
Sejak hari Nicholas membuat social media, ia jadi sebal setiap kali memegang ponselnya karena banyak sekali notifikasi yg masuk. Bahkan sampai ia ditawari untuk jadi model iklan sebuah tempat bimbingan belajar.
Nicho pun jadi mematikan suara di ponselnya dan jarang membuka ponselnya. Sementara Nathan yg melihat perubahan Nicho pun hanya bisa tersenyum. Ia tahu kalau semua remaja pasti begini.
Suatu hari, Grace memposting foto bersama Nicho karena bahagia akhirnya kakaknya mempunyai social media. Grace pun ingin memamerkan kedua kakaknya agar tak ada lagi yg berani mengganggunya. Karena belakangan ada banyak sekali yg tidak menyukai Grace, dengan alasan followers yg banyak, Grace siswi berprestasi dan juga ia anak orang kaya. Belum lagi kepopulerannya di kalangan murid laki-laki.
Tapi dampak postingannya justru lebih banyak hal negatif. Dimana banyak yg menganggap Grace berpacaran dengan Nicho. Banyak juga rumor tak sedap walaupun beberapa orang sudah tahu kalau Nicho adalah kakaknya.
"Ngakunya kakak, padahal pacar.."
"Sok kecantikan banget.."
"Ribet banget jadi orang..!" balas Grace tanpa takut.
"Berani lu sama gue?"
"Kenapa harus takut.?" balas Grace.
Grace dan anak lain pun bertengkar di halaman sekolah disaksikan oleh banyak murid lainnya. Hal tersebut pun jadi tontonan heboh satu sekolahan dimana anak kelas 1 melawan anak kelas 2.
"Stopp..!" ucap seorang guru memisahkan.
Grace dan kedua siswi bernama Mina dan Loren diamankan ke ruang BP. Mereka pun diintrogasi kenapa bertengkar.
"Bu, Loren dan Mina menghinaku duluan." ucap Grace.
"Tidak, dia yg cari gara-gara duluan." ucap Loren.
"Cari gara-gara bagaimana?? kita kenal juga enggak." ucap Grace.
"Trus ngapain lu post foto sama Nicho.?" tanya Loren.
"Astaga kalian ribut gara-gara laki-laki, kalian ini masih dibawah umur.." ucap guru BP tersebut.
"Bu, Nicho itu kakakku. Dia aja yg hidupnya ribet dan punya iri hati. " ucap Grace.
"Kau yakin Grace?" tanya guru BP tersebut.
"Kalau ibu tak percaya cek saja KK keluargaku, dan hubungi orangtuaku." ucap Grace.
"Baik, ibu akan memastikannya langsung.. mana foto Nicho?" tanya guru BP tersebut.
Grace dan Loren pun menunjukkannya. Lalu orang tua masing-masing pun dipanggil. Dan Sheira datang ke sekolah Grace karena khawatir.
Setelah itu, Sheira ditanyai oleh guru BP tersebut.
"Maaf ibu, tapi saya ingin memastikan apakah anak laki-laki yg ada di foto ini adalah anak ibu atau kakaknya Grace?" tanya guru tersebut.
"Benar, ini putraku namanya Nicholas. Dia kakaknya Grace." ucap Sheira.
"Berarti Grace tidak berbohong." ucap guru tersebut.
"Memangnya ada apa bu? dan kenapa Grace harus berbohong jika itu benar kakaknya.?" tanya Sheira.
Guru BP itu pun menjelaskan kronologis ceritanya hingga Sheira mengerti. Sementara Loren dan Mina orangtuanya tak hadir hingga mereka dihukum oleh guru BP tersebut.
Sheira pun melihat Grace yg terluka cakaran dan tamparan dari kakak kelasnya.
"Sayang, ayo kita pulang dan obati lukanya." ucap Sheira.
__ADS_1
"Tidak mom, aku bisa ke UKS. Kalau cuma lecet mah tidak apa-apa." ucap Grace.
"Grace kau harus bilang pada mom dan dad, jika ada kejadian seperti ini lagi.. Oke.." ucap Sheira.
"Baik mom." ucap Grace.
"Kalau mom tak bisa datang, hubungi Nicho atau Nathan.. oke??" tanya Sheira.
"Iya mom, mom tenang saja aku tahu harus berbuat apa." ucap Grace.
"Jika kau tidak nyamam sekolah disini, kau bisa pindah kemanapun." ucap Sheira.
"Iya mom, aku masih ingin sekolah disini." ucap Grace.
"Baiklah, jika kau ingin sekolah. Mom pulang dulu ya. Kabari jika kau diganggu lagi." ucap Sheira.
"Siap mom." ucap Grace.
Saat momnya pergi, Grace pun menuju ke Uks dan mengobati lukanya. Ia bersyukur momnya tak langsung memindahkannya ke sekolah lain.
"Syukurlah mom tak memindahkanku ke sekolah lain." gumam Grace dalam hati.
Grace pun melewati Loren dan Mina sang kakak kelas tak berakhlak. Tak lupa Grace pun melambaikan tangan pada mereka tanda kemenangan.
"Yg bersih ya kak Loren dan Mina.." goda Grace sambil melambaikan tangan.
Grace pun tersenyum lebar melihat keduanya dihukum. Dan dibalik wajah manisnya ternyata Grace memiliki mental yg sangat kuat dan pemberani. Ia tak segan-segan melawan kakak kelas yg mengeroyoknya. Walaupun ia terluka, tapi ia tak takut dan terus melawannya.
Sampai Loren dan Mina pun sakit hati, mereka berdua berniat untuk memberikan pelajaran pada Grace saat pulang sekolah.
Sheira pun mengirimkan pesan pada Nathan dan Nicholas untuk memerhatikan Grace selama sebulan ini karena Grace diserang oleh kakak kelasnya. Tapi hanya Nathan yg membacanya, sementara Nicho malas membuka ponselnya.
"Nick, hari ini kita jemput Grace." ucap Nathan.
"Tapi hari ini aku akan mengajak Celine jalan." ucap Nicho.
"Maaf aku lupa, aku akan mengurus Grace kau kencan saja." ucap Nathan.
"Tolong ya Nath.. pastikan Grace aman." ucap Nicho.
"Oke.. serahkan padaku." ucap Nathan.
Nathan pun menuju ke sekolah Grace dengan skuter maticnya. Sementara Nicho akan mengajak jalan Celine dengan mobil yg dibawa bodyguardnya.
Nathan pun menuju ke sekolah Grace dengan cepat karena menggunakan motor. Kebetulan Grace ada kelas tambahan jadi pulang agak sore. Nathan pun mengirim pesan kalau dirinya sudah berada di depan sekolah adiknya. Sembari menunggu adiknya pulang, Nathan pun mampir ke warung bakso dan makan bakso disana mumpung sepi.
Setelah 30 menit, Grace pun belum merespon pesannya. Nathan pun menunggu lagi di depan gerbang, ia berpikir Grace belum boleh memegang ponselnya.
Setelah 1 jam ia bertanya ke satpam dan guru disana. Ternyata Grace sudah pulang dari tadi dan tidak mengikuti kelas tambahan karena gurunya berhalangan hadir. Nathan pun panik karena Grace tak meresponnya dan langsung menelponnya.
Sementara Grace, ia sedang berhadapan dengan Loren dan Mina beserta anak dari sekolah lain yg rata-rata laki-laki. Walaupun pemberani tapi Grace tahu kalau ia takkan mampu melawan anak laki-laki. Grace pun ditahan dan digeledah isi tasnya. Semua buku-bukunya pun dikeluarkan dari tasnya.
Bahkan dompetnya pun diambil dan dilihat apa saja isinya.
"Katanya orang kaya tapi isi dompetnya cuma 100rb." cibir Loren.
"Ini sih orang kaya baru kayaknya." ucap Mina.
Lalu Loren mengambil ponsel milik Grace.
__ADS_1
"Buka.." ucap Loren, dan Grace membukanya.
"Loren adik kelasmu cantik juga." ucap anak laki-laki yg dibawa Loren.
"Ya terserah kau saja.. aku sedang kesal padanya." ucap Loren.
"Wah.. siapa ini yg Nathan?? dia menelponmu." ucap Loren.
"Berikan padaku." ucap Grace tapi tangannya ditarik oleh anak laki-laki itu.
"Biar aku angkat." ucap Loren.
"Tidak biar aku saja, biar aku dengar suara pacarnya." ucap Roni anak laki-laki yg menjadi temannya Loren.
"Halo Grace, kau ada dimana?" tanya Nathan di telepon.
"Maaf ya, Grace sedang main dengan kami.." ucap Roni.
"Siapa kau, berikan ponselnya pada Grace." ucap Nathan.
"Kau yg siapa, sekarang Grace pacarku. " ucap Roni.
"Pacar?? kau ada dimana bang$$@t.??" tanya Nathan.
"Aku ada di area B, kau tahu kan dimana itu?" tanya Roni.
"Jangan menyesal jika aku kesana." ucap Nathan.
"Kakak tolong..!" teriak Grace.
"Hei apa yg kau lakukan pada Grace??" tanya Nathan mendengar Grace memanggil dirinya.
"Kau kemari saja dan lihat.. hahahha.." ucap Roni lalu mematikan panggilan.
Loren pun mencengkram dagu Grace dan berkata "Kemarin kakakmu Nicho, sekarang Nathan ini siapamu lagi?" tanya Loren.
"Bukan urusammu.." ucap Grace lalu melepaskan cengkramannya.
Grace pun berusaha kabur tapi tangannya dipegangi oleh Mina dan teman-temannya. Tak berapa lama seorang anak laki-laki berseragam SMA pun menghampiri mereka. Anak laki-laki bertubuh tinggi dan tatapan tajamnya yg mengenali adik perempuannya berada dalam bahaya pun mendekati mereka.
"Lepaskan Grace selagi ku minta baik-baik." ucap Nathan.
"Kau siapanya Grace? oh pacarnya yg ditelepon.?" ucap Loren tersenyum.
"Grace pacarmu tampan juga ya." ucap Loren.
"Loren mulai hari ini Grace pacarku." ucap Roni.
"Berhenti main-main dan lepaskan Grace. Sebelum aku menghajar mulut kotormu." ucap Nathan.
"Dasar breng$***k!" ucap Roni.
Roni pun tak takut karena dia juga murid SMA. Roni dan Nathan pun langsung berkelahi disana. Teman-teman Roni pun membantunya.
Bugg..Bughh..
Roni dan teman-temannya pun jatuh tersungkur. Dan Loren beserta gengnya ketakutan lalu melepaskan Grace.
"Sekali lagi kalian mengganggu adikku, kalian akan kubuat dikeluarkan dari sekolah kalian.. !" ancam Nathan yg langsung membawa Grace pulang.
__ADS_1