
Theo yg baru pulang ke Indonesia pun harus sudah kembali ke kantor karena ada beberapa pekerjaan. Begitu juga dengan Sheira yg mengecek beberapa bakery miliknya. Jasmine yg sudah seminggu ini tak bertemu sahabatnya pun menyusul Sheira di rumah Viola.
"Sheira.. aku merindukanmu." ucap Jasmine memeluk Sheira.
"Aku juga.. rasanya kita sudah lama tak tinggal bersama." ucap Sheira.
"Benar aku cukup kesepian." ucap Jasmine.
"Yasudah kau menikah saja dengan kakakku.. daripada kalian berdua kesepian terus." goda Sheira.
"Kau ini baru tiba sudah menggodaku.. Bagaimana liburannya?" tanya Jasmine.
"Tentu saja menyenangkan." ucap Sheira.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita kerja.. kau rindu bukan pada toko kuemu?" tanya Jasmine.
"Iyaa aku sangat merindukannya." ucap Sheira.
Sheira pun berangkat mengunjungi beberapa bakery miliknya. Ia melihat bakery nya yg cukup stabil saat ia tak ada. Semua pegawainya cukup bisa diandalkan dan dipercaya. Penjualan juga sangat baik, dan stabil.
Sheira pun tersenyum serta bangga pada pegawainya. Tak lupa ia juga membawakan oleh-oleh nya dari jalan-jalan kemarin.
"Kerja bagus, kalian memang bisa diandalkan.. " ucap Sheira pada karyawannya.
"Terimakasih bu.." ucap mereka.
"Pertahankan performa kalian.." ucap Sheira.
"Baik bu.." ucap mereka senang.
Sheira dan Jasmine pun pergi dari satu bakery ke bakery lainnya. Ia dan Jasmine juga berbagi cerita selama perjalanan. Banyak yg Jasmine ceritakan, bagaimana ia minder setiap kali diajak Daniel bertemu orangtuanya.
"Kau harus menemui mereka." ucap Sheira.
"Kau yakin mereka akan menerimaku dan masalaluku?" tanya Jasmine.
"Sepertinya, karena mereka kelihatan bukan orang yg berpikiran sempit." ucap Sheira.
"Aku sangat gugup." ucap Jasmine.
"Santai saja, dan berusahalah.. jangan lupa berdoa.." ucap Sheira.
"Oke.. aku akan mencobanya." ucap Jasmine.
"Itu baru Jasmine yg kukenal, pemberani dan tegas." ucap Sheira.
"Terimakasih." ucap Jasmine tersenyum.
__ADS_1
☘☘☘
Sementara itu Daniel sedang membicarakan Jasmine pada orang tuanya. Sejujurnya Daniel pun gugup dan takut orang tuanya tak menerima Jasmine dengan masalalunya. Tapi diluar dugaan, Anderson dan Luciana pun cukup terharu dengan masalalu Jasmine yg penuh liku dan luka.
Mereka pun penasaran ingin bertemu dengan Jasmine dan berbincang secara pribadi karena saat pernikahan Sheira kemarin, mereka hanya bertegur sapa.
"Mom tak tahu kalau dibalik wanita yg ceria itu tersimpan banyak cerita pilu." ucap Luci.
"Aku juga tak menyangka ada keluarga yg setega itu pada anggota keluarganya." ucap Anderson.
"Mom.. Dad.. ini bukan mimpi kan, kalian menerima Jasmine kan??" tanya Daniel tak percaya.
"Ya Daniel, semua orang berhak bahagia apapun masalalunya." ucap Luci.
"Terimakasih mom." ucap Daniel.
"Terlebih itu bukan kemauannya, ia pasti terpaksa dan tak punya pilihan lain.. Serta tak ada yg bisa dimintai tolong.." ucap Anderson.
"Terimakasih Dad.." ucap Daniel tersenyum.
"Sudah nanti kau bawa wanita itu kemari dan perkenalkan secara resmi." ucap Luci.
"Baik mom.." ucap Daniel senang.
"Kau itu senang sekali.. baru ini dad melihatmu sebahagia ini." ucap Anderson.
"Ya.. terserah padamu saja.." ucap Anderson lalu pergi bersama Luci ke taman meninggalkan Daniel yg sedang bahagia.
"Aku tak menyangka akan semudah ini.." gumam Daniel dalam hati.
Daniel pun segera menyelesaikan segala urusannya di sana dan ingin cepat-cepat kembali untuk menyusul Jasmine bertemu orangtuanya.
Dan tiba saatnya Daniel kembali ke Indonesia, ia sudah merindukan kekasihnya. Ia pun berangkat setelah berpamitan pada kedua orang tuanya. Perjalanan panjang pun dilaluinya dengan penuh semangat karena ia yakin sebentar lagi ia akan bertemu Jasmine.
Selama di pesawat, Daniel pun menikmatinya dengan membaca buku atau membalas email dari kantornya. Ia benar-benar tak sabar ingin bertemu Jasmine. Hingga tiba di bandara Indonesia, Daniel yg sudah dijemput oleh anak buahnya pun langsung bertolak ke kantor Sheira untuk menemui Jasmine.
Daniel pun senang bukan main saat tahu Jasmine juga merindukannya dan sempat kesal karena tak ada kabar darinya seharian ini melalui Sheira. Tapi saat sedang di perjalanan, hal naas terjadi pada Daniel. Mobil yg ditumpanginya diserempet truk bermuatan besar dan terguling di tol.
Braakkkk...Duakhh..
"Hei.. bangunlah.." ucap Daniel yg langsung tersadar, tapi sopirnya dan pengawalnya pun tak sadarkan diri.
Tak lama beberapa bodyguard dari mobil lain pun tiba dan langsung memberikan pertolongan pertama. Ambulans dan pihak berwajib pun mengamankan lokasi. Diduga sopir truk ngantuk dan tak bisa mengendalikan mobil besar tersebut hingga menyerempet dan menabrak beberapa mobil lain.
Kecelakaan maut itupun menelan beberapa korban jiwa dan masuk ke headline berita di tv dan berbagai sosial media. Sheira dan Theo pun panik saat dikabari berita kecelakaan Daniel dari pengawalnya.
Sheira pun bingung ingin memberitahu Jasmine. Tapi Jasmine pun bisa melihat wajah khawatir Sheira, hingga Sheira mengatakannya walau berat. Jasmine pun terkejut dan cukup panik mendengarnya. Hingga mereka langsung mengunjungi Daniel di rumah sakit.
__ADS_1
Disana Theo juga sudah tiba dan sedang menunggu kabar dari dokter.
"Bagaimana kakakku?" tanya Sheira.
"Masih ditangani dokter." ucap Theo.
Jasmine pun menunggu di ruangan tunggu dengan hati tak karuan. Tapi ia harus bisa tenang dan fokus mendengarkan perkataan dokter yg menangani.
Begitu dokter keluar, mereka bertiga pun langsung menyambut dengan penuh harap.
"Kondisi tuan Daniel sudah aman, hanya kita tinggal menunggu pasien sadar. " ucap sang dokter.
"Syukurlah.." ucap Theo dan Sheira.
"Bolehkah aku melihat kondisinya?" tanya Jasmine.
"Tapi hanya satu orang yg boleh masuk." ucap sang dokter.
"Baik.." ucap Jasmine lalu masuk ke dalam.
Ia melihat Daniel penuh dengan luka-luka di tubuhnya. Kepalanya pun terluka dan habis dijahit terlihat dari perban yg menempel. Lalu kakinya pun kelihatan cedera juga. Jasmine pun melihat untuk mengecek kondisi Daniel dengan seksama.
Sesuai perkataan dokter, Daniel masih pingsan efek dari obat bius. Dan Jasmine pun masih menunggu hasil pemeriksaan lainnya apakah ada masalah dibagian lainnya.
"Kau mau kemana?" tanya Sheira.
"Aku akan menemui dokter, dan sedikit bertanya." ucap Jasmine lalu pergi.
"Dia pasti ingin memastikannya sendiri." ucap Theo.
"Ya.. aku tahu Jasmine orang yg cerdas dan berani." ucap Sheira.
Theo dan Sheira pun menjaga Daniel bergantian, sementara Jasmine ia berbicara dengan staf dan dokter disana mengenai kondisi Daniel.
"Anda sepertinya cukup mengerti ilmu kedokteran." ucap sang dokter.
"Aku pernah mempelajarinya beberapa tahun." ucap Jasmine.
"Aku bersyukur ada korban yg masih selamat setelah peristiwa naas hari ini.. Aku juga melihat beberapa mayat yg datang dan menunggu keluarganya." ucap sang dokter sedih.
"Terimakasih dok, dokter sudah berusaha keras.. aku senang mendengar langsung penjelasan dari anda dan bisa melihat hasil pemeriksaannya." ucap Jasmine.
"Sama-sama.. kita hanya tinggal melihat kondisi tuan Daniel setelah sadar untuk melakukan peninjauan." ucap dokter.
"Baik aku mengerti." ucap Jasmine lalu keluar dari ruangan dokter dengan membawa hasil pemeriksaan.
Kemudian Jasmine membagi info dari dokter pada Sheira dan Theo. Keduanya pun sedikit lega atas info tersebut. Dan Theo, ia juga harus mengurusi sopir dan pengawal yg dirawat di ruang lain. Mereka pun bekerjasama merawat Daniel dan juga mengabari keluarga dari sopir dan bodyguard Daniel.
__ADS_1
Jasmine pun dengan telaten mengurusi Daniel, hingga Sheira memberinya cuti untuk merawat kakaknya. Orangtua Daniel pun dikabari oleh Sheira dan mereka cukup sedih mendengar beritanya. Mereka pun langsung bertolak ke Indonesia untuk melihat kondisi putra tunggal mereka.