Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.

Aku Kembali Untuk Membalaskan Sakit Hatiku.
184


__ADS_3

Sedangkan di kota B Oliv uring-uringan karena tahu Alin dan Devan sudah berangkat ke dubay untuk perjalanan bulan madu, Oliv tidak menerimah jika Devan akan menyentuh Alin, Oliv tidak tahu kalau ternyata di malam pengantin Devan dengan Alin sudah jebol....sih Oliv lucu namanya juga sah suami istri suka-suka mereka dong mau ngapain aja.


"Argr......kurang ajar kamu Alin! aku akan membalas kamu nanti bisa-bisanya kamu memaksa Devan untuk membawah kamu ke Dubay berbulan madu, aku tidak akan tinggal diam lihat saja nanti aku juga akan ikut kesana, tapi bagaimana caranya aku kesana sedangkan aku tidak punya uang lagi, atau jangan-jangan papi hanya bercanda saja tapi atm ku tidak di blokir buktinya mobil yang aku pakek tidak di ambil kembali padahal papi yang membelih mobil ini, bagaimana kalau aku minta tolong sama Indri dan Bara saja....ah tidak aku tahu sekarang mereka masih marah sama aku." Gumam Oliv dalam hati.


Memang Oliv anak yang tidak punya hati sama sekali anak durhaka dan egois , ibunya masuk rumah sakit karena gara-garanya bukannya panik atau takut orang tuanya kenapa-kenapa, justru mementingkan egoisnya, Devan sudah punya istri tapi masih mau mengejarnya sampai mau nyusul ke dubay ikuti Devan dan Alin disana memang Oliv sunggu keterlaluan.


Dia tidak memikirkan kondisi ibunya disana kalau seandainya ibunya kenapa-kenapa apa dia tidak menyesal, bagus juga papinya memblokir semua atmnya biar tidak kemana-mana semoga Indri dan Bara tidak mau menolongnya.


Oliv lagi duduk santai saat Indri keluar dari kamar mandi, Indri baru selesai mandi mau ganti pakian untuk ke tempat kerja. Walaupun awalnya Oliv ragu-ragu tapi akhirnya Oliv kasih tahu juga Oliv memberanikan diri untuk meminta tolong Indri. Dalam hati Oliv pasti Indri akan membantunya.

__ADS_1


"In....gua tahu lo dan Bara masih marah ama gua, ya gua minta maaf gua salah, karena selama ini gua nggak mau dengarin omongan lo berdua, tapi boleh nggak gua minta tolong ama lo, hanya lo aja yang bisa nolongin gua In....please gua benar-benar butuh pertolongan lo dan Bara gua nggak tahu mau minta tolong ama siapa lagi, nggak mungkin kan gua minta tolong ama pria brengset itu, jangankan lihat wajahnya nyebut namanya aja gua pengen muntah.." Ujar Oliv.


Indri tidak mengubris perkataan Oliv karena Indri tahu pasti ane-ane permintaan Oliv. Tapi karena Indri bosan mendengar ocehan Oliv akhirnya Indri bertanya mau minta tolong apa.


"Lo mau minta tolong apa lagi Liv...maaf bukannya gua nggak mau nolongin lo, tapi kalau permintaan lo sesuai dengan keinginan gua, gua janji gua bakal bantu lo tapi jika permintaan lo nggak sesuai dengan keinginan gua, maaf gua nggak bisa bantuin lo. Lagian menurut gua nggal salah sih lo minta tolong ama James lantaran anak itukam anaknya James jadi gua yakin apa pun yang lo minta James pasti kabulkan karena James nggak mau anaknya ileran" Ujar Indri sambil mengolesi wajahnya dengan pelembab.


" Aduh In maaf banget ya dia itu bukan ayah dari anak gua jadi stop senut namanya gua pengen muntah sampai kapan pun gua nggak sudi minta tolong ama dia, karena dia semuanya hancur. In gua boleh minta tolong ama lo nggak boking gua tiket dong, gua mau pergi ke......" belum selesai Oliv bicara Indri sudah menyelah, Indri senang karena Indri pikir Oliv mau pulang ke kota A untuk melihat kondisi mami nya disana namun pikiran Indri tidak sesuai dengan ekspetasi, Oliv mau ke dubai bukan ke kota A.


"Makasih banyak ya In, gua tahu lo dan Bara sahabat yang paling baik, biarpun gua selalu menyusahkan lo berdua tapi lo berdua selalu membantu gue kalau begitu bisa nggak boking tiket ke dubay sore ini juga In? gua nggak mau nunggu lama-lama disini dan perempuan licik itu menguasai Devan gua mau mengagalkan bulan madu mereka, gua akan membuat perempuan itu menyesal karena sudah merebut Devan dari gua, untungnya gua diam-diam mengikuti sepupu Devan di media sosial, jadi gua tahu kalau ternyata semalam perempuan itu memaksa Devan untuk mereka berlibur ke dubai anenya Devan juga nurut saja.

__ADS_1


Sepertinya mereka sudah sampai di dubai pagi ini jadi gua jangan sampao terlambat guq harus berangkat sore ini juga menyusul mereka, kalau soal cari hotel dimana mereka tinggal itu gampang yang penting gua sampai disana dulu.


Indri yang mendengar perkataan Oliv tertengun, Indri tidak percaya kalau Oliv memintanya untuk boking tiket itu ke dubai bukan ke kota A. Indri sangat kecewa dengan sikap Oliv ternyata Oliv anak yang egois yang selalu memikirkan dirinya saja tapi tidak memikirkan kebahagiaan orang lain terutama orang tuanya yang lagi sakit.


"Apa.....lo bilang! mau ke dubai Liv?....ya Tuhan lo memang egois banget ya Liv, gua pikir lo minta boking tiket lo itu, karena lo mau balik ke kota A untuk mengecek kondisi mami lo disana, tapi ternyata lo mau pergi ke dubai menyusul suami istri yang mau honeymoon? dan dengan nggak tahu malunya lo mau mengagalkan honeymoon mereka lo memang nggak tahu diri ya Liv!...Maaf kalau begitu gua nggak bisa nolongin lo....sana minta tolong sama Bara, gua bingung deh Liv dengan jalan pikiran lo.


Gua pikir lo sekolah tinggi jadi lo bisa membedahkan mana yang baik dan mana yang nggak, kalau lo mencintai Bara misalnya nggak masalah menurut gua karena Bara nggak punya istri atau mantan calon suami lo, tidak begitu buruk tapi kalau sama Devan maaf banget gua nggak mau ikut-ikutan gila ama lo jadi gua nggak bisa bantu. Dan satu lagi Liv masalah gua udah sangat banyak jado gua nggak mau menambah masalah karena gara-gara bantuin lo gua jadi mendapatkan masalah dari keluarga Tuan Devan, gua tahu siapa mereka jadi kalau lo mau cari masalah dengan mereka silahkan tapi jangan ngajak gua, gua pikir tuh tadi lo mau pulang makanya gua mau bantu lo tapi kalau begini maa gua nggak bisa" Ujar Indri.


"Loh....jangan gitu dong In, bukannya tadi lo udah janji mau boking gua tiket kenapa lo nggak mau, memang gua salah, kalau gua nyusul calon ayah dari anak gue? memang gua salah gua merebut kembali hak gua? Devan itu calon suami gua jadi nggak salah dong gua datang nyusul dia kesana, loh kenapa sih In selalu pikiran buruk terhadap gua, lagian salah lo sendiri nggak mau dengari penjelasan gua sampai selesai lo main motong aja pembicaraan gua.

__ADS_1


Pokoknya gua nggak mau tahu ya lo tadi udah janji mau boking gua tiket jadi, lo harus boking gia tunggu siapa suruh lo janji ama gua, tenang aja keluarga Devan nggak bakal marah ama lo, mereka bakal berterimah kasih ama lo In kar3na sudah relah berkorban demi ongkosin gua ke sana jadi jangan takut." ujar Oliv.


Maksa banget si Oliv, sudah minta tolong bukannya sadar justru memaksa Indri untuk boking tiketnya. Indri melanjutkan make upnya dia tidak menghiraukan perkataan Oliv lagi karena berdebat dengab Oliv todam akan habisnya dan Oliv juga tidak akan mau kalah.


__ADS_2