
Sheira yg dihubungi oleh Sigit pun menyambutnya dengan baik. Ia menerima maaf dari Siti, karena menurutnya Siti sudah sadar atas semua kesalahannya padanya selama ini. Dan hari ini mereka bertemu di salah satu bakery milik Sheira yg kebetulan sedang ia kunjungi.
Siti dan Sigit pun menunggu di tempat yg sudah disediakan. Tak lama Sheira muncul bersama Jasmine, tapi Jasmine memilih untuk memerhatikannya dari jauh.
"Selamat datang.." ucap Sheira.
"Terimakasih Sheira kau masih mau meladeni kami." ucap Sigit.
"Tentu tuan dan nyonya." ucap Sheira.
"Kau tak perlu memanggil kami begitu lagi.. karena kami ingin meminta maaf padamu." ucap Siti.
"Silahkan.." ucap Sheira.
"Sheira maafkan ibu atas segala kesalahan ibu selama ini.. ibu sadar ibu salah sudah menghancurkan rumah tanggamu dengan Aryo.. dan sekarang ibu harap kau hidup bahagia dengan pasangan barumu." ucap Siti.
"Terimakasih ibu Siti.. aku memaafkannya." ucap Sheira.
"Aku juga ingin meminta maaf karena selama ini membantu istriku, dan tak bisa menjadi imam yg baik untuk istriku hingga kau menderita." ucap Sigit.
"Baik, sama-sama pak Sigit." ucap Sheira.
"Kalau begitu, kami permisi.. kami merasa lega karena sudah dimaafkan dan maaf sudah mengganggu waktumu." ucap Sigit.
"Ya.. silahkan." ucap Sheira.
Mereka berdua pun pergi begitu mendapat maaf dari Sheira. Dan Sheira memaafkan mereka terlebih tak ada yg mereka inginkan dari Sheira.
"Sudah hanya itu?" tanya Jasmine.
"Ya.. mau apalagi?" tanya Sheira.
"Kukira dia mau drama lagi." ucap Jasmine.
"Tidak, dia sedang sakit jadi tak ada baiknya jika tidak dimaafkan. " ucap Sheira.
"Kau memang terlalu baik." ucap Jasmine.
"Lebih baik daripada terlalu jahat." ucap Sheira tersenyum.
Sheira pun melakukan pekerjaannya di bakery tersebut, dan Jasmine membantunya sebagai asistennya. Dan pada sore hari, Sheira dan Jasmine pun kembali ke kantor.
__ADS_1
Pada malam harinya, Sheira pun menghadiri rapat bersama Theo untuk project kerjasama dengan beberapa product. Dan mereka sudah mendapat beberapa perusahaan yg ingin bekerjasama di calon mall besar tersebut.
Dan mereka pun pulang pada malam hari. Sheira dan Jasmine pun sudah kelelahan dan memilih langsung pulang ke apartemen. Mereka sudah bekerja dari pagi hingga malam, sampai mereka langsung tidur begitu makan malam.
"Kuharap besok jadwal kita tidak sepadat hari ini." ucap Sheira.
"No.. justru besok kita masih padat walau tak sampai malam." ucap Jasmine.
"Baiklah, ayo kita tidur saja dan bersiap untuk besok." ucap Sheira.
"Ya.. selamat malam." ucap Jasmine.
Keesokannya, Sheira dan Jasmine pun kembali disibukkan dengan ini dan itu. Banyak orang yg mempertanyakan siapa Jasmine, tapi Sheira tetap diam dan hanya mengatakan kalau Jasmine adalah asistennya.
Dan jadwal hari ini adalah rapat dewan di kantor Sheira. Hal tersebut membuat Sheira tertantang karena kemarin saat rapat terakhir dirinya diremehkan, tapi lihat kini perusahaan berjalan dengan baik. Dan pada saat rapat tak ada lagi yg menyinggungnya melihat keadaan kantor yg stabil. Hal tersebut berkat Sheira yg cepat dalam mempelajari semuanya. Juga catatan dari ayahnya yg ternyata sangat berguna.
☘☘☘
Sementara Daniel menyuruh orang-orangnya untuk mencaritahu siapa yg menyebarkan aib Jasmine hingga ia dipecat dari rumah sakit. Dan dalam waktu 1 hari, ia mendapat kabar kalau Jason kakak tiri Jasmine yg melakukannya. Hal tersebut membuat Daniel heran, bagaimana seorang saudara bisa menyakiti saudaranya sendiri. Bahkan Jasonlah yg menyebabkan Jasmine bermasalah dan diusir dari rumahnya sendiri di masa lalu.
Dan dengan semua buktinya, Daniel membantu kepolisian menangkap Jason. Jason pun ditangkap di rumahnya dan Jasmine dipanggil untuk menemui pelaku yg telah menyebarkan aibnya.
Jasmine pun langsung menuju ke kantor polisi bersama Sheira, dan mereka melihat sendiri kalau Jason yg menjadi kakak tiri dari Jasmine lah yg ternyata benar malakukannya. Jasmine pun tak terkejut, justru ia tersenyum.
"Cih, ja**ang sepertimu tak layak hidup dengan baik." ucap Jason.
"Ya.. bukannya aku menjadi ja**ang karena kau yg menjebakku?" tanya Jasmine.
"Kau menjualku kan ke rumah bordir??" tanya Jasmine.
"Karena kau sudah menghabiskan banyak uangku demi menutup mulut korbanmu." ucap Jason.
"Aku tahu mereka tak mengalami malpraktek, mereka sehat dan baik-baik saja. Justru kaulah yg membayar mereka." ucap Jasmine.
"Hahaha.. kau pintar sekali menjadi korban." ucap Jason.
"Kalau begitu mari kita lihat bukti yg terkumpul dan kita lihat hukuman apa yg akan kau dapatkan." ucap Jasmine.
"Kau harus membebaskanku ja**ang.. ingat kau berhutang nyawa padaku?" tanya Jason.
"Oh ya.. tapi hukuman tetap harus berjalan." ucap Jasmine takkan goyah untuk memenjarakan Jason kakaknya yg sudah menghancurkan hidupnya.
__ADS_1
Bagaimana bisa Jasmine diam saja melihat kesempatan emas ini dan memenjarakan Jason yg sudah menghancurkan hidupnya. Karirnya sebagai dokter hancur 2x oleh ulah Jason, dirinya diusir tanpa sepeserpun harta dari warisan ayahnya yg harusnya ia dapatkan, belum puas dari semuanya ia dijual ke rumah bordir oleh Jason yg membuat Jasmine merasa menjadi manusia yg paling hina di dunia ini. Dan dengan ini ia akan membalaskan dendamnya pada Jason dan takkan melepaskannya.
"Jason kau harus menerima hukumanmu.." gumam Jasmine dalam hati.
Jasmine pun meneruskan laporannya dan mendapat info kalau ada seseorang yg mengirimkan banyak bukti ke kepolisian. Dan Jasmine cukup terkejut setelah tahu siapa orangnya. Tak lain adalah Daniel, orang yg selalu membantunya. Hingga Jasmine merasa berhutang banyak hal padanya.
"Siapa orang baik itu?" tanya Sheira.
"Daniel, kakakmu.." ucap Jasmine.
"Wah, kakak diam-diam membantumu.." ucap Sheira.
"Ini membuatku merasa tak enak." ucap Jasmine.
"Ucapkan terimakasihmu yg tulus padanya, dan balas saat kau bisa membalasnya." ucap Sheira.
"Baiklah aku mengerti.. Maaf ya kau harus kemari padahal jadwal kita banyak." ucap Jasmine.
"Ya tak apa, kau jangan pikirkan pekerjaan tapi selesaikan masalah ini." ucap Sheira.
"Terimakasih Sheira.. ayo kita kembali ke kantor." ucap Jasmine.
"Oke." balas Sheira.
Mereka pun kembali ke kantor dan menyelesaikan beberapa pekerjaan yg tertunda. Dan Daniel tersenyum setelah tahu, kalau Jason tertangkap hari ini. Ia benar-benar membenci manusia yg menyakiti wanita. Dan apa yg Jason lakukan benar-benar seperti sampah, sampai begitu tega menjual Jasmine.
Jasmine pun menghubungi Daniel sepulang kerja, ia mengajaknya bertemu di sebuah cafe. Dan Daniel menemuinya.
"Akhirnya kau datang juga." ucap Jasmine.
"Tentu aku datang, kau mau berterimakasih kan?" tanya Daniel menebak.
"Ya.. Terimakasih telah menolongku lagi." ucap Jasmine.
"Oke.. sudah tugasku, aku sudah susah payah mendapatkan kembali surat ijinmu tapi si bre***ek itu malah membuatmu dipecat." ucap Daniel.
"Dia memang membenciku, dan berkatmu aku bisa membuatnya dipenjara." ucap Jasmine.
"Ya.. kau harus mentraktirku malam ini." ucap Daniel.
"Baiklah, aku yg traktir malam ini." ucap Jasmine.
__ADS_1
Dan mereka pun akhirnya makan malam di sebuah resto. Daniel pun senang bisa makan malam bersama Jasmine, ia tahu seperti apa wanita itu. Tangguh, jujur dan pintar, karena dari yg ia dengar kalau Jasmine lah yg berhasil membakar rumah bordir tempat Jason menjualnya. Tapi ia kembali ke dunia kotor itu, karena bertemu beberapa orang yg kembali menyeretnya.
Untuk sekarang, Daniel senang Jasmine bisa hidup dengan normal. Walaupun jadi asisten Sheira, Jasmine tetap melakukan pekerjaan halal. Tanpa sadar Daniel pun mulai menaruh hati pada Jasmine. Berbeda dari Daniel, Jasmine justru tak ingin jatuh hati pada Daniel mengingat dirinya bukan orang yg pantas bagi siapapun.