Affair With Me??

Affair With Me??
EP.41 Masuk ke Circle Miracle Company


__ADS_3

Karena semua saksi disuap, mereka pun harus masuk ke circle Miracle Company. Dan kini mereka sedang mempersiapkannya. Daniel pun mengajak Sheira untuk memilih baju yg akan digunakan karena nanti mereka akan menyamar sebagai pasangan.


Theo pun kebetulan sedang ada disana. Walaupun itu bukan murni 100% kebetulan karena itu adalah siasat Daniel untuk menyatukan Theo dengan Sheira.


"Theo, kau sedang mencari pakaian juga?" tanya Daniel.


"Tentu saja, ini kan toko pakaian.." ucap Theo.


"Kau benar.." ucap Daniel.


"Sheira berada disana, sedang memilih gaun.. haruskah aku menyocokkan warna pakaian kalian?" tanya Daniel.


"Boleh juga.." ucap Theo.


"Aku tertarik dengan gaun abu-abu itu dan akan cocok dengan jas dengan warna senada disana.." ucap Theo.


"Oke.. aku akan mencoba merekomendasikannya.." ucap Daniel.


Tapi baru saja ia berkata, Sheira menuju ke arah gaun tersebut. Dan Daniel pun tersenyum pada Theo.


"Sepertinya aku tak perlu berusaha, karena Ara menginginkannya sendiri." ucap Daniel.


"Yap, ini akan menjadi milikku.." ucap Theo langsung mencoba dan membayarnya.


Sementara Daniel memilih jas warna hitam yg menampilkan kesan yg kuat. Dan siapapun yg pertama melihatnya akan merasa segan terhadapnya .


"Pilihan yg bagus.. " ucap Theo.


"Ya.. aku harus tampil sempurna agar Ara tak tertekan oleh keluarga Pinkan.." ucap Daniel.


"Oke.." ucap Theo.


"Setelan yg bagus kak.." ucap Sheira.


"Ya Theo juga berkata demikian." ucap Daniel.


"Berarti selera kita sama.." ucap Theo.


"Yap.. kalau begitu waktunya aku membayar.." ucap Daniel.


Setelah membayar, mereka pun pergi ke resto untuk bicara soal bisnis dan membahas bisnis yg akan mereka bahas di acara nanti.


"Ara kau tenang saja, ada aku.." ucap Daniel.


"Ya.. ada aku juga ." ucap Theo.


Mereka pun berbincang serius dan nampak Sheira memerhatikan dengan sesama. Setelah itu mereka pulang ke rumah dengan hati senang. Dan mereka harus tampil menawan di acara tersebut.


☘☘☘

__ADS_1


Acara pun akan digelar hari ini, nampak Pinkan pun antusias walaupun dengan perutnya yg mulai membesar. Ia tak mau kalah dengan tampil all out.


Aryo yg melihatnya pun hanya bisa terdiam dan menggelengkan kepalanya. Bagusnya Pinkan terlihat sangat cantik tapi ia terlalu berlebihan bahkan ingin memakai heels tinggi padahal ia sedang hamil. Aryo pun tak tinggal diam dan melarangnya.


"Pinkan kau itu sedang hamil, jangan pakai itu.." ucap Aryo.


"Mas gaunku hanya cocok menggunakan heels.." ucap Pinkan.


"Tapi itu tak baik untuk kehamilan.." ucap Aryo.


"Mas tahu apa sih?? mas itu tak tahu apa-apa tentang wanita.." ucap Pinkan.


"Terserahlah, jika ada apa-apa jangan menyalahkanku.." ucap Aryo.


Setelah Aryo bersiap, Pinkan pun berangkat bersama Aryo. Dan mereka akan menjadi tamu kehormatan karena merupakan anak dan menantu dari Haris. Sesampainya disana, mereka diberikan meja khusus dan duduk disana.


Rombongan Sheira, Daniel dan Theo pun tiba juga disana. Mereka datang beriringan, dan masuk bersama-sama. Nampak semua mata terpaku pada ketiganya, dimana ada seorang wanita cantik yg dijaga oleh 2 pria tampan disampingnya.


"Apa aku terlihat aneh kak?" tanya Sheira.


"Tidak, sudah kubilang kau cantik kan.." ucap Daniel.


"Tapi aku ditatap terus, aku jadi takut.." ucap Sheira.


"Sheira mereka menatapmu karena kau cantik, jadi abaikan saja.." ucap Theo.


"Semoga begitu ya.." ucap Sheira.


"Setelah ini carilah pasanganmu kak, Theo juga.." ucap Sheira.


"Oke.." jawab keduanya.


Mereka pun berjalan dan menuju ke panitia untuk menuliskan daftar kehadirannya disana. Lalu mereka mendapat nomor meja tempat mereka akan duduk dan menyaksikan acara tersebut.


"No.17.. tidak buruk.." ucap Daniel.


"Ya.. mari duduk.." ucap Theo agar Sheira tak kelelahan memakai heels tinggi tersebut.


Mereka pun duduk dan mengobrol santai sembari memerhatikan situasinya. Tak lama acara pun dimulai dan semua orang nampak sibuk fokus pada sambutan dari Haris. Sheira pun mengenalinya karena sering melihat Haris selalu bersama ayahnya.


"Aku mengenali pria itu, dia benar sekertaris ayahku.." ucap Sheira.


"Berarti David benar.." ucap Daniel.


"Dan dia adalah ayah Pinkan, jangan lupakan fakta itu.. " ucap Theo.


Sambutan demi sambutan pun disampaikan hingga acara inti pun berakhir. Kini mereka bisa menikmati hidangan yg disediakan dan sembari berbaur dengan yg lainnya. Sheira pun tak mau ketinggalan dengan ikut berbaur juga dengan sekitar. Ia bertanya-tanya apa yg sudah diajarkan Theo dan Daniel padanya pada orang-orang sekitar dan mendapat respon positif, terlebih penampilan Sheira sangat cantik malam ini.


"Aku ke kanan, kau ke kiri.." ucap Theo.

__ADS_1


"Oke.." balas Daniel.


Mereka pun berpencar dan berusaha masuk ke dalam circle tersebut. Hingga sedikit demi sedikit mereka mendapatkan beberapa fakta menarik. Ada yg menceritakan tentang ketidakadilan Haris terhadap putrinya dan karyawannya. Ada juga yg bercerita pernah melihat Haris bersama wanita muda. Belum lagi dengan tanda tanya bagaimana Haris bisa mengambil alih perusahaan ini hingga kembali bangkit setelah kebangkrutan Chandra. Ada yg memuji ada pula yg mencela, begitulah hidup.


Ditengah keramaian tersebut Aryo melihat sosok Sheira. Awalnya ia mengira berhalusinasi, tapi setelah mengucek matanya ternyata itu memang benar Sheira. Dan ia langsung mendekatinya begitu Pinkan sibuk dengan koleganya.


"Sheira.." panggil Aryo.


"Sheira.." ucap Aryo lagi.


"Iya, ada apa?" tanya Sheira datar.


"Kau benar ada disini.. kau sangat cantik malam ini.." ucap Aryo.


"Aku cantik karena aku wanita bukan pria.. Maaf aku masih ada urusan penting.." ucap Sheira.


Tapi Aryo menahan tangan Sheira dan tak mau melepaskannya.


"Sheira tunggu, dengarkan penjelasanku.." ucap Aryo.


"Mas, penjelasan apalagi?? kita sudah resmi bercerai.." ucap Sheira.


"Dengarkan aku dulu.." ucap Aryo.


"Ada apa lagi? kau mau pamer sebentarlagi punya anak..?" tanya Sheira.


"Bukan, tapi kembalilah padaku setelah Pinkan melahirkan.." ucap Aryo.


"Apa?? Kau GILA??!! kita sudah berpisah.. Kita sudah BER-CE-RAI..! " ucap Sheira dengan lantang dan tegas membuat Aryo jadi pusat perhatian.


"Lepas, kita sudah tak ada hubungan lagi.." ucap Sheira.


"Ada apa ini?? " tanya Pinkan melihat keributan di sekitarnya.


"Tolong ya jaga suamimu, aku tak mau kembali padanya.. setidaknya jangan menggangguku.." ucap Sheira.


"Hei Ja***ang jaga bicaramu.." ucap Pinkan.


"Dan bagaimana kau bisa masuk kemari, kau pasti menyusup untuk menggodanya.." ucap Pinkan.


"Hentikan..! berani sekali kau mengganggu kekasihku.." ucap Theo seketika membuat Sheira terkejut.


"Jadi benar kalian berselingkuh?" tanya Aryo.


"Hei baj****an sadarlah, Sheira sudah bukan milikmu jadi kau tak ada hak untuk berkata demikian.. Dan kami berhubungan belum lama ini sementara perceraian kalian sudah berlangsung 5 bulan yg lalu.." ucap Theo.


"Dan lebih baik kalian diam sebelum mempermalukan diri kalian sendiri.." ucap Daniel.


"Ck.. awas kalian.." ucap Pinkan.

__ADS_1


"Dan kau Mas ikut aku.." ucap Pinkan menarik suaminya dari kerumunan. "Kenapa pria yg kusuka lebih memilih ja**ng ini??" gumam Pinkan dalam hati .


Pinkan pun mengomeli Aryo dan kecewa padanya. Lalu tak lama perutnya sakit dan Pinkan terjatuh. Dan langsung dibawa kerumah sakit, sementara Sheira pulang bersama Theo. Daniel pun tetap disana untuk memantau situasi.


__ADS_2