
Saat ini alin duduk berdua dengan devan menikmati indahnya malam hari dan merasakan kesejukan angin sepoi-sepoi membuat kedua sejoli itu terlenah dan bahkan sekarang alin bersandar di dada bidang devan, ia menutup mata dan nenarik nafas begitu dalam baru ia keluarkan perlahan, alin ingin malam ini ia melepaskan segala beban yang adalam di dalam pikirannya.
Devan yang begitu sabar membiarkan alin sesuka hati bersandar, devan membelai rambut panjang alin dengan begitu lembut, sehingga membuat alin makin terlena. Memang malam ini devan sengaja membawa alin ke danau agar alin bisa rileks dan tenang baru mereka kembali ke apertemen. Yang penting sekarang alin harus benar-benar tenang dulu
Takutnya kalau mereka langsung pulang dengan kondisi alin berantakan, pastinya devan dapat banyak pertanyaan dari sang mama dan bunda neska. Itu yang membuat devan sedikit kuatir, devan gak mau dua orang wanita paru baya yang masih terlihat cantik dan segar itu, mencercah devan, karena kirain devan yang melakukan kesalahan terhadap alin.
Karena devan juga ikut terlena dengan suasana angin malam jadi ia lupa telpon leo dan kasih tahu agar leo tutup mulut soal kejadian di kantor polisi. Dengan sigap devan langsung mengambil hpnya dan menelfon dimas.
"Hallo Mas kamu dimana" tanya devan
"Hallo juga bos, nich saya lagi di belakang bos, apa ada yang bisa saya bantu bos " ujar dimas
"Ha...kamu disini? sejak kapan, kok saya gak tahu" tanya devan kanget, padahal sudah biasa devan kemana-mana pasti dimas ikut
"Hahaha maaf bos, saya dari tadi disini sama boby, kan kami ikuti bos dan nona alin tadi."
"Astaga dam...kamu ngapain ikut juga kesini, kamu tolong telfon leo dan katakan kepadanya kalau ia jangan sampai buka mulut soal kejadian di depan kantor polisi saat kita pulang tadi , takutnya mama dan bunda marah karena nona alin sedih."
"Ini memang tugas saya untuk selalu menjanga bos, bukannya selama ini, saya selalu begini bos"
__ADS_1
" Iya saya tahu jadi cepat lah telpon leo, takutnya ia terlanjur buka suara bisa mampus saya , dapat amukan emak-emak hahaha"
"Hahaha gapapa bos sekali-sekali dapat amukan"
"Ha...kamu mau gaji kamu di tahan atau mau saya pecat." ancam devan membuat dimas ngenyir kuda.
"Ah bisa aja, maaf bos jangan begitj, iya saya telpon leo"
Devan langsung matikan telpon begiti saja secara sepihak membuat dimas mendegus kesal, dengan bos nya yang selalu metiin telpon sepihak .
Akhirnya dimas telpon leo dan sampaikan apa yang di katakan devan tadi, rupanya leo juga belum pulang karena, ia juga lagi mengajak yora jalan-jalan di taman.
"Sayang, bagaimana perasaan kamu sudah tenang belum, tadi bukannya belum makan ya gimana kalau kita makan dulu, nanti kamu sakit, sebentar lagi kita menikah loh, kalau sayang sakit gimana." bujuk devan dengan lembut
Alin menarik napas panjangnya sembari berkata" mas bukanya tadi kita sudah makan roti, jadi masih kenyang, nanti aja dulu ya aku masih nyaman seperti ini, jujur aku pengen bersandar di pelukan ayah juga seperti ini yang bisa memberikan kehagatan kepada ku, tapi sayangnya itu gak mungkin terjadi,"
"Karena aku sudah menemukan orang yang tepat, yang sangat menyayagiku jadi aku bisa memakai pundaknya untuk bersandar, dan mampuh menghilangkan beban berat yang ada di hati dan pikiran ini"
"Makasih ya mas, kamu sudah hadir sebagai penyelamat dan pelindung untuk aku, pada saat aku terjatuh mas orangnya yang dengan suka rela memberikan pundakmu untuk aku bersandar"
__ADS_1
"Dulu kak leo yang selalu menolong alin, walaupun gak secara terang-terangan ia menolong alin, tapi ia membayar orang dan menyewa tempat tinggal untuk alin, Karena alin kasihan sama kak leo akhirnya alin pergi ternyata tak sengaja alin ketemu dengan bunda, mungkin semua sudah rencana Tuhan.
"Sayang dengarkan mas, semua ini sudaj di takdirkan Tuhan baik kamu yang mengalami penderitaan dulu dan baik kamu yang mendapatkan kebahagiaan sekarang, karena jika kamu tidak mengalami namanya menderita kamu gak akan paham dengan penderitaan orang lain, tapi karena kamu yang sudah perna mengalami.
"Makanya kamu sangat mengerti dengan kondisi dan penderitaan orang lain, makanya kamu sering kasih makan orang-orang di jalanan kan. Karena kamu sudah duluan merasakan penderitaan itu.
"Oh ia sayang, maaf sampai sekarang mas belum tahu dimana ceritanya sampai kamu bisa bertemu dengan bunda neska, dan di angkat menjadi anak, padahal setahu mas, bunda neska gak tinggal di kota B. Bunda neska biasanya jarang loh datang ke kota B kecuwali ada keperluan penting, mas tahu sih perusahaan bunda yang sekarang sayang kelolah dulu di kelolah sama orang kepercayaan bunda, makanya bunda selalu di kota A."
"Karena semenjak kecelakaan meninpah anak dan suami bunda neska mulia dari situ bunda neska jarang sekali keluar dari kota A karena ia benar-benar terpukur saat itu."
"Ia bunda juga sudah ceritakan semuanya kealin kalau ada orang yang sengaja menabrak mobil suami bunda, dan bunda curiga itu ula para pesaing bisnis yang gak suka melihat kesuksesan bunda, sama juga kan seperti papa dan mama, dan juga mas harus hati-hati denga pesaing bisnis sekarang "
"Papa juga perna kecelakaan juga, tapi untung Tuhan masih menolong jad papa, bisa selamat"
Iya jadi suaminya bu neska dan anak satu-satu meninggal karena kecelakaan yang menimpah mereka, dalam penyelidikan, polisi mengatakan kalau tabrakan itu disegaja dan sudah di rencanakan karena orang yang menabrak suami dan anak nya bu neska, mereka sama-sama meninggal dunia.
Itu yang membuat bu neska syok dan hampir sedikit depresi, kalau bukan bu Asta yang pasang badan untuk selalu mensuport bu neska mungkin sekarang bu neska sudah di RSJ. Tapi bu asta sahabat yang baik hati selalu memberikat kekuatan, dan pada akhirny bu neska kembali kuat dan bisa bangkit dari keterpurukannya.
Bu neska senjaga menghentikan kasus kematian suaminya sementara waktu karena ia belum sanggup untuk mengingat kembali kenangan pahit itu. Lagian bu neska juga tahu siapa pelakunya, jadi bu neska sengaja biarkan musunya senang dulu sementara waktu nanti baru, bu neska melakukan aksinya membuat musu bertekuk lutut.
__ADS_1
Tapi semua masalah ya menimpah bu neska, pada saat ia mengadopsi alin bu neska dengan tenang menceritakan semuanya ke alin jadi alin sudah mengetahui semua penderitaan tentang bu neska bundanya.