Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
28:28 Dinner Romantis.


__ADS_3

Sebelum devan, berangkat menjemput alin, devan terlebih dulu kirim pesan ke alin, agar alin siap-siap. Supaya devan nyampe mereka langsung berangkat, karena devan benar-benar sudah kelaparan.


"Perjalanan dari kantor devan, kekantor alin, sekitar dua puluh lima menit ditempuh, oleh devan, dan sekarang devan sudah menunggu di loby utama kantor alin.


Sedangkan alin, baru saja selesai tanda tangan berkatnya, jadi ia melihat benda pipinya berkedip, ternyata pesan dari devan.


"Sayang sudah siap belum, aku jemput sekarang ya, biar kita makan, aku sudah lapar, karena pak dimasakin calon istri. " pesan dari devan membuat alin senyum sendiri.


"cieee, gombal. " Alin langsung merampas tanya di atas meja dan bergegas keluar.


Gak lama setelah devan nyampe, keluar alin dari dalam kantor dan bergegas masuk ke dalam mobil, " maaf sayang sudah lama ya, nunggunya, tadi masih ada berkas yang harus di tanda tanggan, makanya agak lama, "


"Gapapa sayang,"


Devan menjalankan mobilnya menuju ke restoran terdekat, untuk mencari makan. Setelah sampai di sana devan memarkirkan mobilnya dan mereka langsung masuk ke dalam restoran.


Dan mencari tempat


duduk, setelah mereka mendapatkan, devan memanggil seorang pelayan, "sayang kamu makan apa? steak aja sayang, terus minumnya jus alpukat sayang, devan mengangkat tangannya, tak lama datang seorang pelayan. "Mbak Steak dua dan jus alpukat dua ya".Ujar devan.


"Sayang semakin hari kamu semakin cantik," puji devan tulus, biarpun sederhana tapi, membuat hati alin berbunga-bunga jangan tanya wajah alin sudah seperti apa, sudah merah seperti kepiting rebus.


"Idihh gombal" membuat devan terkeke.


Tak lama makananan mereka datang, dan mereka langsung menyantapnya, apa lagi devan yang sudah nahan lapar dari tadi, "Hummairah akhirnya kenyang juga".


Seusai makan, karena sudah kenyang akhirnya devan mengajak alin untuk pulang, namun devan hanya sengaja, tapi devan melajukan mobilnya ke sebua taman yang sudah di hiasi dengan begitu indah, "Sayang ngapain kita kesini dan ini apa? Wah.. Indah sekali sayang, ini kamu yang bikin? " tanya alin.


"Iya sayang, saya sengaja karena saya tahu, kamu sibuk bangat kerja jadi gak sempat kemana-mana, apa kamu suka sayang. "


"Ya ampun, suka bangat sayang indah sekali, makasih ya sayang".. Alin langsung peluk devan.


Ternyata bukan hanya itu, ada juga sesorang main biola, diiringi dengan musiknya sehingga devan memberikan tangannya dan di sambut oleh alin. Akhirnya mereka berdua dansa, dengan begitu romantis.


Ternyata tanpa alin sadari yora juga disana dengan boby, dimas mereka menyaksikan, bos dan sahabatnya begitu romantisnya, berdansa, karena dimas terlena, jadi gak sadar ia menyodorkan tangannya ke yora, namun di tepis oleh yora, "kenapa tangannya, nyodorkan ke saya,"


"Ya aku pikir siapa tau kamu juga pengen dansa romantis kaya sih bos," ya aku juga bisa biar aku bantu. Ujar dimas di sambut tawa oleh boby,

__ADS_1


"Namun yora tersenyum geli lihat tingkah Dimas menurut Yora dinas konyol , gak usa mimpi deh."


Ya, kan saya hanya mau bantu, lagian nich ya masih ganteng aku kemana-Mana, ketimbang boby. Sontak membuat boby pasang muka intimidasi,


" Ha, kenapa saya yang dibawa-bawa, lagian nich ya, saya yang lebih maco dan ganteng kali." Ujar boby gak mau kala, namun mereka gak tau kalau yang mereka debatkan sudah gak ada di samping mereka.


Setelah mereka sadar ternyata Yora sudah tak ada.


"Waduh kemana orangnya, udah kabur, gawat kalau sampai hilang kamu yang bertanggung jawab. Ujar boby. Namun dimas juga gak mau kala


"Lo, kok salah saya sih, ya salah lu lah. Sangking asyiknya mereka berdua berdebat, mereka gak menyadari kalau devan dengan alin sudah berdiri di samping mereka.


" Uhummn, devan sengaja batuk, tapi mereka sama sekali gak peduli, setelah suara alin keluar baru kaget mereka.


" Kalian berdua kenpa dari tadi, kaya rebutan tulang ikan aja, gak ada yang mau mengalah."


" Tau nih bos, sih boby, katanya gantengan dia bawa kemana-mana, padahal mukanya pas-pasan mendingan aku."


" Enak aja aku yang lebih ganteng " karena alin melihat kedua orang kepercayaan dia dengan devan gak ada yang mau ngala akhirnya alin inisiatif untuk menyudahinya.


"Udah cukup, kalian berdua kayak anak kecil aja, disini gak ada yang ganteng, gak ada yang jelek karena sama-sama ciptaan Tuhan, jadi kalian berdua sama-sama ganteng."


Jawaban alin, membuat dimas dan boby bahagia karena mereka baru saja dapat pujian dari bosnya, namun gak dengan devan, ia langsung protes gak suka alin memuji laki-laki lain, selain dia jadi cemberut mukanya, membuat alin gemes.


"Mana yora, tadi katanya ada disini,"


" Nah itu dia bos, membuat kami berdebat tadi karena mbak yora, tiba-tiba menghilang." sontak membuat alin lepas tawa, karena alin tau watak yora, kayanya yora pusing lihat kedua orang ini makanya dia kabur."


Alin keluarkan Hpnya dari dalam tas dan menghubungi yora, tak selang lama yora datang," kamu dari mana yor," tanya alin


" Aku dari sana lin, lu tahu sendiri berdiri dengan kedua bujang lapuk ini mereka berdebat bikin kepala gue pusing,"


"Oalah mbak gak usa bilang gitu juga toh. Jawab boby. Disambut tawa yang lain kalau dimas diam aja,


" Iya yor, kenapa kalian bertiga Disini? bukannya tadi katanya mau istirahat, Terus kamu boby tadi katanya ada urusan kenapa disini".


"Sayang, aku yang butuh mereka lesing untuk mempersiapkan ini semua, karena aku tau kamu sibuk bangat jadi jarang keluar,"

__ADS_1


" Iya lin, jadi setelah kalian berangkat ke kantor aku langsung istirahat, namun sekitar jam satu aku di telepon sama devan, minta tolong, bantuan kedua bujang lapuk ini untuk dekor ini. "


"Oh, makasih ya kalian sudah berikan yang terbaik nanti untuk boby saya baikan gaji, kalau untuk dimas, urusan bosnya.


" Yuk kalau gitu kita pulang, yor kita bareng aja satu mobil , biar mereka berdua."


Karena jarum jam menyujukan pukul sepuluh malam, akhirnya mereka pulang ke rumah dan istirahat.


Karena yora, datang di jemput sama dimas dan boby, jadi yora, gak bawa mobil, makanya pulang bareng devan dan alin, gapapa ya yor, jadi obat nyamut sementara waktu.


Semoga kamu jadian dengan dimas hahaha. Perjalanan dari taman ke apartement alin, memakan waktu sekitar satu jam, akhirnya mereka nyampe juga, devan langsung menghentikan mobilnya, dan membukakan pintu untuk alin, setelah alin dan yora keluar


" Sayang, gak usa mampir ya, ini udah malam hati-hati di jalan ya ,aku dengan yora masuk dulu."ujar alin merasa gak enak karena langsung melarang devan masuk.


Tapi devan sangat ngerti, gapapa sayang, ini juga sudah malam, jadi gak usa mampir lagi aku langsung pulang, met istirahat ya, yor titip alin ya."


" Siap bos tenang aja, aman terkendali, dan mereka melangkah masuk kedalam lift, dan setelah lift terbuka mereka masuk ke kamar, langsung bersihkan diri dan istirahat,


Devan, melajukan mobilnya meninggalkan apartement alin, di belakang mobil devan, di ikuti oleh mobil dimas, dan pastinya masih ada boby didalam juga, karena sudah malam jalanan agak sepi, jadi mereka cepat nyampe di apartement devan.


"Dimas, kamu mau antar pulang boby, atau nginap aja sama kamu, besok baru pulang ini juga sudah malam apa gak capek",


"Ya, malam ini saya numpang disini aja bos, besok baru saya kembali ke rumah, ya boby punya rumah gak kalah mewah dari apartement, walaupun masih sendiri, tapi sudah punya rumah.


" Yaudah, kalau gitu istirahat lah kalian, saya juga sudah lelah mau langsung istirahat,."


Devan melangkah masuk ke dalam kamarnya, begitu juga dilakukan oleh dimas dan boby, devan langsung bersihkan diri lalu istirahat.


*****


Keesokan harinya, di rumah keluarga Adibrata gempar, dengan adanya kiriman undangan, dari perusahaan Wijawa grup, "Ya ampun ma, aku harus pesan baju terbaik. Untuk datang kesana ma, biar bisa menarik perhatian putranya Tuan Wijawa."ujar saras penuh semangat.


"Isttt kamu, diam aja mama sudah nyiapin semua keperluan kamu, jadi kamu tinggal pergi ke salon, untuk manjakan tubuh kamu agar terlihat segar dan makin cantik."


"Ha, benaran nih ma, mama gak bercanda kan?" ujar saras mastiin ucapan mamanya takutnya, hanya bercanda.


" Iya, benar sejak kapan mama bohong sama kamu, pokoknya kamu harus tampil sempurna,"

__ADS_1


"Siap mam, kalau begitu, saya telpon jhovan dulu biar dia antar aku ke salon ternama kota, ini gapapa, kalau keluar puluhan juta, itu gak seberapa nanti kalau aku sudah nikah dengan putra tunggal dari Tuan Wijawa semua akan terbayar. ". Cuiiih, hayalanmu tinggi saras.


__ADS_2