Affair With Me??

Affair With Me??
EP.53 Memory II


__ADS_3

Setelah kejadian itu, didapatlah fakta baru lagi. Dan Sheira akan pergi ke Swiss untuk mencaritahu apa yg ayahnya simpan di lokernya. Daniel dan David pun memintanya agar tak terburu-buru dan mencari petujuk lainnya. Daniel tak mau Sheira salah dalam melangkah karena terburu-buru.


"Ara tenangkanlah dirimu.." ucap Daniel.


"Aku begitu bodoh kak, bagaimana aku bisa tenang?" tanya Sheira.


"Kau bukan bodoh, kau hanya tak paham.. memangnya bocah berusia 5 tahun bisa apa?? bisa mengingat ini semua saja sudah bagus." ucap Daniel.


"Daniel benar, kau dulu hanyalah anak kecil yg tak tahu apapun. Dan mungkin nenekmu ingin kau hidup dengan damai disini sampai kau mampu berdiri sendiri." ucap David.


"Jadi jangan menyalahkan dirimu, kau baca semua buku harian ayahmu perlahan dan pahami isinya. Lalu beritahu kami agar kami bisa bertindak.." ucap David.


"Baiklah.." ucap Sheira.


"Jangan memaksakan diri, kau harus tenang dan fokus pada masalahmu." ucap Daniel.


"Baik kak.." ucap Sheira menghapus air matanya.


"Aku memanggil tukang sate di depan, kalian belum makan kan?" tanya David.


"Ara kita makan dulu, kita butuh tenaga untuk berjuang.." ucap Daniel.


Daniel pun membawa Sheira ke ruangan keluarga, walaupun Sheira masih memegang buku tersebut setidaknya Sheira masih mau makan. Mau bagaimanapun mereka butuh tenaga setelah seharian membersihkan rumah dan mencari petunjuk lainnya.


Daniel pun menyodorkan satu porsi sate ayam pada Sheira agar adiknya itu mau makan dan melepaskan buku biru tersebut.


"Makanlah dulu Ara.. nanti lanjut lagi membacanya." ucap Daniel.


"Iya kak.." ucap Sheira akhirnya menaruh buku tersebut.


Mereka pun lega Sheira mau makan, dan malam ini mereka kembali menginap lagi di desa tersebut. Menurut David, mereka harus mencari petunjuk lain yg mungkin membantu penyelidikan. Hingga Sheira pun menurutinya.

__ADS_1


Sementara Theo, ia juga mencari semua barang peninggalan ayahnya. Ia meminta bantuan momnya untuk mencari apapun yg bisa membantu agar kasus ini bisa diselesaikan. Viola pun membantunya dengan membuka kamar pribadi milik Andre, suaminya.


"Theo ikuti mom.." ucap Viola.


"Baik mom.." balas Theo.


Mereka pun tiba di ruangan pribadi Andre ayah dari Theo. Nampak semuanya masih rapi tak ada yg berubah sedikitpun. Theo pun tersenyum mengingat masa kecilnya ia sering bermain ke ruangan ini bersama Dadnya. Ia suka sekali membaca buku yg bahkan tak ia pahami itu buku apa. Tapi setelah membaca biasanya ia minta dijelaskan oleh dadnya maksud dari buku tersebut.


Theo pun mengenang masa itu, begitu juga dengan momnya. Viola pun merasa kini sudah waktunya Theo yg mengetahui semuanya. Dan selama ini pula Viola yg membersihkan ruangan tersebut tanpa merubahnya sedikitpun.


"Mom.. ini benar-benar tak berubah. " ucap Theo.


"Iya, mom ingin semuanya tetap seperti ini untuk mengenang dadmu.." ucap Viola menitihkan air mata.


"Sudah mom.. jangan menangis lagi." ucap Theo.


"Iya.. maaf ya Theo.." ucap Viola.


"Jadi ini alasan mom mengunci ruangan ini." ucap Theo.


"Ya.. kau benar anakku.." ucap Viola.


"Dan seluruh buku di lemari ini adalah hasil kerja keras dadmu.. ia merangkum setiap detail perusahaan disini, mungkin kau bisa menemukan sesuatu." ucap Viola sembari membuka lemari kaca besar tersebut.


Theo pun mulai menurunkan satu persatu buku tersebut dari rak paling bawah. Ia melihat satu persatu buku tersebut. Dan ia membacanya halaman demi halaman. Berbagai project, saham, dan rencana dadnya tertuang dalam semua buku tersebut. Juga ada buku mengenai orang-orang yg bertanggungjawab terhadap bisnisnya, kliennya, sampai investor terbaiknya.


Theo pun semakin kagum pada dadnya, andaikan ia masih hidup mungkin ia bisa lebih pintar dari ini. Dan Theo terus membaca satu persatu buku tersebut. Berjam-jam ia habiskan di ruangan tersebur, hingga Viola pun cemas.


Viola pun masuk dan membawakan makanan untuk Theo.


"Sayang, kau belum makan.. makanlah dulu nanti dilanjutkan." ucap Viola.

__ADS_1


"Maaf mom, aku terlalu serius." ucap Theo.


"Yasudah, satu jam lagi mom akan kemari dan piring ini harus bersih." ucap Viola.


"Baik mom.." balas Theo tersenyum.


Theo pun menikmati makanan yg dibawakan momnya, walau bagaimanapun ia harus makan agar punya energi. Setelah itu, ia kembali membaca dan memeriksa buku-buku tersebut. Sampailah Theo pada buku berwarna hijau muda. Disana tertulis segala aktivitas Andre selama 1 tahun terakhir sebelum kematiannya.


Theo pun membacanya dengan serius karena semua kegiatannya tertuang dalam buku tersebut. Dimana dadnya mengadakan rapat, merancang project F bersama Chandra, dan juga kecurigaannya dengan beberapa orang. Disana dadnya menuliskan nama Haris, Toni, dan Luis.


"Haris.. Toni.. Luis.." gumam Theo.


Theo pun terus membacanya, dan ia cukup terkejut dengan ending tulisannya. Dimana dadnya menuliskan, tentang rencana Chandra secara gamblang. Disana tertulis Chandra mengajaknya ke Swiss untuk membuka tabungan untuk keadaan darurat. Juga orang-orang Chandra yg mencurigai gelagat ketiga orang tersebut. Disana dadnya menulis, kalau Chandra ingin menyelamatkan semuanya dengan memindahkan mereka semua ke sebuah desa bernama Ss karena mulai terlihat ada ancaman.


Tapi karena Andre sibuk dengan segala pekerjaan di kantornya, ia mengabaikan saran dari Chandra yg menyebabkan semua hal ini terjadi. Disana tertulis juga penyesalan Andre, dimana harusnya ia mengamankan dirinya beserta anak dan istrinya ke desa yg dimaksud oleh Chandra.


Di halaman terakhirnya, ia begitu menyesal tak menuruti Chandra. Dan kini beberapa orang sedang menuju ke rumahnya untuk merampas F project.


Terakhir, Andre menuliskan surat untuk istri dan anaknya. Dan Theo pun membaca surat yg ditujukan untuk dirinya.


"Theo anakku, maafkan dad yg tidak bisa melindungimu. Kalau terjadi sesuatu pada dad, kau harus terus bersama mom karena banyak orang jahat di sekitar kita.


Maafkan dad, yg tak bisa mencegah tragedi ini terjadi. Harusnya dad bisa mencegahnya tapi dad lengah. Jadikanlah kesalahan dad sebagai pelajaran agar kau tak lengah pada siapapun. Kau harus belajar yg rajin dan meneruskan perusahaan dad kelak. Dad sudah menitipkan banyak pesan pada mom untuk menjagamu dan menjadikanmu penerus dad.


Terakhir, dad menyimpan sebuah rekaman yg bisa membantu perusahaan dan orang-orang sekitar. Carilah rekaman tersebut di brankas kecil yg ada diruangan ini dengan kata sandi tanggal lahirmu. Ingat kau jangan pernah percaya pada siapapun yg mengaku sebagai teman dad. Apapun yg terjadi kau adalah Theo, putraku yang kubanggakan."


Begitulah bunyi pesan dari Andre, dad Theo. Theo pun menitihkan air mata dan ia dengan cepat mencari brankas tersebut. Ia pun mengubrak-abrik ruangan tersebut, membuka semua lemari, hingga ia membuka lemari tua yg ada di ujung. Ia mencari kunci yg sesuai dan membukanya. Disanalah tersimpan brankas kecil yg kuno tersebut. Kemudian Theo memasukkan tanggal lahirnya dan terbukalah brangkas tersebut. Ia mendapati sebuah amplop yg berisi rekening tabungan dan sebuah disk yg bertuliskan "Barang bukti kecurangan Haris" "Andre simpan ini baik-baik dan gunakan untuk melindungi keluargamu, dari Chandra"


Seketika Theo pun lemas, bagaimana bisa rekan bisnis yg selama ini ia bekerjasama adalah musuhnya yg menyingkirkan ayahnya sendiri??


Kemudian Theo langsung membuka rekaman tersebut melalui laptopnya. "Mari kita lihat seberapa jahat pria bernama Haris ini." gumam Theo dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2