
Tidak lama kemudian mobil yang di tumpangi James, Indri dan Bara sampai juga di sepan rumah OLiv ternyata sudah banyak orang termasuk Cinta dan orang tuanya, mereka bertiga masuk kedalam dan langsung ketemu dengan ayahnya Oliv, pak Kim yang setia duduk di samping istrinya terkejut dengan kedatangan ketiga anak muda itu, pak Kim tidak kuasa menahan tagis nya dan akhirnya mereka berpelukan sambil menangis pak Kim sudah mengangap Bara dan Indri sebagai anaknya pak Kim tidak menyangkah jika mereka yang bukan anaknya saja masih menyayanginya dan sampai datang kesana tapi, anak kandungnya yang susa paya melahirkan dan membesarkan tidak terlihat batang hidungnya di tempat itu.
"Semoga tante husnul khotimah ya om, maaf kami datang tidak beritahu om karena kami sudah panik, jadi setelah saya terimah telpon dari om saya mas James dan Bara langsung datang kesini, om sabar ya kami disini bersama om" ujar Indri.
"Makasih banyak nak kalian sudah datang, kalian hanya mengucapkan doa dari sana saja om sudah sangat bersyukur apalagi kalian sampai disini, om tidak tahu mau mengucapkan apa lagi untuk kalian bertiga, khususnya nak James maafkan anak itu nak, sekarang om iklas dan silahkan jika kamu sudah menemukan wanita yang baik om orang yang pertama menyetujui kamu, om pasti senang karena kamu adalah anak yang baik, jujur om menyesal membesarkan anak itu seumur hidup om tidak mengenal dia lagi, kalau buka karena gara-gara dia mungkin saat ini istri saya masih hidup" ujar om Kim.
"Om...kita lupakan semuanya itu dulu sekarang kita doakan tante agar di terimah di sisi Allah....om tidak boleh bicara begitu di depan seperti ini tidak baik, mau bagaimana pun Oliv adalah anak om," ujar James.
Tetangga yang datang melayat hanya kasat kusut banyak sekali pembicaraan yang tidak enak di dengar tentang Oliv, tapi memang Oliv keterlaluan, sudah tahu ibunya sakit tapi dia masih pergi.
"Kasian ya pak Kim hanya punya seorang anak perempuan, tapi saat istrinya meninggal justru anaknya tidak datang mala katanya dia pergi ngejar suami orang di luar negeri, jadi perempuan tidak punya malu sama sekali ya, padahal sudah hamil di luar nikah masih bagus James mau bertanggung jawab, bukannya bersyukur justru dia merasa paling benar dan menjelekan James didepan banyak orang ngeri kali ya dia sekarang tidak tahu malu sudah hamil diluar nikah lagi."
"Iya loh kasian pak Kim, tinggal dia sendirian, sekarang sudah di tinggal istrinya, sedangkan anaknya tidak tahu kemana dia pergi punya anak kok tidak tahu diri anak durhaka takut kualat nanti kalau anak begitu."
"Mohon maaf ibu-ibu kita datang kesini untuk melayat bukan untuk bergosip, jadi tolong jangan bicarakan orang lain mari kita berdoa untuk Almarhuma biar di terimah disisi Allah" ujat pak ustad menegor ibu-ibu yang bergosip ria.
Maklum pak ustad kalau soal ibu-ibu tidak heran tak memandang tempatnya mau di rumah juga gosip di rumah duka juga iya, jadi tidak perlu heran.
Setelah jenaza di sholatkan akhirnya saatnya di makamkan, bagi para pengusung jenaza yang sudah di siapkan mulai mengusung jenaza dan tidak ketinggalan James dan Bara turut mengusung jenaza.
Semua orang memuji kebaikan James, James lakukan itu karena kebaikan pak Kim dan istrinya, kalau soal Oliv sudah tidak ada lagi yang bisa di bamgakan dari Oliv...akhirnya Cinta dan Indri bertemu dan jadi sahabat, mereka semua ikut ketempat makam, karena tempat makam tidak begitu jauh.
"Hallo, pasti kamu Indri ya teman baik Oliv? Soalnya dia sering cerita tetang kamu ke aku katanya dia punya teman di kota B namanya Bara dan Indri sahabat baik katanya, salam kenal ya aku sahabat Oliv disini, makasih ya sudah jauh-jauh datang kesini untuk menghibur om Kim, sebenarnya aku secara pribadi sangat prihat dengan keadaan om Kim saat ini"
"Oh ya, memangnya Oliv perna cerita apa aja tentang aku ke kamu, tapi Oliv juga kok sering cerita kalau dia juga punya sahabat di kota A selain cantik baik hati berarti kamu ya orangnya, memang sih kamu sangat cantik. Oh, ya, salam kenal ya kita doakan om Kim aja semoga om Kim kuat dan tante juga tenang disana. Ya hanya itu yang bisa kita lakukan selain itu apa lagi." Ujar Indri.
__ADS_1
"Iya kamu benar, aku juga salut sama James, James itu adalah temanku yang aku kenalkan dengan Oliv akhirnya mereka pacaran sampai tunangan dan bahkan mau menikah tapi akhirnya batal..tapi James dan keluarganya tetap baik kepada keluarga Oliv karena memang pak Kim dan tante orangnya baik dan ramah kepada semua orang, semoga Oliv tidak menyesal meninggalkan Jamea, aku selalu berdoa semoga James mendapatkan pasangan yang baik."
"Kenapa bukan kamu aja yang jadi pacarnya Jamea kan kalian sudah lama berteman" tanya Indri sengaja.
"Hahaha kasian James kalau aku yang jadi istrinya dia akan menderita soalnya aku orang paling cerewet , takut dia tertekan batin hehe... maaf itu hanya bercanda saja. Aku dan James sudah seperti kakak adik jadi tidak bisa. Kita doakan Oliv dimana pun diaberada semoga dia sehat-sehat saja, karena dia lagi hamil aku agak kuatir dengan kondisinya" ujar Cinta.
"Hehehe ternyata kamu lucu ya orangnya humoris dan ceria, iya kita doakan Oliv saja semoga dia baik-baik saja dimana pun dia berada, justru karena aku sangat kuatir dengan kondisinya sehingga aku tidak mau memboking tiket untuknya, tapi ternyata kamu yang boking tiketnya, tapi ya sudah semua sudah selesai jadi kita tunggu saja hasil endingnya"ujar Indri.
Walaupun Oliv sudah kurang ajar dengan Indri dan Cinta mereka sudah di kecewakan tapi sebagai sahabat yang baik mereka tidak mau membicarakan keburuak Oliv mereka hanya berdoa semoga Oliv cepat sadar dan sehat.
Setelah selesai pemakaman semua orang pulang ke rumah masing-masing tapi keluarga Cinta, dan keluarga James dengan para tetangga masih di rumah pak Kim mereka belum pada pulang karena pak Kim hanya sendirian di rumah dengan bibi. Jadi kel James dan Cinta memutuskan tetap di rumah pak Kim untuk sekedar menghibur.
Sedangkan setelah pulang dari pemakanan Indri, James, Bara dan juga Cinta bahkan ada beberapa anak muda dari keluarga Oliv bisa di bilang sepupunya Oliv ada juga sehingga mereka ngobrol, namun selama mereka di sana ayah dan ibunya James selalu perhatikan Indri karena orang tua James melihat James dan Indri terlihat sangat akrab.
Bahkan salah satu ponakan James sempat mengatakan jika James dan Indri cocok.
"Aku pulang sama-sama dengan mereka, tadi aku datang dengan mereka jadi saat pulang juga bareng karena mereka berdua kerja jadi tidak bisa lama-lama disini, ada apa kamu juga mau ikut jalan-jalan kesana, boleh kok kamu tidak perlu takut kan ada Bara yang akan menemani kamu dia adalah teman yang baik jadi pasti dia selalu menjaga dan melindungi kamu, itu pun kalau kamu mau." Ujar James sengaja memancing Cinta karena James pengen menjodohkan Cinta dengan Bara.
"Ah...aku tidak bisa Mes...kamu tahu sendiri bukan, ayah dan ibu di luar negeri kebetulan aja mereka datang berlibur, kalau aku ke kota A dapat apa aku disana, sedangkan semua usaha ku disini kalau aku jalan terus restoran dan siapa yanf kelola kalau hotel bisalah kerja dari jarak jauh tidak masalah." Ujar Indri.
"Astaga In zaman sekarang sudah pada cangih, jadi kita kerja bisa dari rumah, kamu kan punya orang kepercayaam di restoran dan di hotel, sekali-kali keluar kota tidak masalah satu minggu beelibur nanti balik lagi untuk cek restoran dan hotel...memang kamu tidak bosa hidup begini terus sekali-sekali cari suasana baru diluar sana bukan berarti kamu tidak bisa menjaga diri kamu dengan baik, itu pun kalau kamu mau aku tahu kamu putry kamar jadi susa kalau kamu di ajak"ujar James.
"Humm nantilah aku pikirkan aku harus diskusikan ini dulu ke ayah dan ibu aku tidak bisa semena-mena ambil suatu keputusan sendiri" ujar Cinta.
Memang Cinta adalah anak yang berbakti dan tidak semena-mena melakukan sesuatu Cinta selalu nurut apa kata orang tuanya sehingga orang tuanya sayang sama Cinta, Cinta juga anak gadis yang mandiri sudah sering sekali di tinggal tapi biasa aja tidak perna berbuat ane-ane di belakang orang tua.
__ADS_1
Malam harinya Cinta dan Indri tidur di kamar Oliv sedangkan James dan bara tidur di kamar tamu karena di rumah pak Kim ada lima kamar sebenarnya di kamar tamu yang lain bisa di pakek untuk Indri dan Cinta tidur tapi kata pak Kim kamar Oliv udah tidak ada siapa-siapa lagi disitu dan kamar itu juga sangat luas jadi biar saja kedua sahabat baik Oliv tidur di situ.
"Nak Indri dan nak Cinta tidur di kamar itu saja soalnya kamar itu lebih luas namanya anak gadis itu suka kamar yang luas, kalau nak Bara dan nak James tidur di kamar tamu saja, makasih ya kalian sudah datang kesini menemani om, om tidal tahu setelah kalian pulang nanti om sama siapa lagi disini" ujar Om Kim
"Om jangan bicara begitu, kan masih ada orang di rumah ini, kalau ada waktu nanti kami sering main kesini, atau bagaimana kalau om carikan aku seorang gadis di kota ini om biar Bara sering kesini hehehe" ujar Bara bercanda.
"Kalau soal itu nak, tidak perlu cari lagi karena kamu adalah anak yang baik om juga carikan kamu gadis yang baik ada nak Cinta disini, dia adalah gadis yang mandiri dan setahu om nak Cinta juga belum punya pasangan, dia anak gadis yang baik" ujar Om Kim.
Kebetulan Cinta dan Indri sudah masuk ke kamar sedangkan James dan Bara masih duduk ngobrol sama pak Kim jadi mereka bebas untuk ngobrol.
"Ah...om sepertinya Cinta tidak mau om sama Bara, Cinta kan anak orang kaya sedangkan Bara tidak punya apa-apa jadi pasti orang tuanya tidak akan setujuh Bara lihat memang Cinta anak gadis yang baik dan sopan makanya Bara takut tidak bisa membahagiakan dia. Karena Bara tidak punya apa-apa." Ujar Bara.
"Kamu ini ya nak, sangat merendah sekali om ini sudah lama mengenal kami, jadi om tahu siapa kamu kedua orang tua Cinta adalah orang tua yang baik mereka mencari mantu itu tidak lihat dari harta tapi lihat dari atittude yang baik dan cukup bertanggung jawab saja, kamu juga nak James carilah gadis yang mau menghargai kamu om pasti sangat setujuh, tadi om terimah telpon dari Tuan Davin dan istrinya mereka juga mengucapkan berbelasukawah katanya mereka tidak bisa hadir karena masih di kota B, saya sangat berterimah karena walaupun anak durhaka itu hampir mengacaukan acara resepsi nak Devan tapi Tuan Davin tidak marah.
Om sangat melu dennga keluarga nak Devan karena dulu kami juga teman baik dalam bisnis tapi anak itu sudah mencoreng nama baik saya di depan banyak orang dan gara-gara dia maminya meninggal saya tidak akan perna memaafkan dia. ujar om Kim.
"Om tidak boleh bicara begitu, Oliv lagi hamil takutnya kalau om marah seperti itu saat dia melahirkan justru terkendalah, biar bagaimana pun Oliv tetap anak kandung om memang dia sudah melakukan kesalahan besar tapi om tidak boleh bicara begitu kalau soal tante itu sudah takdir dari Allah om, kita semua pulang dengan cara masing-masing yang sudah di atur" sambung Bara.
" Om maafin James ya, James sudah membuat om malu karena James ngakui kalau anak yang di kandungan Oliv adalah anak James tapi memang itu adalah anak James om James benar-benar mau bertanggung jawab tapi justru Oliv mengusir James dan Oliv menghina dan merendahkan James. Padahal James sudah memohon kalau bisa James bertanggung jawab atas apa yang di alami oleh Oliv tapi justru Oliv mencaci makin James om Oliv menyuruh James untuk tidak menganggu dia lagi karena anak itu adalah anak Devan jadi saat James menarik paksa dia keluar dari acara itu setelah sampai di luar James di tampar dan di pukul oleh Oliv bahkan James di usir.
Bukannya James tidak mau bertanggung jawab dan bukannya James tidak sayang sama Oliv dan anak itu om justru James mencintai mereka berdua makanya James mau menjaga mereka berdua tapi setelah James merasa Oliv tidak akan menerima James lagi lebih baik James pergi meninggalkan Oliv aja, jadi biar bagaimana pun James sudah menganggap om sebagai orang tua jadi James mau minta ijin untuk menikah om James rencana besok akan memperkenalkan calon istri James ke keluarga semua disini. James mohon om tidak keberatan dalam hal ini" ujar James.
"Nak...bukanlah om sudah bilang dari awal jika kamu mau nikah silahkan saja tidak masalah om pasti setujuh, om tahu kamu juga salah tapi kamu sebagai pria sudah berani bertanggung jawab tapi dia aja yang tidak mau jadi silahkan om setujuh" ujar om Kim.
Om Kim sudah nyesek banget mengingat semua kelakuan Oliv sehinga om Kim tidak mau menganggap Oliv sebagai anaknya apalagi setelah kematian istrinya om Kim benar-benar tidak mau mengenal Oliv lagi.
__ADS_1
Setelah mereka ngobrol panjang akhirnya mereka bertiga ngantuk dan masuk kedalam kamar untuk tidur karena besok masih ada kesibukan lain.