Affair With Me??

Affair With Me??
EP.77 Hasil Tes DNA


__ADS_3

3 Hari sebelum kepulangan baby Pinkan, hasil tes DNA pun telah keluar. Baik Kevin maupun Aryo sedang menunggu di rumah sakit. Dan dokter pun menyerahkan hasil tes DNA tersebut dengan wajah yg tak bisa dijelaskan.


"Bagaimana dok?" tanya Aryo.


"Kalian buka saja sendiri." ucap sang dokter memberikan amplop tersebut.


Keduanya pun membukanya dengan serius karena ini menyangkut masa depan seorang anak. Ekspresi Kevin pun berubah dari serius menjadi tersenyum. Sementara Aryo tampak kesal dan Kevin tahu apa artinya.


"Kau percaya padaku sekarang?" tanya Kevin yg sudah tahu.


"Ya.. terimakasih sudah muncul." ucap Aryo.


"Apa rencanamu selanjutnya?" tanya Kevin.


"Aku akan menceraikan Pinkan karena telah berani membohongiku." ucap Aryo.


"Oke.. bagus.. kalau begitu aku bisa mengambil hak asuh atas bayi ini." ucap Kevin.


"Kenapa kau sangat menginginkan bayi ini tapi tidak dengan ibunya?" tanya Aryo penasaran.


"Karena tak ada ibu yg tega melakukan sesuatu yg bisa membahayakan anaknya. Tapi lihat Pinkan, dia mencoba mengaborsinya, meminum pil-pil berbahaya, bahkan sampai diet." ucap Kevin.


"Baiklah, setelah masa nifasnya selesai aku akan menceraikannya dan kau bisa mengajukan surat ini" ucap Aryo.


"Oke.. terimakasih atas kerjasamanya." ucap Kevin.


"Ya.. karena aku ingin kembali pada wanita yg aku cintai." ucap Aryo mrmbuat Kevin tersenyum.


Mereka pun berpisah di sana, Aryo pergi ke kantornya dan Kevin juga pergi ke kantornya. Aryo pun kini mulai menyesali semuanya. Awalnya ia kira Pinkan mampu memberinya keturunan dan orangtuanya bahagia. Tapi justru fakta menarik yg ia terima sungguh menyakitkan. Bagaimana Pinkan bisa memanfaatkannya demi kehormatan dirinya sendiri?? Demi nama baik Pinkan dan keluarganya, wanita itu rela membohongi Aryo dan lebih konyolnya lagi orangtuanya mendukungnya.


Entah apa yg akan Siti lakukan jika ia tahu soal fakta ini, atau mungkin Aryo akan menyimpannya sendiri agar Pinkan tak disakiti ibunya.


Aryo pun ke kantornya dan berpikir dengan jernih. Kemudian ia mencari pengacara untuk mengurus surat perceraiannya. Tak peduli meskipun Pinkan akan menolaknya tapi Pinkan benar-benar membohonginya. "Kau akan tahu akibatnya karena sudah membohongiku dan menghancurkan rumah tanggaku." gumam Aryo dalam hati.


Hari pun berlalu, akhirnya bayi Pinkan bisa dibawa pulang ke rumah. Terlihat Pinkan bahkan tak bisa menggendongnya dan bayinya digendong oleh Mia.


"Sayang kau harus belajar agar bayi ini dekat denganmu." ucap Mia.


"Iya mom, nanti aku akan mencobanya." ucap Pinkan.


"Pinkan kau sudah memberinya asi? bayimu haus." ucap Mia.


"Biasanya dia hanya minum susu formula." ucap Pinkan santai.


"Nak.. ini bayimu kau harus memperhatikannya.. dia butuh asi yg jauh lebih sehat daripada susu formula." ucap Mia.

__ADS_1


"Nanti aku akan memompanya dirumah.. sekarang pakai susu formula saja." ucap Pinkan.


"Kau ini sulit sekali diberitahu." ucap Mia.


Sementara Pinkan asik dengan ponselnya dan begitu tiba dirumah, bayinya hanya diletakkan di atas tempat tidur. Saat bayi itu menangis, Pinkan justru meminta para ART nya untuk mengurusnya.


Aryo yg pulang kerja mendengar bayi tersebut menangis pun langsung memarahi Pinkan karena bisa-bisanya ia tak peduli pada anaknya sendiri.


"Pinkan..! anakmu menangis.." ucap Aryo.


"Kan sudah ada ART yg mengurusnya." ucap Pinkan santai.


"Kau ini seenaknya punya anak tapi tak mau bertanggungjawab." ucap Aryo geram.


"Mas, aku sudah memompa asiku dan membeli popok bayinya.. tanggungjawab yg seperti apalagi." ucap Pinkan.


"Ck.. harusnya kau itu tak usah punya anak jika tak mau repot mengurusnya." ucap Aryo meninggalkannya.


Aryo pun sudah tak tahan lagi dan melaporkan hal ini pada Kevin. Kevin pun marah besar, hingga ia beserta Aryo merencanakan sesuatu. Aryo pun langsung menggugat cerai Pinkan dan Kevin memberikan gugatan atas hak asuh anaknya.


Pinkan pun terkejut menerima surat gugatan cerainya. Ia tak terima dan protes pada Aryo.


"Mas.. apa-apaan ini?" tanya Pinkan.


"Aku tak mau, bagaimana nasib anak ini?" tanya Pinkan.


"Aku akan bertanggungjawab penuh." ucap Aryo.


"Mas, kau itu enteng sekali melakukannya.. bagaimana dengan diriku?" tanya Pinkan.


"Kan ada ibumu, kau bisa tinggal dengannya." ucap Aryo.


"Pokoknya aku tak mau sebelum kau mencabut gugatan tersebut." ucap Pinkan.


"Terserah, yg pasti aku lelah dibohongi olehmu. Belum lagi sikapmu yg tak bertanggungjawab sebagai seorang ibu." ucap Aryo.


"Mas.." ucap Pinkan tapi Aryo pergi begitu saja meninggalkannya.


"Datanglah ke pengadilan nanti kau akan tahu alasanku melakukannya." ucap Aryo.


Pinkan pun mengepal geram dan kesal bukan main. Ia langsung mengemasi barang-barangnya dan pulang ke rumah orangtuanya. Mia pun bingung mendengar perceraian Pinkan dan Aryo terlebih Pinkan belum lama melahirkan.


Tapi Aryo tetap bersikeras untuk bercerai terlebih Pinkan sudah angkat kaki dari rumahnya. Dan Siti ia senang mendapat kabar kalau putranya menceraikan Pinkan.


☘☘☘

__ADS_1


Sementara Pinkan, ia sedang dirumah ibunya dan menangis. Ia mengadukannya pada ibunya apa yg telah Aryo lakukan padanya. Dan Mia hanya memintanya bersabar menjalaninya.


"Ingat Pinkan, anak itu bukan anak Aryo kau harus camkan itu." ucap Mia.


"Tapi mom, dia kan tak tahu kalau itu bukan anaknya." ucap Pinkan.


"Sudahlah, lebih baik kau terima saja karena mom sudah melihat ketidakjujuran dadmu membuatnya seperti sekarang." ucap Mia.


"Mom.. tak memberi solusi sama sekali." ucap Pinkan.


"Kau sendiri malah langsung pindah kemari itu artinya kau setuju.. dan apa kau sudah resign dari kantor?" tanya Mia.


"Ya aku malu mom.. aku belum mengajukannya.. dan besok aku bisa masuk kerja untuk menyerahkan surat pengunduran diri.." ucap Pinkan.


"Jangan, kau harus bekerja karena kau punya anak yg harus kau nafkahi." ucap Mia.


"Tapi mom kita kan punya aset lain." ucap Pinkan.


"Kau itu boros, dalam 1 tahun pun uangmu akan habis jika terus boros." ucap Mia.


"Mom.. masa aku jadi bawahan ja**ang itu." ucap Pinkan.


"Lalu kau cari saja pekerjaan lain, memangnya mengurus anak itu mudah dan murah?? kau ingat biaya kuliahmu beberapa tahun yg lalu." ucap Mia.


"Baiklah aku akan mencari pekerjaan lain sebelum mengundurkan diri." ucap Pinkan.


"Dan berhentikan para Art mu.. Siapa yg mau menggajinya?" tanya Mia.


"Lalu siapa yg mengurus bayiku?" balas Pinkan.


"Kau kan bisa.. jika kau bekerja mom yg akan merawatnya." ucap Mia.


"Tidak aku hanya akan mempekerjakan 1 orang saja untuk merawatnya." ucap Mia.


"Lalu nama anakmu?" tanya Mia.


"Mas Aryo bahkan tak memberikannya nama." ucap Pinkan.


"Yasudah kau selesaikan perceraiannya dan kita pikirkan nama anakmu." ucap Mia.


Hingga hari sidang perceraian pertama pun tiba. Nampak Aryo datang bersama pengacara dan orangtuanya. Disana Aryo pengacara Aryo mengatakan gugatannya dan mengatakan kalau anak yg Pinkan lahirkan bukan anak dari Aryo. Bahkan lengkap dengan surat tes DNA yg bahkan Pinkan tak tahu.


Pinkan pun malu mendengarnya, ia merasa kini semua orang sudah tahu aibnya. Dan ia tak bisa mengelak bahkan meminta uang nafkah bulanan anaknya.


Pinkan pun menyetujui perceraian tersebut dan mereka resmi berpisah. Sementara Kevin ia muncul dengan gugatan hak asuh membuat Pinkan semakin kesal.

__ADS_1


__ADS_2