
Alin, Leo Dan Devan sampai juga di depan ruang IGD saat bibik melihat mereka bertiga langsung tersenyum dan.
"Den, nona Akhirnya kalian datang juga sampai saat ini dokter yang menangani Tuan belum kunjung keluar dari dalam ruangan, bibik sangat kuatir dan binggung non bibik takut terjadi apa-apa sama Tuan. apa yang harus bibik lakukan karena sebelum Tuan jatuh dari tempat tidur Tuan sempat bicara sama bibik non, Tuan rencana datang ke tempat tinggal nona untuk meminta maaf karena selama ini setiap kali bibik menyuruh Tuan untuk berobat Tuan selalu bilang kalau tidak perlu berobat lebih baik Tuan meninggal saja dari pada Tuan melihat nona sangat terluka saat ketemu dengannya"
"Non bibik mohon ampuni lah setiap dosa kesalahan yang perna Tuan lakukan saat ini hanya nona satu-satunya yang Tuan miliki dan Tuan harapakan jadi bibik mohon ampunilah kesalahan Tuan non" ujar bibik sambil menangis mamohon kepada Alin agar Alin mau memaafkan Tuan Donal.
"Bik..tenang ya kita doakan papa Donal semoga papa bisa melewati masa kritisnya, Alin sudah memaafkan papa Donal bik kalau Alin tidak memaafkan tidak mungkin Alin kesini jadi Alin berharap papa bisa cepat sadar Alin mau minta maaf juga, karena selama ini Alin belum jadi anak yang baik"
Mendengar perkataan Alin bibik dan pak satpam senang karena akhirnya Tuan mereka sudah mendapatkan kata maaf dari putrynya. Walaupun harus melalui banyak rintangan dan cobaan.
Tapi sekarang yang mereka pikirkan akankah Tuan Donal bisa melewati masa kritisnya, ataukah memang sudah waktunya Tuan Donal pergi untuk selamanya apapun yang terjadi asal Alin benar-benar sudah maafkan Sang ayah itu sudah lebih dari cukup. Lagian Tuan Donal butuhkan saat ini hanya kata maaf dari putrynya selepas dari itu biar Tuhan yang mengatur semuanya.
"Makasih banyak ya non sudah mau memaafkan Tuan walaupun Tuan punya banyak kesalahan tapi nona sanggup memaafkannya, dari awal bibik ketemu dengan nona bibik yakin non adalah anak gadis yang baik hanya karena sudah terlanjur sangat kecewa sehingga non bisa berlaku begitu."
"Sama-sama bik memang itu adalah kewajiban setiap kita sebagai umat manusia saling memaafkan satu sama lain, biarpun awalnya memang sangat sulit bagi kita namun jika kita melakukan dengan iklas pasti semua berjalan dengan baik"
"Amin non, bukan hanya wajah non saja yang cantik tapi hati non juga sangat mulia sekali bibik salut sama non"
Akhirnya mereka duduk bergabung dengan pak satpam di kursi ruang tunggu. Menanti dokter keluar daru ruangan karena dari keterangan bibik sudah lama dokter didalam tapi gak kunjung keluar ada apa sebenarnya.
__ADS_1
Devan yang ada didekat bibik langsung bertanya kepada bibik perihal penyakit yang diderita oleh pak Donal. Karena baik Devan maupun Leo penasaran.
"Bik...memangnya papa Donal sakit apa? waktu sidang aku lihat dia sangat pucat tapi pada saat aku tanya justru gak mau di jawabnya, hanya saja papa Donal sempat bilang titip Alin sama aku, aku juga binggung kalau seandainya waktu itu papa Donal kasih tahu mungkin aku sudah bawah papa Donal rumah sakit biarpun gak mau harus dipaksa. Sekarang sudah sangat parah begini kita hanya pasra dan berdoa kepada Tuhan saja dan serahkan semua penanganan kepada dokter biar dokter lakukan yang terbaik" Tanya Devan.
"Bibik juga kurang tau Den tapi kalau di lihat dari gejala sepertinya Tuan memiliki riwayat penyakit dalam Den yang sudah lumayan parah semenjak kejadian dirumah, pas penangkapan nyonya Ratna dan Nona Saras mulai dari situ bibik lihat Tuan mulai sakit-sakitan tapi pada saat bibik nyuruh ke dokter justru Tuan tidak mau. Dan selalu menjawab kalau Tuan baik-baik saja jadi jangan hiraukan dirinya."
Alin duduk di kursi ruang tunggu untuk menanti kabar dari dokter tapi baik dokter maupun suster tidak ada satupun yang keluar dari ruang membuat Alin tidal tenang, Alin meremas jari-jarinya sampai keringat dingin Alin mondal-mandir kesana- kemari kayak orang yang lagi gelisa.
Memang sih saat ini Alin sangat gelisa dan takut terjadi apa-apa dengan sang ayah makanya tidak tenang sampai Devan dan Leo juga ikut gelisa melihat Alin.
"Dik...duduk dulu tenangkan dirimu jangan gelisa begitu dong serahkan semua kepada Allah dan kepada dokter, percayalah Allah maha penyembuh jadi jika Allah berkehendak pasti papa Donal sembuh jadi tolong dik dusuk disini jangan begitu"
Untung Alin mendengar perkataan Leo dan Devan akhirnya Alin membuang bokongnya dengan kasar di atas tempat duduk tapi hati san pikirannya tidak tenang. Namun tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Membuat semua yang duduk disitu bangkit berdiri.
Klekkkk....
"Dokter....bagaimana dengan kondisi papa saya dok, pala saya baik-baik sajakan dokter"
Baru saja dokter keluar sudah dicercah dengan banyak pertanyaan dari Alin membuat dokter tidak tahu mau jawab apa.
__ADS_1
"Nona boleh ikut saya ke ruangan biar saya jelaskan"
Alin, Leo dan Devan ikut masuk kedalam ruangan dokter mereka jugaau mendengarkan penjelasan dokter dan apa penyakit yang diderita saat ini.
Setelah sampai diruangan dokter..dan mempersilahkan ketiga orang duduk dokter menarik napasnya dengan kasar.
"Nona..maafkan saya, saya harus menyampaikam kabar buruk ini..memang saat ini ayah anda sudah selesai operasi dengan lancar hanya saja, saya tidak bisa pastikan apakah ayah anda nona bisa selamat atau tidak karena saat ini masih dalam kondisi kritis."
"Tuan Donal mengidap penyakit paru stadium tiga..tinggal selangkah lagi kalau tidak cepat dibawah kesini mungkin sudah tidak bisa terselamatkan, walaupun sudah selesai operasi tapi saat ini nona juga harus banyak berdoa agar Tuhan menyembuhkan ayah anda nona."
"Dok aku mohon lakukan yang terbaik untuk papa saya dok berapapun biayanya akan saya bayar asal papa saya selamat dok tolong saya dok saya mohon."
Alin tidak kuasa menahan tangisnya saat mendengar penuturan dokter sampai Alin memohon kepada dokter, melihat itu Leo dan Devan menenangkan Alin agar Alin bisa tenang.
"Dik kamu harus tenang jangan begini dong kita harus banyak berdoa karena semua yang terjadi sudah diatur oleh Tuhan dokter juga sudah berusaha semaksimal mungkin jadi kita tunggu saja, percaya papa Donal pasti sembuh."
Biarpun Leo sudah bicara begitu tapi Alin masih belum tenang Alin masih menangis.
"Sayang jangan kamu menangis begini dokter pasti lakukan yang terbaik untuk papa donal jadi tenang ya."
__ADS_1