Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
150


__ADS_3

Salim terkejut hanya karena masalah menjebak Jhovan ayahnya sudah dua kali menamparnya, dan bahkan ayahnya tidak mau mengeluarkan dari penjara semua fasilitas yang diberikan oleh ayahnya di sita kembali semua oleh sang ayah membuat Salim terkejut mendapatkan perlakuan begitu.


Karena Salim anak yang agak manja sehingga dia suka melawan.


"Ayah...hanya karena anak miskin itu ayah berani menampar Salim dan tidak mau mengeluarkan Salim dari sini, ayah kok sangat tega Melakukan itu terhadap salim ayah keterlaluan." Bentak Salim ayahnya sekali ingin menamparnya namun langsung ditahan oleh ketiga teman Salim.


"Sudah om kami mengaku salah karena kami ingin menjebak Jhovan tahunya kami yang terjebak disini, om jangan pukul Salim lagi kami yang bertanggung jawab nanti kami minta maaf pada Jhovan kalau nanti Jhovan kesini lagi" ujar ketiga teman Salim sedangkan Salim hanya diam menatap sinis ketiga temannya.


"Tidak usah jadi pahlawan kalian kenapa kalian menghalaginya biarkan dia memukulku" ujar Salim memang anak durhaka tidak punya adab masa bicara sama orang tua begitu.


"He Lim sopan sama orang tua seharusnya kamu menyadari kesalahan kamu kita disini karena kesalahan kita kenapa kamu marah sama ayah kamu, jangan seperti itu sama orang tua Lim kalau kamu tidak mau dikatain anak durhaka."


Brukkkkk!


Karena Salim tidak terimah nasihat temannya akhirnya Salim dengan tidak takutnya langsung menghajar temannya sampai bibirnya berdarah.


"Kamu siapa sok nasihati aku, tidak perlu kamu menasihati aku, karena aku tidak peduli" bentak Salim melihat itu sipir langsung menahan Salim dan membawahnya kembali ke tahanan tapi bedah tenpat tidak sama dengan ketiga temannya itu namun Salim memberontak dan tidak mau sambil berteriak.

__ADS_1


"Bajingan kalian semua aku akan membalas kalian"


Setelah Salim di bawah pergi oleh sipir ayah Salim bicara dengan ketiga anak mudah itu


"Anak muda, om tahu kalian bertiga anak baik, jadi ini adalah suatu pelajaran untuk kalian kedepannya jangan mau bergaul dengan orang yang ingin membawah kalian ke jurang masalah. Biarpun Salim adalah anak om tapi om tidak akan membela dia sama sekali, justru om malu mempunyai anak seperti dia, om harap kalian minta maaf dengan tulus kepada Jhovan biar dia mau keluarkan kalian dari sini dan jangan perna mengulagi hal ini lagi.


Ketiga anak muda itu menunduk malu, karena apa yang dikatakan ayahnya Salim ada benarnya.


"Iya om makasih karena om sudah memberikan kesadaran kepada kami memang kami yang salah om" ujar mereka bertiga setelah itu mereka bertiga minta maaf sama orang tua masing-masing mereka mengaku salah.


"Ayah..maaf aku karena sudah membuat ayah dan ibu malu" ujar mereka hampir bersamaan meminta maaf.


Tidak lama kemudian sipir datang dan membawah kembali ketiga anak muda itu kembali ke tahan sekarang mereka bertiga, sudah tenang tidak memberontak seperti tadi sedangkan si Salim makin menjadi dia teriak-teriak didalam tahanan karena dia sendirian di dalam satu tahanan itu.


"Bajingan keluarkan aku dari sini, aku akan membunuh kalian semua kalau berani aku lolos dari sini awas saja ya aku akan membalas kalian semua."


Karena teriakan Salim menganggu penghuni yang lain membuat sipir marah.

__ADS_1


"He...diam kalau kamu tidak diam saya akan kurung kamu di tempat yang lebih mengerikan dari pada ini, bikin pusing saja apa kamu mau hukuman kamu lebih berat lagi tadi kamu berani mrmukul orang sok jago kamu" bentar sipir seketika Salim diam. Sipir berlalu pergi meninggalkan Sali sendirian.


Ketiga anak muda itu mereka masuk kembali kedalam kurungan tapi kali ini tidak ada yang protes mereka bertiga diam seribu bahasa mereka tidak bicara apa-apa saat mereka sampai didalama masing-masing duduk di suduk ruangan itu dan nenekuk kedua lutut mereka dan berdiam diri bertukar pikiran satu sama lain tidak lama setelah itu salah satu dari antara mereka membuka suara.


"Eh...menurut kalian sih Salim itu keterlaluan gak sih? Jujur saja senaka-nakal pun aku, aku punya batas untuk melawan orang tua tidak sampai seperti tadi kayak Salim apalagi kalau aku merasa aku salah aku lebih baik diam dan meminta maaf. Tadi aku sempat bilang ke ayah ku untuk tidak mengambil semua fasilitas ku tapi mau bagaimana lagi aku juga salah kemarin mengeikuti kemauan Salim jadi sekarang aku menyesal. Biasa kata orang pintar penyesalan selalu datang terlambat."


" Ya begitulah menyesal juga tidak ada gunaya bro kita nikmati saja aku yakin Jhovan teman yang baik dia hanya mau kasih pelajaran kepada kita tapi nanti dia datang untuk membebaskan kita, ini pelajaran berharga buat aku, setelah keluar dari sini aku kapok berteman dengan manusia kayak salim dia dia sudah salah bukannya minta maaf kepada ayahnya dan kita justru merasa paling benar, kalau kita sih laki-laki jadi tidak masalah nah bagaimana dengan nasib ketiga perempuan ini belum ada yang datang membebaskan mereka aku rasa Jhovan tidak melaporkan mereka jadi mereka bisa pulang"


"Iya sepertinya begitu kalau orang tua mereka datang pasti mereka langsung dibebaskan, biarlah kasian juga mereka padahal ini masalah kita mereka juga ikut terjerumus."


Mereka bertiga kembali terdiam tidak lama kemudian seorang sipir datang dan mengeluarkan ketiga perempuan itu dari dalam tahanan. Katanya ada keluarga mereka sudah datang.


"Kan aku bilang juga apa orang tua mereka datang membebaskan mereka bertiga semoga tidak ada drama kayak kita tadi,,lagian yang bikin masalah sih Salim yang membuat ulah makanya aku jadi sangat kesal tadi sama dia."


"Apalagi aku saat dia melawan om itu pengen aku hajar dia itu, tapi sudah lah tidak perlu kita sesali semua sudah terlanjur."


Ketiga perempuan itu di keluarkan dari dalam tahanan dan membawah ke ruang tungguh disana sudah ada orang tua mereka.

__ADS_1


"Mami..papi akhirnya mami dan papi datang untuk membebaskan aku dari sini maafkan aku ya mi, pi aku sudah salah menjadi anak tidak berguna sudah ngusain papi dan mami, kalau papi dan mami tidak mau maafin aku terus aku tetap disini juga tidak masalah tapi aku janji mi aku akan tobat dan tidak melakukan hal menjijikan ini lagi."


Kalau ketiga wanita ini mereka tahu kesalahan mereka jadi tidak membantah apalagi melawan sama sekali, itu yang membuat orang tua mereka lulu dan tidak memarahi mereka justru mereka di bebaskan oleh orang tua mereka.


__ADS_2