
Selama disana pun, anak-anak pun hanya berjalan-jalan bersama Theo dan Sheira banyak menghabiskan waktu di kamar hotel. Theo bersama 1 bodyguardnya pun mengajak anak-anak jalan-jalan karena kasihan sudah jauh-jauh datang tapi hanya bisa berdiam diri di kamar hotel.
Mereka mengunjungi tempat yg ingin dikunjungi yg berada tak jauh dari hotel. Dan Sheira istirahat di kamar hotel. Theo pun menjaga kedua anaknya dengan baik. Mereka benar-benar menuruti kata Theo dan berada dalam pengawasan bodyguardnya.
"Bagaimana apa kalian senang?" tanya Theo.
"Iya.. dad.." ucap mereka.
"Baiklah, kita sudah jalan-jalan dan membeli oleh-oleh, nanti kita pulang besok atau lusa." ucap Theo.
"Oke dad." ucap mereka.
"Anak pintar." ucap Theo.
Mereka pun kembali ke hotel dan beristirahat. Kemudian mereka membereskan barang karena akan meninggalkan negara ini besok.
"Ingat anak-anak jangan ada yg tertinggal." ucap Theo.
"Baik dad." ucap keduanya.
Setelah semua barang rapi, mereka pun tidur karena besok pagi akan berangkat ke Indonesia.
Keesokannya mereka pun kembali ke Indonesia dan mendapat sambutan dari Viola. Ia bahagia mendengar Sheira sedang hamil anak ketiga yg artinya cucunya akan bertambah satu orang lagi. Viola pun sampai mempersiapkan kursi roda untuk membawa Sheira.
Dan setelah Sheira dan Theo tiba bersama anak-anaknya, Viola pun menyambutnya dengan senang. Sheira pun diberi kursi roda dan mau tak mau ia harus duduk dan didorong oleh Theo selama di bandara.
"Mom tak usah repot-repot begini." ucap Sheira.
"Sudah, tak apa sesekali. Theo bilang kondisimu lemah jadi mom bawakan kursi roda." ucap Viola.
"Terimakasih mom." ucap Sheira.
"Iya.. Nathan, Nicholas, nanti jalan-jalan sama nenek saja ya.." ucap Viola.
"Baik nekk.." ucap mereka senang.
"Terimakasih mom." ucap Theo.
"Sudah tak apa, mereka sudah biasa pergi dengan mom." ucap Viola.
Mereka pun sampai di rumah dan makan bersama. Lalu Sheira istirahat di kamar setelah makan, dan Viola bermain bersama kedua cucunya. Ia sudah merindukan kedua bocah tampan itu setelah beberapa hari tak bertemu. Mereka sangat aktif dan terus bermain walaupun mereka habis dari perjalanan.
"Kalian tak lelah?" tanya Viola.
"Tidak nek.." ucap Nicholas.
"Aku juga tidak lelah, buktinya aku masih bisa naik ini." ucap Nathan menaiki wahana bermain yg ada di rumahnya.
"Oh yasudah hati-hati, nenek lelah." ucap Viola.
__ADS_1
"Nenek duduk saja, kami bisa main sendiri." ucap Nicholas.
"Iya.. baiklah.. kalian hati-hati." ucap Viola.
Setelah puas bermain, kedua anak itu pun berhenti karena baju mereka sudah basah keringat. Viola pun menyuruh mereka mandi lalu tidur.
Sementara Sheira ia merasa kehamilannya kali ini berbeda dengan yg pertama. Ia merasa tubuhnya sangat lemah dan kepalanya pusing. Kadang juga ia mual-mual, dan tak bisa jauh dari tempat tidur dan toilet.
"Kali ini berbeda saat aku hamil Nicholas dan Nathan." ucap Sheira.
"Iya, tapi tak apa.. yg penting kau istirahat saja." ucap Theo.
"Tapi kasihan juga Nicholas dan Nathan." ucap Sheira.
"Mereka sudah besar dan bisa memahami.. lagipula ada nanny dan pelayan yg mengurusi kebutuhan mereka. Kau fokus istirahat saja." ucap Theo.
☘☘☘
Hari pun berlalu sejak kepulangan mereka, dan sudah mulai masuk kembali ke sekolah. Nathan dan Nicholas masuk sekolah seperti biasanya. Sheira pun hanya bisa membuatkan mereka sarapan sebisanya dan mereka pun mengerti. Dan mereka juga pergi bersama sang sopir dan satu bodyguard.
"Bye Nathan." ucap Nicholas.
"See you Nicho." ucap Nathan saat mereka pergi ke kelas masing-masing.
Keduanya pun mengikuti pelajaran seperti biasa dan pulang ke rumah tepat waktu. Sopir dan bodyguard yg menjaga dan menjemput mereka pun bekerja dengan sangat baik. Kadang kedua bocah itupun mengikuti kelas tambahan yg mereka inginkan seperti melukis, les musik, bahkan bela diri sesuai keinginan mereka.
☘☘☘
Hari demi hari pun berlalu dan mereka kini sudah masuk ke sekolah dasar, yg juga terdekat dari rumah mereka. Setiap paginya Sheira menyiapkan sarapan dan bekal mereka. Sebagai anak laki-laki yg aktif, mereka pun butuh makanan yg sehat dan Sheira selalu menyiapkannya walaupun kadang pelayan yg memasaknya.
Kini kandungan Sheira semakin besar, dan aktivitasnya mulai berkurang mengingat Sheira yg sudah mulai terbatas ruang geraknya. Nathan dan Nicholas juga sudah tak sabar menunggu adik mereka lahir.
Hari itu Nicholas dan Nathan pulang terlambat karena mengikuti kelas tambahan. Dan Sheira di rumah saja, sembari mengecek pekerjaan kantor. Ia yg tak bisa diam saja pun hanya mengerjakan pekerjaan yg masih mampu ia tangani. Sisanya Theo yg akan mengurusnya.
Siang itu, Sheira mulai merasakan kontrasi di kandungannya. Ia memilih untuk pergi ke rumah sakit karena rasa sakitnya semakin menjadi. Ia juga sudah menghubungi Theo dan Viola. Ketika tiba di rumah sakit, dokter pun langsung memeriksanya.
Tak berapa lama Theo pun tiba bersamaan dengan Viola. Viola pun bertanya tentang si kembar dan ia berinisiatif untuk menjemput Nicholas dan Nathan.
"Baiklah mom jemput Nicholas dan Nathan." ucap Theo.
"Iya, kau temani Sheira.. " ucap Viola lalu pergi menjemput kedua cucunya.
Sheira pun melalui tahapan-tahapan melahirkan ditemani Theo. Rasa sakit yg semakin terasa pun ia tahan. Ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk melahirnya anak ketiganya.
Menit demi menit pun berlalu, dan bayi cantik pun lahir. Theo pun senang anaknya lahir dengan selamat. Begitu juga dengan Sheira yg bahagia melihat bayi perempuannya lahir. Keduanya pun merasa lengkap karena sudah ada anak laki-laki dan perempuan.
"Akhirnya putri kira lahir." ucap Sheira.
"Iya dia sangat cantik sepertimu." ucap Theo saat bayi mungil tersebut berada di dekapan Sheira.
__ADS_1
Kemudian perawat pun membawanya untuk dimandikan. Dan Theo mengikutinya ke ruangan bayi, untuk melakukan proses selanjutnya.
Selang beberapa jam Viola pun tiba bersama Nicholas dan Nathan. Kedua bocah laki-laki itupun bersemangat saat tahu adiknya sudah lahir. Keduanya pun ingin melihat adiknya tersebut.
"Mommyy.." teriak Nathan.
"Mommy.." panggil Nicholas.
"Kalian sudah pulang." ucap Sheira tersenyum.
"Iya, nenek yg menjemput kami." ucap mereka berdua.
"Mom.. adik mana?" tanya Nicholas.
"Dia ada di ruangan bayi bersama daddy." ucap Sheira.
"Oh begitu." balas Nicholas.
"Kapan adik akan kesini?" tanya Nathan.
"Sepertinya sebentar lagi." ucap Sheira.
"Kalian sudah makan?" tanya Sheira.
"Sudah.." balas mereka.
"Baguslah." ucap Sheira mengelus rambut kedua anaknya.
Tak lama, Theo datang bersama adik perempuan mereka dan juga Viola yg langsung menuju ruangan bayi setelah mengantar Nathan dan Nicholas ke ruangan ibunya.
"Lihat sayang kedua kakakmu sudah datang." ucap Theo pada bayi mungil tersebut.
"Daddy.." ucap Keduanya.
"Lihat adik kalian sangat cantik." ucap Viola.
"Wah adiknya perempuan." ucap Nicholas.
"Kenapa tidak laki-laki, kan kalau laki-laki bisa bermain dengan kita." ucap Nathan dengan polos.
"Nathan tak boleh begitu, walaupun perempuan, adik kalian juga bisa bermain dengan kalian." ucap Viola.
"Benarkah nek?" tanya Nathan.
"Iya benar." ucap Viola.
"Asiikk.." ucap Nathan.
Mereka pun bahagia atas kelahiran anak ketiganya sekaligus adik bagi Nicholas dan Nathan.
__ADS_1