
Devan merasa bersalah karena gara-gara keinginannya untuk menyalurkan hasratnya sehingga istrinya kelaparan, sudah telat bangun tadi sekarang karena aktifitas mereka menguras energi sehingga Alin menjadi lapar. Mereka lebih memilih memyaskan hasrat ketimbang makan.
"Sayang dari tadi kamu lapar ya tapi kenapa tidak ngomong lihat deh kamu kelaparan kan, nanti kalau bunda sama mama tahu kamu todak makan mereka bisa marahin mas. Karen tidak kasih makan kamu sayang, seharusnya tadi kamu ngomong aja kakau kamu sudah lapar" ujar Devan.
"Tidak apa-apa mas kita keasyikan soalnya jadi lupa kalau tadi gagal makan hehehe, lagian Alin berpikir kalau kita makan baru bercinta justru perut kita yang kekenyangan jadi susa bergerak" ujar Alin.
Ada benar juga yang di jatakan Alin kalau, selesai makan baru mereka bercinta mungkin bisa muntah karena terasa sangat kenyang. Devan langsung mengambil piring dan diisi dengan makanan, Devan inisiatif untuk menyuapi Alin.
Alin juga tidak menolak dan lebih enak makan di suapin oleh Devan, karena mereka berdua sama-sama lapar jadi Devan menyuapi Alin sambil makan juga.
Setelah mereka berdua kenyang kembali membersihkan diri dan Alin instirahat sedangkan Devan turun kebawah untuk menemui keluarga besarnya, karena Devan tahu ini jam makan siang jadi pasti mereka lagi makan bersama di restoran keluarga yang sementara berkumpul di restoran hotel, saat Devan datang semua mata tertuju kepadanya, tidak ada yang mengedipkan mata, padahal keluarnya sementara makan siang.
"Ayik nak sini biar makan" ujar pak Donal.
"Tidak perlu pak soalnya Devan sudah makan tadill" ujar Devan.
Melihat itu sepupunya Devan yang cowok bernama Nelvin mulai mengodah Devan, karena dia melihat rambut Devan masih basar. Walaupun Nelvin belum menikah tapi Nelvin dengan Devan umurnya tidak terpaut jauh hanya bedah dua tahu dan Devan yang lebih Tua.
"Wah....enak ya kakak Devan siang-siang begini cuci rambut sudah berapa kali kakak cuci rambut? Apakah kakak tidak kedinginan atau takut masuk angin karena semalam mandi dan pastinya lembur, kakak ipar ikut cuci rambut nggak kakak? Nelvin yakin kakak ipar pasti kewalahan mencuci rambutnya hahaha, awas loh kakak Devan takutnya kakak Ipar masuk agin nanti gara-gara ula kakak Devan, atau bisa jadi sekarang kakak ipar lagi sakit buktinya kskak ipar tidak ada disini." ngejek sepupu Devan yang berna Nelvin. Sontak semua tertawa.
Hahaha....
__ADS_1
Kakak Nelvin kalau bicara suka benar deh, tapi jujur saja baru kali ini seumur hidup Nena baru lihat wajah kakak Devan seceria dan sesegar ini. Sepertinya kakak Devan dapat vitamin C berulang kali dari kakak ipar makanya kakak Devan sangat ceria, tapi sayangnya kakak ipar memderita buktinya dari pagi sampai sekarang mana ada kakak ipar disini nggak ada." Sambung Nena.
"Husss.....nak jangan ganggu kakak kamu, seharusnya kamu bahagia karena, sebentarkan kamu sudah dapat panggilan Aunty, bibi juga bahagia karena dapat cucuk." Ujar bu Asta.
Wajah Devan merah, merona seperti kepiting rebus, karena malu di ejek. Sedangkan Yora dan Leo dari tadi masih menyimak tapi setelah melihat wajah Devan merah, kesempatan untuk Leo mengejek Devan.
"Sepertinya Devan semalam sangat ganas sehingga adik ku tidak bisa turun dari tempat tidur Devan aku sarankan agar kamu jangan kasar-kasar terhadap adik ku takutnya selanjutkan kamu tidak bakal dapat jatah dari adik ku. Kamu keterlaluan Devan semalam berapa kali sampai adik ku kecapean." Ujar Leo.
"Sudah...sudah kasian anak bunda lihat wajahnya merah merona kayak kepiting rebus, ingat kalian juga belum punya pasangan nanti kalau kalian nikah baru kalian rasakan, kamu juga nak Leo sebentar lagi kamu akan menikah dengan nak Yora kira-kira berapa putaran malam pertama, jangan sampai kamu lebih gencar dari pada Devan hehehe, jadi kalau sama-sama membutuhkan vitamin C jangan saling ngejek" ujar bu Neska.
Yora yang mendengar perkataan bu Neska malu sampai menunduk kepala sedangkan Leo mala cengegesan.
"Nak bagaimana dengan kondisi putry papa, dia tidak kenapa-kenapa bukan" tanya Tuan Davin.
"Ya pasti lah kecapean kakak Devan yang buat" ujar Nelvin. Setelah dapat ejekan dari keluarga dan mereka semua selesai makan, Devan kembali ke kamar ternyata Alin masih tidur Devan merebahkan tubuhnya di samping Alin dan tidak lama kemudian Devan ikut tertidur.
*******
Sedangkan di tempat lain Jhovan yang juga ikut ke acara resepsi Alin ngamuk setelah pulang sampai di rumah Jhovan memukul tembok kamarnya sampai tangannya babak belur, hal itu lantaran Jhovan belum bisa menerima kenyata,an kalau Alin sudah menikah dengan pria lain padahal dulu dia tunangannya.
"Argh...."
__ADS_1
Bukkkk....bukkkkk!.
"Kenapa harus Devan yang di nikahi Alin bukan aku, dasar kau Saras memang sepantasnya kamu dan ibu kamu mendekam di penjarah, karena kalian berdua jahat kejam gara-gara kebohongan kalian aku meninggalkan wanita yang aku cintai dan sekarang justru dia membenci ku dan menikah dengan pria kaya raya. Seharusnya aku yang menikah dengan Alin tapi karena kebodohan ku sehingga aku kehilangan dia, aku masih berharap dia tidak jadi menikah dengan Devan dan aku bisa mendekatinya ternyata semua, sudah terlambat jadi tidak bisa lagi, Alin sudah sah menjadi istri orang bahkan mungkin mereka sudah asyik bercinta.
Aku tidak akan maafkan kamu Saras dengan ibu kamu, apa benar kata ibu bayi yang kamu kandung itu belum tentu anak ku, bisa jadk selama ini kamu main dengan pria lain di luar pengetahuan ku, tapi kamu pura-pura kalau itu anak ku."
Pak Roy dengan istrinya terkejut dengan bunyi barang pecah dari dalam kamar Jhovan, sehingga mereka lari mendekati kamar sambil mengetuk pintu kamar tapi jhovan sama sekali tidak membuka pintu bagi kedua orang tua nya.
Bukanlah Jhovan sudah perna bilang kalau dia sudah iklas membiarkan Alin menikah dengan Devan, karena tidak mungkin menikah dengannya lantaran dia sudah memutuskan tunangan dengannya dan memilih Saras.
Tok....tok...tok...
"Jhovan kamu kenapa disitu? tolong buka pintunya nak jangan buat ibu panik begini kamu kenapa" teriaknya Jhovan dari luar.
Ibunya tahu kalau sebenarnya Jhovan masih mencintai Alin karena, ibunya merasa bersalah karena selama ini dia yang bersekongkol dengan bu Ratna untuk menjodohkan Saras dengan Jhovan, makanya ibu Anita merasa bersalah karena sudah melakukan kesalahan besar.
"Jhovan nak buka pintunya ini papa nak, ngapain di dalam" ujar pak Roy memanggil Jhovan agar mau membuka pintu kamarnya tapi sama aja tidak ada pergerakan sama sekali untuk membuka pintuny.
"Pak dobrak aja pintunya pah, takutnya terjadi sesuatu sama anak kita cepat pah dobrak" ujar bu Anita.
Brakkkkkkk......brakkkkk!
__ADS_1
"Jhovan buka pintunya....nak kamu ngapain n dalam sih jangan bikin papi dan mami panik begini, kalau kamu ada masalah kamu harus cerita sama papi dan mami jangan menghancurkan semua itu, kalau kamu tidak buka pintu papi akan mendobrak pintu kamar kamu." ujar bu Anita.
Jhovan sama sekali tidak menghiraukan dan tidak mendengarkan teriak kedua orang tuanya, Tapi Jhovan justru sepertu kerasukan di dalam kamar tangannya sudah babak belur sampai berceceran darah dimana-mana.