
Bu Neska berikan senyuman paling manis untuk Alin, karena hari ini adalah hari bahagia Alin dan Devan jadi Bu Neska tidak ingin mengecewakan Alin. Bu Neska dengan bu Asta juga mengunakan gaun yang sama seperti Yora juga.
"Sayang yuk kita turun sebentar lagi acara akad nikah akan segerah di mulai, ayah kamu dan pak penghulu sudah menunggu bahkan para tamu undangan juga sudah pada datang, nanti malam acara puncaknya jadi kamu harus kuat. Dan setelah selesai lebih baik kamu istirahat sahat."
Sekarang ada sekretaris Lisa bersama dengan Yora menemani Alin beserta dengan sepupu Devan ternyata ada juga sepupu Devan tapi tinggal di luar negeri jadi baru datang setelah mendengar Devan akan segerah menikah. Karena pernikahan pertama dan terakhir bagi putra tunggal Tuan Davin sehingga semua keluarga dari luar negeri pada datang semua.
"Kakak ipar yuk kita turun, semua sudah menunggu bidadari cantik di bawah hari ini kakak ipar menjadi ratu dan sangat cantik, aku aja sampai pangli lihat kakak loh pantas aja kakak Devan cinta mati sama kakak Alin "ujar sepupunya Devan.
"Ah kamu bisa aja ya Nena, kamu juga sangat cantik lihatlah pacar kamu juga karena takut kehilangan kamu sampai bela-belain terbang ke tanah air hanya untuk menjumpai kamu, kalau kamu tidak cantik mana mungkin pacar kamu begitu mencintaimu, bukan hanya itu kamu juga sangat baik." ujar Alin
"Ah....kakak ipar bisa aja, aku jadi tersanjung mendengarnya, tapi apapun itu kakak ipar memang sangat cantik dan baik sungguh ibu nya kakak ipar beruntung dan bangga punya anak gadis seperti kakak ipar dia pasti bahagia" ujar Nena seketika wajah Alin berubah menjadi sedih.
"Seandainya ibu masih hidup mungkin aku ibu bahagia karena melihat putry nya menemukan pria pujaan hati anaknya meminang putrynya, tapi sayang ibu tidak bisa melihat ini semua karena ibu sudah bahagia di sorga" gumam Alin sambil matanya berkaca-kaca membuat Nena panik.
"Kakak ipar maafkan Nena jika perkataan Nena sudah menyakiti hati kakak ipar" ujar Nena sambil memeluk Alin.
"Tidak apa-apa Na...aku hanya terharu aja seandainya ibu masih ada mungkin ibu sangat bahagia" ujar Alin.
__ADS_1
"Ah...sudah...sudah sekarang hari bahagia lo Lin jadi lo harus bahagia" ujar Yora.
Yora dan sepupunya Devan menuntun Alin turun kebawah bersama dengan bu Neska, saat mereka memasuki ruangan akad nikah pak Donal terpanah dengan penampilan bu Neska dan Alin.
"Ya Allah Alin dan bundanya kayak bidadari baru turun dari langit, seandainya Larasati masih hidup mungkin dia sangat bahagia menyaksikan putry nya di pinang oleh seorang pria yang baik dan bertanggung jawab seperti Devan, tapi sayang aku tidak becus jadi suami sehingga aku kehilangan istri dan hampir sedikit aku kehilangan putry ku satu-satunya. Tapi sekarang aku bersyukur bisa di berikan kesempatan sekali lagi untuk menebus semua kesalahanku aku tidak mau melakukan kesalahan lagi aku ingin membuat putry ku bahagia nanti.
Laras lihat putry mu hari ini melakukan acara akad nikah putry mu bertumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik dan sukses makasih kamu berhasil mendidik putry mu, walaupun pada akhirnya dia hidup sukses karena orang lain" gumam pak Donal dalam hati.
Devan juga begitu terpanah dengan kecantikan Alin yang tidak ada duanya sampai bergumam dalam hati" ya Tuhan bidadari ini engkau turunkan dari mana sampai secantik ini, bukan cuman luarnya saja yang cantik tapi dalamnya juga sangat cantik hatinya."
Alin duduk di samping Devan dan acara pun langsung di mulai, Devan dengan lantang mengucapkan janji sucinya di hadapan semua tamu undangan dan keluarga yang hadir membuat Alin sampai meneteskan air mata karena terharu saat mendengar semua orang memgatakan kata Sah.....
"Sah......!"
Sah....!
Akhirnya Devan dan Alin sah juga di mata Allah dan semua orang, Devan mengecup kening Alin dan Alin mencium punggung tangan Devan dengan begitu mesra, ya kedua pasuntri ini sudah sah menjadi suami istri dan acara puncaknya yaitu nanti malam, semua para tamu undangan dari kolage atau teman bisnis Tuan Davin dan Devan bahkan teman dari Alin atau bu Neska pada berdatangan.
__ADS_1
Banyak sekali ucapan selamat dan doa dari para tamu undangan, hal itu membuat Deva dan Alin semakin bahagia.
"Selamat ya Jeng Neska dan Jeng Asta atas pernikahan kedua putry dan putra jeng berdua, semoga cepat dapat momongan pasti seru deh kalau sudah punya cucu yang cantik dan tanpan. Sama kayak saya juga saya setiap hari sangat terhibur dan tidak kesepian karena ada cucu dirumah membuat suasana rumah menjadi ramai" ujar seorang ibu.
"Makasih ya jeng atas doanya untuk kedua anak kami, tapi kalau soal cucu terserah mereka karena mereka yang menjalani, saya tidak suka memaksa kehendak saya sendiri kedua anak kami sudah dewasa dan sudah berumah tanggah sehingga mereka mana yang bisa mereka lakukan, kalau memang secepatnya Allah mrmberikan cucu untuk kami syukur, kalau belum pun tidak masalah" ujar bu Asta.
"Iya benar kata besan saya tidak perna memaksa anak-anak saya untuk sesuatu hal yang tidak bisa kita paksakan, karena keturunan itu pemberian dari Allah kita sebagai manusia hanya berusaha, jadi tidak masalah jika mereka belum ingin punya anak. Oh ya jeng silahkan mencicip hidangan yang sudah di siapkan semoga enak" ujar bu Neska tidak suka dengan perkataan ibu itu.
Setelah ibu itu pergi bu Neska dan bu Asta kembali menyapah tamu undangan yang lain, karena akad nikah hanya di hadiri beberapa oramg saja karena acara besarnya nanti malam.
"Sayang, sekarang sudah jam sepuluh kalian sarapan saja dulu karena tadi pagi belum kan, nanti kalian istirahat saja persiapan untuk nanti malam."
"Bunda, mah. Tapi masih ada beberapa tamu undangan disini masa Devan dan Alin istirahat" ujar Devan.
"Tidak perlu risaukan masalah kecil ini nak, biar ibu, bunda dan ayah kamu yang mengatur semuanya." Ujar bu Neska.
Tiba-tiba pak Donal datang dan mendekati bu Neska dan yang lain sambil berkata lirih." Benar kata bunda kalian nak lebih baik istirahatlah karena nanti malam adalah acara puncat dan semua tamu undangan pasti datang, disitu kalian pasti sangat cepe karena harus melayani tamu yang datang untuk ucapan selamat dan segala macam, nal Devan bawah istri kamu ke dalam kamar terserah apa yang kamu inginkan pasti istri kamu kabulkan karena sudah sah haahha" ujar pak Donal membuat yang lain terkekeh, sedangkan Alin dan Devan tersipuh malu sampai pipi Alin merah merona.
__ADS_1
"Ah besan jangan begitu dong lihat wajah putry ku sudah merah kayak kepiting rebus aja, ingat Dev malam acara puncak jadi jangan buat istrimu lela kalau saran ibu lebih baik tahan aja dulu sampai malam baru lah kalian lembur haahha" ujar bu Asta seketika mengundang tawa semua orang.
"Hahaha...ternyata besan laki-laki lebih ngeri lagi kirain aku yang salah bicara ternyata besan Donal lebih bahaya, bagaimana Neska setujuh dengan saran besan Donal tidak? sehati lah ya?" tanya bu Asta membuat wajah bu Neska merah merona karena menahan malu bisa aja nih bu Asta.