Affair With Me??

Affair With Me??
EP.178 S2 : Wanita menyebalkan


__ADS_3

Grace pun mencoba gaun tersebut dan sangat menyukainya. Selain cocok di tubuhnya gaun tersebut juga merupakan karya dari desainer terkenal dan hanya ada 2 di dunia.


"Apakah aku seberuntung ini?" gumam Grace saat melihat ke arah cermin.


Lalu tiba-tiba datanglah seorang wanita cantik yg marah-marah karena menginginkan dress yg akan dibeli oleh Grace.


"Bagaimana bisa gaun itu terjual.?" tanya Celine.


"Maaf nona, barusan ada yg ingin membelinya." ucap pegawai toko.


"Kan baru ingin, belum pasti membelinya.." ucap Celine.


"Ada apa ini?" tanya Grace keluar dari ruang ganti.


"Nah, sini dresnya kau hanya akan mencoba kan..?" ucap Celine sombong.


Tapi Grace menangkat dres ditangannya hingga Celine tak bisa menggapainya.


"Apa-apaan kau ini nona?? aku akan membelinya." ucap Grace.


"Tapi aku sudah jauh-jauh datang kemari." ucap Celine.


"Itu masalahmu, dan aku yg duluan mendapatkannya. Memangnya tak ada gaun lain?"tanya Grace.


"Tidak pokoknya itu milikku." ucap Celine.


"Maaf nona, anda tak bisa membuat keributan disini." ucap pegawai pria dan meminta penjaga untuk mengusirnya keluar.


"Maaf nona atas ketidaknyamanannya." ucap pegawai toko pada Grace.


"Oke tak masalah.. sekarang aku akan membayar gaun ini." ucap Grace.


"Silahkan nona disebelah sini." ucap pegawai toko dengan ramah.


Sementara itu, Grace telah selesai membayar dan mencari Jamie. Ia pun berkeliling dan menemukan Jamie bersama seorang pria yg nampak tak asing.


"Kak Jamie.." panggil Grace.


"Oh.. kau sudah selesai Grace." ucap Jamie.


"Iya.. dan Sean kau juga ada disini." ucap Grace.


"Iya.. aku harus menghadiri pernikahan sepupuku." ucap Sean.


"Oh.. begitu." ucap Grace.


"Dan ternyata Sean masih sepupuku Grace." ucap Jamie.


"Wah dunia begitu sempit yah.." ucap Grace tersenyum.


"Iya begitulah, kakek dan nenek kami ternyata sepupuan.." ucap Jamie.


"Yah kedengarannya kalian keluarga besar." ucap Grace.


"Dan menariknya lagi Selena juga sepupu jauh kami." ucap Jamie.

__ADS_1


"Oh my.. dunia benar-benar sempit.. tapi aku akan tetap menerima kalian." ucap Grace tersenyum.


"Sean kau mau beli baju juga?" tanya Grace.


"Aku hanya tinggal mengambil pesanan." ucap Sean.


"Baiklah kami duluan ya Sean.." ucap Jamie.


"Ya.. kalian hati-hatilah.." ucap Sean.


"Oke.. sampai jumpa besok." ucap Grace tersenyum.


Grace dan Jamie pun menaiki taksi dan menuju ke hotel untuk istirahat. Sementara Sean menatap Grace dari kejauhan. Dirinya kemarin bahkan tak sempat menyapanya setelah meringkus Jack dan anak buahnya.


"Apa ini takdirku?" gumam Sean dalam hati.


Dan disisi lain, ternyata Sean sengaja menunggu diluar karena melihat Celine masuk ke dalam toko tersebut. Akan panjang urusannya jika Celine juga melihatnya membeli pakaian di toko yg sama. Hingga setelah Celine keluar, barulah ia akan masuk. Tapi ia beruntung bertemu Jamie dan mengobrol untuk mengalihkan pandangan Celine. Jamie pun mengerti dan membantunya untuk bersembunyi dari Celine. Jamie juga tahu kalau Sean tidak menyukai Celine, sedangkan Celine justru selalu menempel dan memaksa Sean untuk menyukainya.


Setelah Grace dan Jamie pergi, Sean pun masuk ke dalam dan mengambil pesanan bajunya. Lalu ia bergegas pergi dari sana menuju ke hotelnya. Sean benar-benar tak ingin bertemu Celine.


☘☘☘


Keesokan harinya, berlangsunglah acara pernikahan Nicho dan Selena. Semua keluarga pun berkumpul dan menyaksikan momen sakral tersebut. Dan Nicho menyelesaikan tugasnya dengan baik. Pernikahan pun berjalan dengan lancar. Ucapan selamat pun mereka dapatkan dari keluarga dan kerabat yg hadir disana.


Hingga acara pesta pernikahan pun dilaksanakan. Nampak tamu undangan mulai berdatangan dan Celine pun muncul. Dirinya datang dengan orangtuanya. Gaunnya pun tak kalah menarik, dengan tampilan terbuka yg membuat mata lelaki bisa memandangi tubuhnya.


Dirinya pun kesal melihat Grace mendapatkan gaun incarannya. Tapi ia harus menjaga muka orangtuanya dan tidak bisa mengganggu Grace.


Grace pun sedang bersama Jamie dan Nathan. Lalu Sean pun datang menghampiri mereka dan bercengkrama. Tak lupa ia menanyakan kabar Grace karena tak sempat memastikannya kemarin.


"Aku hanya kelaparan Sean, dan lagi berhenti memanggilku nona.. kau tidak sedang bekerja denganku.. Bicara kasual saja jangan terlalu formal." ucap Grace.


"Syukurlah, dan aku akan mulai bicara santai." ucap Sean.


"Sean, aku titip adikku.. aku akan mengajak Jamie berdansa." ucap Nathan.


"Oho.. ternyata kakakku romantis juga." goda Grace.


"Kau diam saja ya disini.. jangan nakal ada Sean yg akan mengawasimu." ucap Nathan mengelus kepala Grace.


"Oke.. selamat bersenang-senang kak." ucap Grace.


"Lihatlah Sean, sekarang mereka yg punya pasangan dan aku tidak." ucap Grace iri.


"Kau iri pada mereka?" tanya Sean.


"Iya sedikit.. " ucap Grace.


"Memangnya tak ada pria yg mendekati wanita cantik sepertimu?" tanya Sean.


"Haha.. aku hanya bekerja bagai kuda setiap hari bahkan lupa apa itu pria. " ucap Grace.


"Kau ini, sesekali lihatlah sekitarmu." ucap Sean.


Namun, secara tiba-tiba Celine muncul dan hendak menempel pada Sean. Dengan dalih mengajaknya dansa di hadapan orangtuanya agar Sean tak menolak.

__ADS_1


"Seann.. ayo kita dansa." ucap Celine.


"Dansa?? no.." ucap Sean tegas.


"Lihat ada orangtuaku disana, kau mau aku menangis karena malu." ucap Celine.


"Maaf nona, Sean milikku.. " ucap Grace pada Celine.


"Ayo sayang kita dansa, jangan membuatku cemburu." ucap Grace membuat Sean terpaku.


"Ba-baik." ucap Sean lalu Grace menariknya untuk berpura-pura berdansa.


Sean pun mengikuti Grace saja yg sedang menyelamatkannya dari Celine. Dan Celine kesal setengah mati melihat Grace. Kekesalannya pun memuncak mengingat semua yg ia inginkan direbut oleh Grace, mulai dari gaun hingga Sean.


"Awas kau ya rubah licik..!" umpat Celine.


Sementara Sean nampak kaku berdansa dengan Grace. Grace pun tersenyum saja melihatnya.


"Kenapa tersenyum?" tanya Sean.


"Kau sangat kaku, dan lagi aku tak menyangka Celine masih mendekatimu." ucap Grace.


"Mau bagaimana lagi, hubungan bisnis keluarga kami yg membuatnya dekat." ucap Sean.


"Oh jadi begitu.. tapi kuanggap ini impas ya.. kemarin kau menyelamatkanku dari penculikan dan sekarang aku menyelamatkanmu dari Celine." ucap Grace.


"Baiklah.." ucap Sean tersenyum.


Karena Sean terlalu kaku, Grace pun memintanya berhenti berdansa dan memilih untuk duduk di sebuah meja dan kursi yg disediakan. Lalu Sean pun berinisiatif mengambilkan minuman untuk Grace.


"Kau tunggu disini." ucap Sean.


"Oke." ucap Grace.


Tiba-tiba Celine datang dan menumpahkan minuman jus strowberry ke gaun Grace. Dimana gaun tersebut menjadi gaun incaran Celine.


Byurr..


"Ups.. maaf tanganku terpeleset." ucap Celine tersenyum.


"Aku tahu kau sengaja melakukannya." ucap Sean yg berada di belakangnya.


"Se-sean.." ucap Celine.


"Yah.. iri hati itu penyakit yg berbahaya.. hanya karena aku mendapatkan gaun yg kau inginkan lebih dahulu kau sampai tidak suka aku memakainya." ucap Grace dengan suara lantang di hadapan para tamu.


"Ayo Grace.." ucap Sean mengajak Grace pergi untuk membersihkan gaunnya.


"Dan kau.. aku katakan dengan jelas kalau aku tak menyukaimu jadi jangan ganggu wanita yg ada di dekatku." ucap Sean.


"Tapi apa alasannya? apa kekuranganku?" tanya Celine.


"Aku hanya tidak bisa mencintaimu dan menyukai wanita lain." balas Sean.


Grace pun tersenyum mendengar ucapan Sean dan melihat secara langsung Celine yg terkena mental. Belum lagi, beberapa tamu memerhatikan mereka. Hingga Sean menarik Grace dari tempat duduknya.

__ADS_1


__ADS_2