
Seperti biasa Sheira bekerja di bakery-nya. Dan kadang ia mengunjungi dari satu toko ke toko yg lain. Nampaknya ibu mertuanya sudah bosan memakan kue dan tak pernah mengambil kue lagi ke tokonya. Sheira pun tersenyum, langkahnya tepat untuk membiarkan ibu mertuanya makan kue sampai bosan.
Setelah mampir ke tokonya, Sheira berniat untuk membawakan roti kesukaan suaminya ke kantornya. Tapi setelah tiba di kantor justru pihak kantornya bilang kau suaminya sedang cuti. Seketika tubuh Sheira lemas karena suaminya telah membohonginya.
"Maaf bu, tapi pak Aryo sedang cuti.." ucapnya.
"Lalu sampai berapa lama dia cuti pak?" tanya Sheira.
"Hanya 2 hari bu, lusa dia baru masuk.."
"Memangnya ibu tak tahu kalau suami ibu cuti?" tanya pegawai itu bingung.
"Oh, aku habis pulang kampung dan suamiku blm sempat bicara karena tidak ada signal di kampungku.." ucap Sheira berbohong.
"Oh begitu.." ucapnya percaya.
"Terimakasih pak saya permisi.. ini untuk bapak saja.." ucap Sheira memberikan bungkusan roti-roti tersebut.
"Wah, tidak perlu repot-repot bu.." ucap pegawai tersebut tapi Sheira memberikannya begitu saja kemudian pergi.
"Terimakasih bu.." ucapnya dan Sheira hanya tersenyum.
Dalam hatinya begitu perih karena dibohongi oleh suaminya. Sheira pun menangis di dalam mobilnya, ia tak tahu harus berbuat apalagi. Kini kondisinya sedang tak bisa berfikir jernih.
Sheira pun mampir ke sebuah taman yg sepi disana ia menangis dalam diam dan membasuh air matanya berkali-kali. Ia takut mimpi buruknya menjadi kenyataan dan akan menghancurkan rumah tangganya.
Setelah cukup lama berdiam diri, Sheira menenggak botol air minum yg ia pegang sedari tadi. Ia terus mencoba untuk tenang.
Lalu disudut taman, nampak ada Theo yg sedang berada disana memastikan proyek taman miliknya terawat dengan baik. Dia melihat seorang wanita yg tengah menangis. Dihampirinya wanita tersebut, dan ternyata dia adalah Sheira menantu dari ibu Siti yg ia tolong kemarin.
Setelah Sheira tak menangis lagi, Theo pun menghampirinya.
"Permisi.." ucapnya.
"Iya, kau.." ucap Sheira yg mengingat Theo.
"Ini aku, putra ibu Viola.." ucap Theo.
"Terimakasih atas bantuanmu waktu itu.. aku bersyukur masih tertolong.." ucap Sheira yg tak sempat berterimakasih.
"Sama-sama, bagaimana kondisimu?" tanya Theo.
"Aku sudah baik-baik saja,.." ucap Sheira.
"Apa yg sedang kau lakukan disini?" tanya Theo.
__ADS_1
"Hanya sedang beristirahat dari penatnya pekerjaan.." ucap Sheira.
"Kau sendiri?" tanya Sheira.
"Sedang mengecek apakah taman ini terurus dengan baik. Karena aku tak suka dikhianati.." ucap Theo.
"Kurasa baik-baik saja.." ucap Sheira.
"Baguslah, aku sudah menginvestasikan tempat ini untuk memperbaiki udara di kota ini.. jadi aku akan kesal kalau ada yg berkhianat.." ucap Theo.
"Oh jadi taman ini milikmu.." ucap Sheira.
"Ini milik umum, tapi aku yg merawatnya.." ucap Theo.
"Apa yg akan kau lakukan jika ada yg berkhianat?" tanya Sheira.
"Tentu saja aku menghukumnya.. tapi sebelumnya aku mengumpulkan bukti dulu.. agar aku merasa tak bersalah." ucap Theo.
"Sebelumnya sudah ada yg mengkhianatimu?" tanya Sheira.
"Banyak, dan di dunia ini kita tak bisa percaya begitu saja makanya aku sangat hati-hati. Tapi kenapa kau begitu penasaran?" tanya Theo.
"Aku juga punya bisnis kecil-kecilan. Dan aku akan belajar dari caramu jika ada yg ketahuan mengkhianatiku.." ucap Sheira tersenyum.
"Baguslah, memangnya kau punya usaha apa?" tanya Theo.
"Benarkah? pasti enak, kau kan Chef terkenal.." ucap Theo.
"Kau bisa mampir, ini kartu tokoku.." ucap Sheira kemudian ia pamit pergi.
"Aku akan mampir jika ada waktu.." ucap Theo.
"Ya.. mampirlah tapi jangan malam hari karena pasti banyak yg sudah habis.." ucap Sheira kemudian pergi meninggalkan Theo.
Setelah bertemu dengan Theo, Sheira jadi bertekad untuk mencaritahu dimana suaminya berada. Kini ia sedang mencari cara untuk bisa melacak suaminya. Dan setelah dapat, ia akan melakukan aksinya malam ini.
Pertama-tama, Sheira akan pulang dan memasak makanan lezat untuk suaminya. Setelah itu menunggu suaminya pulang.
Sheira pun mamasakkan makanan kesukaan suaminya setelah Aryo mengabari kalau dirinya akan pulang lebih awal. Dan Sheira pun tersenyum. "Tentu saja pulang cepat kau kan tidak bekerja ke kantor.."gumam Sheira dalam hati.
Sheira pun menyiapkan segalanya seistimewa mungkin agar suaminya nyaman. Sesuai perkataan Aryo, ia pulang lebih awal. Dan Sheira menyambutnya dengan suka cita, padahal dalam hatinya ia kesal setengah mati dan penasaran apa alasan Aryo melakukan semua ini.
Aryo pun dengan senang hati memakan masakan Sheira. Ia begitu bahagia hidupnya kini, bagaikan sedang berada di surga dengan dilayani dua wanita cantik, yg satu melayaninya di atas ranjang dan yg satu melayani perutnya dengan masakan-masakan enak.
Setelah puas, Sheira pun membuat kopi untuk suaminya.
__ADS_1
"Terimakasih sayang.." ucap Aryo meraih kopi tersebut.
"Aku merindukanmu.." ucap Sheira.
"Aku janji nanti kita akan jalan-jalan setelah project besarku tembus.." ucap Aryo.
"Benarkah?" tanya Sheira pura-pura senang.
"Tentu, kau kan ratuku.." ucap Aryo.
"Semoga berhasil Mas, aku sangat menantikannya." ucap Sheira dipeluk suaminya.
Sebelum memberikan kopi, terlebih dahulu Sheira menaruh obat tidur ke dalam minuman suaminya. Dan Aryo langsung menghabiskan 1 gelas kopi tersebut, membuat Sheira tersenyum. Dan Aryo pun mengantuk setelah menghabiskan minumannya. Sheira langsung menyuruhnya untuk tidur di kamarnya.
Dan setelah Aryo tertidur pulas, Sheira mulai beraksi. Ia mencoba membuat suara dengan menjatuhkan barang atau menyentuh suaminya tapi Aryo tak bergerak, membuatnya leluasa mengobrak-abrik ponsel suaminya.
Awalnya Sheira kesulitan membuka ponsel tersebut, tapi akhirnya dengan susah payah Sheira berhasil membukanya dengan sidik jari Aryo.
"Mari kita lihat.." gumam Sheira dalam hati.
Sheira pun menanamkan aplikasi pelacak di ponsel suaminya, juga ia berusaha untuk menyadap ponsel suaminya. Walaupun terdengar tidak sopan, tapi suaminya sudah berani berbohong padanya. Dan entah kemana suaminya yg sedang cuti tapi mengaku tetap bekerja seperti biasa.
Setelah perangkat yg Sheira pasang selesai, ia menyimpannya dengan rapi agar aplikasi tersebut tak terlihat. Setelah itu barulah Sheira mencari jajak apa saja yg dilakukan suaminya. Dan Sheira tak menemukan apapun, membuatnya bingung. Akhirnya Sheira memutuskan untuk melihat kinerja aplikasinya besok.
☘☘☘
Keesokan harinya Sheira bangun pagi untuk menyiapkan sarapan suaminya. Ia membuat roti kesukaan suaminya dan dengan telaten menyiapkan segala keperluan suaminya. Aryo pun tak menaruh curiga pada ponselnya karena Sheira telah menyadap ponselnya.
"Morning sayang.." ucap Aryo seraya mengecup pipi istrinya.
"Morning Mas, aku buat roti kesukaanmu.." ucap Sheira.
"Pasti enak.." ucap Aryo.
"Jadi mandi dulu dan sarapan.." ucap Sheira.
"Oke.. aku pasti akan menghabiskannya ." ucap Aryo.
Setelah mandi dan berpakaian rapi, Aryo menuju ke meja makan untuk sarapan. Sheira pun tersenyum melihat suaminya, karena aktingnya sungguh luar biasa. "Bagus sekali Mas aktingmu.." gumam Sheira dalam hati.
Aryo pun menikmati sarapannya sebelum pergi ke kantor. Setelah itu ia berpamitan pada Sheira, tak lupa Sheira juga membawakan bekal untuknya. Di dalam tas bekal tersebut juga ada micro chip yg fungsinya untuk melacak keberadaan suaminya.
Setelah Aryo berangkat Sheira melihat kemana suaminya pergi. Ternyata benar ia bukan ke kantor, melainkan ke sebuah apartemen. Tapi baru 5 menit, suaminya pergi lagi ke suatu tempat. Dan ternyata suaminya menuju ke sebuah hotel. Sheira pun bergegas kesana dan memata-matai suaminya.
Degg..
__ADS_1
"Apa mimpiku adalah sebuah pertanda??" gumam Sheira di dalam mobilnya.