Affair With Me??

Affair With Me??
EP.21 Kejutan


__ADS_3

Pinkan dengan penuh semangat mengunjungi toko yg dikiranya akan menjadi miliknya. Aryo yg juga penasaran karena Sheira memberikannya begitu saja bersamaan dengan surat gugatan cerai pun ingin melihat langsung. Karena siapa tahu kalau Sheira ada disana.


Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, mereka pun tiba di ruko tersebut. Dan disana nampak sepi dan tokonya tutup. Pinkan pun turun karena tak sabar melihat toko miliknya.


"Mas ayo cepat.." ucap Pinkan.


"Iya sebentar.." ucap Aryo.


"Akhirnya ini akan menjadi milikku.." ucap Pinkan.


"Lebih baik kau jangan senang dulu.." ucap Aryo.


Dan Aryo pun membuka pintu ruko tersebut. Setelah terbuka, nampak toko tersebut sudah kosong melompong. Dan Pinkan sangat kesal melihatnya.


"Mas katanya tokonya akan jadi milikku.." ucap Pinkan pada Aryo.


"Kau juga harusnya sadar, kalau Sheira tak sebodoh itu memberikan tokonya cuma-cuma.." ucap Aryo membuat Pinkan kesal bukan main.


"Mas kau ini malah membuatku semakin kesal." ucap Pinkan.


Lalu tiba seorang pria berjas dan berpakaian rapi.


"Selamat pagi tuan, nyonya.." ucap pria tersebut.


"Ya.. pagi.. anda siapa ya?" tanya Aryo.


"Kenalkan saya Jonathan pengacara dari ibu Sheira.. dia ingin memberikan surat ini pada anda.." ucap Jonathan


"Terimakasih.." balas Aryo meraih surat tersebut dan langsung membacanya.


"Mas.. jika kau sudah membaca surat ini tandanya kau sudah melihat ruko milikmu. Ya, ruko ini memang milikmu anggap saja aku sudah meminjamnya selama beberapa tahun dan terimakasih untuk itu. Tapi kau juga tahu kalau semua isinya adalah milikku dan hasil dari kerja kerasku..


Jadi, aku mangambil kembali semua milikku dan mengembalikan apa yg menjadi milikmu.. Serta ingat satu hal, tokoku "La Sheira" sudah memiliki hak paten jadi aku harap kalian tahu untuk tidak menjiplaknya karena akan ada sanksi bila melakukan itu.


Hanya itu yg bisa kusampaikan, sampai bertemu lagi di pengadilan..


bye..


dari : Istrimu yg tak dianggap


"Arghhh.. " ucap Aryo kesal dan langsung meremas suratnya.


"Dasar pembohong.." ucap Pinkan.

__ADS_1


"Sudahlah, kau kini sudah memiliki ruko ini.. apa kau puas?" tanya Aryo kesal.


"Mas kau mau kemana?" tanya Pinkan.


"Pulang.. mau apalagi..?" tanya Aryo.


"Tutup dulu rukonya.. jangan asal pergi begitu saja.." ucap Pinkan kesal.


Dan Aryo pun menutupnya lalu pergi bersama Pinkan. Dan Jonathan tersenyum melihat keduanya. Lalu ia menghampiri sebuah mobil, yg ada Sheira di dalamnya.


"Semuanya beres nyonya.." ucap Jonthan.


"Kerja bagus.. aku sudah mentransfermu uangmu." ucap Sheira.


"Terimakasih nyonya.." balas Jonathan tersenyum.


Lalu Sheira pergi dengan mobil barunya. Ia sudah mengganti mobilnya karena agar tak diikuti oleh Aryo kemanapun. Dan agar tak ada yg tahu dimana ia berada sampai sidang perceraiannya.


Luka Sheira yg sudah mulai membaik dan memudar pun membuat Sheira bisa keluar dari apartemen. Ia sudah bisa kembali bekerja mengontrol semua bakery miliknya. Namun, ia selalu bersembunyi di dalam ruangannya untuk berjaga-jaga jika suaminya datang.


☘☘☘


Sementara Theo, kini ia sedang mencemaskan Sheira tapi karena ia belum resmi bercerai dari suaminya Theo tak berani mendekat. Ia takut akan jadi beban untuk Sheira karena suaminya akan menuduh Sheira berselingkuh dengannya.


"Bagaimana Don? sudah dapat kabar?" tanya Theo.


"Sudah tuan, nona Sheira sudah terlihat keluar apartemen pagi ini. Dan ia sempat pergi ke ruko lama miliknya. Menurut informasi, ruko tersebut pemberian suaminya yg akan diberikan pada istri barunya. Tapi nona Sheira yg tahu kalau nona Pinkan licik, tak mau memberikan toko miliknya dan mengembalikan ruko pemberian suaminya. Juga masalah perceraian mereka, sedang dalam proses ." ucap Dony.


"Bagus, Don.. aku senang mendengarnya.." balas Theo.


"Kenapa anda tidak membantunya langsung tuan?" tanya Dony.


"Aku bukan pebinor, kasihan juga Sheira jika aku ikut campur, pasti masalahnya tambah rumit.." ucap Theo.


"Anda benar tuan, baiklah nanti akan saya kabari lagi mengenai perkembangannya .." ucap Dony.


"Baiklah, ingat awasi baik-baik Aryo.." ucap Theo.


"Baik tuan.." balas Dony.


Aryo merupakan menager salah satu cabang perusahaan Theo. Dan Aryo tidak mengetahui hal itu, dikarenakan Theo selalu merahasiakan identitasnya. Dan kini Theo ingin membalas semua perbuatan Aryo pada Sheira saat ia memiliki kelemahan Aryo di perusahaan.


"Lihat saja nanti baj***an.. akan kubuat kau menderita seperti yg kau lakukan pada Sheira." gumam Theo dalam hati.

__ADS_1


Dony pun ditugaskan untuk mencaritahu bagaimana pekerjaan Aryo. Menurut laporan orang-orangnya Aryo bekerja dengan baik dan tak melakukan kesalahan apa-apa. Dan hal tersebut membuat Theo kecewa karena tak bisa menjatuhkannya. Tapi dengan tenang Theo sedang membuat rencana agar Sheira berada di pelukannya dan menunjukkan pada Aryo kalau Sheira adalah berlian yg berharga.


Setiap harinya Theo mendapat kabar kalau kondisi Sheira semakin baik. Walaupun bertetangga tapi Theo paham kalau kondisi mereka tak memungkinkan untuk bertemu setiap hari. Dan Sheira juga bisa merasa tak nyaman padanya.


Dan hari ini adalah grand opening cabang bakery Sheira yg ke delapan. Acaranya diadakan meriah, karena antusias dari masyarakat. Dan tentu saja Aryo tahu hal itu. Ia datang kesana untuk bertemu Sheira dan mencoba berdamai agar perceraian mereka bisa dibatalkan.


Sheira yg sudah tiba di lokasi pun mendapat pesan dari detektif tersebut kalau Aryo sedang menuju ke lokasinya. Sheira pun mengepal geram, karena ia gemetar hanya dengan mendengar suaminya akan kesana. Trauma yg ditinggalkan Aryo masih membekas didirinya.


Dan Sheira pun mempercepat pembukaan bakery miliknya. Lalu ia dengan cepat akan pergi darisana sebelum Aryo datang. Setelah melakukan pembukaan, Sheira pun memilih untuk pergi dengan cepat agar tak bertemu dengan Aryo.


Tapi sayangnya Aryo bergerak cepat dan menemukan Sheira. Langsung saja ia mengajak wanita yg masih berstatus istrinya itu berbicara empat mata.


"Mari kita bicara Sheira.." ucap Aryo.


"Baiklah.." ucap Sheira yg sudah ketakutan.


"Sayang, ayo kita hentikan perceraian ini.. kita berdamai dan hidup dengan bahagia.. Mas janji akan memberimu nafkah dan rumah baru agar Pinkan tak mengganggumu lagi.." ucap Aryo dengan semua janji-janji manisnya.


"Cukup Mas, jangan dekat-dekat kau membuatku takut.." ucap Sheira.


"Dan, kita harus selesai.. aku tak sanggup bertahan denganmu.. dan berdamai dengan Pinkan.. apalagi kedua orangtuamu yg sudah jelas tak menyukaiku.." ucap Sheira.


"Tidak sayang, kita masih bisa memperbaiki ini.." ucap Aryo berusaha meyakinkan.


"Cukup Mas, aku lelah.. kau lupa kau sudah melakukan hal keji padaku?" tanya Sheira.


"Maaf sayang, Mas khilaf.. Mas benar-benar cemburu karena kau dekat dengan Theo." ucap Aryo.


"Bagaimana denganku Mas yg jelas-jelas melihatmu berselingkuh 2x dengan kedua mataku..?? jika itu aku mungkin kau sudah membunuhku.." ucap Sheira.


"Sayang aku mohon kembalilah.. " ucap Aryo.


"Lepaskan Mas, aku tidak akan kembali.." ucap Sheira.


"Kalau begitu aku akan takkan melepaskan tanganku.." ucap Aryo.


"Lepas Mas.." ucap Sheira mencoba melepaskan diri lalu kabur dan tim keamanan pun mengamankan Aryo.


"Anda tak apa nyonya?"


"Ya.. tolong biarkan aku pergi.." ucap Sheira.


"Siap nyonya, silahkan kami akan mengamankannya.." ucap petugas tersebut.

__ADS_1


Dan Aryo pun diamankan, lalu ia dilepaskan karena ia masih suami Sheira. Dan Sheira tak mau punya masalah dengan Aryo. Setelah itu Aryo pulang dengan langkah gontai, tubuhnya lemas tak bertenaga setelah ditinggalkan Sheira. Bahkan Pinkan yg sudah bersolek di depan matanya pun tak ditanggapinya karena ia merasa benar-benar terpukul sejak kepergian Sheira.


__ADS_2