
Sheira pun mengurus semua pekerjaannya dan mengatur keberangkatan menuju Swiss. Kali ini ia harus pergi sendiri karena Daniel memiliki banyak pekerjaan. Sheira pun tak masalah dan sudah berpamitan pada semuanya.
Hari itu, Sheira diantar oleh Daniel menuju ke bandara.
"Ara maaf, aku tak bisa menemanimu. " ucap Daniel.
"Tak apa kak, kakak kan punya pekerjaan yg harus dikerjakan." ucap Sheira.
"Iya.. hati-hatilah di perjalanan." ucap Daniel.
"Iya kak." ucap Sheira.
Sheira pun masuk ke dalam bandara, dan Daniel melihatnya dari belakang hingga Sheira menjauh. Sheira pun terbang menuju Swiss pagi itu juga. Ia menempuh jarak yg cukup jauh, hingga ia harus menghabiskan waktu di pesawat.
Setelah tiba di tujuan, Sheira pun memesan taksi dan menuju hotel menginap. Rencananya lusa ia baru keluar mencari loker milik ayahnya. Hingga hari ini ia akan beristirahat sampai tubuhnya lebih baik.
Hari yg ditunggu pun tiba, setelah seharian istirahat dan mencari lokasi dimana loker itu berada, Sheira pun menuju kesana. Ia menaiki taksi selama beberapa menit untuk tiba di tempat tersebut.
Setelah tiba, Sheira mencari loker yg dimaksud sang ayah. Ia mencari berkeliling dan menemukannya setelah mencari sekitar 20 menitan. "Akhirnya ketemu juga." gumam Sheira.
Setelah memastikan kanan dan kirinya tak ada orang, Sheira pun membuka loker tersebut. Isinya hanya sebuah amplop dan langsung ia masukkan ke dalam tas. Setelah itu, Sheira bergegas kembali ke hotel untuk mengecek isi amplop tersebut.
"Kira-kira apa yg disembunyikan ayah di tempat yg jauh ini?" gumam Sheira dalam hati.
Sheira pun mencari taksi dan kembali ke hotel. Begitu tiba, ia langsung menuju ke kamarnya dan mengunci pintu. Sheira yg sudah tak sabar pun membuka tasnya dan melihat koper tersebut.
Di dalamnya berisi buku rekening tabungan yg jumlahnya fantastis. Lalu ada sepucuk surat lagi di dalamnya.
"Ara ayah senang jika kau yg mendapatkan amplop ini, ayah harap kau mau mewujudkan apa yg sudah ayah rencanakan.
Ayah meminta ingin tolong padamu, uang yg ada di rekening ini adalah modal murni milik ayah untuk project F. Project kerjasama ayah dengan paman Andre, kami ingin membangun sebuah mall. Tapi nampaknya Haris begitu licik hingga ayah harus menyimpan uang ini dengan aman.
Jika kau berkenan, carilah teman ayah bernama paman Andre. Ia memiliki rancangan project tersebut karena sangat tak aman jika ada di tangan ayah. Dan gunakanlah uang ini untuk membuka mall yg sudah ayah persiapkan. Disini juga sudah ada surat tanah dan lokasi tanah tersebut. Ayah sudah merancangnya, tapi entah kapan bangunan impian ayah bisa berdiri.
Tapi jika kau tak bisa melakukannya, gunakanlah uang ini dengan bijak."
Begitulah penggalan surat dari Chandra. Ia meminta Sheira untuk mencari Andre, padahal Andre pun bernasib sama sepertinya. Jadi pasti Theo lah yg akan bisa bekerjasama dengannya mengabulkan impian ayahnya.
__ADS_1
"Theo?? kau ada dimana sekarang??" gumam Sheira.
Sheira pun melihat lokasi tanah yg sudah dibeli ayahnya. Ia melihat tanah yg begitu luas tersebut dan ia yakin lokasi itu masih kosong dan banyak orang yg memperebutkannya karena pemiliknya tak jelas. Setelah ia memegang surat tanah asli tersebut, Sheira akan menutup tanah yg sudah jadi miliknya tersebut untuk dibangun mall sesuai keinginan ayahnya.
Sheira pun merapikan semuanya ke dalam tasnya, ia ingin cepat-cepat kembali ke Indonesia dan membereskan semuanya. Serta berbicara pada Theo mengenai tujuan orang tua mereka.
Theo pun kini berada di negara yg sama dengan Sheira. Mereka sama-sama di Swiss dan menginap di hotel yg sama. Tapi keduanya tak tahu kalau mereka berada di hotel yg sama.
Hingga saat Sheira ingin keluar dan mencari makan, ia pun bertemu dengan Theo.
"Theo??" ucap Sheira.
"Sheira.?" ucap Theo bersamaan.
"Jadi kau sudah mendapatkan apa yg disimpan ayahmu disini?" tanya Theo.
"Ya.. kau juga pasti sama." ucap Sheira.
"Bagaimana kalu kita bicara 4 mata.." ucap Theo.
"Oke.. aku yakin kau paham maksud kedua orangtua kita." ucap Sheira.
"Jadi misi kita sama, dan uang yg ditinggalkan ayahku cukup besar." ucap Sheira.
"Dadku juga melakukan hal yg sama." ucap Theo.
"Oh iya, ayahku memberitahu lokasi tanah yg sudah ia beli untuk membangun mall tersebut." ucap sheira.
"Coba kulihat." ucap Theo.
"Ini.. gila.. tanah seluas ini akan jadi mall besar pasti.." ucap Theo.
"Theo, kita tak tahu kan pemikiran kedua orang tua kita dulu." ucap Sheira.
"Ya kau benar, aku juga punya rekaman video tentang Haris dan kedua temannya." ucap Theo.
"Pasti yg kau maksud adalah Toni dan Luis?" tanya Sheira.
__ADS_1
"Kau juga sudah tahu, siapa yg memberitahumu?" tanua Theo.
"Diluar dugaan, ayah Tio sangat pintar dan menyimpan banyak data di rumah lama mereka. Tanpa sadar Tio menemukan kejahatan mereka." ucap Sheira.
"Jadi kita punya banyak bukti, aku harap Haris dan semua rekannya membusuk di penjara." ucap Theo.
"Kau sepertinya dendam sekali pada mereka." ucap Sheira.
"Kau harus lihat rekaman ini." ucap Theo.
Theo pun memperlihatkan rekaman yg ia dapatkan dari ruangan ayahnya. Dan Sheira pun kelihatan kesal mendengarnya. Ia tahu kalau jelas-jelas ayahnya yg dijadikan target utama, lalu baru Jeremi ayah dari Tio. Dan Ayah dari Theo adalah orang yg akan dimanfaatkan tapi karena sudah mengetahui segalanya mereka malah membunuhnya.
"Aku mengerti kenapa kau semarah ini." ucap Sheira.
"Jadi sudah berapa banyak barang buktinya?" tanya Theo.
"Rekaman video kejahatan ketiga orang tersebut, surat wasiat asli dari ayahku, catatan dan bukti kejahatan ketiga orang tersebut, kurasa ini sudah cukup untuk menjatuhkan mereka." ucap Sheira.
"Tapi siapa yg bisa kita percaya?" tanya Theo.
"David sedang mencarinya. " ucap Sheira.
"Sepertinya kita bertemu orang yg tepat." ucap Theo.
"Ya.. kuharap ini cepat selesai, kasihan Tio ia harus berhenti bekerja karena terus dicari oleh orang-orang Miracle Company." ucap Sheira.
"Iya, padahal ia ingin hidup dengan tenang." ucap Theo.
"Baiklah, nanti kita bahas mengenai project F di Indonesia karena memang rancangannya ada dirumahku." ucap Theo.
"Oke.. kabari aku kapan kau senggang." ucap Sheira.
"Sekarang mari kita makan diluar.. kau bilang tadi sedang cari makan kan?" tanya Theo.
"Ya.. mari kita cari makan.." ucap Sheira.
Sheira dan Theo pun mencari resto terdekat dan makan bersama. Sembari menunggu Sheira dan Theo berbagi cerita mengenai cara ayah mereka menyimpan dokumen, buku rekening dan barang berharga lainnya. Dan cara mereka pun hampir sama.
__ADS_1
Dan keesokannya Theo beserta Sheira akan kembali ke Indonesia.