Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
101


__ADS_3

Alin dan Devan langsung berangkat ke kantor, sepanjang perjalanan ke kantor tidak seperti biasanya Alin banyak bicara, tapi kali ini berbedah Alin banyak diam entah apa yang dia pikirkan, Devan memperhatikan calonnya itu, Devan tahu apa yang saat ini calonnya pikirkan, pasti ia pikirkan soal pak Donal, tapi Devan tidak bisa melakukan apa-apa. Selain memberikan kekuatan dan sedikit nasihat kepada Alin agar mau membuka sedikit hatinya untuk ayah mertuanya itu.


"Sayang! Kamu kenapa? Dari tadi mas lihat kamu lebih diam dari biasanya. Ada masalah apa coba ceritakan ke mas, siapa tahu mas bisa bantu. Jangan pendam sendiri nanti jadi penyakit, ingat sayang sebentar lagi kita akan menikah jadi jangan ada kebohongan diantara kita. Kalau ada yang tidak berkenan di hati, langsung bilang saja."


"Mas, apakah aku jahat kalau aku tidak bisa memaafkan pria tua itu, sejujurnya mulut ini mau berkata kalau aku sudah memaafkan tapi hati ini sangat menolak. Aku binggung apa yang harus aku lakukan mas."


"Kalau saran mas sayang, kamu harus belajar membuka pintu maaf untuknya. Karena bagaimanapun dia seorang ayah yang sudah mengakui kesalahannya."


" Tapi kesalahannya sulit untuk aku maafin mas, aku sudah susa paya untuk berusaha tapi parcuma. Kesalahan yang ia lakukan bukan kesalahan biasa mas tapi kesalahan yang fatal dan tidak bisa di maafkan"


"Sayang dengarkan mas setiap manusia itu memiliki kesahalah dan kehilafan, tidak ada seorang manusiapun di muka bumi ini yang terlihat sempurna, Allah saja sanggup memaafkan segalah dosa kita masa kita tidak bisa memaafkan kesalahan orang lain"


Alin terdiam seketikan ia mencerna setiap perkataan dan nasehat dari Devan, menurut Alin memang ada benarnya juga yang dikatakan Devan! Tapi Alin juga masusia bisa yang memiliki hati, jadi tidak segampang itu untuk memaafkan begitu saja, kata orang bijak memaafkan itu gampang tapi melupakan itu sulit. Kalau menurut author memaafkan orang yang telah menyakiti kita itu sakit, dan melupakan itu sulit.


"Entahlah mas lihat aja aku belum bisa menerima semua ini aku tidak tahu sampai kapan, aku membencinya."


"Sayang, mas akan beritahu kamu satu hal sepertinya pak Donal mengidap sakit keras. Karena kelihatan dari wajahnya pucat dan makin kurus. Apa salahnya sayang kamu sekedar menanyakan kabar. Ingat sayang sekarang tinggal pak Donal satu-satunya dari orang tua yang melahirkan kamu, jangan sampai kamu menyesal sayang, mas tidak mau hal itu terjadi dan nanti kamu juga yang merasa bersalah, pikirkan lagi matang-matang ya sayang."


Akhirnya mereka kembali terdiam dan tak lama mobil mereka berhenti didepan loby, Devan yang mau membukak pintu untun Alin tapi Alin menceganya.


"Mas kamu duluan aja dulu tunggu aja disana aku perbaiki ini dulu baru aku turun"

__ADS_1


Devan hanya nurut aja dan Devan membukan pintunya dan segerah turun dari dalam mobil, namun ia melihat ada kerumunan didalam gedung. Devan melangkah masuk mendekati semua kerumunan itu.


"Ada apa ini kenapa kalian semua disini bukannya kerja" bentak Devan membubarkan kerumunan tadi, barulah nampak seorang perempuan cantik tapi berantakan.


Devan yang melihat Oliv datang dan berula lagi memutar bola matanya.


"Satpam...kenapa kalian membiarkan dia masuk bukankah saya sudah peringatkan kalian agar tidak mengijinkan perempuan ini masuk."


"Maaf bos dia memaksa masuk padahal kami sudah melarangnya tapi dia bilang dia adalah tunangan bos."


"Devan, untung kamu datang pencat semua satpam itu masa mereka melarang aku masuk, padahal aku sudah bilang kalau aku datang ketemu sama kamu"


"Memang aku yang menyuruh mereka menahan dan mengusir kamu, lagian kamu ngapain kesini"


"Mas, ngapai kalian ini dikantor" reflek Devan mendorong Oliv dengan kuat sampai tersungkur ke lantai danengaduhkan sakit.


"Aduh....Dev sakit tahu kamu kok kasar banget sih tolongin dong aku kangen tahu." ujar Oliv langsung menoleh ke Devan ternyata Devan merangkuli seorang gadis cantik yang berdiri tepat disampingnya.


Seketikan baik Alin maupun Oliv buka suara bersamaan.


"Kamu"?

__ADS_1


Wah...kompak mereka membuat Devan binggung kok bisa mereka berdua saling kenal.


"Bukannya kamu yang rampas tasku ya waktu di Mall di kota A? ngapain kamu disini pake peluk calon suamiku lagi?." Tanya Alin membuat Oliv terkejut, ternyata Calon istrinya Devan sudah perna ketemu dengannya di mall tapi pertemuan mereka tidak ada kesan yang bagus.


"Oh jadi kamu yang berani merampas Devan dari aku, dasar perempuan murahan." Oliv berusaha bangkit dari lantai karena tadi di dorong olen Devan, Oliv mau menyerang Alin dengan mendorongnya tapi sayang Alin dengan cepat ia menghindar akhirnya lagi-lagi Oliv tersungkur ke lantai, membuat semua karyawan pada nonton sambil ada yang berani mengambil video.


"Ah...Devan lihat perempuan yang kamu anggap baik itu berani menyiksaku" ujar Oliv tapi bukannya mengubril perkataan Oliv justru Devan merangkul Alin dan berlalu pergi meninggal Oliv. Namun dengan cepat Oliv bangkit berdiri dan mengejar Devan dan Alin.


"Devan tunggu." Oliv mencekal tangan Alin dan menarik Alin hampir jatuh untung Devan cepat menahan tubuh Alin.


"He Oliv apa-apan kamu..."Bentak Devan.


"Mas biarkan saja dulu siapa tahu ada hal penting yang perempuan bar bar ini mau sampaikan"


"He...dasar perempuan gatel kamu yang bar bar, seharusnya Devan jadi milikku dari dulu kami sudah berteman dan aku tahu Devan juga cinta sama aku seperti aku mencintainya, tapi setelah kehadiran kamu hubungan kami jadi rengan karena kamu lepaskan dia untukku"


"Hahaha...sebenarnya yang pantas disebut perempuan gatel itu siapa? Aku atau kamu, seharusnya kamu itu sadar diri, kalau memang mas Devan mencintai kamu seperti yang kamu bilang itu kenapa ia berani jauh-jauh datang dari kota A hanya datang mencariku disini."


"Bukannya kamu duluan yang datang ya temui Devan dirumahnya sampai ginap berhari-hari kamu aja yang kagatelan masa dari sini pergi cari Devan dikota A."


"Mas jelaskan ke nona cantik itu kenapa aku sampai disana"

__ADS_1


"Liv kamu dengar ya, Alin datang kesana karena aku datang jemput dia kesini juga mama dan papa sendiri yang meminta ku untuk datang bersama Alin. Dan satu lagi biar kamu tahu aku mencintai Alin sudah sejak dulu sebelum ketemu dengan kamu, lagian selama ini kita tidak punya hubungan apa-apa kenapa kamu mengaku di semua karyawan ku kalau kamu itu calon saya."


__ADS_2