
Theo yg tengah menanti-nanti jawaban dari Sheira pun selalu berharap setiap ada notifikasi masuk ke ponselnya. Dan yg ia harapkan pun terjadi, Sheira mengajaknya bertemu malam ini. Nampaknya Sheira sudah siap akan jawabannya.
"Don, kosongkan jadwal sore ini.. aku ada urusan penting." ucap Theo.
"Baik tuan." ucap Doni.
Theo pun pulang lebih awal, dan pergi ke apartemennya untuk segera bersiap-siap untuk kencan. Kencan pertama yg ia harapkan berhasil. Theo pun mandi dan bersiap, memakai pakaian yg bagus dan parfum yg wangi. Ia tak mau Sheira jadi tak nyaman dengannya.
Sementara Sheira, ia pun pergi ke bakery nya sore itu untuk mengecek penjualan tokonya. Dan ia pun kemudian barulah pulang untuk bersiap-siap. Jasmine pun dengan senang hati membantunya bersiap.
"Jadi kau ingin pakai baju apa?" tanya Jasmine.
"Harusnya aku pakai baju apa ya?? aku bingung." ucap Sheira.
"Lebih baik kau pakai dres panjang yg menutupi kakimu.. dan gerai rambut indahmu." ucap Jasmine.
"Oke." ucap Sheira yg kemudian mencari dres yg sesuai.
Setelah itu, ia bersiap dan Jasmine tersenyum melihatnya.
"Bagus.. semoga berhasil." ucap Jasmine.
"Iya.. aku pergi ya." ucap Sheira.
Dan Theo pun sudah menunggunya di depan pintu apartemen. Sheira pun terkejut melihatnya.
"Kau sudah datang kenapa menunggu diluar?" tanya Sheira.
"Aku tak ingin mengganggumu.. jadi kau sudah siap?" tanya Theo.
"Ya.." ucap Sheira.
Mereka pun pergi ke sebuah resto terkenal dan makan malam romantis disana. Nampak Theo begitu perhatian pada Sheira dan keduanya menikmati malam ini. Setelah makan, barulah Sheira membahas soal pertanyaan Theo.
"Jadi aku akan menjawab pertanyaannya beberapa hari yg lalu. " ucap Sheira.
"Benarkah? kalau begitu, aku harus bersiap." ucap Theo.
"Kenapa kau ingin menjalin hubungan denganku yg sudah berstatus Janda?" tanya Sheira.
"Karena, kau baik hati dan pintar." ucap Theo.
"Hanya itu? kau tidak malu?" tanya Sheira.
"Tidak, aku tak malu buktinya kita selalu baik-baik saja saat bersama." ucap Theo.
"Bagaimana dengan ibumu?" tanya Sheira.
"Aku akan meyakinkannya dan ibuku orang yg baik." ucap Theo.
"Baiklah aku menerimamu, tapi dengan syarat jangan pernah membohongiku." ucap Sheira.
"Tentu saja.." ucap Theo.
__ADS_1
Theo pun memegang tangan Sheira dan mencium punggung tangannya. Suasana romantis pun muncul malam itu. Keduanya tengah jatuh cinta dan merasa dunia hanya milik mereka berdua.
☘☘☘
Sementara di apartemen, Jasmine pun menunggu Sheira pulang dengan membawa berita bagus. Ia berharap Sheira menerima Theo dan hidup bahagia dengan pria itu.
Tiba-tiba bel pun berbunyi dan Jasmine melihat siapa yg datang. Ia berpikir apakah itu Sheira, dan akan mengomelinya karena pulang cepat.
"Tuan Daniel." ucap Jasmine lalu membuka pintunya.
"Hai Jasmine." ucap Daniel.
"Maaf tuan, Sheira sedang pergi bersama tuan Theo." ucap Jasmine.
"Aku tahu, dan aku memang punya urusan denganmu" ucap Daniel.
"Urusan apa?" tanya Jasmine lalu mereka berpindah ke ruangan lain.
"Aku ingin memberimu hadiah ini." ucap Daniel.
"Oh apa ini?" tanya Jasmine menerina amplop besar tersebut.
Jasmine yg penasaran pun membukanya dan ia menangis. Sontak ia langsung memeluk Daniel karena terharu.
"Terimakasih tuan." ucap Jasmine.
"Ck.. jangan lama-lama peluknya." ucap Daniel.
"Maaf.. aku terharu karena rasanya seperti mimpi bisa mendapatkan ijin praktek sebagai dokter lagi." ucap Jasmine.
"Aku sungguh bersyukur bisa bertemu denganmu." ucap Jasmine.
"Ya.. kalau begitu aku permisi.. kau bisa mulai mencari kerja mulai sekarang." ucap Daniel.
"Sekali lagi terimakasih tuan." ucap Jasmine.
"Oke.." ucap Daniel lalu melambaikan tangannya.
Daniel pun mendapatkan kembali surat ijin praktek Jasmine melalui bantuan dan koneksi Leon. Dan Leon yg melihat kasus tak adil itu pun bersedia membantunya. Hingga surat ijin tersebut bisa keluar dan berlaku kembali.
Daniel pun tersenyum, ia bahagia Jasmine bisa hidup dengan normal lagi tanpa harus menjual dirinya. Ia pun sangat berterimakasih pada Leon.
☘☘☘
Sementara itu, Sheira dan Theo pun tengah menikmati dinner mereka malam ini. Keduanya nampak bahagia terpancar dari wajahnya. Mereka berbincang dan tertawa bersama. Tapi dibalik tawa mereka ada stalker yg mengikuti Sheira kemana-mana.
Orang tersebut adalah orang yg dibayar Aryo untuk memata-matai kegiatan Sheira selama ini. Dan saat mendapat pesan berupa gambar Theo beserta Sheira tengah makan malam romantis, Aryo pun mengepal geram. Dirinya tak terima Sheira bersama pria lain selain dirinya.
"Minggu depan kita akan mengecek pembangunan mall.." ucap Theo.
"Baguslah, aku ingin mengontrolnya langsung." ucap Sheira.
"Ya.. tapi memang butuh waktu lama dalam prosesnya." ucap Theo.
__ADS_1
"Ya.. aku tahu." ucap Sheira.
"Bagaimana bakery mu?" tanya Theo.
"Semuanya aman terkendali, mereka sudah terlatih dan bisa dipercaya." ucap Sheira.
"Baguslah, kurasa kau akan semakin sibuk nantinya." ucap Theo.
"Iya kau benar, tapi aku bersyukur." ucap Sheira.
"Kau memang selalu rendah hati.. itu yg membuatku menyukaimu." ucap Theo.
Mereka berdua pun tak sadar sudah diikuti oleh seseorang. Hingga mereka keluar dari resto dan kembali ke apartemen. Sepanjang perjalanan, Theo menceritakan Pinkan yg kini sudah bekerja di perusahaannya.
"Apa Pinkan mengundurkan diri?" tanya Theo.
"Tidak, dia kupecat karena bersikap tidak sopan dan menghinaku dihadapan karyawan lain." ucap Sheira.
"Baguslah, kini aku juga harus menyingkirkan wanita itu. Rasanya ia memiliki niat terselubung." ucap Theo.
"Kurasa begitu, kau harus hati-hati." ucap Sheira.
"Apa dia langsung kupecat saja? karena kulihat kau khawatir." ucap Theo.
"Tidak, biarkan saja hingga dia membuat masalah." ucap Sheira.
Theo pun melihat ke arah spion mobil dan ia merasa mobilnya dibuntuti seseorang.
"Kita diikuti, aku akan berputar dan mengecohnya." ucap Theo.
"Sejak kapan?" tanya Sheira.
"Sejak keluar dari resto, kau pegangan." ucap Theo yg memacu mobilnya dengan cepat.
Theo pun berhasil mengecohnya dan pulang dengan selamat sampai apartemen. Kemudian ia menyuruh anak buahnya untuk mencaritahu siapa orang yg mengikutinya.
Theo juga meminta Sheira untuk berhati-hati. Dan ia menaruh orangnya untuk mengawasi Sheira.
"Mulai besok akan ada yg mengikutimu.. jadikan ia sopirmu." ucap Theo.
"Sopir?" tanya Sheira.
"Ya.. dia pengawalku, jadi jika kau diikuti dan terjadi hal buruk dia bisa melindungimu saat aku atau Daniel tak bisa membantumu." ucap Theo.
"Baiklah, terimakasih." ucap Sheira.
"Kau masuklah, sudah malam." ucap Theo berpisah dengan Sheira di depan pintu apartemen Sheira.
"Iya.. selamat malam." ucap Sheira lalu masuk ke dalam.
Di dalam nampak Jasmine yg tengah menunggu dirinya pulang. Dan Jasmine juga punya berita bagus kalau dirinya bisa menjadi seorang dokter lagi.
"Benarkah, selamat Jasmine." ucap Sheira memberikan pelukan.
__ADS_1
"Kau juga selamat.. kau harus bahagia." ucap Jasmine.
"Iya.. mari kita mulai lembaran baru yg bahagia." ucap Sheira. Mereka berdua pun bahagia malam ini dan saling menyemangati satu sama lain.