
Pinkan yg pingsan pun langsung dibawa oleh Aryo dan Mia ke rumah sakit. Dan setelah tiba di rumah sakit, Pinkan langsung ditangani oleh dokter. Dapat dilihat saat itu Pinkan sudah mengalami pendarahan hebat.
Dokter pun mengatakan kalau Pinkan tekanan darahnya tinggi yg diakibatkan oleh stres. Aryo pun paham tak mudah bagi Pinkan menerima kenyataan mengenai ayahnya. Dan Aryo mengusahakan yg terbaik untuk anaknya.
Dokter pun segera melakukan prosedur operasi untuk menyelamatkan bayi Pinkan. Setelah beberapa menit di ruangan, terdengarlah suara tangisan bayi yg menandakan anak mereka telah lahir. Aryo pun menitihkan air mata dan tak hentinya bersyukur. Tapi mirisnya Siti dan Sigit tak mau menemui cucunya karena ayahnya Pinkan adalah seorang narapidana resmi hari ini.
"Ibu, ayah kalian keterlaluan.. kalian kan yg menginginkan anak ini lahir tapi hanya karena ayah Pinkan bermasalah kalian langsung menjauh." gumam Aryo dalam hati.
Aryo pun lagi-lagi malu atas tindakan kedua orangtuanya. Dan Mia ia pasrah akan besannya, kini ia harus memerhatikan Pinkan dan cucunya. Sementara suaminya mendekam di penjara, entah apalagi yg tersisa dari suaminya setelah ini.
Kondisi Pinkan pun sangat lemah setelah anaknya lahir. Begitu juga dengan bayinya yg sangat kecil karena Pinkan selalu diet saat hamil. Entah apa yg ada di pikirannya hingga tega melakukan itu demi dirinya sendiri.
Kini bayi mungil tersebut harus berada di inkubator dan mendapatkan penanganan khusus. Aryo pun sedih melihat bayi laki-laki yg dilahirkan Pinkan sangat kecil dan lemah karena kondisinya saat ini.
Setelah bayi tersebut dibersihkan, barulah Aryo bisa meng-adzaninya dan melihatnya.
"Nak kau harus kuat.." gumam Aryo setelah meng-adzaninya.
Setelah itu, Aryo melihat kondisi Pinkan yg lemah. Ia bahkan belum sadarkan diri. Dan hal itu membuat Mia menjadi semakin sedih. Ia merasa hari ini ada banyak sekali hal buruk yg menimpa keluarganya. Haris yg dikabari soal anak dan cucunya pun hanya bisa menangis di dalam jeruji besi. Haris tak bisa menengok cucu dan putri tercintanya karena keserakahan yg ia lakukan selama ini.
Sementara Kevin, ayah dari bayi Pinkan yg sebenarnya, ia cukup sedih melihat kondisi putranya yg lemah akibat kebodohan Pinkan. Entah mengapa ia begitu kesal pada wanita yg sudah melahirkan putranya.
Dan yg lebih membuatnya terkejut lagi, putranya mengalami kondisi yg buruk beberapa jam setelah dilahirkan. Ada beberapa organnya yg bermasalah dan harus segera dioperasi. Hal tersebut membuat Kevin semakin geram dan ingin cepat-cepat mendapatkan hak atas anak tersebut.
"Apa yg terjadi?" tanya Kevin pada anak buahnya.
"Kondisi putra anda mengalami masalah pada beberapa organ tuan, dan ia harus segera di operasi." ucao anak buahnya.
"Siapkan segala yg putraku butuhkan." ucap Kevin.
Reaksi Aryo pun tak kalah terkejut mendengar kabar putranya. Ia pun menyetujui saran dokter untuk melakukan operasi. Tapi sebelum itu, Aryo diminta untuk melakukan beberapa tes karena sang anak butuh donor darah.
Aryo pun melakukan serangkaian tes tersebut agar putranya cepat diatasi. Dan setelah hasilnya keluar, Aryo ternyata tak bisa mendonorkan darahnya.
__ADS_1
"Maaf pak, hasilnya bapak tidak bisa mendonorkan darah bapak."
"Lalu apa yg harus saya lakukan dok? ibunya masih lemah.." ucap Aryo.
"Bayinya butuh golongan darah B.. jadi siapa di keluarga anda dan istri anda yg bergolongan darah B?" tanya dokter.
"Aku O, dan orangtuaku juga O.. tapi sebentar coba aku tanya ibu mertuaku." ucap Aryo meminta waktu sejenak untuk berbicara pada Mia.
Mia pun ternyata bergolongan darah A, Haris dan Pinkan juga bergolongan darah A. Hal tersebut membuat Aryo bingung, bagaimana bisa anaknya golongan darahnya berbeda dari orangtua dan juga keluarganya.
"Ibu apa yg harus kita lakukan?" tanya Aryo.
"Kita harus cari orang yg tepat." ucap Mia masih menutupinya.
"Kita minta tolong saja pada dokter untuk mencarinya. " ucap Mia.
"Baiklah." ucap Aryo yg sudah tak tahu harus bagaimana lagi.
"Terimakasih Tuhan.. akhirnya anakku bisa selamat." gumam Aryo dalam hati.
Orang tersebut pun langsung mendonorkan darahnya karena proses operasi akan segera dimulai. Dan beberapa hari setelahnya, operasi pun dilaksanakan. Pinkan yg sudah sadar pun menangis melihat kondisi putranya. Kini mereka tengah menunggu sang dokter mengusahakan segalanya untuk membuat anaknya sembuh dan kembali normal.
Operasi yg dilakukan oleh beberapa orang dokter pun berlangsung. Suasana disana sangat tegang dan terjadi cukup lama. Beberapa jam pun berlalu, dan dokter keluar dari ruangan operasi. Semua mata pun berharap besar pada dokter tersebut.
"Bagaimana dok kondisi putra saya?" tanya Aryo.
"Selamat pak, operasi putra bapak berhasil.. Tapi anda harus sabar karena putra bapak harus menyesuaikan diri sampai ia bisa normal lagi." ucap dokter.
"Terimakasih banyak Dok.. " ucap Aryo dan juga Mia.
Sementara Pinkan pun menangis menyadari kebodohannya. Ia dulu pernah mengkonsumsi obat untuk menggugurkan kandungannya tapi gagal. Dan kini efeknya terjadi pada putranya yg baru lahir.
"Maafkan mom nak.." gumam Pinkan dalam hati.
__ADS_1
Kemudian, Aryo pun dipanggil ke ruangan dokter untuk berbicara. Disana dokter menjelaskan efek mengonsumsi obat-obatan tertentu dan Aryo tak mengerti.
"Jadi maksudnya obat apa dok?? apa istri saya mengonsumsi obat diet atau semacamnya?" tanya Aryo.
"Bukan pak, tapi obat yg digunakan untuk menggugurkan kandungannya." ucap sang dokter membuat Aryo terpaku.
"Dok, tak salah bicara? tak mungkin istri saya meminum obat tersebut." ucap Aryo tak mengerti.
"Tapi kami menemukan efek dari obat Xx.. dan itu yg membuat kondisi putra anda menjadi seperti sekarang." ucap sang dokter.
"Tapi bapak tenang saja, operasinya berjalan dengan lancar dan biasanya bayi anda akan tumbuh dengan normal." ucap sang dokter.
"Baik dok, terimakasih." ucap Aryo.
"Ya sama-sama." ucap sang dokter.
Aryo pun berjalan dengan tatapan kosong, ia merasa semuanya begitu janggal. Jelas-jelas, Pinkan bahagia karena hamil dan itu yg diinginkan ibunya. Tapi ia tak tahu apa yg terjadi pada Pinkan sampai tega mengonsumsi obat tersebut.
"Permisi tuan Aryo, bisa kita bicara 4 mata.." ucap seorang pria.
"Anda siapa?" tanya Aryo.
"Namaku Kevin, dan kita punya urusan.." ucap Kevin.
"Urusan apa? kita bahkan belum pernah bertemu." ucap Aryo semakin bingung di tengah otaknya yg sedang memikirkan anak dan istrinya.
"Ikutlah denganku, karena aku bisa menjawab semua kembimbangan dalam pikiranmu. " ucap Kevin.
"Apa maksud anda tuan?" tanya Aryo.
"Lebih baik ikuti aku, aku tahu apa yg terjadi pada putramu juga istrimu.. Aku yakin mampu memberi jawaban atas semua pertanyaanmu mengenai mereka berdua." ucap Kevin.
Kevin pun membawa Aryo ke sebuah taman yg sepi, dan mereka bicara disana 4 mata. Dan dari kejauhan nampak anak buah Kevin berjaga disekitarnya.
__ADS_1