
Sheira pun dibawa ke sebuah rumah besar. Ia diikat dan tak sadarkan diri. Ia dikurung di sebuah gudang yg agak gelap. Sheira pun pingsan selama beberapa jam sebelum ia terbangun karena karena tubuhnya terasa sakit karena terikat.
"Dimana ini?? " gumam Sheira.
Sheira mendapati tubuhnya terikat di tangan dan kaki, juga mulutnya yg dilakban hingga ia tak bisa meminta tolong siapapun. Sheira pun mencoba bangkit sekuat tenaga dan duduk. Ia meluruskan kakinya yg pegal karena terikat. Ia melihat sekeliling dengan cahaya yg agak redup. Ia melihat sekelilingnya apakah ada benda yg dapat ia gunakan untuk membuka ikatan di tangan atau kakinya. Cukup lama ia terdiam dan melihat sekitarnya, hingga suara pintu terdengar ada orang yg sedang membuka kuncinya. Sheira pun memilih pura-pura pingsan.
Ceklek..
"Wanita ini belum bangun juga.." ucap salah seorang.
"Sudah biarkan saja, nanti tuan yg akan menemuinya." ucap salah seorang lagi.
Mereka adalah penjaga yg bertugas menjaga dan mengawasi Sheira. Karena tuan Haris akan datang nanti malam. Jadi mereka akan menjaga rumah tersebut dengan ketat agar tuannya senang.
"Jadi malam ini kemungkinan yg akan datang adalah tuan Haris. " gumam Sheira dalam hati.
Sheira pun mencari sesuatu disekitarnya untuk melepas ikatan yg ada ditangan dan kakinya. Hingga ia menemukan sebuah cutter yg sudah agak karatan tapi masih cukup tajam.
"Ayolah kalau tidak dicoba tidak akan tahu." gumam Sheira dalam hati.
Perlahan Sheira pun membuka ikatan tersebut. Hingga ia bisa membuka lakban yg menutupi mulutnya. Dan Sheira perlahan memutuskan ikatan tali yg ada di kakinya.
"Akh.." ringis Sheira saat tangannya terluka karena cutter tersebut.
Tapi ia terus membuka ikatan tali tersebut dan berhasil terlepas. Kemudian ia berdiri dan mendengarkan dibalik pintu. Ia berharap mereka lengah dan bisa keluar dari sana. Tapi nampaknya pintunya terkunci dari luar dan ia harus berfikir untuk mencari celah untuk keluar.
☘☘☘
Sementara Leon, ia sudah mengabari yg lainnya untuk bersiaga karena Sheira sudah diculik. Dan mereka semua panik terutama Daniel dan Theo. Tapi mereka diminta untuk tetap bersembunyi di rumah mereka masing-masing.
Daniel dan Theo pun tak mau menurutinya dan mereka menuju ke tempat David. Disana, David sedang bersiap membantu Leon untuk membebaskan Sheira.
"David kami ikut." ucap Daniel.
"Kalian tidak bisa seenaknya ikut, ini berbahaya.." ucap David.
"Aku harus ikut.." ucap Theo.
"Coba katakan pada tuan Leon apakah kalian diijinkan atau tidak." ucap David.
"Kami akan bicara padanya." ucap Theo dan Daniel.
"Kalian ini benar-benar ya.. " ucap David.
Leon pun tiba di tempat setelah Kim dan anak buahnya mendapatkan lokasi Sheira. Ia pun terkejut mendapati Theo dan Daniel bersikeras untuk ikut.
__ADS_1
"Ck.. kalian ini.. Yasudah pakai baju pelindung dan cepat naik ke mobil." ucap Leon tak mau membuang-buang waktu.
"Baik tuan.." ucap Daniel dan Theo.
Mereka pun berangkat menuju ke tempat Sheira berada. Rombongan tersebut pun merasa SHIELD benar-benar profesional dan dapat dengan cepat menemukan Sheira.
"Kalian jangan terkejut, kami biasa menangani masalah mafia, jadi kalau hanya segini pekerjaan mudah." ucap Leon.
Mereka semua pun terdiam mendengarnya. Tapi mereka takkan tinggal diam dan akan membantu menemukan Sheira.
Sementara Sheira, ia terpikir sebuah ide untuk kabur. Ia pun berteriak menarik perhatian mereka agar mereka masuk dan membukakan pintunya. Lalu Sheira akan bersembunyi di balik pintu dengan memegang sebilah kayu.
"AAAAAAAA.... TOLOOONGG..!" teriak Sheira..
Mereka pun langsung mendekat dan membuka pintunya. Tapi saat pintu terbuka dan mereka masuk, Sheira tak ada di ruangan. Dan saat mereka membelakangi Pintu, Sheira dengan cepat memukul kepala mereka berdua hingga pingsan.
"Aku harus cepat.." ucap Sheira lalu memeriksa kantong mereka untuk mencari kunci.
Setelah menemukan kunci, Sheira mengunci mereka dari luar dan ia berusaha keluar dari rumah tersebut. Sheira pun menuju ke pintu depan dan melihat dari jendela kalau ada yg berjaga diluar. Sheira pun perlahan membuat pengalihan agar salah seorang pergi.
Sheira membuat keributan di halaman belakang agar salah seorang memeriksa. Ia menjatuhkan beberapa barang agar menimbulkan bunyi yg kuat dan benar salah seorang dari mereka berlari ke belakang untuk memeriksa.
Sheira pun langsung berlari kedepan dan setelah penjaga lengah ia memukul kepalanya dari belakang hingga pingsan.
Bughh..
Ceklek.. Suara pelatuk senjata api pun berada di belakang kepala Sheira.
"Anda mau kemana nona.. jangan berani-berani kabur darisini." ucapnya.
Sheira pun langsung mengangkat tangan dan berbalik. Sheira pun merasa takut dengan pistol tersebut. Tapi jika menurut itu hanya akan menunda kematiannya karena ia sudah tahu kalau akan dijadikan target oleh Haris.
Saat itu, tiba-tiba muncul suara dari gerbang.
Brakkk..!
Dan Sheira memanfaatkan momen itu untuk menendang alat vital pria yg tengah teralihkan perhatiannya.
Bughh..
"Hei.." ucapnya sembari meringis kesakitan.
Sheira pun berlari menuju ke arah gerbang, ia berharap yg menabrak gerbang adalah bala bantuannya.
"Sheira..!" ucap Theo langsung melihatnya saat Sheira muncul.
__ADS_1
"Nona cepat masuk.." ucap Leon yg keluar dari dalam mobil diikuti oleh yg lainnya.
"Ara.." ucap Daniel dan langsung mendekatinya.
"Kak niel, kalian.." ucap Sheira.
"Daniel, Theo bawa Sheira ke mobil.. kami akan mengatasi yg lainnya." ucap Leon.
Daniel dan Theo pun menarik Sheira masuk ke dalam mobil. Dan mereka harus menjaga Sheira, sementara Leon dan David mengamankan lokasi bersama tim SHIELD.
"Nampaknya Sheira sudah berusaha untuk kabur darisini melihat keadaan ini." ucap Leon.
"Kalian..!! apa yg kalian lakukan disini..?" tanya pria yg pingsan tadi.
"Bagaimana kalian bisa masuk??"
"Bagaimana ya?? habisnya mudah sekali menghancurkan gerbang itu.." ucap Leon.
"Kau..! kalian cepat cari wanita itu.." ucap salah seorang.
"Baiklah, mari kita percepat.." ucap Leon.
Bughh..buggh..bughhh..
"David, ayo kita pergi biar anak buahku yg mengurus mereka dan mereka sudah lapor polisi. " ucap Daniel.
"Baik tuan." ucap David.
"Kau boleh juga, sepertinya kemampuanmu tak menghilang walaupun menjadi detektif swasta." ucap Leon.
"Aku tetap berlatih tuan." ucap David.
"Bagus, mari kita pulang dan memeriksa kondisi Sheira." ucap Leon.
Mereka pun ke mobil dan melihat Sheira dijaga dengan baik oleh Daniel dan Theo.
"Nona bagaimana keadaanmu?" tanya Leon.
"Aku baik-baik saja, terimakasih tuan sudah menyelamatkanku." ucap Sheira.
"Sudah menjadi tugasku nona, baiklah kita ke kantor polisi untuk menyelesaikan laporannya." ucap Leon.
Mereka pun ke kantor polisi dan melaporkan kasus penculikan tersebut. Dan orang-orang yg menculik Sheira langsung diamankan. Tapi Leon tak begitu saja meninggalkan lokasi tersebut. Ia meninggalkan beberapa anak buahnya untuk berjaga disekitar karena Sheira berkata tuan mereka akan kesana malam ini. Dan kemungkinan besar itu adalah Haris.
Dan Haris yg mendengar anak buahnya sudah ditahan pun mengabaikannya begitu saja. Ia akan mengurusnya beberapa dari anak buahnya nanti karena tak mau ketahuan. Dan Leon sudah memprediksinya tapi ia hanya berjaga-jaga untuk melihat reaksi Haris.
__ADS_1