grace.
"Syukurlah kau baik-baik saja.." ucap Sean memeluknya.
"Tunggu.. tunggu.. ini ada apa Sean?" tanya Grace melepas pelukan Sean dengan tatapan tajam.
"Maaf, aku melewati batas." ucap Sean.
"Ya.. ada apa kau malam-malam mencariku dengan nafas terengah-engah.?" tanya Grace.
"Aku baru kembali dari misi.. maaf saat itu ponselku tak aktif." ucap Sean.
"Oke.. lalu?" tanya Grace.
"Kau mengajakku bertemu bukan? aku sudah bersiap mendengar jawabanmu." ucap Sean.
"Sean, kau itu datang tak dijemput pulang tak diantar seperti.. akh sudahlah." ucap Grace.
"Aku bahkan tak tahu harus jawab apa Sean." ucap Grace.
"Ikuti kata hatimu." ucap Sean.
"Masalahnya kupikir kau sedang mengerjaiku malam itu.. jadi aku tak mau memikirkan jawabannya." ucap Grace.
"Grace, jika kau butuh waktu aku akan menunggu lagi." ucap Sean.
"Baiklah." ucap Grace.
"Kalau begitu, aku pulang dulu." ucap Sean.
"Kau mau langsung pulang??" tanya Grace karena ditinggalkan begitu saja.
"Kau belum bisa menjawabku kan..? atau kau sedang bersama kekasih barumu?" tanya Sean.
"Aku bersama mom dan seluruh staf bakery." ucap Grace.
"Syukurlah aku jadi lega.. kalau begitu aku pulang." ucap Sean.
"Ck.. kau akan menghilang lagi?" tanya Grace.
"Aku memang punya tugas berbahaya yg bisa datang kapan saja. Jadi kau pikirkan baik-baik sebelum menerimaku." ucap Sean.
"Tunggu sebentar." ucap Grace lalu meninggalkannya.
__ADS_1
Grace pun masuk ke dalam resto dan berpamitan pada momnya. Lalu ia mengambil tasnya dan keluar menemani Sean.
"Ayo kita pergi dan bicarakan di tempat lain." ucap Grace.
"Baiklah." ucap Sean tersenyum.
Mereka pun pergi ke sebuah resto dan makan malam bersama sebelum membahas mengenai hubungan keduanya. Lalu Grace pun memulai obrolannya dengan Sean.
"Apa kau sungguh-sungguh dengan pesanmu tempo hari?" tanya Grace.
"Iya benar." ucap Sean.
"Lalu bagaimana kau akan meyakinkan orangtuaku?" tanya Grace.
"Mereka pasti menerimaku." ucap Sean.
"Kau percaya diri sekali." ucap Grace.
"Aku pria yg menjagamu dengan baik selama beberapa bulan dan juga pria yg menyelamatkanmu saat kau diculik waktu itu. Butuh bukti apalagi?" tanya Sean.
"Tapi kau beberapa kali meninggalkanku." ucap Grace seketika membuat Sean terdiam.
"Maaf.." ucap Sean.
"Lalu bagaimana dengan Celine? kalian terlihat bersama saat pernikahan kakakku." ucap Grace.
"Aku sudah bicara pada orangtuanya kalau aku tidak menyukainya dan menyukai wanita lain." ucap Sean.
"Lalu?" tanya Grace.
"Mereka mengerti." ucap Sean.
"Kenapa tak dari dulu saja kau lakukan itu.." ucap Grace.
"Aku memang tak suka berurusan dengan orang tua." ucap Sean.
"Lalu bagaimana denganmu? kau sudah punya jawaban atas pernyataanku?" tanya Sean.
"Aku tak tahu harus berkata apa.." ucap Grace.
"Kau mencintaiku atau tidak?" tanya Sean.
"Sejujurnya iya.." ucap Grace.
"Bagus kalau begitu." ucap Sean.
"Tapi mengingat pekerjaanmu yg berbahaya, aku takut kau takkan pernah kembali." ucap Grace.
"Aku memang tak bisa menjanjikanmu apapun., tapi aku tulus mencintaimu." ucap Sean.
"Kau mintalah ijin pada dadku.." ucap Grace menantang Sean.
"Baiklah ayo kita pulang sekarang." ajak Sean membuat Grace syok karena begitu beraninya Sean menghadapi dadnya.
Sean pun langsung mengantarkan Grace pulang ke rumah dan bertemu dengan Theo. Disana juga ada Sheira yg baru saja pulang. Kedua orangtua Grace pun terkejut mendengar pernyataan Sean ingin menikahi Grace. Apalagi Grace yg begitu terkejut ternyata Sean langsung meminta ijin menikahinya pada kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Pria ini benar-benar sulit ditebak.." gumam Grace dalam hati.