
Kevin pun mengajak Aryo ke sebuah taman yg sepi, disana ia berbicara santai dengan Aryo. Dapat dilihat juga Kevin secara blak-blakan mengakui kalau ia adalah mantan kekasih Pinkan sebelum Pinkan menikah dengannya.
Kemudian Kevin bertanya berapa bulan kehamilan Pinkan yg Aryo ketahui. Aryo pun menjawab kalau Pinkan baru hamil 34 minggu, dan itu yg membuat bayinya lemah.
"Hahaha.. drama yg dibuat Pinkan sungguh hebat." ucap Kevin.
"Apa maksudmu?" tanya Aryo kesal.
"Jangan kesal dulu, kalau kau mau membuktikannya coba tanyakan pada dokter yg menangani Pinkan berapa usia kandungan Pinkan yg sebenarnya." ucap Kevin.
"Kau tidak sedang menipuku kan?" tanya Aryo.
"Untuk apa?? aku hanya ingin anak itu, bukan Pinkan." ucap Kevin.
"Anak itu siapa maksudmu?" tanya Aryo.
"Anak yg dilahirkan Pinkan adalah anakku.. " ucap Kevin tersenyum.
"Bagaimana bisa?? kau jangan mengada-ada." ucap Aryo.
"Tentu saja bisa karena kami pernah melakukannya saat sedang berhubungan. Lalu perusahaanku jatuh dan Pinkan meninggalkanku dengan bodohnya tanpa tahu kalau dirinya hamil." ucap Kevin.
"Apa kau sedang bercanda?" tanya Aryo hendak memukul Kevin tapi tiba-tiba bodyguardnya muncul menahan Aryo.
"Lepaskan pria ini, kami bisa bicara baik-baik.." perintah Kevin pada anak buahnya.
"Baik tuan." ucap mereka.
"Jadi masih mau mendengar penjelasanku?" tanya Kevin.
"Katakanlah segalanya beserta buktinya." ucap Aryo.
"Jadi aku adalah ayah dari anak yg dilahirkan Pinkan, dan saat aku ingin bertanggungjawab, Pinkan justru berniat menggugurkan kandungannya. Dengan segala usahaku aku berhasil menggagalkannya. Tapi ia malah mengonsumsi obat-obatan yg bisa menggugurkan kandungannya hingga anak kami seperti sekarang kondisinya." ucap Kevin lalu Aryo pun terdiam.
"Kau masih ingin mendengarnya?" tanya Kevin.
"Katakan segalanya." ucap Aryo.
"Aku juga yg mendonorkan darah untuk anak itu, golongan darah kami sama-sama B.. dan juga aku yg membayar semua tagihan rumah sakit untuk anakku." ucap Kevin.
"Jika kita ingin membuktikannya, ayo kita tes DNA.. karena sejujurnya aku tak yakin Pinkan bisa mengurus anak ini dengan baik." ucap Kevin.
__ADS_1
"Aku akan memikirkannya." ucap Aryo.
"Kau pikirkan saja Aryo, karena semua jadi masuk akal berdasarkan perkataanku." ucap Kevin.
"Ya.. nanti aku kabari.. aku minta nomor teleponmu." ucap Aryo.
Mereka pun bertukar nomor telepon, dan perlahan Aryo memikirkannya dengan semua logikanya berdasarkan apa yg terjadi dan apa yg diceritakan oleh Kevin.
Mulai dari usia kandungan Pinkan yg langsung ia tanyakan pada dokternya. Dokternya pun menjawab kalau usianya sudah lebih dari cukup yakini 39 minggu. Dan Aryo pun terdiam karena apa yg dikatakan oleh Kevin benar, Pinkan berbohong soal usia kandungannya.
Lalu mengenai efek samping dari obat yg dapat menggugurkannya kandungannya juga pasti dikonsumsi sebelum ia menikah karena setelah menikah Pinkan justru rajin meminum vitamin dan tak ada obat apapun di kamar mereka.
Semalaman Aryo pun memikirkan satu demi satu perkataan dari Kevin. Ia menangkapnya dengan logikanya kalau ucapan Kevin masuk akal. Juga dengan golongan darah putranya yg sama sekali tak sama dengannya maupun Pinkan.
"Apa aku selama ini dibohongi hanya untuk menjaga harga diri Pinkan??" gumam Aryo dalam hati.
Aryo pun secara diam-diam menghubungi Kevin dan ia setuju untuk mengetes DNA bayi laki-laki tersebut. Di dalam hatinya ia sungguh ingin menepis semua fakta tersebut dan berharap kalau bayi tersebut adalah anaknya. Tapi beberapa fakta dihadapannya pun membuatnya tak bisa membiarkannya begitu saja. Bagaimana pun anak itu perlu tahu siapa ayah kandungnya. Dan juga Aryo kecawa pada Pinkan atas semua kebohongannya jika semuanya adalah fakta.
Secara diam-diam pula Kevin dan Aryo melakukan tes DNA pada bayi tersebut tanpa sepengetahuan Pinkan dan Mia. Dan hasilnya akan terlihat 2-4 minggu kedepan.
"Mari kita tunggu siapa ayah dari bayi ini." ucap Kevin.
"Ya.. aku sudah tak tahu lagi jika apa yg kau katakan benar." ucap Aryo.
"Jika itu anakmu apa yg akan kau lakukan?" tanya Aryo.
"Aku akan mengambil jalur hukum untuk mendapatkan hak asuhnya." ucap Kevin.
"Dan kau sendiri, jika dia benar anakku apa yg akan kau lakukan pada Pinkan?" tanya Kevin.
"Aku tak tahu.." ucap Aryo bingung.
"Pikirkanlah sebelum hasilnya keluar, karena aku tak bisa membiarkan Pinkan mengurus anakku. Sudah cukup ia kekurangan nutrisi bahkan bermasalah organnya karena kebodohan Pinkan. Aku tak mau anakku celaka lagi ditangannya." ucap Kevin lalu menepuk pundak Aryo dan pergi.
Bayi laki-laki tersebut pun harus terus berada di rumah sakit karena kondisinya. Sementara Pinkan sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah.
Lagi-lagi sebuah fakta mencengangkan muncul dihadapannya. Siti selaku ibu mertua yg selalu mendukungnya justru malah menatapnya dengan tatapan tak suka.
"Ibu.. sudah ada disini.." ucap Pinkan.
"Kau kan bisa lihat pakai mata." ucap Siti.
__ADS_1
"Maaf bu." ucap Pinkan.
"Kau bilang ayahmu tak bersalah tapi malah dipenjara.. kau ini membuatku malu saja." ucap Siti.
"Maaf bu, aku tak tahu apapun soal itu." ucap Pinkan.
"Ck.. aku membuang Sheira yg ternyata setara denganku demi memungut penipu seperti kalian." ucap Siti.
"Cukup bu, aku lelah.. kalau ingin mengomel lebih baik ibu pulang." ucap Aryo.
"Aryo..! kau ini dengarkan ibu.." ucap Siti.
"Dulu ibu tak mendengarkan ku saat aku ingin mempertahankan Sheira, sekarang aku menikahi Pinkan sesuai keinginan ibu dan hasilnya begini ibu tetap tak terima.. sampai kapanpun ibu takkan pernah dapat menantu seperti keinginan ibu..!" ucap Aryo kesal.
"Pinkan masuk ke kamarmu." ucap Aryo yg kasihan melihat kondisi Pinkan yg masih lemah pasca melahirkan.
"Baiklah ibu akan pulang, awas jika kau menangis pada ibu." ucap Siti pergi.
"Haaa.. semuanya membuatku kesal." gumam Aryo.
Pinkan pun menangis dikamarnya. Ia tak tahu nasibnya akan sesial ini. Ayahnya dipenjara, dan kondisi anaknya sangat lemah walaupun sudah dioprasi.
Keesokannya muncullah berita mencengangkan, dimana semua aset atas nama Haris diperiksa. Mau tak mau Mia pun keluar dari rumah mewahnya. Dan Sheira dinyatakan sah sebagai pemilik Golden.corp yg kini menjadi Miracle Company.
Pinkan pun mengepal geram karena dengan mudahnya Sheira mendapatkan segala miliknya. Lalu Aryo melihatnya dan menyindirnya.
"Kalau kau ingin menyesal tak ada gunanya, ayahmu sudah terbukti bersalah." ucap Aryo.
"Tapi Mas.. semuanya milikku." ucap Pinkan.
"Itu dulu sebelum ayahmu ketahuan, sekarang dia sudah ketahuan jadi terimalah kenyataan dan jalani hidupmu yg sekarang. Ingat ada anak yg harus kau rawat." ucap Aryo.
"Baiklah." ucap Pinkan.
Mau bagaimanapun Pinkan sudah tak ada hak atas segalanya. Dan penyidik kini sedang menyelidiki aset milik ayah Sheira dan milik Haris. Setelah semua diputuskan, Haris tetap memiliki asetnya dan dikembalikan. Sementara Sheira mendapatkan haknya yakni perusahaan dan beberapa propreti lainnya.
Beberapa selingkuhan Haris pun mendatangi Mia, mereka membeberkan segalanya pada Mia. Mia pun tak terima tapi para wanita itu dengan tegas mengatakan kalau mereka takkan mengganggu kehidapan Haris dan keluarganya. Serta mereka tak menuntut apapun dari Haris.
Mia pun syok mendengarnya, ia tak tahu kalau suaminya selama ini bermain-main dengannya dibelakangnya. "Tega sekali kau Mas, bahkan sampai ada 3 wanita yg menjadi simpananmu." gumam Mia dalam hati.
Sementara ketiganya pun merasa bebas dan mereka bisa melanjutkan kehidupan normal mereka. Mereka sudah mendapatkan apartemen, dan tabungan untuk hidup mereka kedepannya. Dan Mia, ia tetap mendapatkan aset Haris walaupun hanya sedikit. Setidaknya ia masih punya tempat tinggal dan punya aset untuk bertahan hidup.
__ADS_1
Tapi rasa sakit hati Mia membuatnya stres dan depresi. Segalanya menghilang, kekayaan, teman sosialita dan kehidupan galamor, juga suami kaya yg kini menjadi narapidana. Mia belum siap untuk jatuh, hingga ia menjadi sakit-sakitan.